Showing posts with label daily journal. Show all posts
Showing posts with label daily journal. Show all posts

Sunday, 1 May 2011

Ketika Kuro sakit

Sudah nyaris sebulan lebih ya blog ini nggak update, kali ini bukan karena waktu yang bikin saya nggak nulis. Tapi masalah teknis yang bikin keadaan makin menyedihkan.

Suatu hari saya download dari Torrent, file-nya berformat .rar. Kelar download, saya buka, eh di dalamnya ada folder yang judulnya Extras. Waktu diklik, nggak respon apa-apa. Saya klik bolak-balik dan hasilnya sama. Tapi, ternyata absennya respon itu hanyalah kamuflase. Bak pembunuh berdarah dingin yang membiarkan korbannya merasa aman terlebih dahulu, si file asing itu memang tidak menunjukkan perubahan beberapa menit awal. Namun beberapa saat kemudian, muncul window-window aneh yang menuntut konfirmasi dari user. Saya panik, saya sudah lupa apa saja yang saya lakuin waktu itu. Begitu sistem kembali stabil, I found it that the virus has already infected my laptop. Tepatnya di bagian removable drive, jadi setiap flashdisk yang terkoneksi ke laptop saya bakal terinfeksi dan bentuknya adalah merubah semua file yang ada menjadi shortcut serta memasukkan shortcut-shortcut familiar macam MyMusic, MyVideo seperti yang biasa ditemui di My Document tapi yang ini virus. File aslinya dihidden beserta root virusnya. Kalau saya biarin, laptop bakal terisolasi dari perpindahan data. Saya nggak mau ngerugiin orang lain dengan nyebarin malware sialan ini, alhasil saya menghindari flashdisk manapun buat nancep ke si Kuro.

If you ask me about antivirus? Saya pakai Kapersky dan SMADAV, tapi kedua antivirus itu nggak detect sama sekali. SMADAV sempet detect file yang dihidden, tapi nggak bisa dihapus atau di-unhidden. Lalu saya nyoba googling dan ternyata virus jenis ini udah termasuk virus kuno (herannya saya masih bisa kena) karena udah ada beberapa tahun lalu. Anehnya, antivirus mentereng pun nggak berhasil menghapusnya. Dari hasil googling, saya temuin satu link (yang udah dipost beberapa tahun lalu) di mana di dalamnya ada antivirus khusus malware shortcut seperti yang menjangkit laptop saya. Sebelumnya saya sempet nemuin cara dengan menghapusnya pake cara manual, run cmd, tapi ternyata virusnya jauh lebih lihai dari itu. Upaya saya itu udah terlalu ketinggalan jaman rupanya. Alhasil, saya bergantung sepenuhnya pada si antivirus lokal itu.

Karena wifi fakultas ngeblokir situs-situs tertentu, di mana situs tempat penyimpanan si antivirus termasuk di dalamnya, akhirnya saya harus nyari wifi di tempat lain. Belum selesai di situ aja, waktu download si antivirus juga rumitnya nggak ketulungan. Banyak mirror yang menyertai, link-link nggak jelas sampai akhirnya laptop mulai lemot dan bekerja nggak kayak biasanya. Saya makin panik. Tugas-tugas lagi banyak, kerjaan juga nggak bisa ditinggal. Bagian terburuknya adalah ketika halaman log on nggak bisa diakses, saya nggak bisa masuk Windows. Mampus! Tanpa nunggu lama, saya lari ke tukang servis. Entah pake cara apa, si mas-mas tukang servisnya berhasil buka driver-nya dan back-up data-data penting saya. Dan Kuro pun kembali seperti semula.

Eh, beberapa hari kemudian ada window asing yang muncul minta dikonfimasi terus menerus meski udah ditutup. Agak nyebelin tapi karena nggak ganggu sistem, saya biarin. Sampai suatu hari waktu mau ngerjain paper, Kuro nggak mau log on lagi. Tanpa nunggu lama, hari itu juga saya lariin dia ke tukang servis. Karena yang dulu lagi tutup, saya ke tempat lain, kata mas-masnya Kuro kena virus (yang katanya banyak banget) dan perlu diinstal ulang. Oh My.

Sekali lagi data diback-up (sampai sekarang saya masih nggak ngerti caranya buka drive tanpa log on) dengan bantuan CD Booting (atau CD Booter gitu saya juga lupa hehe). Alhasil, selama sekitar 2 mingguan Kuro nggak bisa dipake. Kenapa saya nggak langsung instal ulang? Karena beberapa hal saya akhirnya baru bisa ke tukang servis lagi buat instal ulang 2 minggu kemudian. Sementara itu, waktu ada job dadakan atau tugas darurat, saya minjem laptop sana-sini sampai ngerjain di komputer kampus yang sejujurnya nggak nyaman banget. Saya kangen kerja sama Kuro, di laptop saya sendiri, di mana semua yang saya butuhin ada di dalamnya.

Belum lagi waktu need buat kerja lagi tinggi-tingginya, sampai mati gaya saya ngalihin need itu ke mana. Mau baca buku juga nggak pengen-pengen banget, nonton TV malah bikin stres, mau jalan-jalan nggak punya duit. Bener-bener 2 minggu yang bikin frustasi.

Tapi sekarang, keadaan sudah kembali seperti semula. It's even better :]

Yang perlu saya khawatirin sekarang adalah nabung duit secepat mungkin biar bisa beli hardisk eksternal yang harganya juga nggak murah. Atas saran si mas-mas tukang servisnya, saya perlu hardisk eksternal buat memuat data-data yang bikin hardware-nya sampai bunyi (a.k.a bengek) tiap kali mesin bekerja. Ya, si Kuro keberatan memori.

Eh, kenapa nggak minta ortu aja beliin? Well, saya sadar saya udah dewasa dan udah waktunya cari duit sendiri. Jadi saya pun nggak mau terus-terusan minta ini-itu ke ortu, apalagi hardisk eksternal harganya nggak kayak beli flatshoes atau tas vintage yang saya kadang masih minta dibeliin nyokap. Beda cerita kalau ortu saya dua-duanya pejabat, mungkin hardisk eksternal udah ada jauh sebelum si Kuro keberatan memori -____________-"

Pelajaran yang bisa saya dapat adalah selalu hati-hati tiap kali download apapun. Waktu saya re-download file yang sama (karena emang saya perlu) yang memuat virus shortcut itu, saya juga re-check apakah di dalamnya ada folder mencurigakan. Selain itu, sekarang saya lebih sensitif sama flashdisk yang keluar masuk laptop saya. Atas saran mas-mas yang nyaranin si Kuro buat diinstal ulang, baiknya saya pake Avira karena ampuh membasmi virus. Begitu ada yang mencurigakan, sistem akan langsung memblokirnya. Well, I think he got the point.

Pelajaran juga buat yang lainnya, hati-hati tiap mau download, bahkan dari link yang terpercaya sekalipun. Aktifin firewall-nya, antivirus juga harus selalu update dan harus jeli memilih antivirus. Hal paling mendasar adalah pastikan laptop pake antivirus, jangan biarin laptop tanpa perlindungan sama sekali kalau nggak mau kebobolan yang akhirnya dapat ngerugiin diri sendiri.

Have a nice day! :]

Saturday, 31 October 2009

A break is expensive, in my case

It's been a long time baby till I feel like this feeling is not good, it's not good to leave you like this. To make you feel alone for this long. Now I'm back and I'm not gonna go again.


Mengingat saya benar-benar tidak punya waktu tenang untuk menulis (untuk kepala saya sebenarnya), maka saya putuskan untuk menulis blog setiap akhir minggu. Saya akan usahakan selalu menulis setiap akhir minggu, jadi Senin pagi sudah ada tulisan baru untuk dibaca. Atau, yah saya bisa manfaatkan fasilitas Scheduled posting kan ;] (I love technology!)

Anyway, kegiatan magang masih sama seperti kemarin-kemarin, cuma intensitasnya jauh lebih meningkat sekarang. That's why I need to rest my head for a while -,-' Tapi, kabar baiknya, saya masih punya kesempatan buat main-main (tapi yang produktif). Kali ini tidak ada hubungannya dengan Photoshop atau kode-kode HTML, kali ini kemampuan bahasa Inggris saya yang akan diuji. Saya resmi bergabung menjadi salah satu kru majalah Art & Design, WOWMAGZ yang ber-basecamp di Malang. Posisi saya di situ jadi apa? Coba tebak! Kalo penasaran juga, langsung deh meluncur ke TKP-nya yah :]

Yap, untuk kedua kalinya saya menjadi anggota tim sebuah media cetak (WOWMAGZ cetak bukan yah?), dengan posisi yang berbeda namun keduanya benar-benar mengasah skill yang saya miliki dan berada di dunia yang saya cintai. What a perfect job!

Next pit-stop: a fashion magazine >> layout editor (AMEN!)


-- -- -- -- --


Salah satu assignment UTS saya adalah membuat Bab I penelitian kualitatif. Tugas yang satu ini cukup menyita pikiran saya, di saat, you know, ide-ide tidak selancar ketika saya sedang liburan dan tugas ini mengharuskan saya untuk mencari satu topik untuk dijadikan penelitian dengan teknik kualitatif. Shit!

Sekitar 3 minggu saya diam-diam memikirkan topik apa yang akan saya jadikan tema penelitian. Saya sudah buka semua indera saya untuk menangkap sinyal-sinyal inspirasi. But NONE. I've got nothing but stress. Sekalinya dapat insipirasi (yang kesannya terpaksa), jadinya malah judeg dan buntu karena nggak bisa menemukan judul yang tepat buat penelitian saya. Ketika aspek psikologis udah didapat (motivasi kerja/performance appraisal) dan gambaran subjek juga udah dapet (wanita bekerja/hamil), tapi saya masih ngerasa kurang sreg dan rasanya ada sesuatu yang harus saya temukan untuk melengkapinya. Intinya saya nggak tahu apa yang harus saya lakukan terhadap tema yang sudah saya dapatkan itu. Jadi, terpaksa tema yang ini masuk folder "OLD FILES".

Saya bongkar-bongkar bahan-bahan kuliah yang saya simpan dalam satu map. Eh, nemu jurnal ilmiah yang belum saya review. Begitu baca judulnya, mendadak insipirasi itu datang seperti air yang mengalir di otak saya. Akhirnya saya mengambil tema proses kreatif dan subjeknya adalah penulis novel. Saya nanya-nanya dikit ke Amel buat konfirmasi dan singkatnya, saya harus bikin Latar Belakang yang saya masih blank banget. Rencananya sih saya mau konsultasiin dulu ini ide saya ke dosen pembimbing saya, soalnya saya ragu tema saya ini masuk perminatan Psikologi apa. Tapi, kalo mau konsultasi, otomatis saya juga harus bawa at least draft Latar Belakang Penelitian saya.

Jadilah saya selama dua hari kayak mahasiswa semester akhir yang mau skripsi; nyari jurnal ilmiah di perpustakaan berjam-jam, nyari bahasan topik saya di internet sampai eneg dan mulai menyusun kerangka berpikir. Khusus kerangka berpikir, saya membuat diagramnya dulu di otak saya. Saya bukan orang yang 'dikit-dikit harus ditulis biar jelas', saya bersyukur otak saya punya kemampuan memvisualisasikan imajinasi dengan baik. Then I use it. Baru ketika saya sudah dapat gambaran besarnya, saya mulai menggambar kerangka alur pikiran saya. You know what, gambar kerangka saya itu kebanyakan berisi teori. Jadi nggak saya pakai waktu ngetik Latar Belakang beberapa menit yang lalu haha. Which also tells you that I don't use any outline for writing the background of my research :] The outline, I guess, it's in my mind. It's just flowing and I try to keep it directed.

Sampai tulisan ini dibuat, saya masih harus belajar banyak tentang penelitian kualitatif. Saya masih belum ada gambaran jelas tentang teknik yang satu ini dan saya harus tahu kalau mau lulus mata kuliahnya. Doakan saya!


-- -- -- -- --

Di sela-sela kehidupan saya yang sangat menyesakkan, saya sempet-sempetin buat update berita tentang New Moon. Selain tanggal rilisnya, berita ter-hot adalah original soundtrack-nya yang udah resmi dirilis tanggal 16 Oktober kemarin di USA. Beberapa hari sebelumnya saya udah sempet hunting beberapa track yang beredar di internet. Nggak lengkap sih, soalnya beberapa lagu ternyata nggak ada dan kayaknya bener-bener diciptain buat New Moon.

newmoon-ost-art

Sedikit kecewa soalnya Paramore nggak ikut berpartisipasi di album OST New Moon, padahal pas di Twilight mereka keren banget. Asumsi saya sih, karena mereka lagi promo album baru. Takutnya bentrok kali ya sama jadwal promo New Moon, jadi mereka harus pilih salah satu gitu kayaknya *sotoy abis!*. Bagi yang belum tau, ini nih track list original soundtrack New Moon:
  • DEATH CAB FOR CUTIE — MEET ME ON THE EQUINOX
  • BAND OF SKULLS — FRIENDS
  • THOM YORKE — HEARING DAMAGE
  • LYKKE LI — POSSIBILITY
  • THE KILLERS — A WHITE DEMON LOVE SONG
  • ANYA MARINA — SATELLITE HEART
  • MUSE — I BELONG TO YOU (NEW MOON REMIX)
  • BON IVER & ST. VINCENT — ROSYLN
  • BLACK REBEL MOTORCYCLE CLUB — DONE ALL WRONG
  • HURRICANE BELLS — MONSTERS
  • SEA WOLF — THE VIOLET HOUR
  • OK GO — SHOOTING THE MOON
  • GRIZZLY BEAR — SLOW LIFE
  • EDITORS — NO SOUND BUT THE WIND
  • ALEXANDRE DESPLAT — NEW MOON (THE MEADOW)



Anyway
, album baru Paramore yang berjudul Brand New Eyes keren banget!!!!!!!!!!! I've got the full album and Ignorance is sooooo damn awesome!!!!!!!! I can listen to it more than 10 times a day. That song is addictive :D They're getting better I guess, more mature in arrangement and the lyrics. Hayley's voice is just as usual but with better technique. They're just ROCKS!

I know I'm not gonna quit from them, they're my long-lasting rockstar :]


-- -- -- -- --


Saya punya harapan yang sebaiknya saya jadikan doa saja sekalian. Baca baik-baik.

Apabila semua penderitaan ini berakhir, saya akan:
1) DVD marathon
2) Namatin The Mediator (which means I gotta buy MP4 player soon)
3) Spending quality time with my lil bro and Mao
4) Nonton bareng BLM sista (or maybe just mbak Anty hehe)
5) Beli DVD Gossip Girls 2 season sekaligus
6) Try any cookies/main dish recipe
7) Being lazy for a week or so ;]

Kabulkan doa hamba-Mu ini ya Allah. Amin.


Kamu punya doa yang sama seperti saya? Oh nggak ya? Trus apa dong doa yang akhir-akhir ini sering kamu panjatkan pada Sang Pemberi Kehidupan? Cerita-cerita ya :]

Tuesday, 13 October 2009

A Wedding and a pair of bloody heels

Sedikit cerita.

Hari Minggu lalu saya dan keluarga saya menghadiri pernikahan salah satu sepupu saya di Malang. Tempatnya jauh bo'! Udah pernah ke sana sih sebelumnya, tapi waktu itu saya tidur jadi nggak kerasa capeknya ahaha.

Karena suami sepupu saya adalah seorang TNI AD, maka resepsi pernikahannya pun pake Pedang Pora. Tau nggak Pedang Pora? Itu lho yang beberapa prajurit berbaris dua banjar sambil mengangkat pedangnya saling silang dan mempelainya jalan di bawah silangan pedangnya. Dan itu adalah atraksi Pedang Pora pertama yang pernah saya lihat.

Waktu sampai di gedung resepsi dengan susah payah karena saya pake heels nyokap yang tingginya kayaknya 5 cm (soalnya tinggi saya hampir menyamai adek saya yang tingginya 170 cm), saya lihat banyak anggota militer yang bertebaran (meses kalee...) di dalamnya . Tapi kok ya nggak ada yang tinggi tho yaa -,-' Padahal mereka masih muda-muda dan ehm... pretty good looking. Saya emang pake heels jadi keliatan lebih tinggi, tapi saya juga make patokan adek saya yang ternyata lebih tinggi dibanding mereka hoho.

Saya pun nimbrung bareng sama sepupu-sepupu saya yang udah nyampe duluan, sambil nungguin Pedang Pora yang udah saya nanti-nanti. Untungnya, sodara-sodara saya itu ngumpul di deket pintu masuk prajurit yang mau Pedang Pora. Jadi bisa lebih deket deh liat orang-orangnya hehe. Begitu suasana mendadak hening, pasukan Pedang Pora masuk ke dalam ruangan dengan langkah tegap dan sumpah keren banget waktu mereka entry ke tengah ruangan! (and still, adek saya masih lebih tinggi dari pasukan itu. Tapi yang paling depan agak tinggi dan lumayan cakep haha).

Dan ketika para prajurit itu berdiri saling berhadapan dan mulai mengeluarkan pedang masing-masing sesuai komando, saya memekik sendiri saking hebohnya. Saya berulang kali bilang, "That's cool!!" atau "Oh God, awesome!" atau "Cool!!!" sambil meremas lengan adek saya yang paling kecil yang waktu itu berdiri di samping saya sambil lompat-lompat kegirangan. Waktu pedangnya dikeluarin dan kedengaran bunyi "Siiingg..." itu yang bikin merinding, keren abis!!!

Sebelumnya, saya dan adek saya yang paling kecil sempet making fun.

Saya: Eh, dek. Gimana kalo kita minjem pedangnya buat foto-foto?
Adek: iya, trus dibuat mainan perang-perangan...
Saya: Atau kita jalan di depan pengantinnya duluan pas pedangnya diangkat?? trus foto-foto??
Adek: Iya!!

Sambil terbengong-bengong ngelihatin Pedang Pora, saya ngelirik ke arah bokap yang berjalan ke sisi lain ruangan buat ngelihat lebih jelas. Di sampingnya seorang prajurit yang bajunya sama kayak pasukan yang lagi Pedang Pora berjalan ke arah bokap saya. Saya cuma bisa lihat dia dari belakang, mukanya nggak kelihatan. Perhatian saya pun kembali tersedot ke tengah ruangan dan ketika noleh lagi ke bokap, beliau udah ngobrol-ngobrol sama prajurit yang tadi itu!!! And you know what, pas si prajurit noleh ke arah bokap dan badannya agak menghadap ke belakang, I can see an angel's talking to my dear father and smiling. Oh Dad, I wish I were in your shoes... *mupenggelaaa*

Waktu pengantinnya jalan di bawah pedang pora, kan pelan-pelan gitu bin lama. Saya jadi nggak tahan buat berkomentar ke adek saya, "Nggak enak ya kalo nikahannya ada pedang pora, nggak bisa langsung duduk. Kalo kawinan yang biasa kan ningnangninggung
ningnangninggung jalan , trus langsung duduk ke kursinya. Kalo ini kan pake berhenti dulu..." Adek saya manggut-manggut setuju.

Saya kok kasihan sama sepupu saya itu. Udah pake sanggulnya berat, pake heels, belum kain yang dia pake kan sempit banget tuh. Kalau saya jadi dia, saya maunya cepet duduk biar nggak lama-lama berdiri pake heels terkutuk itu. FYI, kelamaan berdiri pake heels bisa menyebabkan penyumbatan aliran darah di kaki lho :]

Selesai Pedang Pora, pasukan kembali ke tempat lewat pintu yang sama. Yang jadi pemimpin barisan, jalan sambil nahan ketawa! ahaha. Lalu MC memberitahukan bahwa sekarang waktunya hadirin untuk memberi selamat pada mempelai, ketika waktu itu tiba saya dan sodara-sodara saya udah keliling buat nyobain makanan yang disajikan. Soalnya kita udah stand by di rumah sepupu saya mulai pagi dan tentunya ketemu sama mereka berdua, jadi... ya ntar aja salamannya kalo mau pulang ahaha. Sambil nyobain menu-menu yang tersebar di tepi-tepi ruangan, sekalian dong cuci mata ke pasukan Pedang Pora yang udah bubar barisan hehe. Waktu lagi ngobrol-ngobrol sama sepupu saya, mendadak salah satu mbak sepupu saya nyeletuk...

Mbak: Kamu kapan nyusul?
Saya: Eh? hehe
Mbak: Mereka ketemunya di Surabaya lho... (nunjuk ke kedua mempelai yang lagi foto-foto sama temen-temennya)
Saya: (manggut-manggut)
Mbak: Ketemunya di TP (Tunjungan Plaza), si G (mempelai pria) ngajak kenalan I (sepupu saya alias mempelai wanita) gitu... Trus minta no. hape... Siapa tau kamu juga gitu... waktu itu si G kan lagi pelesir, mampir di Surabaya...
Saya: kok serem ya, Mbak? Ngajak kenalan... minta no.hape... Serem ah!

Saya menganut paham "Don't talk to the stranger", apalagi yang tiba-tiba mendatangi saya, ngajak kenalan dan minta no.hape. Bisa-bisa saya kabur duluan sebelum ngomong apa-apa. Ngeri nggak sih kalo tiba-tiba orang asing itu adalah psikopat atau orang-orang yang punya niatan jahat??! Beruntunglah sepupu saya itu diajak kenalan cowok ganteng yang
proper. Lucky you, cousin... Lucky you...

Udah keliling ruangan (kecuali ke tempat si pengantin, karena itu bagian terakhir hehe), tiba-tiba nyokap dipanggil bokap disuruh mengikuti beliau yang lagi jalan ke tempat saya melihat Pedang Pora tadi. Saya penasaran, jadi saya ngajak adek saya buat ngikut juga. Eh ternyata bokap lagi say hi gitu sama seorang bapak-bapak yang pake jas rapi dan di kerahnya ada pin khusus yang saya nggak tahu simbol apa itu, nyokap juga salaman sama bapak itu. Saya pikir, paling-paling juga sodara jauh bokap atau kolega beliau yang ternyata juga datang ke pernikahan sepupu saya. Sampai saya mendengar hal ini...

Nyokap: Mbak, kamu nggak minta kenalan ta?
Saya: Trus... buat apa habis itu?
Nyokap: Lho itu kan suaminya Elsa Syarif... Itu Om-nya Papa.
Saya: Kok bisa?
Nyokap: Itu adeknya Eyang Dharu... (Eyang Dharu itu sudah saya kenal dari kecil dan saya tahu kalau beliau Om-nya bokap)

Sekitar 3 detik setelah saya dan nyokap kasak-kusuk, bokap ngenalin adek saya yang paling gede ke suaminya Elsa Syarif itu, lalu gantian saya dan yang terakhir adek saya yang paling kecil. Anyway, Elsa Syarif yang saya maksud di sini adalah lawyer kondang yang banyak menangani kasus-kasus para selebriti di ibu kota itu. Yup, that Elsa Syarif!

Berikutnya tante saya udah minta dipotretin aja sama Eyang saya yang baru ketemu itu bareng sama Eyang Dharu yang juga hadir hari itu. FYI, saya lupa bawa Lou jadi saya mupeng berat ngelihat orang-orang pada jeprat-jepret. Mana ada Om saya yang bawa Canon DSLR gitu, jadi gatel pengen minjem rasanya -,-'. Jadi, pas tante saya nyodorin digicam pocket Sony-nya ke saya buat motretin dia sama Eyang suaminya Elsa Syarif itu, saya pun langsung dengan bersemangat meraih kamera pink yang classy itu dan jepret deh! :] Kirain cuma sekali aja, setelah itu saya digeret tante saya itu ke tempat Eyang saya yang lain buat motretin lagi. Oke deh! Hasrat jeprat-jepret terpuaskan meski nggak pake Lou. (Kayaknya saya kualat ngatain adek saya nggak pubdok-minded gara-gara dia nggak bawa HP-nya pas ke DBL Arena sama temen-temennya beberapa hari yang lalu).

Saya juga sempet motretin adek saya di lapangan yang ada di depan gedung resepsi, anyway resepsinya dihelat di area milik TNI AD yang ternyata nggak jauh dari rumah sepupu saya. Jadilah saya fotografer dadakan yang motretin anak kecil yang beranjak remaja dan sok eksis *peacebro!*

Sepulang dari resepsi (iya, saya salaman dulu kok sama pengantinnya plus foto bareng dulu sekeluarga. Tebak saya berdiri di sebelah mana?), saya melewati jalan yang lebih parah dari waktu berangkat. FYI, jalannya tuh terjal banget kayak medan tracking dan saya kan lagi pake heels yang bikin tepian jari kelingking kaki saya sakit. Ampun deh! Saya harus jalan di atas rumput yang ada batu-batunya, menyebrangi sungai (serius!) dan menuruni tanah yang nggak rata. Pake heels. Sepanjang perjalanan saya nggak berhenti ngomel-ngomel dan ngeluh, saya sumpahin itu sepatu dan saya berjanji bakal mencampakkannya begitu sampe mobil dan akan segera merangkul Crocs saya yang tercinta. Sumpah, nggak ada yang nyaingin nyamannya pake Crocs!

Sebenernya saya nggak pake heels yang saya pake hari itu, ada satu heels (punya nyokap juga) yang modelnya kayak sepatu-sendal (ada tali yang melingkar di pergelangan kaki) tapi sayangnya yang itu rusak sol bawahnya. Terpaksa deh pake yang model sandal yang nggak pake tali dan rasanya pengen copot aja. Bener-bener nggak nyaman! Saya jadi mempertimbangkan buat beli heels sendiri yang ada talinya, lebih tertutup dan nggak bikin kaki lecet. Seperti yang dipake Alexa Chung mungkin ;]

Alexa Chung in Louis Vuitton Spicy Sandals

or this...


or maybe this one...

Alexa Chung


I'm sorry there's no enough photo for this post, I forgot to bring
Lou with me. I totally forgot and I realized I was such a moron at the time :[

Saturday, 10 October 2009

Pretty Much

I know, I know I haven't update my blog for centuries. And I know it's a shame for someone who claimed her self as a blogger. Like me, for instance.

So, what's up guys? I'm doing fine and pretty great over here, that's why I have no time to write this lil thing ahaha.

Anyway, so many stories I'd like to tell but I confused which one I gotta start with. Hmm let's see... we're going back a couple weeks a go, aiyte?


Family Time
Last Ied was a great time for me to gathered with the whole family. It was fun to meet my big family, knowing their life and having fun with them.

Though I got upset a bit when my cousins are busy with their cellphone because they're asking their Facebook account to each other and me, alone with cookies and Fanta in the living room. But it's all good, we successfully passed this Ied without my grandma and the thing I was worried ain't happen. The empty spot I was afraid I would see, I didn't see it at all. I see it full and nice.

I'm proud of my family so much and I'm glad I'm one of them :]


____

The Day
On 3-4 October 2009, I spent my weekend (yes, entirely my weekend) in campus with my friends. What the heck are you doing in campus on the weekend for God's sake? Are you some kinda nerd?? No, well, I'm might be a nerd but not that bad. I was one of the Orientation Program committee in my faculty and I was in Publication and Documentation team for the first part of the program called Student Day. And it was fun!! Though Lou started to mess with me when I took picture indoor (considering most of the activity were held inside the building), the results are blur and it really got me mad about the lighting. Okay, forget it.

PUBDOK OK
full team

While two days before, in the middle of the night, they wake me up to help them out about the street banner file. I got a schedule on Friday morning as an intern and they woke me up near 12pm! Problems, coming like crazy. The more you close to the day, the more people tend to forget things. That's what happen to our team at the time. When I remember that moment, I feel so silly and it makes me smile. It was a night to remember ahaha. Love you guys! :]

PUBDOK feat. Kanyaa
feat. Kanya

I'd like to thanks to my team for the team-work and the support they gave me.
This post is a tribute for you girls: Sonya, Mira, Tita, Caca, Tiien, Nia.


____

Officially
Well, my first day as an intern was fun and kinda gimme nervous a lil bit. And yes, after 2 weeks become an intern I know how it feels to work in office. The boredom, the confusing, the partner, the seniors, the peers, and the works it self. It's all makes me wanna know more and more. Can't wait for the main job we gotta do, being a tester.

Considering I have a tight schedule (contains of internship and college), so I gotta save some times for my friends (weekend is booked by my family) between those hectic time. Fortunately, my schedule is not full everyday, I mean my internship. So, I still have time to spend my days with them :] I don't wanna lose any contact with my besties, I don't wanna lose any single precious time with my sista :D

And if you wondering where I take my internship, it's in LP3T. It's an organization of Applied Psychology owned by my university and managed by my faculty, you can read further info here.


____

The Previous
I remember I planned to make a photography exhibition focus on food on the next post, but I totally have no time to prepare all of those photos and the layout. I even don't have time to upload my photographs on Deviantart. It's all sucked up by college assignments and now it's added up with my internship schedule. I don't blame them for this lack of time I have, I just blame time. Why it's only 24 hours?

Officially as an intern, I also officially resign from the campus magazine/bulletin, Insight. I'm afraid I can't managed my time then I left the other behind. So, I gotta choose one of them by doing gambling. If I get in as an intern, then I gotta let go my job as Layout & Design staff in Insight. And the result show all of us that I'm letting go my previous job. It's kinda hard at first because I'm still new in there and they like my works, besides there's a problem inside when I resign. I was worried it's because I resign without officially saying permission to the whole team, I told the chief about my plan of taking internship and my plan about it, and she's the one who know that I'm in when the result's out. I didn't have a chance, or time actually, to tell the entire team about it. But now, with telling the main team one by one, I hope it's getting better.

This post also a tribute for the Insight team. Thanks for the work-team and the supports and the trusts you spilled on me guys. You can do it better! :D


____

Reading
I got an assignment to make a reflection based on several points by reading a novel entitled Totto-chan. Well, maybe most of you know this novel. I've read it before when I was doing my assignment in the 2nd semester, but I read it again because the topic is different. This one is focus on the education (assignment and evaluation) while the previous was concern about the child development. I didn't have money to buy the book and I didn't have time to go to the book store if I asked money to my mom, so I downloaded the e-book and finished it in 3 days. I cried in the midnight reading a couple last chapters, I did the same when I read it for the first time. It was a great story. I bought the novel immediately a day before the assignment collected. Yes, I used my mom's money ;]

When I bought Totto-Chan, I also bought a novel and a comic. The comic is the one I use to buy when a new volume release, Tsubasa Reservoir Chronicle by CLAMP. It reached Volume #10 right now. And the novel, oh I'm gonna talk about this one for details. It's The Mediator: Shadowland by Meg Cabot. I haven't seen and read Meg Cabot novel for months since the last Princess Diaries (Princess on the Brink), the publisher is kinda late to translate it or something. While, helloowww it's Meg Cabot we're talking about! Everbody's waiting for her new novels and you make us read the latest novel months later.


I can't wait for the next series to be translated in Indonesian so I download the e-book. I don't care I still remember how it feels reading Breaking Dawn e-book or any kind of e-book can make my eyes hurt. I don't care because I'm craving for Meg Cabot's novel and I hate them to make me waiting for this long. If I have my own publishing company, I will translate Meg Cabot's book right after the novel is officially released. I hope the publisher read this and improve their works so the customer disappointment will be increased a bit.

Anyway, you may read the review here :]

Tuesday, 22 September 2009

Prayers, Hope and Surprise!

Saya merasa banyak mendapat kado lebih awal di ulang tahun kali ini. Banyak banget surprise yang tak terkira dan bikin saya merasa lebih baik, lebih bahagia dan lebih mensyukuri apa yang saya punya :]

Waktu itu saya iseng buka YM dan melihat ID Pudika lagi on, saya pun ngajak dia chat. Eh nggak taunya dia ngabarin mau ngajakin ketemuan bareng Raisa, sahabat saya yang terdampar di Jakarta dan sekarang mau pulang kampung. Saya langsung melihat celah-celah dalam jurnal di mana kita bisa reuni. Paling memungkinkan ya Kamis, saya totally free karena cuma kuliah pagi sampe jam 9. Ternyata Raisa cuma bisa sampe Rabu doang, dia nggak nginep soalnya. Cuma transit trus malemnya langsung kembali ke desanya ;]

P1010448 copy copy
Raisa, moi, Pudi

Karena waktu itu udah malem, pembicaraan ditunda dan biar masing-masing nyari jalan keluar kapan enaknya bisa ketemu. Soalnya jarang banget nih ketemu Raisa, dulu pas masih kuliah di Surabaya aja susahnya amit-amit padahal saya sama dia satu universitas. Tapi kampusnya beda hehe (FYI, saya kampus B dan dia kampus C). Jadi, sekarang gimana caranya lah pokoknya bisa ketemu.

P1010449 copy copy
di salah satu cermin di kampus saya :]

Pas malem-malem saya mau mengistirahatkan mata, mendadak si Raisa sms ngajakin buka bareng. Berarti ketemuannya malem pas mau buka. Okelah tak apa, setelah perdebatan ini itu tentang ke mana kita bakal Bubar akhirnya keputusan digetok di Wapo deket kampus saya. Jam 5 kita ke sana dan semua meja ternyata sudah direservasi. Padahal itu masih jam 5 for God's sake! Terpaksa kita harus angkat kaki (ya masa' angkat tangan?!) dari situ dan kembali kebingungan di mana buka puasanya. Saya menyarankan satu tempat saya biasa makan siang bareng anak-anak BLM, Boaz. Pudi dan Raisa ok jadi kita langsung terbang ke tempat yang berjarak beberapa meter dari Wapo itu. Bahkan di warung kecil itu pun tempatnya penuh beberapa menit kemudian, untungnya kita langsung ke situ. Kalo nggak, bisa nggak buka hari itu :[

Usai buka, kita solat Maghrib dulu di kampus saya dan tentunya foto-foto bareng dong buat kenang-kenangan!! :D

The best moment in my life, honesty, is when I meet my old fellas :]

-- -- -- -- --


Mencari baju buat Lebaran itu susah-susah gampang, tema baju Lebaran tahun ini sih maunya Vintage dan saya tahu nyari baju model begitu di toko bukan perkara mudah. Jadi saya memutuskan berburu di online shop di Multiply. Nemu online shop yang jual dress vintage juga karena keberuntungan, klik sana klik sini dan akhirnya nyambung ke online shop yang khusus jual baju-baju era 60-70an. Sialnya, baju-baju yang ada di katalog kalau nggak lagi dibook ya udah Sold :[ Mana itu baju-bajunya pada lucu-lucu dan bikin mupeng berat huffhh... Akhirnya sampailah saya di cutie flea, di situ saya menemukan dress vintage lucu yang nggak dibook dan belum terjual. Yes! Waktu melihat harganya, saya menganga kaget soalnya murah banget. Oke, saya udah kira-kira berapa bujet yang harus saya keluarkan terhitung sama ongkos kirimnya. Eh, waktu saya tengok contact person-nya, ternyata tokonya berlokasi di Surabaya. Setelah tanya-tanya dan deal, si mbaknya bilang kalau ongkirnya free. Double YAY!!! :D

01 dress packet
02 dress packet
03 dress


Dua hari kemudian barangnya nyampe, soalnya kita deal pas tengah malam dan saya baru bisa transfer sore keesokan harinya. Ternyata juga, saya transfernya kebanyakan hoho. Si mbak-nya bilang harganya IDR 25.000 dan saya transfer 35.000, trus katanya uangnya ntar diselipin di dalam paketnya. Perasaan, waktu itu sih liatnya IDR 35.000, saya belum cek lagi harganya di katalog beneran IDR 35.000 atau nggak hehe.

Waktu bajunya dilihat nyokap dan adek saya yang kecil, semua mengira-ngira bajunya beli di manaaa gitu dan harganya selangit. Sampai tulisan ini dibuat, saya belum bilang di mana saya beli dan harganya berapa. Saya cuma bilang kalau baju itu belinya di Surabaya. Biar mereka penasaran ahaha.


-- -- -- -- --


Di hari yang sama waktu saya nunjukin baju baru saya, malamnya mendadak ada orang nyariin saya di rumah. Saya pun penasaran siapa yang malam-malam nyariin saya, saya keluar dan menemukan laki-laki pake helm sama bawa bungkusan coklat bentuk kotak.

Pas saya buka pager, bapak itu keliatan buru-buru nyodorin dua lembar kertas putih ke saya buat ditandatangani. Saya liat logo yang cukup familiar di sudut kiri atas kertas, JNE. Jadi bapak ini adalah kurir yang mengantarkan pesanan saya. Saya menduga-duga dalam hati, bikin deg-degan pengen tahu apakah dugaan saya benar.

Pak Kurir: Maaf ya, Mbak, nganternya malem.
Saya: Oh ya, nggak apa-apa, Pak.
Pak Kurir: Barangnya banyak yang harus dianter soalnya.
Saya: Oh...

Setelah tanda tangan dan menyerahkan paket itu ke saya, pak kurir langsung tancap gas. Mungkin masih banyak banget paket yang harus diantar menjelang Lebaran begini. Terakhir pas saya window shopping di Multiply sih, udah banyak toko-toko yang ngasih batas waktu terakhir pemesanan karena mengikuti hari libur shipping service-nya. Saya bisa bayangin gimana hectic-nya pesanan yang masuk dan mendesak minta diantar. Semangat, Pak Kurir!! :D

Dan setelah masuk ke dalam rumah, orang-orang pada nanyain siapa yang nyariin saya tadi dan bungkusan apa yang sedang saya bawa. Saya cuma bilang, "Kurir ngater paket." dan saya bawa itu paket ke kamar. Saya membukanya kayak di dalamnya itu makanan yang sudah saya nanti-nanti dan saya sangat kelaparan. Sobekan pertama kertas pembungkusnya udah kelihatan bungkus putih kardus, saya makin menggila nyobekin kertasnya. Dan akhirnya, walaa... isinya tepat seperti dugaan saya. WONDERSHOE. Pesanan saya.

04 shoes
05 shoes
06 shoes


Kalau diitung-itung, periode pengerjaan sepatu pesanan saya lebih cepat sekitar 2 atau 3 hari. That's the surprise! I didn't predict it'd be finished this fast :]

Hasilnya bener-bener nggak mengecewakan, sepatunya bagus banget. Emang keliatan ya sepatu yang bagus sama yang murahan hehe (ketauan nih biasa beli yang murahan ;p). Meskipun nyokap sempet komplain gara-gara saya nggak dengerin pesan beliau buat nggak beli barang online (karena itu juga saya nggak bilang beli dress vintage itu di mana), tapi saya bisa jelaskan bahwa saya nggak kecewa sama pesanan saya yang satu ini. Yang saya dapat ya persis seperti yang saya harapkan.

Bulan depan pesan yang mana yaa... :]


-- -- -- -- --


Khusus buat yang satu ini, saya agak bingung. Ini kado bukan ya? hehe

Di post sebelumnya saya udah cerita kalau saya ikut seleksi anak magang di salah satu lembaga Psikologi Terapan punya kampus. Dan hasilnya... jeng jeng jeng... I'm in!

Di satu sisi, saya bersyukur dan saya bisa melihat keluarga saya bahagia karenanya. Tapi di sisi lain, saya kok malah seperti mengalami anti-klimaks dari semua ini. Saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri, "Bisakah saya melakukannya?". Afni yang saya curhatin pun langsung menunjukkan respon nggak terima dan malah berbalik mendukung saya. "Kita sesama rekan kerja harus saling mensupport..." begitu katanya. Ya, dia juga ketrima dan akan jadi rekan kerja saya selain teman kuliah selama setahun ke depan :]

Entah kenapa saya malah apatis sama keadaan yang satu ini. Di awal, saya sih nothing to lose karena saya memang berniat ikut buat mengetahui sampai sejauh mana kemampuan saya dan pengen tahu hasil Psikotes-nya. Eh, ternyata saya lolos sampai tahap interview dan ujungnya saya diterima jadi anak magang. Waktu interview, saya udah deg-degan. Bukan proses interview-nya yang bikin saya deg-degan tapi keputusan apakah saya diterima atau tidak yang bikin saya cemas. Saya bertaruh nggak akan diterima waktu itu, dengan rasionalisasi saya nggak punya nilai presentasi waktu role play. But then, I lose and I got in.

Teman-teman saya yang juga ketrima mengucapkan selamat tapi kok saya ya biasa aja, no euphoria or whatever. Semoga ini cuma sementara, saya sedang mencari faktor yang bisa membuat saya semangat jadi anak magang. Insya Allah sudah saya temukan and I hope it could be last till the end of my year. Amin :]


-- -- -- -- --


Kado lainnya datang lebih bermakna dan lebih berkesan buat saya. Dari Yang Maha Kuasa. Seperti yang sudah saya tulis beberapa hari yang lalu, pelajaran dari-Nya itu merupakan kado terbaik buat saya tahun ini.

Saya hanya bisa tersenyum bahagia, senyum yang dalam dengan mengucap syukur yang tak terkira. Sampai mau nangis rasanya kalau inget semua kejadian itu, bukan karena kejadiannya yang tidak mengenakkan di hati tetapi bagaimana Allah mencoba menunjukkan pada saya. Bagaimana Allah mencoba menujukkan perhatiannya pada saya dan membuat saya sadar akan itu.

Subhanallah :]


-- -- -- -- --


Lebaran ternyata maju lebih cepat dari dugaan saya. Saya lihat di kalender tanggal 21 dan awal puasa kan tanggal 23 jadi perkiraan saya antara 21 atau 22, tapi nyatanya banyak yang bilang jatuh pada tanggal 20. Exactly on my birthday :]

Berhari-hari sebelumnya saya menyiapkan mental untuk hari itu, dan yang terpenting sehari sebelumnya. Di mana tepat setahun yang lalu saya kehilangan nenek saya tercinta. Saya masih belum siap melihat 'kekosongan' itu somehow. Nggak ada lagi sosok yang dijadikan tempat buat sungkem dan akan memberikan saya nasehat berupa doa tulus. I miss that moment so bad.

Lebaran tahun lalu sih berlalu agak sepi, keluarga besar saya masih dalam suasana berduka meskipun meninggalnya nenek saya waktu itu sekitar seminggu sebelum Lebaran tapi tanpa keberadaan beliau rasanya Lebaran jadi nggak lengkap. Meski demikian, keluarga besar saya bukanlah orang-orang yang suka menyimpan duka (saya doang kayaknya). Lebaran tahun lalu itu, meski masing-masing masih menyimpan rasa sedih tetapi kita semua berusaha buat cheer up dan menyambut Idul Fitri seperti seharusnya. Bukankah itu hakikat Idul Fitri yang sebenarnya, sebuah hari Kemenangan? :]

Dan semoga Lebaran tahun ini, saya bisa memaknainya lebih baik. Semoga eyang-eyang saya di atas sana bisa melihat bahwa kami semua di sini sedang berbahagia merayakan hari yang suci dan berdoa semoga mereka juga bisa merasakan kebahagiaan kami di sini. Amin.


-- -- -- -- --


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Minal Aidzin Wal Faidzin. Mohon maafkan tutur kata dan perbuatan saya yang mungkin tidak berkenan di hati selama ini :]

Tuesday, 1 September 2009

Lovely September

September, my favorite month, is finally coming! Horayyy!! Why is that? Because in this month I was born years a go :] Sementara itu, saya ingin menuliskan wishlist yang saya harap bisa saya dapatkan di bulan ini. Yah, itung-itung jadi referensi buat yang mau ngasih saya kado :D

One... two... three... Go!


blazer

Boyfriend blazer

#1 Black/Grey Blazer

I want this soooo bad but I still have no time to go and grab some :[ And looking for blazer with this style is a bit difficult, karena yang biasanya menjual blazer model begini setau saya hanya toko-toko branded yang JELAS mahal harganya. I plan to just sew some instead ;]


boots

I want the brown one

#2 Suede Ankle-boot
Sudah dari awal tahun ini saya pengen banget punya sepatu model ini, tapi masih belum kesampaian karena nyarinya di sini susah. Model yang saya pengen maksudnya, kebanyakan boot-nya terlalu tinggi, terlalu ramai dengan fringe-nya atau model sol sepatunya saya nggak suka. Dan ketika menemukan model yang saya pengen, warnanya nggak ada :[ Sebenarnya saya udah nemuin, model dan warna yang cocok di sebuah online shop, tapi kali ini harganya yang nggak cocok. Mahal gila!



Demi Lovato - Here we go again cover album

#3 Demi Lovato - Here we go again
What I can say with this one? Nothing. It's absolutely obvious that this album rocks!


Blue Bloods series

#4 Blue Blood Series
Sudah niat menabung dari jauh-jauh hari tapi masih belum juga kesampaian :[ Padahal masih rencana mau beli satu dulu, tapi budget kok rasanya tidak juga mengindikasikan dukungan yang signifikan.



iPod pouch
camera pouch

I wanna make this one by my self

#5 Cute camera pouch
Nyarinya susssssssaaaaaaaaaaahhhh banget! Jangan bilang kenapa saya nggak googling. I did dan nemunya ya di luar negeri sana di mana harganya juga sangat di luar logika. Banyak nemu sih di etsy.com, aje gile. Ngiler, ngiler deh kalo masuk situs itu -,-' Rencana mau bikin sendiri dulu yang dari bahan flanel, tapi beli kain flanelnya itu juga kapan T.T


Nigella Recipe Books


#6 Nigella Recipe Book
Pernah suatu kali saya jalan-jalan ke TGA dan menemukan buku Nigella, tapi bukan buku resepnya melainkan buku biografinya. And you know how much the price is? Rp 300.000,- Itu buku biografinya doang for God's sake! Sampai sekarang sih saya belum nemuin buku kumpulan resep Nigella di toko buku yang sering saya kunjungi, di Periplus pun rasanya juga nggak ada. I really wanna have this book since she always saves me from cooking-phobia :D

Kalau saya tulis semua wishlist saya, nanti jadinya malah daftar barang-barang yang harus saya beli dong ahaha. Sejauh ini enam saja, supaya bisa jadi reminder buat saya untuk stick dulu sama yang enam ini dan (sejenak) mengesampingkan lainnya.

Oh I wish I had a money machine right now.

Wednesday, 19 August 2009

Laugh and Struggle

For the first time, I cried so hard two days later. It's the first time after the wishing time before I got to college. I cried to God, because He's the one I trust.

With all the scores I got in this semester, I got nothing but disappointment. Something that will be showed in front of my parents. Which definitely not something I wanna show to them. I have no guts to see their face, I did my best but apparently it came out even worse than the result two semesters a go.

That night was the first time since I miss the moment when I can cry and talk to God in private.

Problems come like a shit recently. Not only me, but it seems problems are kinda buzzing people around me. Serious problems which make me thinking more often than before. Thinking about my life, my self and how this world works. And I wonder, is it a better way to make people grown up? With facing bitter facts and dealing with serious problems? You know what, it's suck!

I know I can't have fun forever, there's always a sad moment which I gotta handle so it won't last forever. That's why I decided to stick with art and literature stuffs, it brings me fun and cheer me up everytime I meet them. That's why I decided to love my bestfriends no matter what, they feed me with love and happiness. Family is another thing, they're something personal that stands aside after God. They stay forever in my heart.

With all the shitty things I got recently, I got acknowledge about how my friends see me. Their point of view about me before they knew me, it's kinda interesting somehow. I become more convince about who I am now, about bloody personality that stick on me. And I thank God it's just the same old me :]

This year is a blast. I found so many changes and new things happened. It's not a bad thing actually, though there're some which haunted me like shit. But, it's all good, I'm having fun and I'm glad I have my besties stick with me through all this.



Anyway, do you have songs which echoing in your head all the time recently? A song that might represents what your feeling right now, a soundtrack of your life. Well, I have one. It's Indonesian song (found it rare in my life by the way) and I never thought it'll stick on my mind day to day. Okay, I'll tell you, it's Cinta Pertama dan Terakhirku by Sherina. After watching the video clip on TV (this is rare as well, speaking I'm not a TV-addict), I immediately wanna have the album and yes, I finally got it yesterday. Yay!!! It turns over and over on my notebook and it's on top of my playlist right now ahaha.


Speaking about TV, since my dad stops subscribe our cable TV (because my lil bros didn't wanna stand up or doing something else than stick in front of television), then I can't watch my favorite TV channel anymore, MTV. But thanks to Youtube for having some shows being uploaded :] I like to watch It's on with Alexa Chung show right now, from Youtube :D I downloaded some and first time I watched it got me laugh. Alexa is cool and funny, and I love her accent, it's not like Keira Knightly but she reminds me of my English teacher, Gary. The jokes and stuff, definitely just like him ahaha. I wonder if they share the same England area, you know, Scotland, North England or Wales.

Do you have any favorite show? (Besides It's on with Alexa Chung, I'm a fan of the Ellen Show) Or maybe you have a favorite model? ;] Just tell me your days, guys :D

Monday, 10 August 2009

Looking for wisdom

Well, di penghujung liburan (yang semakin hari semakin sibuk ngampus aja) saya memutuskan untuk nyewa DVD lagi sebelum benar-benar mengakhiri liburan ini, officially. Saya minjem 3 film yang salah satunya udah pernah saya tonton di bioskop, okay, ini dia film-film yang saya pinjem kemarin: High School Musical 3: Senior Year, The Bucket List, CENTER STAGE 2: Turn it Up. And I bet you can easily guess which one I've already watched before, huh? :]

Ok, sedikit cerita tentang film-film itu, dimulai dari The Bucket List. Film yang dibintangi dua aktor kawakan, Morgan Freeman dan Jack Nicholson, ini cocok dijadikan referensi kuliah mata kuliah Psikologi Perkembangan 2 yang mana materi bahasannya kebanyakan adalah mengenai Masa Tua/Lanjut Usia. I cried in the end of this movie because it really is a good movie. A definitely great movie. You'd better watch it by your self, tapi sementara itu saya tetap akan menuliskan review-nya. Pastikan untuk mengecek kolom What's New di bagian sidebar :]

Berikutnya adalah CENTER STAGE: Turn it Up (menurut cover sih judulnya begitu, tapi ternyata ini adalah sekuelnya). Film yang melibatkan adegan menari, just like my favorite movie all the time. Tapi tetep nggak ada yang ngalahin kerennya Step Up atau bahkan High School Musical hehe. Dari segi cerita: hampir mirip kayak Save the Last Dance 2, dari segi musik: keren banget! harus saya akui :] tapi ada juga yang pake soundtrack Save the Last Dance 2, dari segi pemain: pemeran utama ceweknya kurang begitu bagus. She did too much smile, dan saya rasa ekspresi mukanya kurang tepat. But she is a GREAT dancer. She got a better dance move than Andy West :D Or should I praise the coreographer for that? :D


Saya nggak perlu ngomentarin film yang terakhir karena sudah jelas kualitasnya. It's Disney we're talking about, people! Nggak ada, menurut saya, film yang dengan mudahnya membuat saya excited kecuali Disney :]

-- -- -- -- --

Oh dan akhirnya saya apply juga berkas lamaran buat magang itu. Hope for the best now! :]
And can you believe where my lil brother thought I'm going to take internship? Indomart. Katanya biar saya bisa bawa makanan terus kalau pulang. Well, my dear brother, for your information, that mini market is not own by me. If it was, then it would be called treasure mart :D

Anyway
, kemarin-kemarin beberapa orang di sekeliling saya ada yang senang tapi juga ada yang sedih. I'm not talking about Mbah Surip or W.S. Rendra's Death though my biggest condolence for them. Awal Agustus lalu pengumuman masif yang sangat krusial buat lulusan SMA se-Indonesia disebar di beberapa surat kabar. Pengumuman, yang sempat membuat saya shock (in a bad way). Well, senang rasanya mendengar beberapa orang berhasil diterima dan akhirnya bisa kuliah di jurusan yang diinginkan, tapi buat yang gagal, you're not fail man, you're just unlucky this time. You still have next year and another year to take.

Untuk sekarang, mungkin saatnya untuk mempersiapkan masa-masa itu. Bisa ikut kursus atau ambil short-course untuk menambah skill kamu. Saya punya seorang teman yang tidak kuliah dan malah bekerja di sebuah bank ternama and I envy her because she doesn't have to count to her parents anymore for financial support. She got her own money! Jadi, percayalah, kesempatan terbuka di banyak pintu. Meski nggak kuliah, toh teman saya itu bisa dibilang lebih baik dari saya karena tanpa kuliah dia sudah bisa dapat kerja-mengingat nyari kerja sekarang nggak gampang. Kalau kamu punya keahlian apa pun itu, kembangkan dan manfaatkan di waktu luangmu sekarang. Siapa tahu, tanpa kuliah kamu sudah jadi enterpreanur di usia muda! (I wish I could be one now)

So, never give up guys! Jangan anggap ini kiamat karena hanya Tuhan yang tahu kapan datangnya kiamat, don't make your own end man. Mungkin ini belum saatnya kamu untuk kuliah atau memang kamu nggak ditakdirkan kuliah karena kamu punya masa depan sebagai pengusaha muda. Banyak lho pengusaha sukses yang jadi tycoon tanpa kuliah, hanya berbekal usaha keras dan ikhtiar. Ilmu kan bisa didapat dari mana saja. Impossible doesn't exist when you believe in your dreams :]

I wanna hear those spirit scream!


P.S.: for those who passed, congratulation and welcome to the jungle!

Friday, 7 August 2009

Life UPDATES!

Setelah sekian lama nggak ngeblog, akhirnya nulis posting juga!

Akhir-akhir ini memang saya sedang terkena sindrom writer's block dan hal itu sangat mengafeksi mood saya secara keseluruhan.

Hal utama yang membuat saya judeg dan jadi males ngapa-ngapain karena mikirin jalan keluarnya adalah menulis essay diri sebagai syarat jadi anak magang. Syarat-syarat lainnya sih udah terpenuhi, tinggal nulis esai sial ini nih. Mana nulisnya harus tulisan tangan pula! Jari saya kan udah terbiasa menari di atas keyboard, buka pake bolpoin ato pensil lagi (kecuali lagi menggambar of course). Setelah bertapa sekian lama, akhirnya saya bisa merumuskan outline (ini bikin esai atau mau bikin novel sih?!) yang harus saya tulis. Karena sejujurnya saya sumpah blank banget mau nulis apa, mau mulai dari mana-saking banyaknya opsi di kepala yang mungkin bisa ditulis. And you know what, I got the outline from a post in this blog :] Setelah nanya-nanya ke CP lembaga tempat saya mau magang itu, katanya esai diri itu ya tentang dirimu, narsis-narsis dikit nggak apa-apa. Oh ok, kalau gitu pake postingan yang itu aja, pikir saya. Dan akhirnya, setelah perjuangan mempertahankan tangan saya di atas kertas dan terus bergerak mengukir huruf per huruf, jadilah satu halaman kertas folio bergaris esai diri tentang saya :D

Masalah satu kelar, masalah dua masih nunggu dikelarin. Seperti janji saya awal tahun ini, saya bakalan menghabiskan waktu liburan saya dengan menyelesaikan novel saya yang nggak kelar-kelar itu. Sebenarnya ada dua novel, satu chicklit dan satunya lagi teenlit. Outline yang satu udah selesai dan satunya lagi hampir selesai, keduanya sudah jalan separuh. Karena mood lagi pengen nyelesein yang chicklit, akhirnya saya jalan di yang itu. Masalah datang ketika saya blank mau ngembangin cerita kayak gimana. Writer's block ini suka dateng tiba-tiba dengan nggak sopannya, bikin saya stres dan bad mood setelahnya. Saya jadi lebih banyak quit dan jalan-jalan untuk menghilangkan rasa eneg gara-gara judeg nyari ide di depan komputer (sorry Shiro). Sampai postingan ini ditulis pun saya masih sering melarikan diri dari sindrom judegism.

-- -- -- -- --

Setelah adek saya yang paling kecil masuk RSBI, saya mendadak jadi guru bahasa Inggris privat buat dia. Buku teks saya waktu masih les di EF pun saya keluarkan dan jadi bahan belajar dia sehari-hari. Saya bahkan beliin dia buku crossword (TTS) dalam bahasa Inggris sebagai hadiah karena dia berhasil masuk RSBI, karena saya tahu kalau saya beliin kamus Longman pasti cuma dijadiin pajangan di rak bukunya. And it works, kalau lagi nganggur, dia jadi lebih milih ngisi itu TTS daripada ngelamun nggak jelas :D Satu yang saya nggak setuju, secara nggak langsung siswa RSBI jadi tergantung sama kamus elektronik yang lebih efisien buat dibawa-bawa dan nggak berat kayak kamus bahasa Inggris yang sampulnya warna-warni itu. Padahal kan yang ada di kamus itu terjemahannya nggak selalu benar, ada yang ngaco! Saya bersyukur sekali bokap nggak ngijinin waktu saya ngerengek minta dibeliin itu kamus waktu lagi booming-boomingnya. Saya lebih percaya kamus tebal kuno punya bokap, Longman atau dictionary.com. Efisiennya lagi, nanya langsung artinya sama bule hehe. Saya jadi males buka kamus terjemahan karena kadang saya masih nggak ngerti maknanya, hal ini jadi makin parah sejak saya ikut les EF. Jadi lebih enak nanya langsung ke gurunya daripada repot-repot buka kamus hehe. So, my suggestion is, mending baca Longman atau dictionary.com buat mobile. Kamus Longman sendiri ukurannya ergonomis banget kok, nggak berat dan pas di tangan (handphone kalee).

Beberapa hari yang lalu adek saya ikut lomba bahasa Inggris. Gurunya nunjuk dia dan 8 orang temannya secara dadakan (sehari sebelum lomba) dan materi lombanya pun nggak jelas. Entah story telling atau apa. Adek saya bilang (yang disadur dari gurunya), "Lombanya interview". Saya jelas langsung nanya balik, "Masa mau ditanyain satu-satu pesertanya?" Iya kalo pesertanya cuma belasan orang, nah kalo sampe 50 ekor? Bisa seksi bibir jurinya! Dengan clue yang bener-bener nggak masuk akal itu, saya belajarin deh adek saya pake buku teks EF saya lagi. Pokoknya dia terbiasa mendengar ucapan dalam bahasa Inggris dan ngerti maksudnya, saya yakin, materi lomba kayak apa aja pasti lewat (sotoy abis!). And you know what, pada hari-H, adek saya pulang dengan kecewa bukan karena kalah bertanding tapi karena kalah sebelum bertanding. Materi lombanya adalah story telling, tepat seperti firasat saya. Rasanya saya pengen protes aja ke gurunya, "Niat nggak sih ngikutin lomba!" Yang jadi objek concern saya adalah perasaan anak-anak yang udah excited mau ikut lomba meski clueless lombanya kayak apaan. Pasti mereka break down banget setelah tahu mereka nggak punya persiapan apa-apa dan parahnya, harus melihat peserta lain dengan segala persiapan yang sudah dimatangkan jauh-jauh hari sebelumnya. I wish I were their teacher.

Kalau saya jadi mereka, mungkin saya sudah menurunkan penilaian saya terhadap guru itu. Respek saya bakal menurun drastis karena tindakannya yang tidak profesional sebagai guru. Bukan hanya perasaan anak-anak itu yang perlu dijaga, tapi mereka juga membawa nama sekolah untuk ikut bertanding. Apa si guru itu nggak mikir, nama sekolah juga dipertaruhkan? What a shame!

-- -- -- -- --

Mao in Action!

Di rumah bersama Mao, pastinya. Suatu siang saya lagi ngetik kerjaan saya di laptop di ruang tamu. Saya dengar bunyi lonceng kecil yang ada di kalung Mao berbunyi di halaman depan rumah saya. Saya nanya adek saya yang ada di kamar saya (anyway, jendela kamar saya menghadap halaman depan), "Dek, Mao di luar ya?" dari kamar, adek saya nengok keluar jendela dan berseru, "Mao bertengkar, Mbak!" Saya mendengar bunyi kucing lain mengeong. GAWAT! Buru-buru saya buka pintu depan dan mendapati Mao sedang berdiri eye on eye di hadapan seekor kucing jalanan dewasa berbulu hitam legam. Saya pun mengusir si kucing hitam, "Hush! Hush!" dan si kucing preman itu menyingkir dari hadapan Mao si anak rumahan. Dasar si Mao belagu, dia ikutin tuh kucing item sampe mau keluar pager. Otomatis si kucing item nengok ke belakang dan ngeong kayak bilang, "Apa lo ngikutin gue?!" Mao yang udah mau ngeladenin langsung saya panggil dan saya datengin, singkatnya, gendong masuk rumah langsung dan memeriksa apa ada yang luka. Adek saya bilang, bagian punggung Mao sempat digigit sama itu kucing preman. Saya priksa deh, tapi nggak ada yang luka. Mao is nothing more than just fine, cuma ada pasir-pasir yang nempel di bulunya. Saya omelin si Mao kayak ibu ngomelin anaknya yang bandel, "Makanya, jangan nakal-nakal. Itu kucing jalanan, jangan dilawan!"
Waktu bokap nanya kenapa kita berdua pada heboh dan adek saya cerita kalau Mao habis bertengkar, bokap bilang, "Bagus lah, biar fighting spirit-nya terasah." sambil berlalu ke meja makan. Nice words, Dad. Nice words indeed.

Di rumah, Mao emang terkenal bandelnya minta ampun. Tapi jangan dikira dia petarung sejati. Di luar, dia tak ubahnya seekor kucing kecil rumahan yang bakal jadi bulan-bulanan kucing jalanan (bahasanyaaaaaaaa). Sejak kejadian itu saya jadi berpikir, apa perlu Mao ikut latihan Karate?

-- -- -- -- --

Setelah agenda liburan yang satu persatu sudah terpenuhi, ada satu agenda yang awalnya bener-bener tidak diagendakan: hangout with my old fellas! Yap, sebenernya udah ada rencana mau jalan bareng sama temen-temen SMA dulu tapi agenda-agenda yang sudah masuk list bener-bener menyita perhatian saya sampe yang itu nggak kepikiran. Dan... akhirnya kesampean juga meski super dadakan dan harus nyelipin di sela-sela jadwal kepanitiaan yang super padet.

Acara jalan-jalan kemaren sih klasik, cuma jalan ke mall sekalian nonton film (Harry Potter #6 by the way). Bareng Pudi dan Ika. Sebenernya sih mau ngajak Sinta sama Kurnia tapi mereka pada sibuk jadi yah terpaksa berangkat cuma bertiga. Anyway, it was fun and the movie was great!

-- -- -- -- --

Tugas kedua menjadi panitia sie Publikasi dan Dokumentasi OSPEK tahun ini, yah selain mendesain-desain. Foto-foto! Yap, minggu lalu saya ikut Welcome Party di mana acara itu merupakan ajang pengenalan panitia satu sama lain. Lokasinya di halaman auditorium Kampus C UNAIR, acaranya sih kurang lebih mirip outbond gitu. Yang bikin excited adalah akhirnya saya dapet foto-foto yang bagus juga di event yang sudah saya bilang paling susah dicari sisi artistiknya itu :D The keyword is the tree and the sky. Yeah, dua hal itu memang selalu menjadi fairy godmother saya. I love sky and the tree view and it gets better when you capture the people around :]

WP1

dua tim yang bertahan

WP2

keep the bottle balanced

WP3
WP3

save the invasion, people!

Sayangnya bagian saya justru nggak dipakai, but that's the point right? ;]
I'll submit my favorite photos on Deviantart. Go visit and comment, ok?

-- -- -- -- --

Mungkin berhari-hari yang lalu saya udah spamming di Twitter dan Plurk tentang betapa jenuhnya saya melayout (maaf yaaa). Dan kejenuhan itu terbayar sudah :] Layout akhirnya selesai dan ketika saya tunjukkan hasilnya pada teman-teman redaksi, they like it! :D And you know what, apa yang membuat seorang seniman senang ketika karyanya diperlihatkan pada orang lain? Bukan uang, tetapi ekspresi tak terkatakan dari wajah orang yang menikmati karyanya. Ekspresi positif yang akan mendorong si seniman untuk berkarya lebih baik lagi :]

That's it I guess, and it's your turn now. Tell me everything that happened in your life recently, just leave your blog URL and I'll check it out :]


P.S.: thanks to Anaz for allowing me using one of his photograph to be the cover :]


Wednesday, 29 July 2009

Holiday Report: plan #2 accomplished

Two plans from my list have been done and I had one left but it's done as well now. What is that? Baking, of course :]

P1000582 copy


After that cupcakes I made months a go then it's like I think I'm addicted to baking. So, I decided to bake one in this holiday. What I bake? It's not cupcake anymore but still a cake. Chocolate for sure and it's still Nigella's ;]

I bake this cake on Saturday morning while everyone's out so I was home with Mao only. He watched me doing everything all by my self and sometimes when he's curious about what I did, he approached me and sit next to my foot. Awww... LOVE MAO!

Alright, here's the thing. You can check out the original recipe on Nigella's website or you can read the Indonesian version here on this post. Yes, I translated for you, Indonesia! :D Unfortunately, I can't find the video version on Youtube but it's still worth to try guys. Don't worry. Before we start, I'll introduce you the name of this cake, Quadruple Chocolate Loaf Cake.

P1000577
P1000578 copy


Ready????

CAKE


CARA MEMBUAT:
1. Pertama-tama siapkan dulu loyang yang akan dipakai untuk memanggang adonan kuenya. Loyangnya sih sebenarnya boleh pake yang model apa aja, tapi berhubung judulnya di sini "Loaf Cake" jadi pake loyang yang bentuknya persegi panjang. Bukan yang kotak apalagi yang bunder. Lalu, olesi permukaan loyangnya dengan mentega sampai merata dan lapisi dengan kertas atau aluminum foil.
2. Sekarang kita beralih ke adonan. Haluskan mentega dengan mixer sampai soft banget, lalu masukkan semua bahan (kecuali choco chip) dan haluskan bersama mentega tadi. Air panas dapat ditambahkan bila menginginkan adonan yang banyak. Saya sendiri malah lupa memasukkannya dan bersyukur karenanya, kalau tidak, saya bakal memanggang dua loyang kue sementara satu saja saya sudah kewalahan.
3. Setelah adonan halus, masukkan choco chip dan aduk dengan spatula plastik perlahan-lahan sampai merata. Baru kemudian tuangkan ke dalam loyang dan ratakan sampai semua permukaan loyang terisi adonan.
4. Panaskan oven dan panggang adonan selama kurang lebih 45-50 menit.
5. Silahkan cek kematangan kue dalam rentang waktu setiap 15 menit. Caranya sama seperti cara ngecek adonan cupcake saya dulu, menggunakan tusuk sate. Tusukkan batang sate ke adonan kue, tarik dan lihat ujungnya. Kalau kelihatan basah, berarti bagian dalam kue masih belum matang.
6. Sekitar 10-15 menit sebelum adonan matang, saatnya kita membuat sirupnya.
7. Masukkan semua bahan sirup kecuali dark baking chocolate dan panaskan di atas api sedang sampai mendidih dan sedikit mengental. Lalu angkat dan biarkan sebentar.
8. Keluarkan kue setelah 50 menit atau bisa kurang bila sudah benar-benar matang. Mungkin di bagian atas kue akan terlihat pecah-pecah, jangan khawatir karena memang begitu hasilnya.
9. Sekarang siramkan sirup yang sudah dibuat tadi di atas bagian kue yang pecah itu supaya sirupnya langsung meresap ke dalam kue. Tidak masalah kalau sirupnya meluber ke bagian yang tidak pecah, nantinya akan meresap juga meski agak lama. Siramkan sirup sesuai selera. Saya sendiri menyiramkannya tidak terlalu banyak karena nantinya kue malah jadi puding :]
10. Kalau sudah, diamkan dulu sebentar sampai semua sirup meresap. Lalu taburkan coklat masak batangan (dark cooking chocolate) di atasnya dengan cara menyayatnya tipis-tipis seperti cover penutup blackforrest.
11. Biarkan coklatnya meleleh di atas kue yang masih panas. Beberapa menit kemudian kue sudah dapat dinikmati.

TIPS:
1. Coklat untuk taburan: masukkan coklat ke dalam freezer dulu sebelum ditaburkan, setelah beku baru disayat supaya hasilnya tipis dan kecil-kecil.
2. Sebagai pengganti coklat, bisa juga ditaburkan gula halus di atas kue.
3. Panggang adonan dengan api sedang kalau tidak mau bagian atasnya gosong tetapi dalamnya masih mentah (true story).
4. Sisa sirup coklatnya bisa disimpan dalam freezer dan dipakai untuk adonan lainnya seperti perasa agar-agar atau mungkin es coklat.

P1000581 copy
P1000579


Well, I did almost no mistake (the forgotten water didn't count) if my Mom didn't tell me that I should bake with the medium fire. Like I told you before, nobody's home but me and Mao (don't ask me why I didn't ask Mao), and then my Mom's finally home and I told her that the top of the cake is burnt. That's when she told me that I made the fire too big and I was like running as fast as I can to reach the gas stove fire control and turned it down *fiuh*

After the cake's ready, I wanted to take a picture of it before it's sliced but I was too late. My Mom sliced it first!! Before ME even did it. I'm the one who bake that cake for God's sake! And then, I just can say 'yeah, go ahead slice it and let's eat it up people!'. I ate about 2 slices because I stick with my laptop as well at the time and when I was back to the table, the cake was gone a half. Who did eat that much?? And the next day, I wanna eat the cake for breakfast and I saw about not more than a quarter. Gosh! Okay, I ate just like before (2 slices) and my father ate the rests. I think my family love that cake, especially when it's still hot and the syrup still melting inside.

Alright, I think enough for me to talking shits here and it's your turn to try this recipe and don't forget to tell me the result, ok? ;]


Saturday, 25 July 2009

Worry Much

Once again, this moment has come into my life. A moment when I got a bad feeling about my scores and what my parents think about me after that. I mean, I'm worried about it NOW as we speak.

Sometimes I feel bloody jealous to see kids with parents who just don't bother with what their child's score at school, especially when they got bad marks and the children still got a chance to hang out to the mall or playing the net all the time or maybe shopping together with mommy. Well, I'm not that kinda child anyway. When I got a bad mark, though my parents didn't punish me or what, I'm grounded my self for that. Scores is about school, and school is about responsibility. It's my duty and I gotta be responsible with the result. No matter what.

It was the 2nd semester, when I got a very terrible marks and I was ashamed and I didn't have the guts to even face my parents. Seriously, I feel like I just dissapoint them. And I think I (will) do the same this time. What did I say? Oh yes, it's gonna happen again. My intuition said that, I never trust it but now I do.

Something rough happened in this semester. I gotta admit, this is a tough semester I've ever been. I know it's just the beginning but I never guess it would be this hard. I tried my best, I always do. And sometimes, bunch of people try to ruin it. Of course I'm not gonna let them screw my duty-it's about my scores and it's about my pride in front of my parents. Sorry friend, I can't let you do that, I'm leaving you if it's necessary.

It was a semester which has already sucking my happiness, changing the way I see my friends and however makes me better in some parts that I just obviously can predict. And like I said before, there are people who just don't care with school stuffs like I do. If the parents don't, then the children do the same. This is kinda people I try to avoid. And when I freakin' deal with them, I try as hard as I can to keep my score and just ignore 'em. I'm a tolerate person and I try to do that to everyone who even try to mess with me.

The thing I wanna say is school is important to me, it's the thing my parents try to trust me and I gotta responsible with that. I'm sure no kids intend to dissapoint their parents, but not all kids care about their school thing-especially scores. With all the stuffs I've done without my parents known, I would say it's nothing and I wanna make my parents proud with everything I did but in a very incredible way-getting a scholarship for Postgraduate for instance.

I'm afraid my decision will dissapoint them, I'm afraid what I will do in the future will make them change the way they think about me. I don't wanna lose my parents trust, I keep their trust as well as I keep my soul. I won't let any single risk touch that.

Including you.




LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin