Showing posts with label Friends. Show all posts
Showing posts with label Friends. Show all posts

Wednesday, 18 April 2012

Beyond My Dreams





Talking about dreams. It's obviously more than one, lots of them that I can't tell you all. And talking about pursuing my dreams is another thing. 

Kalau ditanya siapa tokoh yang menginspirasi dalam mimpi saya saat ini? Jawaban saya, Rachel Berry. Silly? Wait until you read this.



Miss Rachel Berry (pic: hollywoodlife-com)

Salah satu karakter utama dalam TV series "Glee" ini memang yang jadi role model saya dalam meraih mimpi. Dia punya bakat menyanyi yang luar biasa, performing skill yang nggak diragukan lagi, konsisten untuk mengejar mimpinya, fokus dan selalu baik pada semua orang. Meskipun nggak semua orang baik padanya.

Jangan dikira kehidupannya baik-baik aja, di sekolah dia (dulunya) bukan anak populer, sering jadi objek bully dan banyak yang menganggap dia ambisius dan cenderung nerd. But she never takes it personally, she moves on with her dreams. Yah, namanya juga cerita, jadi pasti ada ending yang menentukan nasib si karakter. Through all the ups and downs, akhirnya Rachel berhasil menempati satu langkah pertama yang akan mengantarnya menjadi aktris di Broadway, yaitu masuk ke akademi seni di New York, NYADA. 

Ya, saya tau kalau kehidupan Rachel Berry sebuah rekaan belaka. Tapi dari situ saya banyak belajar, kalau mimpi itu bukan keajaiban yang datang dari langit. Pencapaiannya nggak mudah dan butuh kerja keras, konsistensi serta doa yang tak henti-henti. Dibandingkan Rachel, mungkin lingkungan saya sedikit lebih baik, saya nggak menjadi objek bully atas apa yang saya kerjakan dan teman-teman saya pun mendukung apa yang saya kejar. Meskipun keluarga saya tidak banyak yang tau :]

And then, real life hits me. Saya punya seorang sahabat yang nyaris sama ambisiusnya seperti Rachel. She sets her own goal, she pursuits her dreams and she made it. Knowing her, inspires me to do exactly the same as she did. Even though it's never been easy.

Namanya Rizqy Amelia Zein, atau biasa dipanggil Amel. Dia ini temen saya kuliah, dari awal kenal sampai sekarang Amel adalah sosok yang selalu menginspirasi. Julukan saya buat dia adalah 'portable book reviewer', karena kita nggak pernah tau buku apa aja yang udah pernah dia baca. Bukan, bukan karena dia jarang baca buku, tapi justru sebaliknya. Cakupan range buku yang dia baca kita nggak pernah tau, Amel punya minat di bidang-bidang yang sangat luas dan di luar dugaan. Well, at least, dugaan saya sendiri. That's why I love talking to her, she knows everything.




Amel

Mendekati akhir kuliah, dia pernah bilang pengen jadi dosen di kampus saya. Temen-temen yang denger itu nggak ada yang meragukan dia, karena Amel bisa jadi apa aja. Jadi presiden pun dia bisa, saking pinternya dia. Jaman kuliah aja dia sering jadi tutor dadakan temen-temen saya termasuk saya sendiri bahkan sampai ke adik kelas. Sampai sekarang lagi ngerjain tugas akhir pun saya masih sering nanya-nanya dia dan dengan senang hati dia bantuin. Dengan predikat lulusan tercepat di angkatan saya, IPK tertinggi dan berbagai gelar lainnya, saya sendiri percaya kalau suatu saat mimpinya itu bakal tercapai. And she did.

Sekarang statusnya adalah salah satu staf pengajar honorer di kampus saya. Dulu jaman kuliah, Amel merupakan seksi sibuk. Seksi sibuk dalam berbagai hal, sampai dia dapet sebutan seleb kampus saking susahnya ditemuin. Apalagi sekarang, beh... makin sibuk aja dia. Tapi sibuknya Amel tentu demi terwujudnya mimpinya, itu wujud kerja keras nyata yang pernah saya lihat. 

Suatu hari saya dengar Amel pengen kuliah S2 di luar negri, via beasiswa tentunya. Karena itu merupakan salah satu prasyarat untuk menjadi dosen tetap di kampus saya. Dia minta saya untuk mendesain Curriculum Vitae-nya yang akan dikirim ke universitas yang dia tuju. Tanpa pikir dua kali, saya ambil tawaran itu. Dan saya ternganga dibuatnya.

Sepanjang masa kuliah, Amel masih suka jalan-jalan bareng sama saya dan sahabat-sahabat saya yang lain. Nonton, makan bareng, you name it! Tapi di balik itu semua, ternyata Amel juga nggak males-malesan buat ngejar apa yang dia impikan. Dari ngerjain desain CV Amel, saya jadi tau kalau ternyata dia udah bikin berbagai penelitian dan ikutan berbagai macam konferensi yang saya dan mungkin juga sahabat-sahabat saya nggak tau selama ini. Baik yang skala nasional maupun internasional, baik yang sendirian maupun bareng beberapa rekannya. Menurut saya itu sangat mengagumkan buat seseorang yang keliatannya santai-santai aja, masih bisa hang out bareng temen-temennya, nonton series di laptop dan main Football Manager. Skill multitasking-nya keren banget dan itu yang bikin saya makin kagum sama Amel. Bayangin aja, beyond all those pressures, she's still having fun.

Selain pinter dan pekerja keras, Amel juga orang yang bisa dibilang religius dan punya interpersonal skill yang tinggi. Khusus yang terakhir, saya bener-bener harus belajar banyak dari dia kayaknya :D Seperti yang udah saya bilang di atas, selain bekerja keras dan konsisten, mengejar mimpi juga perlu doa. Karena semua nggak akan tercapai kalau Tuhan nggak mengijinkan, bukan? Saya emang nggak tau Amel beribadah dan berdoa seperti apa, tapi sepengamat saya, dia nggak cuma konsisten mengejar yang dia mau tapi juga konsisten dengan agamanya. Segala upayanya diusahakan melalui jalan yang lurus, jalan yang mendapat ridha-Nya. Bukan shortcut atau jalan curang yang banyak dosanya. Meskipun sulit, tapi toh Amel berhasil. Karena Tuhan memang mengijinkan, karena Amel memang memohon demikian.

Long story short, kekaguman saya pada Amel terbukti banyak mendorong saya untuk berupaya mengejar mimpi saya. Bahkan untuk menyelesaikan tugas akhir kuliah saya pun saya bertekad menyelesaikannya sebelum Amel pergi meninggalkan negara ini.

Ya, Amel berhasil diterima di sebuah universitas di Inggris untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang Master. Akhir tahun ini dia berangkat, nggak lama, bisa dihitung bulan. Untuk itu saya harus buru-buru menyelesaikan skripsi saya yang beberapa kali bikin saya mundur dan ogah-ogahan saking banyaknya cobaan yang harus dilewatin. Tiap kali dapet cobaan waktu lagi menyelesaikan tugas, saya selalu inget Amel dan ingatan saya selalu me-recall hal-hal yang positif tentang dia. Hal itu bikin saya semangat dan bangkit lagi. Karena saya percaya, Allah hanya ingin menguji, jalan keluarnya pun akan diberikan di kemudian hari asal kita mau mencoba dulu. Amel buktinya.

Cerita tentang Amel kalau diceritakan ulang tanpa mengetahui bagaimana kejadian sebenarnya mungkin terdengar klise. Seandainya dibukukan pun sudah banyak buku-buku tentang cerita kesuksesan sejenis. Ibarat pepatah, semudah membalikkan telapak tangan. Tapi saya mengalaminya sendiri: susah-sedihnya, rasa syukur-gembiranya. Perjalanan masih panjang, Amel sudah melampaui setengahnya mungkin, saya juga nggak tau. Saya sendiri masih pemula, mengejar untuk jadi seperti Amel itu berat tapi bukan nggak mungkin. Suatu hari, saya juga akan berada di posisi Amel. Suatu hari nanti, insya Allah.

This post is also dedicated for the inspiration beyond my dreams, my bestfriend, Amel :]


Monday, 5 December 2011

Still alive, pretty much

Yes, healthy and crazy as I am. Hello again! I don't feel like writing that much right now, so I guess the pictures below will tell you the story. Enjoy! :D



wisuda mia + peni
wish I'm gonna be the next fresh graduate in 2012. AMEN!

Bo 01
This guy named Kaisar Bo-San, or you can just call him, Bo :D

Bo 02
He's my best birthday gift I've ever had (ssstt... it's from God)


Bo 03
He'd like to say 'hello', but he's too sleepy to do that. Maybe next time ;)


surprise anty
Total surprise from my bestie, Anty :)

APIO 03
This is what keeps me busy lately

APIO 01
Thank God I have them! :D

APIO 02
Beyond the smile

tyas 01
tyas 02
A little hang out :D

hanamasa 01


hanamasa 02


hanamasa 03
hanamasa 04
Hanamasa. All the hard works, it's all over and thank God I have this incredible people around to work with me

Thursday, 25 August 2011

Tuesday, 16 August 2011

Friends time

BLM


Coin Fossil



No boyfie, no college thingy, no home stuffs. Just friends :D

Wednesday, 27 July 2011

A happy ending

Awalnya perjalanan ini bukan perjalanan yang ingin saya lakukan, bener-bener nggak pengen jalan-jalan di situasi di mana banyak hal yang lebih urgent buat dikerjain. Seperti skripsi yang udah dikejar deadline, misalnya.

Namun, detik-detik menjelang keberangkatan, saya meyakinkan diri kalau perjalanan ini bakalan fun. Karena apa? Karena saya bakal jalan-jalan bareng temen-temen saya sendiri, yang mana perjalanan bareng mereka selalu berakhir menyenangkan.

And it was! :D

Meskipun sebenernya saya nggak suka berpergian ke dataran tinggi (because I hate cold weather), tapi perjalanan 3 hari 2 malam kemarin saya nggak begitu ngerasain rendahnya suhu karena kegiatan kita ketawa mulu.

Anyway, emang ngapain sih sebenernya? Dalam rangka apa? Ke mana? Sama siapa aja perginya? Semacam lagu Kangen Band ini jadinya -____-"

Jadi, sepanjang weekend minggu lalu itu saya dan temen-temen sekelas mata kuliah MSDM ikut gathering di Tretes. Acaranya bertujuan buat mendekatkan para anggota peminatan PIO dan para dosen PIO, khususnya kelas MSDM (tujuan ini belakangan baru saya ketahui hehe). Jadi selain mahasiswa, ada dosen-dosennya juga. Tenang, acaranya nggak bikin boring karena bukan kuliah dan kita nggak cuma duduk manis diceramahin para dosen. In fact, dosen dan mahasiswa pada main bareng kayak nggak ada gap sama sekali.

Yap, selain dosen dan mahasiswa, kita juga nyewa jasa trainer buat mengakomodasi games dan judulnya jadi bukan gathering lagi tapi semi outbound :D Berbagai permainan mulai dari yang biasa aja, bikin ngakak sampe rahang pegel dan perut sakit, sampai yang sumpah bikin deg-degan, semuanya sukses ngebangun kita semua jadi satu tim besar yang saya nggak nyangka sebelumnya.


coffee and water
wishes
I wish upon a star

Malam pertama sebelum outbound dimulai, trainer ngasih materi yang mana kita semua diminta buat menuliskan harapan-harapan yang ingin dicapai di akhir gathering nanti. Kebanyakan sih sama, pengen menghilangkan gap antara dosen dan mahasiswa serta di antara mahasiswanya sendiri. Sebenarnya sih dosen-dosen saya itu orangnya asik banget, gaul dan nggak sok tua. Cuma kadang emang rasa segan itu masih ada, jadi timbulah gap. Trus, fyi, MSDM ini mata kuliah di mana kita sekelas dibagi ke dalam kelompok-kelompok kerja yang mana kelompok ini bertahan selama satu semester lamanya. Nggak heran kalau akhirnya kita terbentuk ke dalam klik-klik yang kecenderungannya nge-gap. Nah, harapannya gap ini akan hilang usai gathering berakhir.


my CEO, Pipit
my CEO, Pipit

gather

Melalui permainan yang saya, temen-temen dan para dosen ikuti, proses blending itu pun jadi saya rasain. Semua lepas, melebur tanpa melihat asal kelompok, main sepuasnya, gila-gilaan (ini termasuk dosennya juga lho), gap bener-bener dihilangkan, meskipun rasa hormat masih dijunjung tinggi.


mahar
karaoke pas nganggur. Mulai yang muda, Mahar

pak supri
sampai yang senior, Om Supri :D


forest

the overall view

arrows

green view

Bagian favorit saya adalah waktu malam terakhir, di mana dosen dan mahasiswa berkumpul buat mendialogkan pencapaian harapan gathering yang udah ditentuin di awal sekaligus membicarakan apa aja kekurangan yang dialami selama gathering ini. Nah, titik yang bikin saya enlighten itu pas dosen paling senior di departemen PIO angkat bicara, Pak Ino. Itu rasanya kayak baru aja dapet cobaan yang berat banget, ngerti kan rasanya dapet cobaan itu keselnya minta ampun, trus pas udah lewat kita bisa ngerasain hikmahnya. Saya kayak ditunjukin, ini lho tujuannya kita ngelakuin gathering ini, ini buat kita semua, nggak cuma buat kepentingan kelompok. Emang sih waktu 3 hari 2 malam itu nggak cukup buat ngedeketin kita semua sampai kayak keluarga, tapi udah lebih dari cukup buat mengakrabkan kita ber-25 plus para dosen buat menuju ke tujuan akhir yaitu kebersamaan dan kekeluargaan.


going home
heading home

MSDM crew

Dan bisa saya bilang, gathering kemarin pun berakhir dengan tercapainya tujuan serta harapan and I'd say, this semester is end up in a happy ending :D







Monday, 30 May 2011

Happened

Time flies so fast, don't you think? It's midyear already. Next month is June and I still have bunch of burdens to be solve. Ok, time to change the topics.

It hits me when couple weeks ago I came to my bestfriends' graduation ceremony. Yes, 3 of my besties has graduated from the faculty I've been studying so far. Yeah, some people wanna live their life faster than the other. That's fine, I'm okay with my self.

But it really makes me realize, it's been 4 years going. I was a junior back then and now I am the seniors who are prepared to be kicked out from college. Ok, that's sarcastic. But unfortunately true.
So does my other life, I mean, I'm not only having one thing like college in my life. That would be pathetic, to be honest. Ok, so I have friends, boyfie, school, dreams, family... and it's all changing in a way that I don't even have a chance to see it. Life has changed me, for real. People around me, the way I'm thinking, my feeling, my dreams (for a greater one), and almost everything.

wisuda 01wisuda 02

plus Yuri, but I lost the picture Cece's sent me :'[

Friends come and go. They came, have fun with me, be there when I'm in need, and then come a moment when they have to leave to pursue their dreams. But we're still remain friends. I will always have you here, my dear bestfriends :]


rosedate

It was a year ago (and more when this post written). Never thought we could get this far, never thought I could be this far. A year is not only a number, it has changed me during that range. And I realized that. Change everything, my thought, my feeling. Maybe God have something for me, through him. I don't know what but I think I need to go deeper to figure it out.

campus parking lot
And the last thing is my college. I met more of my juniors than people in my year or older. It means what? It means that my friends are getting focus on their thesis so they spent less of their time on campus. Sometimes I feel lonely when I see the place we used to hanging out is filled with people I don't know. What about me? Well, I did, sometimes. But also, there are so many things I can't leave behind. I just can't.

Like I said on my posting about this year. This is the year of responsibility, I'm responsible to more than one thing only. So it's not easy, to be honest, to handle everything by my self. Sometimes I need a time to do one thing so the others might need to be wait behind. That is hard, honestly.
But I know, once again, God always keeps me good. God always gives me His best way, and I trust Him.

I'd like to say I'm sorry if I've done something out of control in the past, something that might be not my habit, something that might be hard to tolerate. I'm struggling to reach my dreams and my responsibility at once, and I'm telling you, it's not as easy as flipping out you palm hand. And the only support I have, right now, the biggest one, comes from God.

I hope you understand :]




P.S.: this one is dedicated to my BLM sistas, Pudika, Sinta, Yustin, my soulsister; Anty, and the boyfie "Onyet". My life would suck without you :D

Friday, 18 March 2011

Karaoke and the tummy

Yesterday was a blast. I think I'd consider it as one of my fave day :D

Siang itu, usai rapat bareng kelompok MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia), saya pergi bareng sama anak-anak BLM. AKHIRNYA! Setelah sekian lama, dengan formasi nyaris lengkap kurang 2 orang doang (Phebe lagi sakit mata dan Putu lagi di Bali-Nyepi's holiday). Jarang-jarang kita bisa ngumpul semua dengan jumlah yang banyak begitu, biasanya paling mentok cuma 5 orang doang itu udah bagus banget. So, it was a total cool for us to get around together like that :]

Agenda hari itu kita mau karaoke, kali ini di NAV Manyar Kertoarjo. Seru banget acaranya karena kita udah lama nggak gila-gilaan bareng, seneng-seneng bareng kayak kemarin itu jadi mengingatkan kalau dulu kita sering jalan bareng kayak gini. Duh kok jadi mellow :'[

Ok, playlist yang dimainin bervariasi banget. Mulai Keong Racun, Tersanjung sampai OST Meteor Garden, OST Glee dan Lady Gaga. Dari Barat ke Timur semua dimainin. Karaoke kali ini saya jadi bisa berpartisipasi, secara biasanya yang dinyanyiin lagu Indonesia semua yang obviously I have no idea what the song is -_____-"

BLM

Well, I was having fun with the girls and we'd like to do it again sometime in the future. Right, sistas?
:D





-- -- -- -- --

Actually I'm not a kinda person who remember and celebrate the anniversary thing. But, my boyfie did so what else can I do?

Malamnya, ya setelah karaoke itu pacar ngajakin date. Well, I guess this time we're gonna make it an official date. Secara biasanya kita date suka jalan nggak jelas dan tiba-tiba nyangkut di Gramedia hahaa.

Date kali ini kita ke Bentoya. Sebenarnya saya ngidam Okonomiyaki gara-gara liat videonya di Youtube, pas nanya anak-anak katanya ada di Bentoya. Saya bilang ke pacar dan dia ngajakin ke Bentoya yang di PTC, waktu saya protes tempatnya kejauhan dia bilang, "Ya nggak apa-apa, kan kita belum pernah ke sana berdua." Oh man.

Akhirnya, terbanglah kita ke Bentoya buat berburu Okonomiyaki sekalian ngerayain 10 bulan kita jadian. Selain pesen makanan idaman saya, kita juga pesen menu Don yang ternyata porsinya lumayan gede.

Saya pesan Oyako Don dan si pacar pesan Chicken Katsu Don. waktu saya nyobain punya pacar, rasanya nggak jauh beda sama punya saya. Kata si pacar, rasanya kayak nasi dikasih kecap pake telur -_____-" Kalau di lidah saya sih, kayak kuah semur cuma agak gurih dikit. And I got my self a Maccha-ice and my boyfie a tea float for the drink. Rasanya Maccha-ice enak, saya suka banget teh hijau dan rasanya hampir menyerupai itu cuma lebih manis sedikit. Overall, it was all good! :D

Chicken Katsu Don
Chicken Katsu Don

Oyako Don
Oyako Don dan Maccha-ice (the green drink back there)

Pesan Okonomiyaki yang size Medium, tulisannya di buku menu sih buat 2 orang. Menurut saya sih bisa buat 4 orang saking banyaknya. Okonomiyaki ala Bentoya yang saya pesan yang pake daging seafood di dalamnya. Tapi jangan seneng dulu, seafood yang saya rasain sampai makanan habis cuma cumi-cumi doang, kirain bakal ada tuna atau udang kek dikit-dikit. Mana bawang bombay-nya banyak banget pula, jadi rasanya agak berlebihan crunchy-nya gara-gara si bawang. Trus waktu pertama kali datang, si Okonomiyaki ini berbau mirip Takoyaki. Ternyata penyebabnya adalah taburan di bagian atasnya yang juga didapati di Takoyaki.


Okonomiyaki seafood
Okonomiyaki Seafood

Kesimpulannya, Okonomiyaki yang saya cobain kemarin itu nggak jauh beda kayak omelet yang kebanyakan bawang bombay. Padahal di Youtube ada yang pake saus siram segala, oh kenyataan... Oh FYI, sebenarnya ada filling khusus ebi/udang buat Okonomiyaki, tapi kalau memang niat mau ngasi menu seafood mestinya isinya ya beragam menu dari laut dong. Emang laut isinya cumi doang?! Kalau kenyataannya seperti yang saya makan kemarin, mestinya judulnya ya Okonomiyaki dengan filling cumi-cumi. Saya merasa tertipu.

Gileee hari itu bener-bener hari terkenyang sedunia, perut si pacar aja udah kayak ibu-ibu hamil 5 bulan saking gedenya :D

Dan di akhir hari, I got him a surprise. Something that he really wants to have. Waktu saya ngasih kadonya, ternyata dia ada rencana mau ngasi kado yang sama ke saya tapi ternyata udah keduluan saya (thank God!). The best part is he cried when seeing the surprise. Yes, I make a boy cry! Yayyy!!! Ok, stop it.








Anyway, hari itu adalah hari yang menyenangkan buat saya, dan mungkin juga buat anak-anak BLM dan si pacar. We were having fun and that's it, there's nothing compare to that moment :]

Tuesday, 1 March 2011

KKN #5: Extended

Tinggal di desa yang jauh dari modernitas tentu merupakan suatu pengalaman baru buat saya. Apalagi tinggal serumah bareng 21 orang yang hampir semuanya baru saya kenal kurang dari 3 bulan.

Sampang, sejatinya masih memiliki alam yang masih belum terjamah. Terutama di desa tempat saya KKN, desa Aengsareh. Dari 6 dusun yang ada, semuanya masih hidup dengan mengandalkan fasilitas seadanya. Hal ini membuat saya lalu membayangkan suatu tempat yang semuanya serba mudah karena teknologi merupakan tools utama yang digunakan sehari-hari. Melihat keadaan di desa tempat saya KKN ini, membuat saya lalu membayangkan Jakarta. Teringat bagaimana tidak seimbangnya pembangunan di negeri ini.

Listrik di rumah yang saya tempati, berbagi dengan rumah di sebelahnya. Jadi setiap kali penggunaan listrik di rumah kontrakan yang kami tempati berlebihan, akan memadamkan listrik di dua rumah sekaligus. Buat kami yang terbiasa hidup menggunakan listrik tak berbatas, tentu hal tersebut lumayan merepotkan. Sampai akhirnya penggunaan sejumlah barang elektronik harus dijadwal dan dibatasi supaya nggak bolak-balik jeglek (listrik mati).

Waktu melihat kondisi sekolah (SD), sebagian besar gedungnya sih lumayan memadai, nggak sampai yang reyot-reyot banget. Hanya saja kondisi lapangan yang masih belum berpaving membuat sekolah tampak tidak terawat dengan rumput-rumput liar yang tumbuh di mana-mana. Hebatnya lagi, dalam satu desa itu hanya ada 1 TK yang kelihatan lumayan mewah seperti TK-TK di kota. Yang mencengangkan, justru pendidikan anak usia dini (PAUD) banyak berkembang di sana. Meski dengan fasilitas yang seadanya, menggunakan mushola atau ruangan sempit pun jadilah sebuah PAUD. Saya salut dengan semangat warga sekitar yang berinisiatif mendidik anak-anak di usia yang masih sangat kecil. Nggak gampang lho mengajar anak-anak yang masih berada dalam tahap perkembangan awal. Harus sabar, harus telaten. Konon saya dengar, guru yang mengajar tidak mendapatkan insentif apa-apa. Semakin salut! Rupanya semangat Bu Muslimah nggak cuma ada di Bangka-Belitong. Yah, semoga nanti ada yang berbaik hati mendanai sekolah-sekolah kecil itu supaya pendidikan di sana lebih baik :]

Selain kondisi sekolah, jalur untuk menuju sekolah juga beberapa tidak mudah. Ada 1 sekolah yang letaknya di atas bukit, untuk naik ke sana jalannya sebagian besar sudah beraspal tapi rusak berat. Alhasil, waktu saya ke sana, rasanya kayak lagi off-road naik motor. Belum lagi jalannya menanjak mulu, ngeri man! Waktu lomba mewarnai, kendala yang saya alami adalah salah satu sekolah tidak bisa ikut berpartisipasi karena jauhnya lokasi tempat siswa tinggal dengan sekolah yang dijadikan lokasi perlombaan. Yang baru saya sadari, di sana transportasi juga minim. Kalau nggak ada motor atau mobil, ya nggak bisa jauh-jauh perginya. Angkutan kota yang saya lihat pun nyaris tidak ada, dan ngerinya, kendaraan yang lalu lalang pada suka nyetir dengan kecepatan tinggi. Sepertinya haram buat nyetir dengan range speed 40-60 km/h -_____-"

Tinggal jauh dari modernitas dan orangtua juga membuat saya banyak belajar. Kalau mau makan nggak bisa tinggal buka tutup saji trus ambil lauk, harus masak dulu, bangun pagi (dalam kamus saya jam 9 itu pagi lho :p), belanja ke pasar, motong-motong bahan. Waktu sudah mateng, apetite bisa-bisa udah hilang duluan karena kelamaan nunggu. Jadi waktu makan, nggak begitu habis banyak. Tapi lama-lama setelah udah mengenal kota Sampang, tahu tempat-tempat terdekat yang jual makanan enak, agenda masak-masak di pagi hari dihapuskan diganti dengan belanja nasi bungkus buat sarapan di kota :D

Bareng2
Cowok
nasi
Malam terakhir di Sampang, makan bareng ala OSPEK

Oh anyway, soal makanan, alhamdulillah makanan yang saya makan selama di Sampang nggak jauh beda sama di Surabaya. Dan mengingat Sampang atau Madura pada umumnya terkenal dengan bebek gorengnya, alhasil saya pun bisa makan menu bebek goreng 2-3 kali dalam seminggu. Padahal kalau di Surabaya saya harus menahan diri kalau nggak mau dijewer nyokap gara-gara kandungan kolesterolnya yang tinggi ;] Nggak ada menu khas sih di sana, paling juga bebek songkem. Itupun saya nggak nyobain karena nggak suka. Selebihnya makanannya hampir sama kayak di Surabaya.

Well, tempat saya KKN mungkin masih minim fasilitas modern seperti di kota. Tapi justru itulah yang bikin desa itu tetap seperti desa yang sudah kita kenal selama ini: hidup sederhana, bertani, masyarakat yang ramah. Mungkin dengan jauhnya dari jamahan tangan-tangan yang tak bertanggungjawab, Aengsareh bisa mempertahankan keasliannya, mempertahankan alamnya.

Oh ya, di postingan sebelumnya saya sempat menyebutkan tentang Pulau Mandangin. Ada kisah unik di balik nama Mandangin itu sendiri. Di desa tempat saya KKN juga ada dusun yang namanya Mandangin dan kata penduduk sekitar, dulunya pulau itu terbentuk karena ditendang oleh Semar sehingga terpisah dari daratan utama. Entah kenapa saya lalu membayangkan Tangkuban Perahu ;D

Kalau ditanya, "Betah nggak sih tinggal di sana?" saya bilang 'betah' atau 'lumayan'. Karena desa tempat saya KKN itu alhamdulillah nggak parah-parah banget primitifnya, makanan juga masih layak, air bersih bukan masalah, listrik juga ada meski terbatas, masih dekat Indomart dan Alfamart, jarak dari kota sekitar 10-15 menit naik motor. Jadi bisa dibilang desa Aengsareh masih tergolong desa yang modern, meski penduduknya memutuskan hidup dengan kondisi yang seadanya. Beda banget sama anak-anak KKN yang sehari bisa 5-6 kali ke Indomart beli cemilan :D

Bonusnya, meski dekat dengan kota tapi kita bisa menikmati pemandangan alam yang luar biasa. Okelah saya ngaku emang nggak pernah ke desa (kedua orangtua saya besar di kota jadi, saya nggak pernah mudik hehe). Jadi lihat sawah terhampar yang hijau itu overwhelming. Tapi siapa sih yang nggak menahan napas waktu lihat pemandangan dari atas bukit, apalagi yang di bawahnya selain ada sawah juga ada lautan? Itu semua cuma ada di Sampang sodara-sodara, tepatnya di desa Aengsareh ;]

Dari pengalaman KKN ini saya juga jadi menyadari, bahwa negara kita ini masih agraris, nggak semuanya mengusung budaya urban dengan membangun mall gila-gilaan. Masih ada yang mengandalkan ladang dan sawah buat bertahan hidup, masih ada yang nggak pingsan karena nggak bisa update status FB. Inilah Indonesia, dengan kelebihan dan kekurangannya. Saya sempat tanya sama Ema yang emang asli Malaysia, dia bilang di negaranya nggak ada tempat yang desa banget kayak tempat kita KKN. Entah kenapa saya malah bangga, itu artinya negara kita masih alami. Masih mendukung kelestarian alam dengan nggak membabat habis hutan dan sawah buat pemukiman. Bangga dong punya negara yang masih hijau :] Mungkin kelestarian ini hanya perlu diimbangi dengan fasilitas yang selayaknya diterima oleh masyarakatnya.

Alright, mungkin sampai di sini dulu tulisan saya tentang hari-hari saya selama KKN (atau tentang holiday ya ini? hehe). Banyak yang sebenarnya ingin dituliskan tapi rasanya lebih seru kalau merasakan sendiri ;] Jadi, nggak ada salahnya kalau holiday trip nanti dijadwalkan buat mengunjungi pedesaan-pedesaan di negara kita. Mengunjungi pulau-pulau virgin yang masih belum terjamah tangan-tangan usil dan tentunya nggak kalau memukau dibanding pulau-pulau di Karibia or even St.Bartz :]




Have a nice day, people!






Friday, 25 February 2011

KKN #4: It's time to say goodbye

Sepanjang saya di Sampang, saya belum pernah melihat langit merah ala sore milik Sampang. Jadilah saya, Ayik dan Putra cabut ke sawah buat nungguin langit bersemu merah sisa hari KKN.

Dusk01
Dusk02

Sawah dari tempat kontrakan itu seperti Plaza Surabaya dan WTC, sebelahan, tetanggaan. Jadi tinggal nyebrang doang udah sawah-sawah.
Lihat sawah-sawah waktu matahari menguning itu cantik banget, daun-daun padi jadi kelihatan hijau terang yang bikin mood jadi nyaman. It was fabolous!

Jalan dikit lagi agak ke dalam desa dan melihat lebih banyak lagi sawah tapi frame langitnya lebih bagus lagi kayak di kalender, dengan matahari yang mulai bersembunyi di balik horizon. Cantik :]


Suatu malam saya diajakin pergi ke Api Tak Kunjung Padam, awalnya saya nggak berminat. Karena objek wisata yang seperti itu bukan objek wisata favorit saya, pikiran saya waktu itu "Nggak ada target buat motret". Tapi buat nemenin Ayik, bolehlah.


Pergi berempat bareng Ryo dan Putra, meninggalkan kota Sampang dan masuk ke Pamekasan. Jalur masuk ke objek wisata juga nggak bisa dibilang mulus, istilahnya, jalannya makadam. Memang ada bekas aspal, tapi sebagian besar sudah rusak berat dan kalau nggak hati-hati bisa oleng masuk sawah. Apalagi waktu itu kita ke sana malam hari. Horror to the max!

Api01

Sesampainya di sana, bayangan saya adalah sebuah area luas dengan lidah api tersebar menjulur-julur dari bawah tanah. Tapi yang saya dapati adalah sebuah lingkaran berpagar yang di dalamnya, yah, ada api yang tersebar menjulur-julur dari dalam tanah. Di beberapa titik malah digunakan untuk memasak oleh penduduk sekitar. Di sekeliling lingkaran itu juga tercium bau gas yang khas, Putra dan Ryo sempat menyebutkan nama gasnya tapi saya lupa hehe. Karena siangnya sempat hujan, jadi beberapa titik dalam lingkaran itu tidak menjulurkan api. Tapi kata dua cowok tadi, begitu tanahnya kering, apinya bakal keluar lagi. Lumayan takjub sih melihat ada api yang bisa menjulur dari bawah tanah begitu. But still, it ain't my fave object to shot :]

Api02

Dan Api Tak Kunjung Padam adalah objek terakhir yang saya kunjungi selama KKN yang sudah berlangsung sekitar sebulan. Nggak terasa emang, meski awalnya saya dan temen-temen sekamar sempet bikin kalender (nyomot kalender program yang dibikinin sekretaris) yang bisa dicoretin supaya kita bisa bilang "Wah udah H-sekian!" atau "Kurang 3 hari lagi kita pulang!".

Tapi semakin ke sini kalender itu udah nggak ada pengaruhnya lagi karena waktu bergulir cepet banget. Tiba-tiba udah minggu terakhir aja, padahal rasanya kemarin baru naruh koper di kamar trus jatuh ke kasur kelelahan.


Saya ngerasain KKN ini, yah, seperti mindset awal: latihan sebelum backpacking. Saya anggap ini liburan ke desa dan memang itu yang saya rasakan bareng temen-temen saya setim. Sama sekali nggak kerasa kayak orang KKN, atau memang KKN itu ya seperti ini? Hahaa


Ngantri mandi nggak pagi nggak malam, masak-masak bareng, goncengan bertiga, kadang malah nggak pake helm semua, main gitar, nyanyi-nyanyi malam-malam sampai ditegur tetangga (maaf ya, Pak, kita suka bikin ribut hihi), sampai joget-joget nggak jelas di hadapan masyarakat se-Sampang di event karnaval HUT Sampang. Semuanya jadi memori tersendiri buat saya.


Konflik? Tentu aja ada, baik secara personal atau terhadap tim saya sendiri. Tapi itu nggak bertahan lama karena tim saya solid dan permasalahan sepertinya enggan nongol lama-lama sama kita hehe. Saya nggak pernah ngerasa males temenan sama si A atau enggan deket-deket si B. Hebatnya, saya masih bisa toleran sama semua kekurangan teman-teman saya setim dengan tetap menjaga hubungan baik sama mereka. Padahal, in real life, saya udah jauhin itu orang sejauh-jauhnya. Itulah hebatnya tim saya, mereka menciptakan atmosfer seru yang bikin anggotanya betah dan nyaman di dalamnya.


Lewat postingan ini saya mau bilang makasih banyak sama temen-temen sekamar saya: Nanda yang anak-anak di luarnya tapi dewasa banget di dalam, Endah yang aslinya ngemong banget, Lilla yang mengingatkan saya sama temen SD saya dulu dan bikin saya geleng-geleng karena dia gamers sejati, "Bu Dokter" Dita yang hobi ninggalin barang-barangnya di mana-mana dan yang terakhir Ayik, teman sefakultas yang tadinya nggak deket dan ternyata hobi jalan-jalan juga. I'm gonna miss you all guys! Miss our moments together. Nggak peduli meski kamar kita dibilang kamar pemalas dibanding kamar sebelah, tapi tetep kamar kita paling seru! Berkat kalian saya betah ikut KKN ini, kalian lah yang pertama jadi motivator saya buat bertahan di KKN ini meski kalian nggak pernah sadar ;D I love you all!

Buat "Aengsareh Gank", kalian bikin KKN saya berarti banget, kalian adalah temen-temen baru yang rasanya udah saya kenal lama (Well, kecuali Dines kayaknya hehe). Dengerin celotehan "Pak Ketu" Denis yang medoknya selalu bikin ketawa, celetukan Bram yang cool dan sekaligus bikin pengen jitak, Debi dengan senyum zombie dan muka seriusnya yang malah bikin ngakak, Tika yang rajin dan kadang jadi ibunya anak-anak, Rizma yang selalu bikin rame, Tantu yang bak 'singa dilepas dari kandangnya' hehe, Alvin si gadget freak dan pangeran bergitar yang kalau ketawa mukanya bakpao semua, Ema si makcik Malay yang suka digodain anak-anak, JP (nama aslinya Ayu) yang mungil dan polos tapi makannya setara Putra, Rizca yang juga medok dan polos banget kalo nanya, Ryo yang multikultur dan sering jadi tombol subtitle kalau lagi ngobrol sama penduduk lokal hehe, Putra yang selalu ready kalau diajakin jalan, Dio yang suka bawa-bawa kertas sama pensil buat memuaskan hobi menggambarnya, Aji yang malesnya amit-amit tapi kadang bikin ngakak juga, Ayu "Nipponmoto" (karena ini juga yang bikin Ayu JP dipanggil JP doang, julukannya diambil karena dia dari Sastra Jepang, anak-anak iseng ngawur ngasih nama yang berbau Jepang) yang bawaannya tenang, orangnya murah senyum dan terakhir, Dines, temen SMP yang ketemu lagi di KKN ini, ternyata makin gendut dan diam-diam suka mellow sendiri sambil bawa gitar hahaa. Gonna miss you all guys! I'm so glad to have you all in my life. Makasi banget udah menciptakan tim yang menyenangkan buat kita semua :D


All of US

Dan yang terakhir, saya mau mengucap syukur pada Sang Pemberi Rizki. Karena-Nya saya bisa KKN di tempat yang nyaman, dengan tetangga yang ramah dan welcome sekali, bersama tim yang menyenangkan dan solid, melalui momen yang tidak pernah membuat saya sedih dan sulit untuk dilupakan.

Alhamdulilllahirabbilalamin :]


Sampai ketemu lagi lain waktu, Sampang!

Thursday, 24 February 2011

KKN #3: Dear Escape

Dan tibalah minggu terakhir yang dinanti-nanti itu.

LPJ kelar, program juga sudah habis, tinggal presentasi akhir ke kecamatan yang menanti.

Sepanjang minggu terakhir ini, kami semua jadi rajin jalan-jalan. Termasuk belanja oleh-oleh dan keluyuran tanpa tujuan yang jelas :D

Suatu waktu ada yang ngajakin nonton Karapan Sapi. Ya, karapan sapi khas Madura itu. Setahu saya karapan sapi ini hanya dihelat bulan Agustus, tapi ternyata di luar bulan Agustus juga ada. Seisi rumah keluar menuju tempat karapan sapi diadakan. Transportasi yang ada memang terbatas, jumlah sepeda motor yang dibawa memang nggak sejumlah orang yang ada. Alhasil goncengan bertiga pun jadi, contohnya saya. Saya bersama Ayik dan guess who? Putra. Ya, Putra yang badannya 'langsing' banget itu harus membonceng 2 orang lagi di belakangnya. Sungguh mulia motor yang kami tumpangi itu, juara deh! :D

Karena Putra agak ngebut, jadilah kami kebablasan. Tapi saya justru bersyukur kami kebablasan. Lho kok? Ya, karena saya jadi bisa menemukan objek foto yang menakjubkan. Kayak apa sih? Lihat aja di sini ;]

Karapan01
Karapan03

Saya nggak mau komentar mengenai perasaan sapi yang menjadi karapan. Putra yang basic-nya Kedokteran Hewan banyak ngasih tahu saya dan mungkin perlu ada kebijakan akan event yang jadi salah satu daya tarik budaya bangsa kita ini :]

Karapan02
Psychology Gang: moi, Tantu, Ayik

Sepulang dari nonton Karapan Sapi, saya dan Ayik masih pengen jalan-jalan. Jadilah kita bertiga (bareng Putra pastinya) escape ke sawah-sawah. Salahnya, kita cabut waktu matahari lagi terik-teriknya, memasuki waktu sore. Tapi justru jam segitu pencahayaan kelihatan kooperatif. Jepretan jadi kelihatan bagus dan langit cantiknya bukan main. Apalagi waktu saya motret lautan dari atas bukit, kerlip-kerlip air laut yang terpapar matahari jadi kelihatan cantik.

Escape02
Escape01


Satu hal yang bikin saya heran sama langit Madura, rasanya selalu kelihatan cantik kayak di buku-buku dongeng: langit biru, awan putih bergumpal bak kapas. Beda banget sama di Surabaya, kan??




Suatu pagi Ayik membangunkan saya. FYI, kayak di rumah, di sana saya masih makhluk yang sama. I'm still not a morning person :]

Malam sebelumnya Ayik ngajakin saya ke suatu tempat tapi dia nggak bilang mau ke mana. Saya pikir ke pantai rahasia, eh nggak taunya ke suatu tempat mirip Dago atau Payung, Batu. Area perbukitan di mana kita bisa melihat wilayah yang lebih rendah dari dataran yang lebih tinggi.

Gua02

Berempat bareng Putra dan Bram kami ke sebuah cekungan raksasa yang berada di atas bukit yang disebut Gua Lebar oleh masyarakat setempat. Saya juga kurang tau bagaimana awalnya gua ini terbentuk. Bayangan saya Gua Lebar adalah gua yang sangat lebar, nggak sempit dengan stalaktit yang bergelantungan. Tapi yang sebenarnya adalah sebuah ceruk yang sangat besar di mana di dalamnya berisi berbagai macam tumbuhan dan menjadi habitat sejumlah burung. Bener-bener kuasa Allah SWT :]

Gua03

Duduk di tepi gua sambil menikmati pemandangan kota yang ada di bawah rasanya relaxing banget. Apalagi itu masih pagi dan suasana di situ sepi banget emang. Satu-satunya yang berisik adalah seekor sapi yang kebetulan kandangnya emang di dekat situ. Well, Gua Lebar ini bersebelahan langsung dengan rumah penduduk. Tanpa ada batasan khusus, karcis masuk dan segala tetek bengek administrasi lainnya. Siapa aja bebas masuk dan menikmati pemandangan yang ada. Heaven!

Gua01
Entah apa ini maksudnya di pintu masuk ada Hulk (Insert: Bram)


Perjalanan saya masih belum berakhir, emang waktunya udah hampir habis tapi agenda jalan-jalan masih terus berjalan tenang aja hehee

Tunggu tulisan saya yang berikutnya besok yaa!




LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin