Monday, 3 August 2015

HAUL | Are You A Planner?

Belakangan saya semakin gila belanja-belanji produk stationary

Lho? Bukannya udah dari dulu?

Iya sih, tapi kali ini jadi sampe kayak keranjingan. Jadi beli-beli yang tadinya nggak pernah dilirik sekalipun. Bahkan saya sampai menyetop pengeluaran buat beli makeup yang biasanya selalu ada aja setiap bulan, cuma beli produk-produk yang udah habis dan ngelunasin PO aja.

Ini semua berawal dari (mantan) temen kantor saya (karena doi barusan resign :p), mbak Ika, yang nunjukin akun Instagram yang jualan washi tape lucu-lucu. Dari situlah kegilaan ini bermula.

Jujur aja, sekali saya suka sama 1 barang, saya bisa ngalahin agen CIA kalo urusan browsing buat dapetin harga termurah #tsah #somse :p Saya bakal cari sana-sini (di internet tentunya) dan bandingin bener-bener harganya (berikut ongkos kirimnya).

Nah, setelah browsing akun IG yang jual washi tape, saya kan jadi nemuin online shop lainnya yang juga jual barang serupa dengan harga yang bervariasi juga. Lalu entah gimana ceritanya, di salah satu akun yang jual washi tape yang saya temuin itu ada yang namanya @indonesianplannercommunity (panjang yee namanye?). Di situ ternyata adalah kumpulan orang-orang yang lebih gila dari saya dalam ngumpulin stationary dan nulis-nulis di jurnal >.<! I feel like I just found my home! :D


Saturday, 4 July 2015

#TERUSBERGEGAS | Kado Untuk Blogger by GagasMedia


Hai semua,

Hari ini saya mau menjawab tantangan dari GagasMedia nih; Menjawab 12 pertanyaan yang diberikan oleh tim GagasMedia. Ah, kalau jawab pertanyaan doang mah gampaaaaaang! Anak kecil juga bisa...

Eits, jangan keburu takabur dulu! Tadinya saya pikir juga begitu, tapi setelah ngejalanin sendiri, ternyata banyak yang kudu diinget-inget lagi dan dipikirin cyiiiin >.<! Saya ngerjain 12 pertanyaan ini selama 2 hari di sela-sela waktu kantor hehehe Bukan apa-apa, wifi internet kantor saya cepet banget, jadi enak kalau dipake browsing dan ngambil-ngambil gambar gitu ;)

Anyway, post ini saya buat dalam rangka memeriahkan ulangtahun GagasMedia yang ke-12. Tua juga ya ternyata? Bener-bener nggak terasa, udah 12 tahun aja. Udah mau masuk SMP ;) #eh

Semoga di usianya yang ke-12 ini GagasMedia makin keren dengan nerbitin buku-buku yang menarik dan unik. Salah satu hal yang saya suka dari GagasMedia adalah penerbit yang satu ini sering nih nerbitin buku-buku luar yang bagus-bagus dan anti-mainstream. Trus cara mengemas sampul bukunya juga selaluuuuuu bikin pengen noleh dan pegang bukunya buat dilihat lebih dekat :D

Sayangnya, buku-buku GagasMedia agak susah ditemui di toko buku kesayangan saya, Togamas. Jadi kalau beli buku terbitan GagasMedia, kudu ke Gramedia dulu -_-" Semoga suatu saat, buku-buku GagasMedia bisa saya beli di Togamas deh. Amiiiiiiiiiinnn :)

Baiklah, tanpa ba-bi-bu lagi, langsung masuk aja yaa ke pertanyaannya. Mariiiiiiiiiii! ^^


Saturday, 2 May 2015

BOOK | Sabtu Bersama Bapak by Adhitya Mulya

Penulis Adhitya Mulya
Penerbit Gagasmedia
Shop bukabuku.com [ here ]
Harga IDR 38.400,- (after discount)
Rate 4/5 at Goodreads 


Pak Gunawan divonis mengidap kanker dan hanya punya waktu 1 tahun untuk hidup. Usianya masih muda, anak-anaknya masih kecil dan tentu masih butuh kasih sayang dan bimbingannya.

Tapi ia tidak membiarkan kematian memisahkannya dari keluarga tercintanya, dari anak-anaknya. Oleh karena itu, ia membuat sejumlah rekaman video yang khusus diperuntukkan bagi kedua putranya, Satya dan Cakra.

Semua sudah dipersiapkan, ia tidak ingin sang istri, Bu Itje, kebingungan membesarkan dua anak laki-laki tanpa kehadiran seorang suami di sisinya. Selain video berisi 'jawaban', Pak Gunawan juga sudah mempersiapkan segala hal termasuk dari segi materi. Supaya kelak sang istri tidak membebani anak-anak mereka, karena baginya, tugas suami adalah memastikan istrinya selalu tercukupi.

Satya, putra sulung Pak Gunawan dan Bu Itje yang berwajah rupawan, sudah berkeluarga dan dikaruniai 3 orang putra yang usianya hampir berdekatan. Ia sedang mengalami dilema dalam keluarganya; menyangkut hubungan dengan ketiga putranya dan juga istrinya. Ia merasa sudah menjadi Bapak yang baik bagi anak-anaknya meski lebih banyak menghabiskan waktu di lepas pantai, tempat kerjanya. Lalu kenapa anak-anak seolah takut kepadanya? Belum lagi, Rissa, istrinya yang mengirimkan pesan penting melalui email. Padahal mereka biasa berbincang melalui telepon. Apakah ia sudah menjadi suami yang baik bagi Rissa?

Cakra, putra bungsu Pak Gunawan dan Bu Itje yang berwajah (agak) lumayan, masih jomblo tapi sudah punya rumah dan pekerjaan mapan. Julukan 'Gembel Cinta' dilekatkan sang kakak kepadanya, karena memang sedemikian ngenes hidupnya. Berbagai tawaran (jodoh) disodorkan padanya, tapi nggak ada yang bersambut. Giliran nemu yang disuka, ceweknya naksir cowok lain. Apes! Hingga ketika Bu Itje menawarkan anak temannya untuk dikenalkan padanya, di situlah takdir mulai memainkan perannya. 

Bu Itje tinggal seorang diri di Bandung, sambil mengurus 8 warung nasi yang ia besarkan sepeninggal sang suami. Sesekali masih keep in touch dengan kedua anaknya; Cakra yang tinggalnya paling dekat di Jakarta dan Satya di Denmark. Belakangan ia divonis kanker payudara, sel kanker sudah menyebar dan harus segera diangkat melalui operasi. Tapi ia memutuskan untuk tidak memberi tahu kedua anaknya, karena suaminya pernah berpesan untuk tidak membebani mereka. Cakra tidak akan melanjutkan rencananya mencari jodoh kalau ia tahu kondisi Mamah-nya. Pun Satya, ia akan meninggalkan pekerjaannya di Denmark begitu saja untuk merawat Mamah-nya. Namun untuk kali ini, ia sungguh butuh teman berbagi.

Akankah Bu Itje berhasil melewati operasinya untuk melihat Cakra bahagia? Berhasilkah Satya mengembalikan keharmonisan rumah tangganya bersama Rissa?

Saturday, 25 April 2015

BOOK | Magical Seira 4: Sand Castle by Sitta Karina

Penulis Sitta Karina
Penerbit Buah Hati
Shop bukabuku.com [ here ]
Harga IDR 28.000,- (after discount)
Rate 3/5 at Goodreads 


Seira dihadapkan sekali lagi pada petualangan ala negeri antah berantah yang baru saja ia kenal, Madriva. Kali ini ia bertarung melawan seseorang dari keturunan bangsawan, yang mana itu berarti masih sodaraan sama Paduka Seth   alias Abel.

Chiko alias Cokro Hanafiah baru saja mengalami kecelakaan pesawat yang mana hanya dia satu-satunya penumpang yang selamat. Padahal pesawat yang ia tumpangi jatuh ke laut dan mestinya ia ikut hancur berkeping-keping di dalamnya. Anehnya, di dalam puingan pesawat ditemukan banyak sekali pasir.

Sejak kecelakaan itu, Chiko bukan lagi pribadi yang sama. Lebih easy going dan... terkesan menyamai Reno dan Nara, sepupunya yang dicap playboy kelas kakap. Termasuk ketika bertemu Seira di annual gala yang diselenggarakan di kediamannya. Dan malam itu, adalah awal mula segalanya.

Seira baru menyadari, bahwa Chiko adalah jiwa kembar Killian   sang penguasa Istana Pasir yang terletak di dasar Samudra Galatea, di Madriva. Killian datang ke Kaia   ke bumi, karena ia membawa sebuah misi. Misinya melibatkan Seira yang terpaksa menjadi tawanannya demi mendapatkan apa yang sebenernya diincar Killian, yaitu Paduka Seth.

Seira diculik dan dibawa Killian ke Istana Pasir yang ada di bawah laut. Ia tidak bisa berkutik karena bawah laut adalah wilayah kekuasaan Killian, ia tidak akan bisa bernapas di dalam air jika tanpa kehendak Killian. Kekuatannya juga tidak bisa bekerja maksimal, karena sekali saja Killian menarik ijinnya untuk bernapas, habis sudah nyawanya.

Satu-satunya harapan adalah Abel. Sayangnya chakra yang dimiliki Paduka Seth tidak juga muncul di dalam dirinya, kini ia hanya seorang manusia biasa tanpa kekuatan super dari negeri Madriva. Namun, bagaimanapun kondisinya, Abel sudah bertekad akan membawa Seira kembali ke bumi. Karena sekali Seira menginjakkan kaki ke dalam Istana Pasir, ia akan kehilangan Seira selamanya. 

Bantuan untuk Abel sangat terbatas dan hanya itu yang bisa ia andalkan untuk saat ini. Apakah Seira berhasil selamat kembali ke bumi    bersama Abel? 

Baca kelanjutan ceritanya di buku yaa ;)

Thursday, 23 April 2015

15 Day Book Blogger Challenge | Choosing What to Read Next (Day-10)

Alright, 10th day, everyone! :D 5 more and we're done. Wish me luck ;)

Anywaaaays, in this 10th post, the question is about the way to choose the next book to read. Well, I've never thought there's such thing like a special method to choose what to read next, until I joined this challenge. LOL! :D

So, as you can guess, this kinda concept is purely new to me. And I don't think I have a specific way on choosing the next book to read. Or maybe I do?

When I bought a lot of books from a bookstore, I tend to read the thinnest one first. Usually comic books, then moved to the thin book and the thickest book will be the last to read. 

And when I bought books with different languages, I tend to choose the Indonesian books first. I don't know, I guess the idea to read something in my mother-language is somehow comforting. So, Indonesian it is.

This case makes me some kinda 'abandon' the English books I've bought before the Indonesian books. I have some books I bought from Periplus couple years a go and haven't read them till now :p Just because I have more interesting Indonesian books I just bought and they're more comfortable to read than the English ones LOL!

Alright, that's my way (or excuse?) in choosing the next book to read. Do you have a special method or maybe a list   like to-be-read list in a certain order   for choosing what to read next? Spill some! ^^

Have a nice day! :)



 photo Signature_name_zps3edzggir.png

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin