Showing posts with label Music. Show all posts
Showing posts with label Music. Show all posts

Friday, 29 April 2011

Adele - 21

Single "Set Fire to the Rain" sudah cukup untuk membuat saya mendengarkan keseluruhan album dari penyanyi berbakat asal Inggris ini. Ya, di sebuah review yang saya baca dikatakan bahwa musikalitas Adele semakin dewasa, I agree on that.

Musiknya lebih playful, unik serta liriknya lebih mendalam. Di album kali ini Adele menekankan banyak dentingan piano dan dentuman kecil drum yang membuat musiknya jadi kedengeran easy listening sekaligus classy. Dan tiap kali saya dengerin album ini pasti bawaannya calm, happy and mellow at once.

Buat yang nggak biasa, mungkin musik Adele cenderung aneh dan agak lucu. Tapi bagi yang udah familier sama British Pop pasti udah nggak heran lagi sama gaya bermusik solois wanita bertubuh tambun ini.

Alright, my fave tracks in this album are Turning Tables, He Won't Go, I'll be waiting dan pastinya Set Fire to the Rain.


Oh, ada juga cover version lagu Lovesong yang dulunya dinyanyiin sama The Cure. Versi Adele lebih soul, unik deh pokoknya :D

Monday, 26 April 2010

Timbaland - Shock Value 2


Saya selalu admire semua karya Timbaland, baik hasil kolaborasinya atau lagu-lagu ciptaannya yang dinyanyikan penyanyi lain. Selalu sukses bikin saya berseru, "Wow!" dan berikutnya lagu-lagunya udah jadi playlist tetap di music player saya :]


Kali ini Timbaland kembali dengan sequel albumnya yang bertitel Shock Value 2. Seperti album sebelumnya, Timbaland mengajak sejumlah artis untuk berduet dalam lagunya. Di album Shock Value 2 ini banyak artis ternama yang diajak berkolaborasi, sebut saja Justin Timberlake, Miley Cyrus, Jojo, Katy Perry, Nelly Furtado, Jet, Daughtry, The Fray dan penghuni lama dari album sebelumnya, One Republic. Masih banyak lagi penyanyi lain yang juga berduet bersama dalam satu lagu.

Secara materi, album Shock Value 2 ini lebih bervariasi. Tidak melulu membahas tentang cinta, tapi juga tentang musik dan having fun. Musik yang ditampilkan juga khas Timbaland, rancak, berdentum rapi dan yang jelas asik buat nge-dance ;] Bahkan cenderung unik karena beberapa lagu berkolaborasi dengan suara-suara khas rock. Lucunya, di lagu We Belong to Music, berduet dengan Miley Cyrus, somehow berasa banget musik khas Miley di sini. Yang ceria, rancak dan bikin yang denger pasti langsung semangat. Khas Miley banget lah! :D *ketauan pasti kalo saya fans Miley*

Track favorit saya sih nyaris semua lagu, tapi susah payah akhirnya harus saya pilih beberapa buat representasi dari album ini deh:
Lose Control (ft. Jojo), Meet in Tha Middle (ft. Bran' Nu), Tomorrow in the Bottle (ft. Chad Kroeger & Sebastian), If We Ever Meet Again (ft. Katy Perry), Marching On (ft. One Republic), Symphony (ft. Attitude, Bran' Nu, DOE)

Monday, 18 January 2010

Rihanna - Rated R

Setelah baca sebuah review di sebuah surat kabar, saya jadi tertarik buat dengerin album terbaru Rihanna ini. Dan emang bener kata itu review, album Rihanna kali ini kesannya lebih dark tapi bukan berarti bikin saya nyesel. Justru sebaliknya, saya suka banget sama album ini. Lagu-lagunya keren banget!!! Jelas, Rihanna terkesan lebih dewasa di album ini. Liriknya banyak bercerita tentang pengalaman masa lalunya yang kelam.

Pertama kali saya denger single Russian Roulette, saya agak kaget terus terang. Karena single yang dipakai kok kesannya suram banget. Tapi setelah denger single lainnya yaitu Hard, saya jadi makin yakin kalau album Rihanna yang ini pasti lebih oke. And it is!

Ada satu track yang aransemennya mirip banget sama Apologize-nya One Republic yang versi featuring TimbalandCold Case LoveI love that song first time I listened to it! Ada lagi track Te Amo, diselipkan kata-kata dalam bahasa Spanyol di dalam liriknya. Make me love this album more and more!!!

Oh ya, denger-denger track Hole In My Head yang dinyanyiin bareng Justin Timberlake merupakan bonus track. Lagu itu emang sumpah, saya nggak bisa komen apa-apa deh kalo Justin Timberlake yang diajak duet. Jaminan bikin ketagihan pengen denger terus!

La Roux - Self-Titled

Gara-gara liat video klipnya (Bulletproof) di situs MTV, saya jadi tertarik buat dengerin lagu-lagu lainnya. Dan saya sama sekali nggak menyesali keputusan saya itu. La Roux's songs definitely pump up my mood everytime I need it, terutama di minggu-minggu belakangan.

Musik La Roux bertema electro pop yang energik tapi juga ada beberapa track yang slow dan menenangkan. Buat penikmat lagu-lagu upbeat track Bulletproof bisa jadi pilihan, ada juga In For Kill dan TigerlilyColourless Colour, Cover My Eyes dan Reflections Are Protection juga enak didengerin sambil jalan-jalan.

Ada aransemen musik yang mirip track Goodnight Electric, judulnya As If By Magic. Jadi kangen jaman-jaman saya addict sama band indie itu :D

Favorit saya pribadi sih Bulletproof, Colourless Colour, Cover My Eyes, sama I'm not your Toy.

Pixie Lott - Turn It Up

Penyanyi solo asal Inggris ini seperti Duffy kedua buat saya. Cuma mereka berbeda dalam tema musik yang dibawakan, Pixie Lott membawakan musik-musik yang lebih up beat dan mengeksplor vokal dengan lebih dalam.

Penyanyi yang disebut-sebut sebagai the next Britney ini membawakan lagu Mama Do sebagai single pertama. Secara keseluruhan saya suka dengan album Pixie Lott ini karena musiknya pop dan up beat yang ceria. Bukan musik cengeng yang mendayu-dayu, kalaupun tema lagunya sedih, Pixie Lott membawakannya dengan teknik vokal yang sangat menghibur dan bikin yang denger ikutan nyanyi ;]

Saya sendiri favorit sama hampir semua track dalam album ini, tapi yang paling sering saya replay yaitu track Turn It Up, My Love, Band Aid sama Cry Me Out.

Buat yang kangen sama era penyanyi solo wanita yang berkualitas (secara era Britney-Christina udah lewat), album Pixie Lott ini bisa dijadikan referensi pelepas rindu :]

Sabrina - I Love Accoustic

Pertama kali denger lagu penyanyi asal Filipina ini di mobil temen saya, waktu itu lagu Wake Me Up When September Ends yang diputer. Nggak lama kemudian lagu Perfect yang dinyanyiin. Saya jadi bertanya-tanya, emang ini penyanyi spesialis cover lagu-lagu rock? Tapi ternyata nggak, ada lagu Umbrella (yang populer banget itu!), A Thousand Miles, Irreplaceable dan lain sebagainya.

Well, secara keseluruhan lagu-lagu yang ada dalam album ini memang semuanya lagu cover para penyanyi ternama. Tapi Sabrina mampu membawakan versi yang berbeda dari lagu-lagu yang ia nyanyikan ulang. Seperti Irreplaceable misalnya, lagu aslinya kan hip-hop yang up beat dan dinyanyikan dengan powerful oleh Beyonce. Dan lagu itu jadi kedengaran sweet waktu dinyanyiin sama Sabrina.

Yang bikin saya surprised adalah lagu My Guardian Angel yang aslinya dinyanyiin sama Red Jumpsuit Apparatus. Itu lagu favorit saya selain Iris-nya Go Goo Dolls dan Sabrina membawakannya dalam versi yang berbeda. I love it better than ever!!

Track favorit saya dalam album ini, yah selain My Guardian Angel adalah Irreplacable, So Sick (Ne Yo) dan You and Me (Lighthouse Family).


Tuesday, 12 May 2009

Playlist #1

For this first playlist review, here's the choosen tracks:
1. Sebelum Berhenti - Anggun
Salah satu lagu yang terdapat dalam album Elevation ini tergolong unik. Karena di antara semua track yang ada, lagu ini kedengaran slow tapi juga agak nge-beat. Berbau Justin Timberlake di bagian sound, dengan lirik khas AnggunFor me, the mix of both stuffs created a very nice song to enjoy.












2. Chocolate High - India Arie feat. Musiq Soulchild

Lagu yang saya denger pertama kali di radio ini emang enaaaak banget! Apalagi kalau lagi hujan dan ditemani secangkir coklat hangat. It'd be great. India Arie emang jago bikin musik yang jazzy dan easy listening!













3. Could this be - Lovers Electric

Pendatang baru dari Australia ini sudah mencuri hati saya (halah!). Musiknya yang electro pop banget bikin mood happy terus. Liriknya juga seru, pokoknya duo ini keren banget deh! Now I'm addicted to Honey :]

Monday, 10 November 2008

What's Ur Flava?

Mengutip alias meminjam judul lagu lumayan lama yang dinyanyikan Craig David, saya mau bercerita *kayak tukang dongeng* tentang selera musik. Siapa? saya nggak bakalan menganalisis selera musik anak jaman sekarang dibandingkan anak jaman dulu. Ini sekedar tulisan ringan tentang selera musik yang gado-gado di keluarga saya. Mari kita simak, apakah selera musik dipengaruhi oleh faktor herediter? *niru gaya bicara dosen pas ngajar* 1. Nyokap. Bisa dibilang nyokap saya selera musiknya yang paling gado-gado di antara anggota keluarga saya yang lain. Mulai dari yang slow (sampe bikin ngantuk) sampe yang upbeat, nyokap suka. Di rumah, koleksi kepingan CD nyokap pun 'warna-warni' genre musiknya. Ada Waljinah, Erni Kulit, Tribute to Titik Puspa, Badai Pasti Berlalu-nya Chrisye, Raihan, Shalawat Nabi-nya Hadad Alwi, Sundanese instrumental music, sampe musik lounge macam Paramayo (masih banyak lagi tenang aja, saya nggak bisa inget satu-satu). Emang kelihatannya musik-musik itu untuk ukuran orang dewasa, tapi jangan salah. Nyokap saya juga doyan musik-musik MTV lho! Pas lagi sarapan, saya nonton MTV TRL yang lagi muterin video klip-nya Ali & AJ yang Potential Break-up Song, yang mana saya benci banget lagu itu (juga video-nya) soalnya lagunya nggak jelas banget (in my opinion) *tapi single keduanya lumayan ok* Eh diam-diam nyokap saya nyaris membuat sarapan saya langsung masuk perut tanpa dikunyah. Nyokap : Beli CD-nya, Mbak! Saya : Hah? *berhenti ngunyah* Nyokap : Lagunya enak, beli CD-nya. *goyang-goyang kepala menikmati lagu* Saya : Males ah. Lagunya nggak enak. Nyokap : Ya daripada lagu-lagu yang biasa kamu puter. Jedag-jedug nggak karuan. Yang dimaksud nyokap itu lagu-lagu urban (RnB dan HipHop) yang kadang-kadang saya puter di radiotape di rumah (rock songs in MP3 player only hehe). Kalau lagi muter radio, nyokap suka milih frekuensi yang stasiun radionya muterin musik-musik dangdut koplo atau lagu pop Indonesia yang diremix *jadi ga karuan*. Serasa di bemo antar-kota deh! Kalau udah gitu, saya milih masuk kamar, grab my MP3 player dan menyumbat telinga saya yang berharga dengan earphone mungil warna putih yang nancep ke portable music player saya itu. 2. Adek. Anak terakhir di keluarga saya ini selera musiknya juga lumayan gado-gado. Barat-Indo semua suka. Tapi ya itu, pilih-pilih dan kebanyakan band-band Indonesia yang lagi ngetren di kalangan anak-anak. Tapi ada satu favoritnya (yang saya juga suka) yaitu Project Pop yang emang kocak abis kalo bikin musik. Untuk musik barat, adek cowok saya yang satu ini juga nggak bisa diremehin. Meski tampangnya anak SD banget *haha*, tapi dia doyan dengerin Fall Out Boys yang Thanks for the Memory atau the River-nya Good Charlotte. Dia juga maniak banget sama Jonas Brothers and High School Musical gara-gara hobi nongkrongin Disney Channel (kayak mbaknya hehe). Kadang ada lagu yang saya ogah dengerinnya tapi dia sama nyokap kompakan kalau lagu itu sumpah-enak-banget! Kayak...aduh saya nggak bisa nyebutin soalnya kebanyakan ya dinyanyiin sama band-band Indonesia gitu yang saya kebanyakan juga nggak ngerti hehe *soalnya tampangnya mirip-mirip*. Yang saya heran, dari mana coba nyokap bisa tahu lagu yang lagi hit di kalangan anak muda sedangkan saya (anak mudanya) nggak ngerti? Dunia ini memang aneh *ngeles*. 3. Adek saya yang gede. Nah kalau dia sih hampir mirip sama adek saya yang terakhir tadi. Musik favoritnya ya yang mainstream pasar Indonesia lah. Saya pernah mergokin dia beli CD MP3 kumpulan band-band Indonesia yang dari judulnya sih Top Band Indonesia. Tapi, saya pun cuma bisa mengerutkan kening kala membaca nama-nama band beserta lagu-lagunya pada kertas cover di bagian belakang. Nggak ada yang saya tahu satupun. Adek saya yang mulai doyan ngeband ini pun belakangan lagi doyan dengerin musiknya Ungu, Dewa sama Andra and the Backbone yang emang udah terjamin bakal disukai penonton. Maksudnya, dia lagi 'menginternalisasi' musik band-band itu tadi. Nggak tau lagi kalau dia dengerin Ungu karena lagi jatuh cinta. Maklum, lagi puber hehe. 4. Bokap. Wah kalau bokap, seleranya kelas kakap semua. Oke, mungkin saya nggak ngerti band-band Indonesia tapi lewat bokap saya jadi banyak tahu musisi barat berkualitas dari yang klasik sampe yang baru. Di antara keempat anggota keluarga yang lain, bokaplah yang paling jarang muter CD (atau kaset) koleksinya. Bukan karena nggak sempat, tapi udah keburu keduluan sama adek-adek saya, nyokap atau malah saya sendiri hehe. Jadi bokap merasa lebih baik mengalah dan pergi ngasih makan merpati peliharaannya di belakang. Koleksi CD bokap saya genre-nya hampir sama semua, kalau nggak Pop ya Jazz atau Blues/Soul. Saya sih nggak begitu hapal nama-nama musisi bule yang ada di kumpulan CD koleksi bokap *yang jelas enak semua!* tapi untuk penyanyi Indonesia ada dua nama yang bokap favorit banget; Broery sama Ebiet G. Ade. Bahkan bokap sampe punya dua biji kaset Ebiet G. Ade yang sama persis gara-gara awalnya dikira hilang nggak tau ke mana. Kadang saya juga suka muter CD koleksi bokap yang judulnya "Love Song" atau sejenisnya soalnya kebanyakan lagu-lagunya bagus buat karaoke alias emang singable ahaha. Bokap pun terpaksa harus rela mendengarkan penyanyi aslinya duet sama putri kesayangannya yang suaranya mirip Christina Aguilera ini :D 5. Moi. Last but not least, (nggak, lanjutannya bukan 'I wanna say thanks to all my fans around the world') musik yang selalu (dan pasti) ada dalam playlist di portable MP3 player atau Jukebox di laptop saya adalah...jeng, jeng, jeng! Sudah bisa ditebak ah. Nggak seru! Saya juga nggak tahu selera musik saya ini menurun dari siapa (kalo maniak musik bule sih dari bokap jelas). Di keluarga saya, bahkan di seluruh keluarga besar saya, yang rock-a-fella cuma saya seorang. Maksudnya yang doyan dengerin musik yang kata nyokap bikin rumah roboh itu (makanya lagu rock koleksi saya cuma saya dengerin lewat MP3 player atau di laptop dengan headset atau pas lagi nggak ada orang di rumah supaya saya bisa nyanyi bak rockstar. Kidding!) ya cuma saya ini. Dan lambat-laun, selera musik saya ini influenced juga ke adek saya yang kecil hehe. Saya nggak menutup kemungkinan aliran musik lain untuk saya cintai *halah*. Saya suka pop, musik urban seperti yang udah saya bilang di atas, jazz, bahkan musik yang unik macam Frou Frou dan Imogen Heaps atau Goodnight Electric. Saya nggak melihat nama untuk mendengarkan musik, selama musiknya enak dan lagunya nggak norak saya pasti suka. Band-band baru atau indie luar negeri yang seringnya ngebawain alternative rock adalah favorit saya. I LOVE 'EM ALL! Di Indonesia, bukannya band-bandnya jelek. Masih ada kok yang berkualitas macam Dewa atau Andra and the Backbone. But they're not my favorite, I just don't feel it in my soul *mulai lebay*. Justru favorit saya adalah sebuah band indie beraliran rock yang lumayan keras di telinga, Deadmaya. Selain itu, menurut saya, yang oke buat di telinga sih Maliq and the Essentials sama RAN :] For solo, I love Agnes Monica and Afgan *hehe*. Saya juga suka tuh dengerin vocal group Tangga atau track lama Chrisye (pinjem CD nyokap). But, lagu-lagu Indonesia inilah yang paling cepet ilangnya dari list di music player saya karena saya cepat bosan sama lagu-lagu Indonesia nggak tau kenapa. Kalau lagu barat sih, setahun juga bisa saking sukanya saya sama lagu itu (Paramore misalnya :]). Well, selera musik yang bener-bener diversity di keluarga saya ini nggak menimbulkan disintegrasi karena kami menjunjung tinggi semboyan negara kita, 'Bhineka Tunggal Ika'. Yah, musik itu kan subjektif, jelek menurut saya belum tentu jelek menurut Krisdayanti *apa hubungannya coba?!*. Suka-suka saya mau cinta musik rock dan saya juga nggak akan melarang kamu yang die-hard fans musik dangdut. Musik itu ada untuk dinikmati, bukan diperdebatkan *ngomong apa sih, Sar?!*. So, let's rock n roll baby!!! P.S.: what's ur flava? tell me ok :]

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin