Monday, 5 December 2011

Still alive, pretty much

Yes, healthy and crazy as I am. Hello again! I don't feel like writing that much right now, so I guess the pictures below will tell you the story. Enjoy! :D



wisuda mia + peni
wish I'm gonna be the next fresh graduate in 2012. AMEN!

Bo 01
This guy named Kaisar Bo-San, or you can just call him, Bo :D

Bo 02
He's my best birthday gift I've ever had (ssstt... it's from God)


Bo 03
He'd like to say 'hello', but he's too sleepy to do that. Maybe next time ;)


surprise anty
Total surprise from my bestie, Anty :)

APIO 03
This is what keeps me busy lately

APIO 01
Thank God I have them! :D

APIO 02
Beyond the smile

tyas 01
tyas 02
A little hang out :D

hanamasa 01


hanamasa 02


hanamasa 03
hanamasa 04
Hanamasa. All the hard works, it's all over and thank God I have this incredible people around to work with me

Thursday, 25 August 2011

Tuesday, 16 August 2011

Friends time

BLM


Coin Fossil



No boyfie, no college thingy, no home stuffs. Just friends :D

Friday, 5 August 2011

Made in Youtube

Youtube buat saya nggak cuma sekedar kumpulan video, tapi bisa jadi playlist gratis buat nemenin waktu ngerjain tugas. Lagu-lagu lama yang saya nggak punya dan lagi pengen dengerin bisa saya temuin sekaligus sama video klipnya di Youtube.

Nah, belakangan sejak Justin Bieber jadi fenomena, banyak artis Youtube bermunculan. Banyak anak-anak muda yang menunjukkan kemampuannya dalam bernyanyi sekaligus memainkan alat musik. Artis-artis ini menyanyikan lagu lain alias bikin cover lagu-lagu top 40 yang lagi hip. And they sing pretty well, even some are better than the actual singer.

Nah, kalau beberapa minggu lalu saya nemuin Mike Tompkins secara nggak sengaja. Kali ini artis-artis yang bakalan saya ceritain juga 'ketemu' secara nggak sengaja ;]


//Helena-Maria
Duo cewek ini unik. Mereka kembar, sama-sama bisa nyanyi, bisa main alat musik and both of them are pretty. Suara mereka berdua juga tergolong unik, suaranya sih saya bilang khas musik country, ketika bernyanyi masing-masing saling melengkapi. Waktu yang satu jadi suara 1, lainnya jadi suara 2 dan sebaliknya. Waktu main gitar juga lebih unik lagi, buat yang nggak tau pasti ngiranya gitarnya dimainin satu orang yang lagi di depan cermin. Ya, salah satu dari kembar ini memainkan gitarnya dengan tangan kiri alias kidal.



Video favorit saya yaitu waktu nyanyiin cover lagu "Love Story"-nya Taylor Swift. Pas aja gitu kedengarannya di kuping :D



//Tyler Ward and friends
He got a real crazy sense of music, really, really crazy till you won't stop listening to his cover songs. Ward bener-bener jago mengaransemen ulang musik lagu-lagu yang dia cover jadi versi khas dia, yang hebatnya jadi lebih enak didenger.

Tyler Ward ini juga nggak egois dan sering ngajak duet cewek-cewek bersuara emas buat jadi partner nyanyinya. Nah, ini nih yang bikin saya kagum sama Ward. Melalui video yang iseng saya klik karena murni pengen tahu, cover lagu Lady Gaga "Born This Way" saya sukses dibikin ketagihan dengerin cover lagu-lagu buatan Ward. Dinyanyiin bareng Alex G. yang suaranya bikin lagu "Born This Way" kedengaran lebih easy listening :]



Video favorit saya lainnya yaitu cover song One Republic yang "Stop and Stare"



"For the first time"-nya The Script



Dan "Good life"-nya (lagi-lagi) One Republic.



Yup, semuanya dinyanyiin bareng cewek-cewek. But, that's the special thing about him. He's great doing a duet with these girls :]



//Christina Grimmie
Ini dia artis Youtube yang paling saya favoritin. Suaranya men! Ajiiiibbbb!!! Dari segi aransemen mungkin masih kalah sama Tyler Ward, tapiiiii dari segi suara dan kelihaian mengimprovisasi lagu, doi jago banget!

Tadinya saya pikir penyanyi cover terbaik selama ini adalah Lea Michele sebagai Rachel Berry di Glee. Yeah, everybody knows she got an outstanding voice and can sing really well. Tapi mungkin Michele perlu aware sama Christina Grimmie.

Grimmie bisa nyanyiin cover lagu kayak lagu itu adalah lagunya sendiri, nemuin celah yang bisa diimprovisasi dengan enak banget. Suaranya ngingetin saya sama suara Christina Aguilera jaman-jaman dulu waktu masih awal muncul di dunia entertainment, yang bold tapi juga ringan khas remaja. Kayaknya dia ngidolain penyanyi yang namanya hampir sama kayak doi itu, di beberapa videonya bisa ditemuin poster Christina Aguilera di belakangnya di sebelah poster Sonic yang khas itu.

Video favorit saya yang mana? Hampir semuanya saya favoritin, saking kerennya suaranya dan saking kerennya dia improvisasi lagu-lagu yang dia cover. But if I really gotta choose one, I'd pick this one, Miley Cyrus Medley. She made the medley really good, almost like a whole one song :]



and this one: "Price Tag" by Jessie J




and this one: "A year without rain" versi piano by Selena Gomez & The Scene



Trus medley lagunya Paramore ini juga cukup oke, meski agak drastis naik-turunnya dan kedengeran agak maksa but still, it's great. Her voice is amazing! :D



Trus... udah ah, mending segini aja kalau nggak ntar saya masukin semua videonya dan bisa-bisa bikin blog ini lemot -____-"

Anyway, Christina Grimmie ini udah sempet ikutan tour-nya Selena Gomez dan perform di konsernya. Trus juga udah bikin album sendiri yang mana juga nggak kalah keren sama waktu dia nyanyiin lagu orang lain (cover). So, if you still don't believe it, why don't you check her out your self? Even my boss said he favorites her as a Youtube artist too ;]




Kalau ngomongin artis Youtube, Justin Bieber udah jadi icon tersendiri buat raw artist yang lahir dari jejaring sosial ini. Pengikutnya juga lumayan banyak lho, dalam arti, banyak juga artis Youtube yang berhasil rekaman. Seperti yang udah saya bilang tadi, Christina Grimmie berhasil bikin album sendiri. Selain dia, juga ada Boyce Avenue yang sempet konser di Indonesia beberapa waktu lalu. Video favorit saya dari band ini yaitu cover song "Need You Now"-nya Lady Antebellum yang dinyanyiin bareng Savanah Outten. Kedengerannya klasik banget and accoustic always ends up great in my ears :D



Nggak cuma penyanyi bule yang bisa establish dan bikin album. Ada juga lho artis Youtube asal Asia, lebih tepatnya Filipina. Namanya Charice Pempengco, badan boleh kecil tapi suaranya konon dibandingin sama Whitney Houston dan Celine Dion lho! Si Charice ini udah mau ngeluarin album keduanya, pernah nyanyi bareng sepanggung bareng Celine Dion dan tampil di berbagai talk show populer di Amerika sono. Hebatnya, doi juga pernah tampil sebagai guest star di serial paling hip saat ini di Amerika, apa lagi kalau bukan, Glee! Di sana dia nggak cuma akting pastinya, suaranya yang emang 'megah' banget jadi ancaman serius buat Rachel (Lea Michele) yang emang selama ini sering dijadiin lead singer di tiap performance. Video favorit saya? Hmm justru waktu dia nggak lagi di depan kamera pribadi, nggak lagi di panggung atau bareng penyanyi senior lainnya, atau tampil di talk show, tapi waktu (katanya sih) audisi waktu mau masuk Glee. Di video yang pertama kalinya bikin saya tercengang ngedengerin suaranya itu dia nyanyiin "Halo"-nya Beyonce. Behhh... dengerin dia bikin improvisasi rasanya merinding saking kerennya :D



Dari Indonesia sendiri juga nggak kalah lho, masih inget kan duo Gamaliel & Audrey yang bikin heboh dunia Youtube dan berakhir mereka berdua masuk dapur rekaman?



Sebenernya masih banyak lagi artis Youtube yang juga ok, kayak Sam Tsui (yang pernah tampil di "It's on with Alexa Chung" nyanyiin "Don't stop believing" di depan Glee casts), atau Greyson Chance dan lain-lainnya. Tapi saya paling sreg sama artis-artis yang udah saya sebutin di atas, suaranya pas aja gitu di kuping saya :D

Oh so you know, gimana ceritanya saya bisa 'nemuin' orang-orang ini (berasa head hunter aja nih saya)? Pada dasarnya saya suka lagu-lagu cover, suka banget dengerin lagu orang lain dinyanyiin dengan versi yang berbeda sama penyanyi lain. Makanya saya suka ngetikin judul lagu tertentu di Youtube search bar dengan nambahin kata "cover" di belakangnya. Alhasil bakal muncul ribuan video dan biasanya penyanyi-penyanyi berbakat ini akan nongol di urutan teratas (atau kalau nggak ya kedua atau ketiga) berdasarkan banyaknya view. View ini sih buat saya jadi jaminan kalau suara penyanyi dalam video tersebut emang ok buat didengerin and I always right ;]

Khusus Boyce Avenue, saya dikenalin sama satu temen saya yang emang taste musiknya ok banget, Dito. Kalau saya lihat sih, gaya bermusik doi agak-agak mirip sama band ini. Jadi mungkin itu yang bikin dia suka sama Boyce Avenue :D *sotoy*



Well, buat yang suka dengerin musik, mungkin bisa nyobain cara saya. Manfaatin video-video yang seabrek mangkal di Youtube buat dijadiin playlist yang nemenin waktu lagi ngerjain tugas. Koleksi lagunya nggak terbatas lho, mulai dari jaman nyokap ABG sampai sekarang saya (lewat) ABG :D Enjoy!

Wednesday, 27 July 2011

A happy ending

Awalnya perjalanan ini bukan perjalanan yang ingin saya lakukan, bener-bener nggak pengen jalan-jalan di situasi di mana banyak hal yang lebih urgent buat dikerjain. Seperti skripsi yang udah dikejar deadline, misalnya.

Namun, detik-detik menjelang keberangkatan, saya meyakinkan diri kalau perjalanan ini bakalan fun. Karena apa? Karena saya bakal jalan-jalan bareng temen-temen saya sendiri, yang mana perjalanan bareng mereka selalu berakhir menyenangkan.

And it was! :D

Meskipun sebenernya saya nggak suka berpergian ke dataran tinggi (because I hate cold weather), tapi perjalanan 3 hari 2 malam kemarin saya nggak begitu ngerasain rendahnya suhu karena kegiatan kita ketawa mulu.

Anyway, emang ngapain sih sebenernya? Dalam rangka apa? Ke mana? Sama siapa aja perginya? Semacam lagu Kangen Band ini jadinya -____-"

Jadi, sepanjang weekend minggu lalu itu saya dan temen-temen sekelas mata kuliah MSDM ikut gathering di Tretes. Acaranya bertujuan buat mendekatkan para anggota peminatan PIO dan para dosen PIO, khususnya kelas MSDM (tujuan ini belakangan baru saya ketahui hehe). Jadi selain mahasiswa, ada dosen-dosennya juga. Tenang, acaranya nggak bikin boring karena bukan kuliah dan kita nggak cuma duduk manis diceramahin para dosen. In fact, dosen dan mahasiswa pada main bareng kayak nggak ada gap sama sekali.

Yap, selain dosen dan mahasiswa, kita juga nyewa jasa trainer buat mengakomodasi games dan judulnya jadi bukan gathering lagi tapi semi outbound :D Berbagai permainan mulai dari yang biasa aja, bikin ngakak sampe rahang pegel dan perut sakit, sampai yang sumpah bikin deg-degan, semuanya sukses ngebangun kita semua jadi satu tim besar yang saya nggak nyangka sebelumnya.


coffee and water
wishes
I wish upon a star

Malam pertama sebelum outbound dimulai, trainer ngasih materi yang mana kita semua diminta buat menuliskan harapan-harapan yang ingin dicapai di akhir gathering nanti. Kebanyakan sih sama, pengen menghilangkan gap antara dosen dan mahasiswa serta di antara mahasiswanya sendiri. Sebenarnya sih dosen-dosen saya itu orangnya asik banget, gaul dan nggak sok tua. Cuma kadang emang rasa segan itu masih ada, jadi timbulah gap. Trus, fyi, MSDM ini mata kuliah di mana kita sekelas dibagi ke dalam kelompok-kelompok kerja yang mana kelompok ini bertahan selama satu semester lamanya. Nggak heran kalau akhirnya kita terbentuk ke dalam klik-klik yang kecenderungannya nge-gap. Nah, harapannya gap ini akan hilang usai gathering berakhir.


my CEO, Pipit
my CEO, Pipit

gather

Melalui permainan yang saya, temen-temen dan para dosen ikuti, proses blending itu pun jadi saya rasain. Semua lepas, melebur tanpa melihat asal kelompok, main sepuasnya, gila-gilaan (ini termasuk dosennya juga lho), gap bener-bener dihilangkan, meskipun rasa hormat masih dijunjung tinggi.


mahar
karaoke pas nganggur. Mulai yang muda, Mahar

pak supri
sampai yang senior, Om Supri :D


forest

the overall view

arrows

green view

Bagian favorit saya adalah waktu malam terakhir, di mana dosen dan mahasiswa berkumpul buat mendialogkan pencapaian harapan gathering yang udah ditentuin di awal sekaligus membicarakan apa aja kekurangan yang dialami selama gathering ini. Nah, titik yang bikin saya enlighten itu pas dosen paling senior di departemen PIO angkat bicara, Pak Ino. Itu rasanya kayak baru aja dapet cobaan yang berat banget, ngerti kan rasanya dapet cobaan itu keselnya minta ampun, trus pas udah lewat kita bisa ngerasain hikmahnya. Saya kayak ditunjukin, ini lho tujuannya kita ngelakuin gathering ini, ini buat kita semua, nggak cuma buat kepentingan kelompok. Emang sih waktu 3 hari 2 malam itu nggak cukup buat ngedeketin kita semua sampai kayak keluarga, tapi udah lebih dari cukup buat mengakrabkan kita ber-25 plus para dosen buat menuju ke tujuan akhir yaitu kebersamaan dan kekeluargaan.


going home
heading home

MSDM crew

Dan bisa saya bilang, gathering kemarin pun berakhir dengan tercapainya tujuan serta harapan and I'd say, this semester is end up in a happy ending :D







Wednesday, 13 July 2011

Oase

Yap, kembali lagi saya menengok blog yang sudah lama tak terjamah ini.

Kali ini saya mau berbagi sedikit cerita perjalanan saya ke Blitar sama nyokap. Ini perjalanan pertama saya berpergian cuma berdua doang sama nyokap, nggak seru-seru amat sih cuma lumayan lah buat quality time berdua.

Seminggu sebelum keberangkatan...
Mom: Mbak, ikut yuk mama jalan-jalan?
Moi: Ke mana?
Mom: Ke Blitar
Moi: gyahahahahahaa ke makam Bung Karno?
Mom: mhmm...
Moi: gyahahahahahaa kirain jalan-jalan ke mana, Ma. Ke Singapur kek-
Mom: (udah siap-siap mau bekep pake bantal)

Ada event apa emangnya kok destinasi ke Blitar? Ceritanya perjalanan ini terjadi karena saya diajak nyokap buat nemenin biar nggak jayus di jalan. Kami pergi nggak cuma berdua doang, ada sebis isinya orang-orang se-RT. FYI, keluarga saya baru pindahan dan berpergian sendirian bareng orang-orang baru yang udah pada kenal bukan agenda yang oke, maka nyokap pun ngajak saya.

Mengingat saya jarang banget hore-hore bareng nyokap (karena saya, istilahnya, my father's daughter), perjalanan ini pun jadi salah satu upaya buat nyenengin nyokap. Bus berjalan sekitar 4 jam menuju Blitar, tujuannya adalah Makam presiden pertama kita, Bung Karno.

Blitar
photo by my Mom

Ini adalah kunjungan saya yang pertama di Blitar dan otomatis ke makam Bung Karno, nyokap sendiri udah yang ketiga kalinya. Bus berhenti di area parkir khusus wisatawan dan untuk ke area makam, udah disediain becak wisata yang PP cuma Rp 10.000. Yah, itung-itung memakmurkan wisata lokal lah yaa. Turun dari bus, sejujurnya, saya suka sama atmosfer kota Blitar. Sejuk, tapi nggak dingin yang kayak di Batu itu. Suhu kotanya sendiri masih cenderung hangat, tapi angin yang sesekali berhembus itu yang bikin udara jadi sejuk. Hmmmm.....

Memasuki area makam, saya dibuat takjub dengan arsitektur bangunan lokasi wisata andalan kota Blitar ini. Kalau biasanya makam-makam yang dijadiin tempat wisata selalu identik dengan gapura, desain arsitektur kuno dari jaman majapahit, yang ini? Juara! Top deh buat pemerintah kota Blitar yang niat banget mendesain arsitektur lokasi wisata utamanya. Bener-bener modern, apalagi ada perpustakaan umum yang bisa dikunjungi anak-anak. Mana ada coba tempat wisata pemakaman yang punya perpustakaan buat anak-anak? Yang ada juga pada kabur tuh bocah-bocah. Mungkin karena, remind me if I wrong, Bung Karno lulusan arsitektur, jadi pemerintah juga malu dong masa lulusan arsitektur yang selalu bervisi ke depan makamnya bergaya jaman kerajaan. Sepanjang perjalanan menuju makamnya sendiri pun para pengunjung diberi pemandangan cantik yang modern dengan hiasan kolam ikan di tengah-tengah dan pilar-pilar yang menjulang mempertegas kesan urban. Agak jauh sedikit dari pintu masuk, di sini lah ke-khas-an makam di Indonesia. Gapura raksasa menjulang sebagai pintu pembatas area makam, sekitar 5m dari situ terdapat pendopo di mana makam Bung Karno berada. Ketika melangkah melewati gapura, di sisi kiri terdapat masjid yang pintunya dihiasi ornamen ukir yang bikin desain masjidnya unik.

Puas menikmati indahnya arsitektur area makam Bung Karno, perjalanan lanjut ke kota Jombang. Lho ada apa emang di sana? Saya sendiri baru tahu kalo trip ini bakal ke dua kota beberapa jam sebelum hari H. Rencananya kita mau mengunjungi makam Gus Dur, jadi ceritanya trip sehari ini judulnya "Kunjungan Wisata Makam Mantan Presiden Indonesia", minus makam Soeharto. Karena satu dan lain hal, kunjungan ke Jombang jadi nggak asik dan saya BT sampai perjalanan pulang (mungkin yang ngikutin twitter saya waktu itu tahu kenapa). Akhir cerita, jalan-jalan sama nyokap lumayan lah, secara saya jarang banget nih quality time sama nyokap. Biasanya sama bokap dan kebanyakan juga sama bokap, secara I'm my father's daugther :D

Mana fotonya??? Tenang, saya nggak lupa bawa Lou kok. Klik ini aja yaa :]




-- -- -- -- --

Nggak ada plan sebenernya buat dateng ke acara yang dipersembahkan khusus buat kaum perempuan ini. Ice Woman Chapter, sebuah event di mana kita para cewek bisa bebas belanja tanpa perlu takut dijutekin cowoknya karena kelamaan keliling booth. Saya dateng atas ajakan mbak Anty (as usual) dan lumayan bisa pake kartu pass gratisan :D Kebetulan dia dapet jatah jaga salah satu stand hari itu, Bikeberry (komunitas sepeda pengguna Blackberry). Jadilah di dalam hall kita berdua kalap masuk ke sana-sini, bingung mau beli yang mana. Setelah saya keliling (entah berapa kali), kesimpulannya saya pengen beli ransel model koper yang lucu banget. Masalahnya duit di dompet nggak mencukupi, terpaksa deh saya meninggalkan booth si ransel koper dengan wajah sedih. Mungkin lain kali ya, cutie baggie :[

with Anty
with my lovely bestie, Anty

Oh ya, selain event belanja, ada juga stand-stand komunitas mulai dari Kaskus region Surabaya, sepeda (Bikeberry misalnya), film indie sampai pameran artwork dari seniman perempuan yang bernaung di bawah nama BRAngerous. Ini nih yang sebenernya bikin saya interested pertama kali baca spanduknya di jalan, judulnya di situ sih art gallery tapi saya nggak nyangka kalo ternyata pameran artwork kontemporer yang gayanya saya suka banget, pop! :D

cute ehmy fave!

Waktu ngelihat karya-karya yang dipajang rasanya jantung saya deg-degan, adrenalin meningkat saking excited-nya. Biasanya karya-karya semacam ini cuma bisa dinikmatin sebagai ilustrasi di majalah, paling banter meramaikan desain kaos-kaos distro. Di pameran ini, pop artwork bisa diterapkan di beragam media. Love it!!

Anyway, BRAngerous sendiri merupakan komunitas dan infonya bisa dibaca di sini :]











How's your life goin', mate? ;]

Tuesday, 31 May 2011

Ketika yang punya Kuro sakit

Jadi ceritanya seminggu lalu itu saya tepar tak berdaya gara-gara kena tifus.

Kenanya tepat sehari setelah pulang dari Lombang, awalnya kirain cuma kumat biasa. Pusing-pusing gitu, udah minum si permen merah tapi pusingnya nggak ilang-ilang juga. Bahkan sampai keesokan harinya, keesokan harinya dan besoknya lagi.

Dulu udah pernah sih kena, tapi cuma sebatas gejala yang untungnya langsung sembuh. Kali ini saya bener-bener nggak nyangka bakal kena lagi, secara gejala yang saya alami beda banget sama yang dulu.

Karena pusing, mau muntah dan lemes yang nggak kunjung sembuh, pergilah saya ke dokter dianter bokap. Sebelumnya saya sempet googling dan nemuin gejala-gejala serupa yang ternyata dialami oleh penyakit yang berbeda-beda. Mulai dari maag ringan, kanker otak sampai hamil. Nah lho!

Daripada parno sendiri, mendingan langsung ke dukunnya, eh maksudnya ke dokternya aja deh.

Waktu diperiksa, dokternya bilang ada yang nggak beres sama lambung saya. Waktu saya tanya itu maag atau bukan, dokternya bilang nggak bisa mastiin langsung sebelum cek darah dulu. Dia bilang takutnya saya kena thypoos. Oh man.

Cek darah deh saya ke laboratorium yang ada di gedung yang sama dengan praktik dokternya. Kirain bakal disobek kecil gitu ujung jari saya, ternyata saya disuntik booookkk!!! Yah meskipun nggak sakit-sakit banget tapi saya anti banget sama yang namanya jarum suntik dan saya nggak ngira bakal disuntik buat cek darah. Untung petugas labnya baik banget, nenangin saya sampai bilang bismillah dulu (baca: khusyuk banget kayak mau ngaji) sebelum nusukin itu jarum ke kulit saya. Masukinnya juga ternyata nggak dalem-dalem banget kayak suntik hepatitis atau apalah itu suntik jaman SD dulu, bentar banget nggak kayak lagi diambil darahnya. Mungkin proses waktu jarumnya nusuk itu yang bikin sakit. Anyway, kelar cek darah, saya disuruh nunggu buat mengetahui hasilnya ntar.

Nggak lama kemudian, hasilnya keluar. Saya bawa deh itu kertas hasil cek darah ke dokter yang tadi meriksa saya. Kali ini dokternya minta bokap buat ikutan masuk buat denger vonis penyakit saya (serem amat ya kedengerannya -____-"). Daaaaaannn ternyata saya kena tifus sodara-sodara!

And you know what, nggak cuma vonisnya aja yang bikin spot jantung. Tapi juga pantangan-pantangan yang dikasih sama dokternya.

Dokter: Sementara jauhi serat dulu ya, sayur-sayuran atau buah gitu nggak boleh.
Saya: (ngangguk)
Dokter: Makannya yang agak lembek dulu ya, nasinya ditim aja.
Saya: Iyaa (nasi tim itu sesodara sama nasi goreng bukan? *mikir)
Dokter: Santan juga nggak boleh (sambil nulis resep obat)
Saya: (ngangguk) (mulai mikir makan apa yang nggak pake santen)
Dokter: Goreng-gorengan juga jangan dulu ya.
Saya: Hmm...
Dokter: Susu juga jangan dulu ya.
Saya: *nyoss
Bokap: Oh susu juga nggak boleh, Dok?
Dokter: Iya, takutnya lambungnya nggak kuat.
Bokap: Ohh...
Dokter: Jangan jajan dulu ya.
Saya: *mampus! (bye-bye Takoyaki, Gei dan Jai, pentol Ubaya hikss I'm gonna miss youuuu)

Saya nggak begitu dengerin waktu si dokter jelasin obat-obat yang harus diminum ke bokap. Satu-satunya yang ada di kepala saya waktu itu adalah "Terus gue makan apa coba????"

Sebelum saya mutusin buat lari ke hutan dan tinggal di gua aja, saya tanya lagi ke dokternya.

Saya: Kalau roti boleh, Dok?
Dokter: Nggak apa-apa.
Saya: (ngelap keringet di dahi)

Opsi pertama yang melintas di kepala adalah bubur. But, please, bubur adalah salah satu makanan yang paling saya hindarin. Saya nggak doyan bubur, ngeliat penampakannya aja udah ogah.

Soal nasi yang agak lembek, bukannya saya pengen dikhususin di rumah, tapi itu bisa diakalin. Saya bisa ngunyah nasinya lebih lama, jadi lebih halus kan, nggak masalah. Soal lauknya nih yang bikin orang serumah bingung harus ngasih makan saya apa. Satu-satunya makanan yang 'halal' saya telen cuma roti, tapi roti tanpa susu itu jayus banget. Nggak asik dan bikin bosen, rasanya kayak ada yang kurang. Apalagi saya addict banget sama susu coklat dingin, kalo di rumah sehari minimal saya pasti bikin segelas tumblr. Kadang bisa lebih. Dan dokter itu berani-beraninya ngelarang saya minum susu coklat enak yang nggak ada duanya itu. Itu rasanya kesiksa banget, beneran.

Mau makan itu, salah. Mau minum ini, salah. Jalan ke sana ketemu roti, belok dikit ada roti lagi. Arrrggghhh! Sori roti, kamu emang makanan pokok saya tapi tanpa sahabatmu si susu coklat dingin, I can't eat you that much :[

Penderitaan belum berakhir. Selain soal topik pantangan makanan, saya juga mendapat keharusan buat istirahat total alias bedrest.

Dokter: Banyak istirahat. Jangan ngelakuin pekerjaan yang berat-berat dulu ya.
Saya: (sebenernya mau nanya, "ngerjain skripsi termasuk nggak, Dok?" tapi di sebelah ada bokap, takut dijewer)
Dokter: Sebenernya kalau begini, biasanya saya sarankan buat opname, Pak. (noleh ke saya) Tapi buat kamu, saya coba dulu bedrest aja. Kamu ngerasa sakit banget nggak?
Saya: Maksudnya 'sakit banget', Dok?
Dokter: Ya, masih bisa nahan nggak?

Karena opname itu bakal membunuh saya karena satu penyakit yang lebih parah bernama kebosanan, maka saya bilang ke dokternya,

Saya: Bisa kok, Dok.

And yes, meskipun beberapa kali agak kesusahan bangun dari kasur (karena kepala berputar-putar dan bawaannya lemes banget), but I survive, man! Berkat bantuan perawat pribadi saya yang super super baiknya, si adek saya tercinta :D Dia nggak cuma nolongin saya kalau saya butuh sesuatu tapi juga jadi badut dadakan (well, actually that's his natural habit) yang ngehibur saya biar nggak lesu terus. Yah, meski waktu dia lagi di sekolah saya bener-bener mati gaya, bosen nggak ketulungan sampai yang jadi korban ada nilai pulsa yang saya habisin selama nggak sampai seminggu itu membengkak total. Gara-garanya saya twitter-an, cek facebook sampai googling dan download game buat membunuh kebosanan saya.

For your info, di rumah saya banyaknya sendirian, kebanyakan waktu saya dihabiskan di kasur and I tell you, that's freakin booooorrrriiiinggg! Guling ke kanan, mentok tembok. Guling ke kiri, ngeliatin lemari. Bosen kan?

Nonton TV? Oh, saya bukan penggemar setia televisi lokal kita. Jadi daripada saya malah muntah, mending saya stay di kamar aja tiduran.

Ketika yang punya Kuro sakit

Sesungguhnya sakit ini emang teguran dari Yang di Atas. Saya diingetin buat jaga kesehatan. Pola tidur saya akhir-akhir ini emang berantakan banget, kayak kelelawar, adek saya bilang. Habis gimana lagi dong, seringnya inspirasi itu datengnya pas malem-malem pas rumah sepi baru saya bisa kerja on fire. Salahin itu datengnya wangsit! -________-"

Bokap sama nyokap juga bilang hal yang sama, waktu tidur saya jadi nggak normal. Bangun nyaris tengah hari, tidurnya udah lebih dari jam yang seharusnya. Kata bokap, pola tidur kayak gitu itu bikin nggak sehat. Sejujurnya, saya juga pengen lho punya jam tidur kayak jaman sekolah dulu. Teratur dan meski bangunnya sambil ngomel-ngomel (because I hate being woken up in the morning by alarm), but it feels good somehow.

Yah, mungkin saya bakalan nyoba tidur lebih teratur lagi. Tapi jangan salahin kalo tugas dan kerjaan datang bertubi-tubi dan bikin jam tidur saya berantakan lagi. Salahin yang ngasih tugas nohh!

Oke, temen-temen jaga kesehatan yaa. Tidur cukup itu penting lho, saya pernah baca artikel kalau tidur kurang dari 6-7 jam resiko penyakit jantungnya tinggi. Ngeri kan? Trus, hati-hati juga kalau beli makanan. Terutama yang doyan jajan, bakteri yang terkandung dalam makanan yang nggak bersih (yang biasanya dijual di pinggir jalan) bisa menginfeksi lambung yang ujungnya bisa jadi tifus kayak saya. Sekarang saya jadi mikir-mikir lagi kalau mau jajan, kapok deh disuruh tiduran mulu di kasur, kapooookk nggak boleh makan ini-itu.

Oh yang paling penting, minum air putih yang banyak. Pesen bokap saya dari dulu nggak peduli saya lagi sakit atau nggak, yang saya rasain sendiri manfaatnya :]

Sehat itu mahal lho!





P.S.: thank you very much for all your supports and prayers, my dear friends. From the bottom of my heart, thank you :]

Monday, 30 May 2011

Happened

Time flies so fast, don't you think? It's midyear already. Next month is June and I still have bunch of burdens to be solve. Ok, time to change the topics.

It hits me when couple weeks ago I came to my bestfriends' graduation ceremony. Yes, 3 of my besties has graduated from the faculty I've been studying so far. Yeah, some people wanna live their life faster than the other. That's fine, I'm okay with my self.

But it really makes me realize, it's been 4 years going. I was a junior back then and now I am the seniors who are prepared to be kicked out from college. Ok, that's sarcastic. But unfortunately true.
So does my other life, I mean, I'm not only having one thing like college in my life. That would be pathetic, to be honest. Ok, so I have friends, boyfie, school, dreams, family... and it's all changing in a way that I don't even have a chance to see it. Life has changed me, for real. People around me, the way I'm thinking, my feeling, my dreams (for a greater one), and almost everything.

wisuda 01wisuda 02

plus Yuri, but I lost the picture Cece's sent me :'[

Friends come and go. They came, have fun with me, be there when I'm in need, and then come a moment when they have to leave to pursue their dreams. But we're still remain friends. I will always have you here, my dear bestfriends :]


rosedate

It was a year ago (and more when this post written). Never thought we could get this far, never thought I could be this far. A year is not only a number, it has changed me during that range. And I realized that. Change everything, my thought, my feeling. Maybe God have something for me, through him. I don't know what but I think I need to go deeper to figure it out.

campus parking lot
And the last thing is my college. I met more of my juniors than people in my year or older. It means what? It means that my friends are getting focus on their thesis so they spent less of their time on campus. Sometimes I feel lonely when I see the place we used to hanging out is filled with people I don't know. What about me? Well, I did, sometimes. But also, there are so many things I can't leave behind. I just can't.

Like I said on my posting about this year. This is the year of responsibility, I'm responsible to more than one thing only. So it's not easy, to be honest, to handle everything by my self. Sometimes I need a time to do one thing so the others might need to be wait behind. That is hard, honestly.
But I know, once again, God always keeps me good. God always gives me His best way, and I trust Him.

I'd like to say I'm sorry if I've done something out of control in the past, something that might be not my habit, something that might be hard to tolerate. I'm struggling to reach my dreams and my responsibility at once, and I'm telling you, it's not as easy as flipping out you palm hand. And the only support I have, right now, the biggest one, comes from God.

I hope you understand :]




P.S.: this one is dedicated to my BLM sistas, Pudika, Sinta, Yustin, my soulsister; Anty, and the boyfie "Onyet". My life would suck without you :D

Oh I hit it again!

It's been a while, huh?

Yah, udah lama juga nggak posting travel journal lagi ya. Kali ini saya mau nulis tentang perjalanan saya lagi. Destinasi yang jadi target saya adalah Pantai Lombang, Sumenep yang ada di Pulau Madura.

Oh kenapa mendadak pengen ke sana?

Berawal dari foto yang saya lihat di galeri punya mbak Titis setahun lalu, pada bagian caption ada keterangan tentang lokasi pemotretan yang ternyata ada di Lombang, Sumenep. Di foto, pantainya berpasir putih dan kelihatan cantik sekali. Saya tanya deh sama mbak Anty, secara dia udah sering banget ke Madura. Ternyata dia juga tau pantai itu dan tanpa babibu kita rencanain trip ke Lombang dalam waktu dekat. Err... 'waktu dekat' ini sebenarnya adalah Desember tahun 2010 lalu, tapi karena kesibukan dan jadwal kuliah yang nggak bisa ditawar, akhirnya rencana ini baru bisa terlaksana tahun ini.

Mungkin saya perlu berterima kasih pada pemerintah yang udah ngasih hari libur tambahan pada tanggal 16 Mei kemarin. Begitu ngeliat tanggal merah yang berderet, mbak Anty ngajakin jalan-jalan. Awalnya mau ke baby zoo karena saya udah lama ngidam ke sana, tapi ngebayangin wahana liburan di long weekend pasti bakalan kayak es dawet saking ramenya. Saya ogah kalo harus desak-desakan dan ujungnya nggak bisa nikmatin suguhan hiburan yang disajikan. Tercetuslah Lombang sebagai tujuan jalan-jalan kita akhirnya. "Mumpung libur panjang", kata mbak Anty.

Ada benernya juga, pikir saya. Rencana sih berangkat hari Senin, tapi ternyata si pacar ada urusan dan mbak Anty juga jadinya diundur hari Selasa-nya. Hari itu sekaligus hari besar buat saya dan si pacar ;]

Anyway, hari demi hari berlalu, jumlah anggota yang berangkat bolak-balik berubah dan akhirnya kurang sehari mbak Anty mutusin batal ikut karena urusan keluarga. Saya sempat mau ngebatalin buat nggak berangkat aja, karena nggak tau jalan ke sana sama sekali. Tapi si pacar minta buat berangkat aja, alasannya udah terlanjur ngajak banyak orang. Berbekal nekat, kita berangkat deh ke Sumenep dengan pengetahuan tentang rute yang pas-pasan (baca: cuma pacar doang yang tau jalan). Oh and FYI, saya jadi Sanchai sehari gara-gara formasi yang ikut adalah 4 cowok dan saya satu-satunya yang paling cantik :p

Perjalanan memakan waktu 4 jam lebih 30 menit, karena kita harus nanya-nanya dulu waktu mendekati area Lombang dan itu lumayan memakan waktu sekitar setengah jam. Memasuki area wisata, kami disambut gerbang khas dengan bilik karcis di tengahnya. Biaya masuknya cukup murah lho, Rp 3000,00 per orang dan Rp 5000,00 untuk satu mobil.

Setelah bayar karcis, masuklah kita ke dalam area yang ternyata bener-bener masih virgin. Kanan-kiri masih berupa tanah kosong dengan hutan cemara udang yang membentang luas, tempat ini indah dengan kealamiannya. Meskipun ini tempat wisata dengan pantai yang tersohor karena keindahannya namun area sekitarnya nggak dirawat seperti selayaknya. Sampah, tanaman-tanaman kering dan tumpukan bebatuan di beberapa sudut bisa kita temui di sana.

Waktu masuk, asumsi saya bakalan rame karena ini hari libur. Begitu liat area parkiran, beberapa mobil yang berjejer membuat saya berpikir ulang. Mungkin di dalam nggak seramai yang saya pikirin. And it was! Meskipun ada sejumlah motor dengan jumlah yang lumayan banyak yang juga diparkir di area yang lebih dekat dengan pantai, tapi suasana pantainya sepi banget. Tenang dan berasa pantai pribadi! :D

Begitu datang, kita berlima langsung duduk menikmati semilir angin di bangku yang menghadap pantai (oh dan di depan kita juga ada seekor kuda yang lagi parkir). Itung-itung ngelurusin kaki setelah 4,5 jam penuh duduk dengan kaki nekuk. Oh it feels like heaven!

feet vs water
Kaki udah nggak sabar aja pengen segera lari ke pantai, main air, ngerasain pasir pantai. Tapi semua itu harus saya tahan karena si pacar pengen istirahat dulu, saya maklum dia pasti capek setelah nyetir nonstop. Alhasil saya temani dia dulu sebentar sebelum lari ke laut :D

yayy
watersteps
Karena males cebur-ceburan sama pengunjung yang lain, saya jalan ke sebelah barat pantai yang cenderung lebih sepi dan view-nya ternyata lebih alami. Bukannya warung-warung penjual makanan, di balik bagian pantai yang saya datangi adalah bukit pasir berwarna putih pucat, sedikit berbeda dengan pasir yang ada di bibir pantai. Ngeliat pasir cantik nganggur, saya ajak si pacar main pasir dan pendem kakinya sama scrub muka sekalian. Itung-itung spa gratis, iya ga? :D

Oh dan untuk kali pertama saya ngerasain sun-bathing, it feels pretty good. Terutama karena pemandangan air laut torquise sejauh mata memandang terbentang di hadapan saya, desir-desir ombak di bawah kaki dan hembusan lembut angin menyentuh kulit wajah. Oh seandainya saya bisa berada di kondisi itu setiap hari...

Bosan sun-bathing, saya jalan sedikit masuk ke air dan refleks yang kita rasain begitu masuk air pasti.... main air!!! :D Waktu jalan dengan kaki terendam air, saya juga sempat melihat anak-anak ikan berenang gesit sekali menjauhi tangkapan saya. Mungkin ikan-ikan kecil itu terbawa ombak, bukannya anak-anak ikan suka berenang di sekitar terumbu karang dan rumput laut? Sedangkan di pantai yang saya datangi, nggak ada tuh karang-karang atau padang rumput laut. Atau mungkin saya kurang jauh ke tengah laut? Hmm, maybe.

oh helloww
Capek main air dan kulit rasanya udah kepanasan, saya ngadem deh di atas bukit pasir putih dan duduk di atasnya dengan beralaskan rerumputan liar. Ngeliat Agus beli kelapa muda, saya jadi pengen. Saya ajak pacar buat beli itu kelapa muda buat diminum bareng karena porsinya gede banget, satu buah kelapa muda dihargai Rp 3500,00. Murah banget gelaakk! Di Surabaya yang kayak gitu nggak boleh tuh segitu.

Usai minum kelapa muda langsung dari buahnya, kami berlima mutusin buat balik ke Surabaya. Lagipula perut juga udah krucuk-krucuk minta diisi. Atas saran salah satu temen kuliah kita yang pribumi situ, Halida, mampir deh makan di rujak Madura "Bu Sri" yang tempatnya nyempil banget kayak upil. Masuk-masuk gang gitu, jalannya belok-belok, tapi lokasinya di tengah kota. Kata Halida, kuliner enak di Sumenep ada di tengah kota tapi lokasinya nyempil. Mungkin biar resepnya nggak ditiru kali ya? hehe

rujak madura
Rujak Madura, di lidah saya, serupa macam gado-gado dan tahu telor. Bedanya krupuk yang ada di gado-gado atau tahu telor diganti dengan semacam krupuk melinjo yang lebar-lebar, selain itu ada potongan singkong rebusnya juga. Overall sih enak buat pengganjal perut :D

Perjalanan hari itu bener-bener menyenangkan, santai and I enjoy it. Satu hal sih sebenernya yang bikin agak kesel, waktu mau masuk mobil seorang pria mendekati si pacar minta upah. Tadinya sih bilangnya buat uang parkir. Tapi kemudian pacar saya bilang udah bayar, eh si mas-masnya malah berdalih buat biaya pemeliharaan sama kebersihan. Dan nggak tanggung-tanggung, mintanya Rp 10.000,00! Itu 3x lipat dari harga tiket masuknya for God's sake!!!

Menurut saya sih ngeselin banget. Anggaplah saya mau traveling hemat, semua pengeluaran udah diperhitungin eh mendadak ada pajak parkir asal-asalan kayak gitu. Mana mintanya juga nggak sopan, nominal yang diminta juga nggak kecil. Kalau di pintu gerbang udah dimintain karcis (yang mana uang yang dibayarin sesuai sama harga yang tertera di karcis), kenapa di dalam masih ditarik uang lagi? FYI, karcis yang diberikan di pintu masuk itu ada tulisannya "Karcis Parkir" lho.

Bukannya saya nggak peduli sama pemeliharaan lingkungan, tapi seharusnya kalau memang beban pemeliharaan dan kebersihan ditanggung pengunjung, ya lakukan dengan resmi. Seperti dimasukkan dalam karcis retribusi misalnya, bukannya dengan parkir liar kayak gitu dong. Dan hey pemerintah daerah, setahu saya ada anggaran kan buat pemeliharaan lingkungan. Apalagi ini tempat wisata yang (di internet sih) sering dikunjungi wisatawan asing, dan keindahannya masih terjaga. Kenapa nggak berusaha mengangkat potensi wisata sendiri daripada didiemin aja duitnya di brankas?

Selama perjalanan ke Lombang, saya sempat browsing mengenai lokasi wisata itu. Beberapa link mengarahkan saya pada berita mengenai kasus sengketa tanah antara pemerintah daerah dan penduduk lokal terkait dengan pantai Lombang. Ini juga nih biang keladinya, mungkin konflik ini belum kelar sehingga pihak kedua pun memberlakukan 'pajak' tersendiri pada pengunjung. Sebelum menginjak pantai pun saya sempat melihat papan yang berdiri di tengah jalan yang menunjukkan kepemilikan tanah oleh seorang penduduk lokal. Allah aja ngasih kita pantai indah nggak minta pajak apa-apa lho :]

Yah, semoga duit Rp 10.000,00 itu bener-bener difungsikan buat pemeliharaan lingkungan dan kebersihan yang emang beneran dibutuhin (kalau pemerintah emang nggak ngucurin dana buat itu).

Well, kalau ditanya capek atau nggak? Saya bilang sih nggak (iyalah, kan nggak ikut nyetir hehe). Masih lebih capek waktu ke Sempu dulu, karena emang harus trekking dulu. Yang ini, begitu parkir mobil, tinggal jalan sekitar 100 meter aja udah nyampe. Meski demikian, pemandangannya juga nggak kalah cantik lho. Pasir pantainya juga lebih lembut, menyerupai tepung, saya sampai mau ambil spons lho buat bedakan :D

Yang bikin saya suka di pantai ini adalah suasananya nggak terlalu ramai jadi saya bisa bebas lari-larian dan main air tanpa takut dikira gila or worse, nabrak anak orang. Selain itu, suasana yang tenang bisa bikin pikiran relax dan badan pun jadi santai. Like those people used to say, "Santai... kayak di pantai..."

Jadi, daripada jauh-jauh ke Sentosa Island atau malah ke Kuba, di Sumenep, Madura juga ada kok pantai yang bisa buat gulung-gulung atau sekedar melepas penat dengan menikmati pemandangan cantik :]

Oh ya, waktu googling, ada yang bilang di Lombang bisa snorkling. Waktu di sana sih saya nggak nemuin area yang diperuntukkan untuk itu. Snorkling-nya independen atau ada jasa guide yang bakal nemenin gitu nggak sih? Kan nggak lucu aja kalau mau nekat snorkling trus mendadak harus meeting sama om-om hiu putih. Or worse, kegulung ombak ganas sampai Raja Ampat. Should I be thankful or regret, in this case? ;]

Yah, karena saya nggak tau kondisi laut di pantai Lombang seperti apa (juga pantai manapun di negara ini), jadi alangkah baiknya kalau waktu snorkling (atau diving pun) ada guide yang menemani. Karena ini menyangkut keselamatan diri sendiri. Lagipula, kita bukan penguasa air, we're nothing under water. It'd be wise if we trust somebody who capable to guide us down there.

Akhir kata, 4 jam perjalanan dari Surabaya rasanya bukan apa-apa begitu melihat pemandangan di pantai cantik itu. Just go there and see it yourself! :D





See you on my next trip!





P.S.: more pictures, hit it here!

Sunday, 1 May 2011

Ketika Kuro sakit

Sudah nyaris sebulan lebih ya blog ini nggak update, kali ini bukan karena waktu yang bikin saya nggak nulis. Tapi masalah teknis yang bikin keadaan makin menyedihkan.

Suatu hari saya download dari Torrent, file-nya berformat .rar. Kelar download, saya buka, eh di dalamnya ada folder yang judulnya Extras. Waktu diklik, nggak respon apa-apa. Saya klik bolak-balik dan hasilnya sama. Tapi, ternyata absennya respon itu hanyalah kamuflase. Bak pembunuh berdarah dingin yang membiarkan korbannya merasa aman terlebih dahulu, si file asing itu memang tidak menunjukkan perubahan beberapa menit awal. Namun beberapa saat kemudian, muncul window-window aneh yang menuntut konfirmasi dari user. Saya panik, saya sudah lupa apa saja yang saya lakuin waktu itu. Begitu sistem kembali stabil, I found it that the virus has already infected my laptop. Tepatnya di bagian removable drive, jadi setiap flashdisk yang terkoneksi ke laptop saya bakal terinfeksi dan bentuknya adalah merubah semua file yang ada menjadi shortcut serta memasukkan shortcut-shortcut familiar macam MyMusic, MyVideo seperti yang biasa ditemui di My Document tapi yang ini virus. File aslinya dihidden beserta root virusnya. Kalau saya biarin, laptop bakal terisolasi dari perpindahan data. Saya nggak mau ngerugiin orang lain dengan nyebarin malware sialan ini, alhasil saya menghindari flashdisk manapun buat nancep ke si Kuro.

If you ask me about antivirus? Saya pakai Kapersky dan SMADAV, tapi kedua antivirus itu nggak detect sama sekali. SMADAV sempet detect file yang dihidden, tapi nggak bisa dihapus atau di-unhidden. Lalu saya nyoba googling dan ternyata virus jenis ini udah termasuk virus kuno (herannya saya masih bisa kena) karena udah ada beberapa tahun lalu. Anehnya, antivirus mentereng pun nggak berhasil menghapusnya. Dari hasil googling, saya temuin satu link (yang udah dipost beberapa tahun lalu) di mana di dalamnya ada antivirus khusus malware shortcut seperti yang menjangkit laptop saya. Sebelumnya saya sempet nemuin cara dengan menghapusnya pake cara manual, run cmd, tapi ternyata virusnya jauh lebih lihai dari itu. Upaya saya itu udah terlalu ketinggalan jaman rupanya. Alhasil, saya bergantung sepenuhnya pada si antivirus lokal itu.

Karena wifi fakultas ngeblokir situs-situs tertentu, di mana situs tempat penyimpanan si antivirus termasuk di dalamnya, akhirnya saya harus nyari wifi di tempat lain. Belum selesai di situ aja, waktu download si antivirus juga rumitnya nggak ketulungan. Banyak mirror yang menyertai, link-link nggak jelas sampai akhirnya laptop mulai lemot dan bekerja nggak kayak biasanya. Saya makin panik. Tugas-tugas lagi banyak, kerjaan juga nggak bisa ditinggal. Bagian terburuknya adalah ketika halaman log on nggak bisa diakses, saya nggak bisa masuk Windows. Mampus! Tanpa nunggu lama, saya lari ke tukang servis. Entah pake cara apa, si mas-mas tukang servisnya berhasil buka driver-nya dan back-up data-data penting saya. Dan Kuro pun kembali seperti semula.

Eh, beberapa hari kemudian ada window asing yang muncul minta dikonfimasi terus menerus meski udah ditutup. Agak nyebelin tapi karena nggak ganggu sistem, saya biarin. Sampai suatu hari waktu mau ngerjain paper, Kuro nggak mau log on lagi. Tanpa nunggu lama, hari itu juga saya lariin dia ke tukang servis. Karena yang dulu lagi tutup, saya ke tempat lain, kata mas-masnya Kuro kena virus (yang katanya banyak banget) dan perlu diinstal ulang. Oh My.

Sekali lagi data diback-up (sampai sekarang saya masih nggak ngerti caranya buka drive tanpa log on) dengan bantuan CD Booting (atau CD Booter gitu saya juga lupa hehe). Alhasil, selama sekitar 2 mingguan Kuro nggak bisa dipake. Kenapa saya nggak langsung instal ulang? Karena beberapa hal saya akhirnya baru bisa ke tukang servis lagi buat instal ulang 2 minggu kemudian. Sementara itu, waktu ada job dadakan atau tugas darurat, saya minjem laptop sana-sini sampai ngerjain di komputer kampus yang sejujurnya nggak nyaman banget. Saya kangen kerja sama Kuro, di laptop saya sendiri, di mana semua yang saya butuhin ada di dalamnya.

Belum lagi waktu need buat kerja lagi tinggi-tingginya, sampai mati gaya saya ngalihin need itu ke mana. Mau baca buku juga nggak pengen-pengen banget, nonton TV malah bikin stres, mau jalan-jalan nggak punya duit. Bener-bener 2 minggu yang bikin frustasi.

Tapi sekarang, keadaan sudah kembali seperti semula. It's even better :]

Yang perlu saya khawatirin sekarang adalah nabung duit secepat mungkin biar bisa beli hardisk eksternal yang harganya juga nggak murah. Atas saran si mas-mas tukang servisnya, saya perlu hardisk eksternal buat memuat data-data yang bikin hardware-nya sampai bunyi (a.k.a bengek) tiap kali mesin bekerja. Ya, si Kuro keberatan memori.

Eh, kenapa nggak minta ortu aja beliin? Well, saya sadar saya udah dewasa dan udah waktunya cari duit sendiri. Jadi saya pun nggak mau terus-terusan minta ini-itu ke ortu, apalagi hardisk eksternal harganya nggak kayak beli flatshoes atau tas vintage yang saya kadang masih minta dibeliin nyokap. Beda cerita kalau ortu saya dua-duanya pejabat, mungkin hardisk eksternal udah ada jauh sebelum si Kuro keberatan memori -____________-"

Pelajaran yang bisa saya dapat adalah selalu hati-hati tiap kali download apapun. Waktu saya re-download file yang sama (karena emang saya perlu) yang memuat virus shortcut itu, saya juga re-check apakah di dalamnya ada folder mencurigakan. Selain itu, sekarang saya lebih sensitif sama flashdisk yang keluar masuk laptop saya. Atas saran mas-mas yang nyaranin si Kuro buat diinstal ulang, baiknya saya pake Avira karena ampuh membasmi virus. Begitu ada yang mencurigakan, sistem akan langsung memblokirnya. Well, I think he got the point.

Pelajaran juga buat yang lainnya, hati-hati tiap mau download, bahkan dari link yang terpercaya sekalipun. Aktifin firewall-nya, antivirus juga harus selalu update dan harus jeli memilih antivirus. Hal paling mendasar adalah pastikan laptop pake antivirus, jangan biarin laptop tanpa perlindungan sama sekali kalau nggak mau kebobolan yang akhirnya dapat ngerugiin diri sendiri.

Have a nice day! :]

Friday, 29 April 2011

Adele - 21

Single "Set Fire to the Rain" sudah cukup untuk membuat saya mendengarkan keseluruhan album dari penyanyi berbakat asal Inggris ini. Ya, di sebuah review yang saya baca dikatakan bahwa musikalitas Adele semakin dewasa, I agree on that.

Musiknya lebih playful, unik serta liriknya lebih mendalam. Di album kali ini Adele menekankan banyak dentingan piano dan dentuman kecil drum yang membuat musiknya jadi kedengeran easy listening sekaligus classy. Dan tiap kali saya dengerin album ini pasti bawaannya calm, happy and mellow at once.

Buat yang nggak biasa, mungkin musik Adele cenderung aneh dan agak lucu. Tapi bagi yang udah familier sama British Pop pasti udah nggak heran lagi sama gaya bermusik solois wanita bertubuh tambun ini.

Alright, my fave tracks in this album are Turning Tables, He Won't Go, I'll be waiting dan pastinya Set Fire to the Rain.


Oh, ada juga cover version lagu Lovesong yang dulunya dinyanyiin sama The Cure. Versi Adele lebih soul, unik deh pokoknya :D

A Very Yuppy Wedding

Author: Ika Natassa 
Published by 
Gramedia Pustaka Utama

Andrea Siregar, seorang wanita karir yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama pentingnya, antara jenjang pekerjaannya dan belahan hatinya.

Di satu sisi, Adjie, sang kekasih juga berada di posisi yang sama persis. Mengingat peraturan di bank, bahwa sesama karyawan tidak diijinkan untuk menjalin hubungan asmara, maka segalanya menjadi semakin rumit.

Keadaan semakin runyam ketika kepercayaan menjadi issue yang pelik di antara mereka berdua, padahal Andrea dan Adjie bekerja di kantor yang sama. Keadaan ini terus meruncing hingga pada akhirnya pecah tepat sehari sebelum akad nikah keduanya.

Apakah Andrea akan tetap memutuskan untuk menghabiskan hidup bersama Adjie, pria yang sudah kehilangan kepercayaan padanya? Apakah cinta bisa meluruhkan semua ego dan amarah keduanya?




Saya nggak nyangka kalau novel yang awalnya saya pikir biasa-biasa aja ini memuat kisah yang benar-benar dewasa. Ceritanya menarik banget, detail, kompleks tapi sekaligus juga sederhana. Ika Natassa menjadikan suasana bank sebagai latar belakang ceritanya, baik pada setting lokasi maupun background karakternya. Saya yang nggak tau sama sekali mengenai dunia perbankan jadi sedikit acknowledged setelah baca novel ini.

Poin intinya mungkin hanya kisah Andrea dan Adjie yang berjuang mempertahankan kepercayaan satu sama lain, tapi kemudian seolah keadaan tidak berpihak pada mereka berdua, kondisi kantor (termasuk atasan dan rekan kerja) sampai keluarga besar menjadi batu-batu sandungan yang menguji kesetiaan pasangan itu.

Menarik, saya pikir. Apalagi Ika Natassa juga memuat unsur budaya Jawa di dalamnya, saya yang berdarah Jawa tulen aja nggak ngerti-ngerti amat. Again, saya jadi enlightened setelah baca buku semi ensiklopedia yang berkedok novel romance ini ;]

Anyway, the story in this book reminds me of my self, and him. There're some parts, alright maybe most of them, of Andrea that looks like mine. The ego, the vision, the habit, the way of thinking, say, almost everything. I'm not gonna explain it here, but so just you know, that this book is very recommended. It's not cheesy (as I thought before, blame me for it) and very classy. And you may then realized something like I do, that missing someone you care the most is really painful.


Enjoy reading :]

Friday, 8 April 2011

Mike Tompkins

I was actually looking for Takoyaki recipe on Youtube until this video came out at the sidebar.

It looks like a cool video first I saw it, it was the Teenage Dream-Just the way you are video of Mike Tompkins. Oh anyway, he's a beatbox man who plays Top 40 songs (even Miley Cyrus song!), which I think that's the cool thing about him. Beatbox men always play hiphop or rap songs as far as I know, so I guess this guy is different and he's pretty cool.




Moreover, you can see how funny his face is when he makes all that sounds (the cymbal part is the funniest, I tell you). Yes, you can watch how he makes the sound. All of them. And plus, he put them all in one good layout so it looks awesome. The other funny video of him is Party in the USA, yes, the one and only singer of this song: Ms. Miley Cyrus. His expression when he sang "So I put my hands up...", he literally put his hands up in a nerdy way which is very hilarious :D

I think he's basically a funny guy, he made all of his video in a fun fashion and I think that's entertaining. He's not only beatbox-ing, he entertains the viewer of his video. With the layouts, the songs and his expression (I know he did it unpurpose though).

Anyhoo, when I listened to the Misery video, it reminds me of Glee. You know, there's this episode where Blaine sang Misery by Maroon 5 with The Wabblers. They sang it accapella, I know it difference with beatbox-ing (or maybe not?). But it just hit me, somehow I found the similarity, maybe they didn't make the whole sounds instantly? Yeah, I guess so.

Well, it's too bad Mike didn't make many videos of him beatbox-ing another popular songs. Because I think he's really good doing that and I'd like to see him more doing his beatbox-ing.

You can check his videos on Youtube, simply type Mike Tompkins on the search bar and you'll find him. I mean, his videos :]

Friday, 18 March 2011

Karaoke and the tummy

Yesterday was a blast. I think I'd consider it as one of my fave day :D

Siang itu, usai rapat bareng kelompok MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia), saya pergi bareng sama anak-anak BLM. AKHIRNYA! Setelah sekian lama, dengan formasi nyaris lengkap kurang 2 orang doang (Phebe lagi sakit mata dan Putu lagi di Bali-Nyepi's holiday). Jarang-jarang kita bisa ngumpul semua dengan jumlah yang banyak begitu, biasanya paling mentok cuma 5 orang doang itu udah bagus banget. So, it was a total cool for us to get around together like that :]

Agenda hari itu kita mau karaoke, kali ini di NAV Manyar Kertoarjo. Seru banget acaranya karena kita udah lama nggak gila-gilaan bareng, seneng-seneng bareng kayak kemarin itu jadi mengingatkan kalau dulu kita sering jalan bareng kayak gini. Duh kok jadi mellow :'[

Ok, playlist yang dimainin bervariasi banget. Mulai Keong Racun, Tersanjung sampai OST Meteor Garden, OST Glee dan Lady Gaga. Dari Barat ke Timur semua dimainin. Karaoke kali ini saya jadi bisa berpartisipasi, secara biasanya yang dinyanyiin lagu Indonesia semua yang obviously I have no idea what the song is -_____-"

BLM

Well, I was having fun with the girls and we'd like to do it again sometime in the future. Right, sistas?
:D





-- -- -- -- --

Actually I'm not a kinda person who remember and celebrate the anniversary thing. But, my boyfie did so what else can I do?

Malamnya, ya setelah karaoke itu pacar ngajakin date. Well, I guess this time we're gonna make it an official date. Secara biasanya kita date suka jalan nggak jelas dan tiba-tiba nyangkut di Gramedia hahaa.

Date kali ini kita ke Bentoya. Sebenarnya saya ngidam Okonomiyaki gara-gara liat videonya di Youtube, pas nanya anak-anak katanya ada di Bentoya. Saya bilang ke pacar dan dia ngajakin ke Bentoya yang di PTC, waktu saya protes tempatnya kejauhan dia bilang, "Ya nggak apa-apa, kan kita belum pernah ke sana berdua." Oh man.

Akhirnya, terbanglah kita ke Bentoya buat berburu Okonomiyaki sekalian ngerayain 10 bulan kita jadian. Selain pesen makanan idaman saya, kita juga pesen menu Don yang ternyata porsinya lumayan gede.

Saya pesan Oyako Don dan si pacar pesan Chicken Katsu Don. waktu saya nyobain punya pacar, rasanya nggak jauh beda sama punya saya. Kata si pacar, rasanya kayak nasi dikasih kecap pake telur -_____-" Kalau di lidah saya sih, kayak kuah semur cuma agak gurih dikit. And I got my self a Maccha-ice and my boyfie a tea float for the drink. Rasanya Maccha-ice enak, saya suka banget teh hijau dan rasanya hampir menyerupai itu cuma lebih manis sedikit. Overall, it was all good! :D

Chicken Katsu Don
Chicken Katsu Don

Oyako Don
Oyako Don dan Maccha-ice (the green drink back there)

Pesan Okonomiyaki yang size Medium, tulisannya di buku menu sih buat 2 orang. Menurut saya sih bisa buat 4 orang saking banyaknya. Okonomiyaki ala Bentoya yang saya pesan yang pake daging seafood di dalamnya. Tapi jangan seneng dulu, seafood yang saya rasain sampai makanan habis cuma cumi-cumi doang, kirain bakal ada tuna atau udang kek dikit-dikit. Mana bawang bombay-nya banyak banget pula, jadi rasanya agak berlebihan crunchy-nya gara-gara si bawang. Trus waktu pertama kali datang, si Okonomiyaki ini berbau mirip Takoyaki. Ternyata penyebabnya adalah taburan di bagian atasnya yang juga didapati di Takoyaki.


Okonomiyaki seafood
Okonomiyaki Seafood

Kesimpulannya, Okonomiyaki yang saya cobain kemarin itu nggak jauh beda kayak omelet yang kebanyakan bawang bombay. Padahal di Youtube ada yang pake saus siram segala, oh kenyataan... Oh FYI, sebenarnya ada filling khusus ebi/udang buat Okonomiyaki, tapi kalau memang niat mau ngasi menu seafood mestinya isinya ya beragam menu dari laut dong. Emang laut isinya cumi doang?! Kalau kenyataannya seperti yang saya makan kemarin, mestinya judulnya ya Okonomiyaki dengan filling cumi-cumi. Saya merasa tertipu.

Gileee hari itu bener-bener hari terkenyang sedunia, perut si pacar aja udah kayak ibu-ibu hamil 5 bulan saking gedenya :D

Dan di akhir hari, I got him a surprise. Something that he really wants to have. Waktu saya ngasih kadonya, ternyata dia ada rencana mau ngasi kado yang sama ke saya tapi ternyata udah keduluan saya (thank God!). The best part is he cried when seeing the surprise. Yes, I make a boy cry! Yayyy!!! Ok, stop it.








Anyway, hari itu adalah hari yang menyenangkan buat saya, dan mungkin juga buat anak-anak BLM dan si pacar. We were having fun and that's it, there's nothing compare to that moment :]

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin

Share