Monday, 14 September 2009

La La Land

Minjem judul lagunya Demi Lovato boleh dong? :]

Life updates kali ini isinya seru-seruan doang. Mulai dari artworks yang BERHASIL saya selesaikan di sela-sela tugas kuliah yang mencekik tanpa ampun sampai pengalaman saya keluar zona aman.

Masih inget sketsa fashion illustration yang saya buat dua minggu yang lalu kan? Yap, akhirnya saya menyelesaikannya juga dan inilah hasilnya. Ada 6 gambar dalam 6 kartu terpisah. Tentunya gambar-gambar itu nggak cuma iseng saya bikin, ada tujuannya tenang aja *so what??*. Ada 6 orang beruntung (atau sebaliknya ya?) yang akan menerima 6 kartu tersebut. Siapa aja mereka? Kalo saya sebutin di sini, nggak jadi surprise dong buat mereka ;] Jadi, sementara ini nikmatin aja dulu yaa hasil karya saya :D

right 1
right 2
art 1
art 2

-- -- -- -- --

Akhirnya Sour Sally mendarat juga di Surabaya!!! Setelah J.Co, wisata froyo saya (yang nyendat-nyendat gara-gara kesibukan kuliah) sampai juga di perhentian kedua yaitu Sour Sally. Franchise froyo yang udah populer banget di Jakarta ini ada di Tunjungan Plaza Surabaya. Waktu itu saya mesen pake topping Oreo karena lagi sakit perut jadi menghindari makan yang asem-asem kayak stroberi yang selalu jadi topping wajib. Ternyata enak juga makan yogurt pake topping selain buah :]

Sour Sally
pesanan saya

Saya juga nyicip pake topping mochi (hasil nyolek punya Mia) dan rasanya... biasa aja. Mochinya mungil banget sampe rasanya tenggelam sama asemnya froyo. Yang bisa saya rasain sih cuma kenyal-kenyal aja sama lembut-lembut halus hehe.

Coba Sour Sally bagi-bagi merchandise juga, pasti saya beli (asal harganya masih manusiawi dan bukan dewawi). Maskot logonya lucu banget!!!

Oh ya, I brought the cute green spoon home ;]

-- -- -- -- --

Zona aman saya adalah segala hal yang berhubungan dengan internet dan arts, you know what I mean. Maka, untuk pertama kalinya saya menantang diri dengan ikut mendaftar magang di salah satu lembaga milik kampus dan saya lolos tahap Psikotesnya.

Waktu sesi FGD (Focus Group Discussion) sih lumayan, biasa-biasa aja kayak diskusi di kelas pas kuliah. Begitu sesi Role Play, saya benar-benar nggak bisa pegangan ke mana-mana. Role play-nya adalah memperagakan tester yang sedang menguji! Jelaslah saya nggak ngerti dan nggak tahu apa yang harus dilakukan. Waktu ngelihat daftar tes yang akan dirole-playkan, untungnya sama dengan rangkaian tes waktu Psikotes. Jadi, untungnya juga, saya masih inget apa aja yang tadi dilakukan dan dikatakan oleh mbak-mbaknya :]

Di tes yang pertama, saya berperan jadi asisten tester. Masih sederhana, membagikan lembar tes dan pensil trus balik lagi ke belakang. Kebetulan giliran saya adalah dua tes yang terakhir, jadi saya masih punya waktu buat mempersiapkan mental dan hati *halah*. Time keeper bilang waktu kurang 10 menit waktu role play tes sesi pertama sedang berlangsung. Kok cepet? pikir saya waktu itu. Akhirnya tester yang saya asistenin mempercepat role-nya karena yang di belakang masih banyak. Nyampe tes ke-3, waktunya tinggal 5 menit. Dalam hati saya bilang, masa si Endah (tester tes ke-3) bagi waktu sama saya masing-masing 2.5 menit? Feeling saya waktu itu bilang waktunya nggak bakal cukup sampe saya dan ternyata feeling saya itu benar! Saya nggak sempat role play. Agak aneh juga rasanya soalnya saya ngerasa role play itu bagian paling inti dari tahap awal seleksi ini, menunjukkan gimana kita membawakan dan mengadministrasikan sebuah alat tes. Saya pasrah.

Menurut kabar burung (Elang, hehe), pengumuman yang lolos bakal ditempel jam 5 sore. Pas jam 5, saya udah nanya sana-sini lewat SMS dan Twitter tapi nggak ada jawaban juga. Akhirnya, sekitar jam 6, ada SMS dari Mia yang isinya daftar nama-nama yang lolos ke tahap interview esok harinya. And I was one of them! :D

Pertamanya tentu Alhamdulillah yang terucap meski dalam hati, berikutnya saya masih deg-degan apa yang bakal ditanyain pas interview ntar.

Next Magangers
Berasa kurcaci: moi, Mia, Hana

Dan besoknya, saya pun pergi interview dan langsung dipanggil giliran pertama bersama satu orang teman. Nggak, kita nggak diwawancarai bareng-bareng, kita beda ruangan. Waktu udah duduk dihadapan para juri, eh asessor maksudnya, saya langsung diajak bicara sama salah satu dari mereka. Saya diberitahu supaya nggak perlu nervous dan bersikap biasa aja. Saya nggak nervous, tapi saya ngos-ngosan gara-gara naik tangga dan nggak dikasih kesempatan ambil napas dulu -,-'

Hasilnya? Yah, saya sukses meracau dan haha-hihi sama asessor-nya :D Nggak tau deh hasilnya gimana, for me, nothing to lose anyway ;]

Waktu keluar dari ruangan interview, ternyata saya menemukan perbedaan dengan ruangan sebelah tempat teman saya masih diinterview. Di mana perbedaannya? Asessor. Saya diwawancarai 5 orang sekaligus, sedangkan teman saya cuma 3 orang! Untungnya yang mewawancarai pada baik, kalo jutek semua ya bye-bye internship. Karena saya malah akan balik jutek ke mereka nantinya hoho.

-- -- -- -- --

Waktu bongkar-bongkar (gudang kaleee) folder foto-foto, saya nemuin tumpukan (pengandaian aja hehe) foto makanan yang nggak pernah saya sentuh. Cuma dipindah doang dari MMC ke laptop. Melihat tumpukan foto-foto yang bikin ngiler pas siang-siang di bulan Ramadhan itu, saya pun jadi punya ide buat bikin pameran foto. Di mana? Nggak usah jauh-jauh (dan pastinya tanpa dipungut biaya alias gratis), di sini aja. Jadi kan itu foto-foto nggak nganggur gitu aja hoho. Anyway, ternyata saya juga baru nyadar kalo saya suka banget motretin makanan dan hasilnya (menurut saya dan beberapa orang teman) memang bagus. Mungkin ini sebuah pertanda suatu hari nanti saya jadi fotografer kuliner. AMIIIINNNN YA ALLAH.

Check out my first exhibition on the next post!




P.S.: more photos, as ussual, will be following on Deviantart

Saturday, 12 September 2009

A Point of View

I told you on the couple last post that several problems haunting my life like crazy and now, I think, I got a lesson from it.

Kejadian akhir-akhir ini (selain prestasi akademik terakhir yang tidak progresif) membuat saya banyak merenung, yes I told you before. Dan sekarang semakin membuat saya merenung lebih lama dan lebih dalam. Banyak hal yang membuat saya tidak habis pikir kenapa bisa terjadi, bukan pada saya atau bahkan kehidupan saya. Yang saya tanyakan adalah kenapa bisa terjadi pada X atau dalam situasi Y atau apalah yang secara tidak langsung masih berkaitan dengan saya tapi saya tidak menduga prediksi saya bisa tepat. In negative way.

Bingung? Baiklah, saya langsung pada intinya saja. I'm gonna talk about friends. Honestly, I've never got friends-thingy like this before. Permasalahan dengan seorang teman akan selesai dengan kata 'maaf' dan bahkan masalahnya pun sangat ringan sampai mudah dilupakan hanya dalam beberapa menit setelah baikan. Yang saya hadapi akhir-akhir ini sudah merupakan sebuah dinamika sungguhan dalam kelompok masyarakat dan saya sedikit terkejut karenanya.

Saya tidak akan membahas permasalahan apa tepatnya yang sedang saya hadapi, karena itu tidak penting. What matter is the way I see the problems and what lessons I got from them. Because I'm talking about friends, so the lesson is certainly based on that topic.

1. Teman sejati is a true friend a.k.a bestfriend
Sosok teman sejati sangat sulit dicari, someone who will stay there when you reach the lowest point in your life. Seseorang yang akan menjagamu ketika bersama maupun tidak. Seorang saudara yang akan menutupi keburukan saudaranya di hadapan orang lain, mengutip Hadis Riwayat Muslim dari Abu Hurairah: "Barangsiapa yang menutupi aib saudara muslimnya, maka Allah akan menutup aibnya di dunia maupun di akhirat" :]

2. Mulut terkadang lebih tajam dari mata pedang

Keep it silent if it's necessary. Dengan adanya ujian-ujian ini saya jadi sadar kalau akhir-akhir ini saya tidak diam lagi seperti dulu, which become a reminder for me to come back to the path I should be. Apa yang keluar dari mulut ini, terkadang bisa menghancurkan seseorang dan mengubah sudut pandang pemikirannya. Bisa baik, tapi juga bisa buruk. So, you'd better THINK first before you say something, THINK about the EFFECT to your self, to the people you talk with, to other people who heard it accidentally or to the people you talk about.

3. Blend means blend, not grouping with your own kind
Ketika kita berada bersama dengan orang lain, dalam skala besar (forum misalnya), then appreciate people around you with not buzzing alone with your best fellas or whatsoever. Bayangkan kalau kamu yang berada sendirian di tengah orang-orang yang sudah saling mengenal dan nggak ngerti apa yang mereka bicarakan karena kamu nggak pernah/jarang bersama mereka. Males banget kan? Mau nimbrung, iya kalo yang dibahas itu topik untuk umum. Kalau masalah pribadi? Jadi rikuh sendiri kan. Jadi kesampingkan dulu 'masalah'-mu dengan sahabat dan membaurlah dengan membahas topik bersama yang lebih umum (and of course more fun!).

4. Bestfriends ain't a tissue paper
They're not used, they're accompany and support you no matter what. Biasanya ini menyangkut masalah akademis: kuliah, sekolah de el el. Kalo lagi butuh, dibaik-baikin kayak tuan putri, eh .. giliran lagi berantem langsung deh didepak gitu aja kayak nggak pernah kenal. Nggak hanya pada sahabat/teman, we are human, we are social creature. Bertemanlah bukan karena kamu butuh seseorang di saat-saat tertentu, tapi bertemanlah karena kamu butuh seorang teman dalam hidupmu.

5. Backstabber is a coward
Bentuknya macam-macam, mulai menghasut sampai ngomongin di belakang. Tapi pada intinya, backstabber adalah musuh tersembunyi yang berwajah teman. This is more dangerous because they know you inside and out and they can break you down just like that! Why I named them coward? Karena mereka bilang suka tapi aslinya benci abis, karena mereka nggak berani bilang benci di depan orangnya langsung dan beraninya cuma menghasut orang-orang di sekitarnya dan malah ngejelek-jelekin di belakang orangnya. Backstabber juga punya nama lain, si muka dua. Kasihan ya, nggak punya muka pasti sampe beli dua biji.

6. Honesty will keep your friendship longer
Katakan sejujurnya dan langsung pada orangnya, nggak perlu ngedumel di belakang dan jadinya malah bergosip. Bukankah itu gunanya teman? Tempat pengkritik dan pemberi saran? Teman yang paling dekat dengan kita, yang bisa menilai kita luar dalam, yang bisa komplain tanpa kita merasa tersinggung karena kita percaya itu untuk kebaikan kita juga. Like I said on the #5, ngomongin temen sendiri di belakang sama aja kayak backstabber. Communicate it if you don't like and they will smile because you make her/his life better.


Dan saya rasa, kesimpulan dari permasalahan beruntun yang saya hadapi belakangan adalah selalu mencari hikmah dan pelajaran yang coba ditunjukkan oleh Tuhan. By introspection :]

Karena ujian-ujian itu intinya adalah untuk membuat hidup kita lebih berkualitas dan lebih bermakna, tentunya supaya kita menjadi lebih baik di masa depan. Trust me, every problems you gotta deal with your besties is the best way to know them. It will increase the quality of your friendship :]




P.S.: and I couldn't say anything than billion litter of thanks to the One who give me life so I got a best gift in my birthday :]

Tuesday, 1 September 2009

Lovely September

September, my favorite month, is finally coming! Horayyy!! Why is that? Because in this month I was born years a go :] Sementara itu, saya ingin menuliskan wishlist yang saya harap bisa saya dapatkan di bulan ini. Yah, itung-itung jadi referensi buat yang mau ngasih saya kado :D

One... two... three... Go!


blazer

Boyfriend blazer

#1 Black/Grey Blazer

I want this soooo bad but I still have no time to go and grab some :[ And looking for blazer with this style is a bit difficult, karena yang biasanya menjual blazer model begini setau saya hanya toko-toko branded yang JELAS mahal harganya. I plan to just sew some instead ;]


boots

I want the brown one

#2 Suede Ankle-boot
Sudah dari awal tahun ini saya pengen banget punya sepatu model ini, tapi masih belum kesampaian karena nyarinya di sini susah. Model yang saya pengen maksudnya, kebanyakan boot-nya terlalu tinggi, terlalu ramai dengan fringe-nya atau model sol sepatunya saya nggak suka. Dan ketika menemukan model yang saya pengen, warnanya nggak ada :[ Sebenarnya saya udah nemuin, model dan warna yang cocok di sebuah online shop, tapi kali ini harganya yang nggak cocok. Mahal gila!



Demi Lovato - Here we go again cover album

#3 Demi Lovato - Here we go again
What I can say with this one? Nothing. It's absolutely obvious that this album rocks!


Blue Bloods series

#4 Blue Blood Series
Sudah niat menabung dari jauh-jauh hari tapi masih belum juga kesampaian :[ Padahal masih rencana mau beli satu dulu, tapi budget kok rasanya tidak juga mengindikasikan dukungan yang signifikan.



iPod pouch
camera pouch

I wanna make this one by my self

#5 Cute camera pouch
Nyarinya susssssssaaaaaaaaaaahhhh banget! Jangan bilang kenapa saya nggak googling. I did dan nemunya ya di luar negeri sana di mana harganya juga sangat di luar logika. Banyak nemu sih di etsy.com, aje gile. Ngiler, ngiler deh kalo masuk situs itu -,-' Rencana mau bikin sendiri dulu yang dari bahan flanel, tapi beli kain flanelnya itu juga kapan T.T


Nigella Recipe Books


#6 Nigella Recipe Book
Pernah suatu kali saya jalan-jalan ke TGA dan menemukan buku Nigella, tapi bukan buku resepnya melainkan buku biografinya. And you know how much the price is? Rp 300.000,- Itu buku biografinya doang for God's sake! Sampai sekarang sih saya belum nemuin buku kumpulan resep Nigella di toko buku yang sering saya kunjungi, di Periplus pun rasanya juga nggak ada. I really wanna have this book since she always saves me from cooking-phobia :D

Kalau saya tulis semua wishlist saya, nanti jadinya malah daftar barang-barang yang harus saya beli dong ahaha. Sejauh ini enam saja, supaya bisa jadi reminder buat saya untuk stick dulu sama yang enam ini dan (sejenak) mengesampingkan lainnya.

Oh I wish I had a money machine right now.

Thursday, 27 August 2009

Welcoming Ramadhan/Buzzing bee

Bulan Ramadhan telah tiba, undangan buka puasa pun mendadak jadi agenda. Sok sibuk banget yah keliatannya?! Nggak juga sih, sebelum-sebelumnya juga saya nggak dapet undangan sebanyak ini (4 is a lot for me) dan karena puasa tahun ini saya kebetulan ikut banyak kegiatan, jadi agendanya pun nggak jauh-jauh dari Bubar alias Buka Bareng.

Mengingat kegiatan saya seabrek dan lumayan melelahkan untuk dikerjakan di bulan puasa, saya pun memutuskan untuk memperketat kegiatan di luar yang seharusnya untuk menjaga kondisi badan juga. Saya nggak mau nanti masuk kuliah dalam keadaan tepar gara-gara kecapekan. Dan hasilnya, saya pun memilih buka bareng anak-anak BLM karena sudah beberapa semester terakhir kita terpecah belah dan jarang kontak-kontakan lagi.

kite
moi, Amel, Anty, Cece

Gara-gara kesibukan masing-masing, acara Bubar BLM kemarin pun hanya dihadiri oleh saya, mbak Anty, Amel dan (as usual) Cece. Kita memutuskan makan di Depot Ampel di Jl. Walikota Mustajab (Ondomohen), menu makanannya adalah kuliner Timur Tengah--segala masakan yang berbau kambing ada di sini. Penggila daging kambing, boleh dicoba lho mampir ke sini! :]

Nasi Kebuli01
Nasi Kebuli02

Kita berempat memesan menu yang sama yaitu Nasi Kebuli, ditambah sepiring sate kambing buat lauk tambahan. Buka puasa hari itu adalah buka puasa terbaik di minggu pertama di bulan Ramadhan tahun ini ;] (juga termahal ahaha).

Thanks to mbak Anty for the 'connection' so we got a nice price :]

-- -- -- -- --

Malam hari usai tadarus, tentunya nganggur dan belum pengen tidur dulu. Apalagi di minggu pertama puasa ini saya disibukkan dengan kegiatan kepanitiaan yang terkadang juga menjemukan, jadi saya butuh hiburan entah kapan pun itu. Saya putuskan malam harinya untuk membuat fashion illustration. I have a plan with those pictures, but I can't tell you what. It was fun drawing all of them, BLOODY fun indeed! Sejauh ini saya belum masuk proses coloring, karena masih ada beberapa warna yang belum saya punya. Mungkin minggu depan sudah selesai ;]

Fashion Illustration

Inspirasi wardrobe saya ambil dari majalah NYLON (May 2009), gogirl! (August 2009) dan LOOKS (August 2009). Ketiga majalah itu sangat membantu saya dalam menentukan kostum-kostum lucu yang fashionable tapi tetap sopan. Thank God I have them :D

-- -- -- -- --

Bday Lamp

Beberapa hari yang lalu lampu kamar saya mendadak tidak bisa menyala padahal baru diganti. Daripada stres sendiri, saya keluarkan saja table lamp kado mbak Anty tahun lalu :] Suasana kamar pun jadi nggak begitu terang dan kesannya warm, cenderung gelap karena lampunya warnanya kuning dan bukan lampu neon. Saya melihat Lou di depan saya dan teringat untuk mencoba Slow Sync effect dengannya. Entah apa yang menuntun jemari saya malam itu, tapi saya mendadak ingin mencoba Scene Mode: Fireworks. Dengan tips dari Cassey, saya coba motret lampu yang bayangan sinarnya berwarna ungu dan hijau itu meski saya nggak tahu mode Fireworks pake Speed Shutter berapa. Dan hasilnya... amazing! Akhirnya saya bisa main Slow Sync effect meski hasilnya beda dengan jepretan DSLR. Yang penting saya senang Lou juga nggak kalah keren kayak DSLR :D

Slow Sync

Kalau mau nyoba, tentunya dengan kamera yang minimal satu merk dengan punya saya (Lou bertipe Panasonic FS20). Mengingat setting tiap-tiap kamera nggak sama, jadi mungkin bisa dikira-kira mode mana yang sebaiknya digunakan untuk mendapatkan efek ini.

Intinya:
1. Pakai modus malam (night mode), modus apapun yang penting bisa digunakan untuk setting malam hari. Di kamera saya ada beberapa modus yang menggunakan setting malam hari, di antaranya Night Portrait, Night Scenery, Candle Light, Starry Sky, dan Fireworks. Dari kesemuanya, Fireworks adalah modus terbaik untuk efek ini.
2. Pastikan lokasi pemotretannya tidak dalam kondisi terang, remang-remang juga bisa asal tidak terang.
3. Karena pocket camera tidak ada pengaturan shutter speed sampai serendah DSLR, maka teknik ini hanya dapat dilakukan dengan kamera saku. Untuk DSLR, bisa dibaca di blog Cassey atau menggunakan teknik yang sedikit berbeda di sini.
4. Gerakkan kamera sebebas mungkin untuk menciptakan efek yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Just free your style and you're gonna be amazed with the result :]

-- -- -- -- --

Oh ya, akhirnya majalah yang pernah saya ceritakan kisah penderitaan saya dalam melayoutnya (sumpah lebay!) sudah selesai dan sudah resmi terbit. Am I satisfied with the result? I gotta say yes and I'm proud with what I've done. Saya tunjukkan majalah pertama saya itu pada nyokap dan seperti biasa, nyokap (nor even my dad) tidak akan terang-terangan memuji hasil karya saya tapi saya tahu dari ekspresi mereka, that they're proud of me :]

INSIGHT
proudly present

Saya puas dengan hasil kerja saya saat itu, tidak perlu menyesali apa yang sudah terjadi karena masih banyak yang bisa dikerjakan di proyek berikutnya. All you need to learn about design is innovation and creativity, that's what I think. Jadi ketika ditanya Pemred apakah ada yang perlu dibicarakan mengenai hasilnya (desainnya maksudnya), saya bilang tidak. Toh majalahnya sudah dicetak, tidak mungkin kan mau dicetak ulang gara-gara desain saya jadi acak-acakan tanpa sepengetahuan saya atau apalah. Masalah evaluasi desain dan kawan-kawannya biarlah jadi bagian saya (dan layout designer lainnya). Lagipula tidak 100% desain majalah itu saya yang mengerjakan, saya dibantu Aghnis yang mengerjakan sisa artikel yang tidak sempat saya selesaikan karena saya harus beralih ke tugas OSPEK. Tidak etis rasanya saya mengkritik pekerjaan orang lain di mana tidak semua yang saya ajak bicara di situ mengerti apa yang nanti saya bicarakan, sekali lagi, biarlah ini jadi derita bagian Layout & Design hoho.

Banyak, sebenarnya, yang bisa saya camkan di kepala untuk perbaikan ke depannya. Sesuatu yang sangat mengganggu pun saya simpan untuk diri saya sendiri karena saya juga mencamkan sesuatu dalam benak saya, ini kerja tim. Jadi saya tidak boleh egois dengan bersikap sok virgin terhadap desain yang sudah saya buat. Toh tidak ada royalti, kali ini saya mencoba acuh dengan 'menghargai karya seni orang lain' yang selalu saya pegang selama ini.

Ucapan terima kasih saya berikan pada Anas Sugianto atas kesediaannya untuk membolehkan saya (dan Insighters pada umumnya) untuk menggunakan salah satu foto terbaiknya dijadikan cover majalah Insight kali ini. Our biggest thanks to you dude :D

-- -- -- -- --

Anyway, mungkin ada yang bingung melihat gambar kaos mendadak muncul di bagian sidebar. Sebenarnya itu adalah desain (pertama) saya untuk produk clothing. Saya iseng ikutan kontes yang diadakan gantibaju.com yang bertema 'Cool Chic Go Green' dan ternyata desain saya adalah desain pertama yang masuk ahaha. Lama kelamaan banyak desain baru yang masuk dan rupanya desain punya saya pun jadi terpinggirkan karena berada di halaman terakhir yang harus diklik dulu untuk berpindah ke halaman tersebut. Malah ada desain yang baru dan langsung dapat poin vote sampai 40, sejujurnya saya tidak bisa melihat sisi keunikannya karena desainnya (menurut saya) terlalu biasa. Yang tanpa harus ikut kontes pun bisa dibuat oleh siapa saja saking gampangnya. Memang ada salah satu ketentuan yang menyatakan sifat desain yang minimalis, tetapi tentunya tidak boleh kehilangan sisi artistiknya bukan? Kalau desain yang masuk kontes kelihatan biasa banget, lalu apa bedanya dengan kaos-kaos yang dijual di pinggir jalan yang kesannya cheesy. Great design costs high, saya rasa untuk itulah kontes ini diadakan. Supaya desain yang menang tidak kelihatan murahan atau biasa banget. Supaya ada bedanya desain yang dibuat oleh tenaga profesional di bidangnya (atau yang senang berkecimpung di dunia desain) dengan yang dibuat asal-asalan.

Tentunya saya tidak menyerah begitu saja. Kalau begini kompetisi yang berlangsung, maka saya harus membuat desain baru. So stay tune and don't forget to vote mine alright! :D


Selamat menunaikan ibadah puasa, guys! :]



P.S.: more photos absolutely will be submitted on Deviantart as always ;]

Wednesday, 19 August 2009

Laugh and Struggle

For the first time, I cried so hard two days later. It's the first time after the wishing time before I got to college. I cried to God, because He's the one I trust.

With all the scores I got in this semester, I got nothing but disappointment. Something that will be showed in front of my parents. Which definitely not something I wanna show to them. I have no guts to see their face, I did my best but apparently it came out even worse than the result two semesters a go.

That night was the first time since I miss the moment when I can cry and talk to God in private.

Problems come like a shit recently. Not only me, but it seems problems are kinda buzzing people around me. Serious problems which make me thinking more often than before. Thinking about my life, my self and how this world works. And I wonder, is it a better way to make people grown up? With facing bitter facts and dealing with serious problems? You know what, it's suck!

I know I can't have fun forever, there's always a sad moment which I gotta handle so it won't last forever. That's why I decided to stick with art and literature stuffs, it brings me fun and cheer me up everytime I meet them. That's why I decided to love my bestfriends no matter what, they feed me with love and happiness. Family is another thing, they're something personal that stands aside after God. They stay forever in my heart.

With all the shitty things I got recently, I got acknowledge about how my friends see me. Their point of view about me before they knew me, it's kinda interesting somehow. I become more convince about who I am now, about bloody personality that stick on me. And I thank God it's just the same old me :]

This year is a blast. I found so many changes and new things happened. It's not a bad thing actually, though there're some which haunted me like shit. But, it's all good, I'm having fun and I'm glad I have my besties stick with me through all this.



Anyway, do you have songs which echoing in your head all the time recently? A song that might represents what your feeling right now, a soundtrack of your life. Well, I have one. It's Indonesian song (found it rare in my life by the way) and I never thought it'll stick on my mind day to day. Okay, I'll tell you, it's Cinta Pertama dan Terakhirku by Sherina. After watching the video clip on TV (this is rare as well, speaking I'm not a TV-addict), I immediately wanna have the album and yes, I finally got it yesterday. Yay!!! It turns over and over on my notebook and it's on top of my playlist right now ahaha.


Speaking about TV, since my dad stops subscribe our cable TV (because my lil bros didn't wanna stand up or doing something else than stick in front of television), then I can't watch my favorite TV channel anymore, MTV. But thanks to Youtube for having some shows being uploaded :] I like to watch It's on with Alexa Chung show right now, from Youtube :D I downloaded some and first time I watched it got me laugh. Alexa is cool and funny, and I love her accent, it's not like Keira Knightly but she reminds me of my English teacher, Gary. The jokes and stuff, definitely just like him ahaha. I wonder if they share the same England area, you know, Scotland, North England or Wales.

Do you have any favorite show? (Besides It's on with Alexa Chung, I'm a fan of the Ellen Show) Or maybe you have a favorite model? ;] Just tell me your days, guys :D

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin