Friday, 16 January 2009

Mamma Mia!

Directed by Phyllida Lloyd
Staring: Meryl Streep, Pierce Brosnan, Amanda Seyferd

Satu lagi film musikal yang saya tonton, Mamma Mia menawarkan view yang juga cantik selain adegan menyanyi dan menari yang ditonjolkan dalam film ini. Dibintangi aktris senior Meryl Streep yang bikin siapa aja menganga takjub melihat aktingnya yang luar biasa.

Mamma Mia mengisahkan Sophie (Amanda Seyferd) yang hendak menikah dengan pacarnya Sky di usia 20 tahun, ia ingin mengetahui identitas ayahnya yang sampai sekarang pun belum ia ketahui karena ibunya sendiri, Donna (Meryl Streep), juga tidak yakin siapa di antara ketiga mantan pacarnya yang telah menghamilinya. Sophie pun mengundang ketiganya; Sam (Pierce Brosnan), Harry dan Bill, untuk menghadiri pesta pernikahannya tanpa sepengetahuan ibunya. Sophie beranggapan bahwa ia akan segera mengetahui yang mana ayahnya di antara ketiga pria mantan pacar ibunya itu begitu ia melihatnya. Apakah Sophie akhirnya tau siapa ayahnya yang sebenarnya? Dan kenapa Donna malah merasakan dilema ketika bertemu salah satu dari mereka?

Film yang sampai akhir tahun 2008 lalu jadi Box Office di Inggris ini memang patut diacungi jempol. Menggunakan lagu-lagu lama milik ABBA yang dinyanyikan ulang oleh pemeran-pemerannya, seolah lirik lagu-lagu tersebut merupakan bagian dari percakapan yang terjadi. Seru banget pokoknya nonton film komedi-romantis yang dibintangi beberapa aktor besar ini!

Are we still in modern age?

It takes young victims until we all know that we are no more in modern age. I thought we were actually.

Seorang ayah mencium pipi putra kecilnya yang terbaring kaku di lengannya. Pria itu menangis pilu, tidak hanya satu orang putranya yang pergi dari kehidupannya. Tapi masih ada dua orang lagi yang sudah terbungkus kain kafan di dekat kakinya. Saya pun bisa merasakan bagaimana perasaan seorang ayah yang kehilangan 3 putranya sekaligus, di mana anak-anak itu masih sangat muda dan masa depan mereka masih begitu panjang.


Children, that's why it's getting wrong and worse.
Perang antar dua negara ini semakin menggelikan ketika yang menjadi korban adalah pihak yang lemah dan tidak berdosa, yang tidak tahu apa-apa tentang pertentangan konyol yang terjadi di negara mereka.


Women, in the other hand,
menjadi salah satu faktor kenapa semua ini menjadi semakin salah. Karena wanita-wanita ini berada di pihak yang salah. Pembela negara, mungkin itu yang mereka tanamkan di kepala masing-masing. But where's your conscience, girls? Don't you feel sorry about everything that happened to the kids, to the human in the same gender with you? I know they don't have a choice, but still, it's going wrong and worse when they get involved.

Jaman perang, saya pikir istilah itu cuma berlaku di masa lampau. Di mana kehidupan masih begitu primitif dan minim teknologi. Tapi ternyata pemikiran saya itu salah, masih ada negara yang memperebutkan wilayahnya sehingga masyarakat mereka pun berada dalam kondisi jaman perang, seakan berkontradiksi dengan jaman yang sudah melahirkan robot ini. Somehow it sounds riddiculous to me.

Bukannya seharusnya dengan kemajuan teknologi yang sekarang ini, semuanya bisa diselesaikan tanpa ada kekerasan dan korban berjatuhan? Bukannya perang perebutan wilayah dengan senjata berat dan serdadu di seluruh negeri itu produk lama peradaban?

Satu lagi yang menggelikan. Pihak yang seharusnya bisa menjadi perantara, yang seharusnya bisa mendinginkan kedua kepala itu, yang seharusnya berfungsi sesuai namanya, malah seolah mangkir dari kewajibannya. Saya hanya geleng kepala, selama setir itu masih tertanam di dasbor, mereka tidak akan bertindak apa-apa. Padahal seluruh body terdiri dari bermacam-macam bagian, kenapa kalah dengan satu setir yang sudah hampir tumbang?

This fact, this incident, makes me realize. That one violence's just gonna trigger another violence. No matter what the purpose, no matter who the victims are.

Well, this war is kinda too long. It's been years since the war had been declared. And don't they think how to finish this soon? Don't they ever think about listening to their kind friends outside? And don't the arrogant man think that war is sooo last year? Oh right, that's why they called arrogant.

It's like global warming still not enough being our problem. And this case, I feel like we ain't in millennium age or whatever. I feel like living in the time when my TV was black and white and had a bad sound and I wore vintage stuff.

This arogancy thing reminds me to a world war era once again, when there was a cold-hearted human who run a country and did genocide to anyone he thought useless. I think that kinda man had already gone to hell or something. Are they come back for the new version or what? Well honestly, they're not human I think.

Then it makes me proud of my country once again. Meskipun banyak masalah yang muncul di negara kita, yang tak kunjung usai dan semakin ruwet. Meskipun banyak yang menjelek-jelekkan citra negara ini, tapi setidaknya kita sudah merdeka. Kita punya teritori yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan di masa lalu dan jangan sampai negara kita yang kaya raya ini jatuh miskin.

Mungkin kita bukan negara adidaya, bukan negara penghasil teknologi canggih, bukan negara yang jadi tempat berhutang negara lain, tapi setidaknya kita punya persatuan itu. Punya kemampuan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas negara, sekalipun juga pernah ada konflik internal dan sempat kehilangan beberapa wilayah negara.

Well, saya pikir, manusia modern itu manusia yang bertindak dengan akal dan pikiran serta didukung dengan nuraninya. Bukan ototnya. Bukannya pola pikir 'let's war!' itu pola pikir barbar yang primitif. Sekali lagi, produk jaman purba. Saya pikir, orang-orang yang well-educated itu tentunya bisa berpikir dengan kepala dingin dan mencari jalan keluar sebuah masalah secara rasional.

Logikanya, perkembangan rasio manusia seharusnya akan membawa kita ke peradaban yang lebih damai dan jauh dari kekerasan.

So, I'm still wondering, can we still call this century as millenium age or we're back to the world war era with Blackberry?

Movie Marathon

Well, this is the first thing I did on my holy-holiday. I rented some movies that I wanted to watch months a go because I didn't have much time to watch them. Then I decided to make a list about the movies I gotta rent right when I got my holiday in hand. And now, it's right on my palm hand.
I rent three movies at once. It was Golden Compass, Chronicles of Narnia: Prince Caspian and Mamma Mia! Actually I planned to rent Camp Rock, Narnia: Prince Caspian, Mamma Mia! and Step Up for my first week of holiday. But apparently I wasn't lucky at the time so I didn't get my list fulfilled.
Alright I'm gonna give you some shits about the move then. Let see, Golden Compass and Narnia is kinda similar in some ways. You know, it's a fantasy movie and sort of fairy tale stuff or whatever. And for Narnia especially, well, it's quite too many pretty (and cute!!) guys for a fantasy movie, isn't it? :] But, that's OKAY.
FYI, I watched Narnia right after Golden Compass. And I'm kinda surprised that the Prince Caspian would be that charming (that's what the prince does, rite?) on that movie :D And Peter and Edmund, they've been grown up and they look adorable. I love the scene when Peter and Prince Caspian stand in front of the huge ice blocks where they both hypnotized by the evil queen who I forget her name. They got the same feeling and they made the same mistake. And it's kinda cool when a cute king and a charming prince stand together and realized that they want the same thing which they've been argued about since they first met.
And now about Golden Compass, I'm kinda scared when I heard that polar bear did the roar thing. Polar bear should be cute and cuddling, not scary. Well, I know if that happens in the real animal world but still, it scares me. And about the little girl, she's kinda too smart for a little kid I guess. I mean, the words she said is too adult-thing for a little girl. Well, I'd prefer say that it sounds too clever for a dunno-nothing-about-the-world girl. And Nicole Kidman, WOW, I've never seen her played the antagonist part. Even though I don't feel her played the part as a bad man, she's great still.
Then, the last one, MammaMia! After the bombastic High School Musical, Hairspray, Across the Universe and now this. Well, I have to say that Meryl Streep did her best in this movie. I mean, it's quite hard for a woman in her age. The dancing, the singing and of course the acting (the last point is her hobby I believe) is kinda too hard to do when you get older. She's the greatest actress I've ever seen. And Amanda Seyferd is kinda good too :]
And do you know what's the similiarity between Narnia above and MammaMia? Both setting is including beautiful blue ocean, it said river in Narnia but river doesn't have white sands on the sides. So, I think it was the ocean or sea. The oceans are clear, torquise, tempting and the view is really charming. Well, at least it charmed me :]
Mamma Mia! scenes
Narnia scenes
Aren't they beautiful, huh?
Well, from all those movies I rented on my holiday, I found something interesting. Actually it's the movie property from Chronicles of Narnia: Prince Caspian. No, not the Prince Caspian. It's the wardrobe anyway. The dress that Lucy wore when they first got back to the Narnia, yes the uniform. It's a must have item of today on my closet. And there's another one, it's the students bag, the vintage sling bag for school. I wanna have it too!!!
I want those stuff!!
Alright, I can't wait what I can do next week. Well, I got some plans actually but I don't know. Based on my experience, plans change. So just go with the flow, right? Did I mention that this is my holiday? Exactly.
P.S.: review about the movies? Sure, I wrote that. Check it on the REVIEW section on Channel bar.

Thursday, 8 January 2009

I got it!!!!!!!!!!!

AKHIRNYA!!! Sekali lagi, saya dibuat lega gara-gara Twilight. Kali ini mengenai penantian saya buat beli CD OST Twilight yang denger-denger rumornya sold out mulu di Jakarta yang udah lebih dulu rilis. Dan sekali lagi, saya bisa pamer ke temen-temen Twilight Indonesia kalo di Surabaya yang jauh dari ibukota ini, saya bisa punya CD yang sampe waktu saya nulis posting ini ada yang masih nyari di Jakarta :D

Actually, I've already had the soundtracks in my notebook, so it means that I knew the tracks. But, still, it's not complete till I have the original album :]

I'm not gonna talk about how good it is because you can read all my shits about that [ here ] alright? Jadi, sekarang saya mau berbagi gimana ceritanya saya dapetin itu CD yang LIMITED banget di Indonesia Raya ini.

Hari itu rencananya saya mau nonton Madagaskar 2 bareng adek saya. Sambil nunggu jam nonton yang masih sejam-an lagi, saya jalan muter-muter mall bareng nyokap dan adek. Usai beli Quickly, nyokap dan adek saya mutusin break deket konter Quickly. Daripada bengong, saya pun milih lihat-lihat di Disctarra. Nggak ada rencana sama sekali buat beli di toko itu, saya bahkan awalnya kepikiran mau nyari OST High School Musical 3.

Pas liat-liat di bagian rak artis luar negeri, mata saya melihat cover yang nggak asing lagi. Saya langsung ambil CD itu, OST Camp Rock (gotcha!). Ternyata di belakang CD itu juga ada CD OST MamaMia! yang DVD-nya baru rilis di Indonesia itu, saya pun iseng liat-liat. Eh, pas mendongak ke rak di atasnya, saya lihatlah itu CD yang bikin saya sampai memekik histeris. Kayaknya CD itu dikelilingi cahaya putih yang menyilaukan. Bagaikan dewa. I couldn't stop saying 'Oh My God!'. Apalagi, OST Twilight lah! Saya ambil satu yang paling luar, karena nggak pengen dapet CD yang cacat sedikitpun jadinya saya ambil juga satu lagi yang masih ada di rak buat pembanding. Eh ternyata tinggal dua biji! Satunya front case-nya scratched gitu dikit, jadi saya balikin lagi ke rak.

Kemudian saya teringat kalo lagi nggak bawa dompet, maka saya pun bergegas mendekati nyokap yang lagi duduk-duduk di deket konter Quickly yang ada di depan Disctarra (CD-nya saya taruh dulu lah!).

Saya : Ma, aku ngutang dulu dong
Nyokap : Ngutang ? *ketawa*

Sekalipun nyokap tertawa ngejek gitu, nyokap saya tetep mengabulkan permintaan saya *love you Mom!*

Saya : Beli ini nih *megang CD Twilight yang tadi*
Nyokap : Berapa harganya?
Saya : Nggak tahu
Nyokap : Kok nggak tahu, ya diliat dong harganya
Saya : Nggak ada nih

Trus nyokap saya pergi ke rak bagian lagu-lagu Indonesia, meninggalkan saya sendirian yang kebingungan nyari bandrol harga. Kemudian datanglah mas-mas penjaganya.

si Mas : Ada yang bisa dibantu, Mbak?
Saya : Mas, ini harganya berapa? *nyodorin CD-nya langsung*
si Mas : *ngeliatin barcode di balik CD case*
si Mas : 75 ribu, Mbak *balikin CD-nya ke saya*
Saya : Oh, makasi

Dan saya pun langsung meluncur ke nyokap yang ternyata lagi nyari CD Tompi yang baru.

Saya : 75 ribu, Ma
Nyokap : Hmm--Mbak ini Tompi yang baru bukan? *nyodorin album Tompi yang pertama*

Pas lagi nungguin si mbak kasir ngeluarin alarm dari dalam case-nya, saya nanya buat memastikan. Kata temen-temen yang udah dapet duluan, CD-nya ada posternya juga. Nah, yang saya liat, kok CD-nya nggak keliatan penuh. Biasa aja. Jangan-jangan nggak ada posternya.

Saya : Mbak, itu ada posternya nggak?
si Mbak : Nggak ada, Mbak

Saya cuma bisa mengerutkan kening, heran. Waktu si mbak ngebuka CD case-nya juga nggak ada lipetan-lipetan apa gitu yang mirip kertas poster. Saya pun merengut kecewa. Mungkin yang ada posternya yang special edition, batin saya.

Sampe di rumah, saya langsung menelanjangi CD yang baru saya dapatkan kayak durian runtuh itu. And you know what, cover depan yang saya kira buku saku berisi lirik ternyata adalah LIPETAN POSTER yang saya cari-cari dari tadi. Mungkin si mbak nggak tahu atau nggak ngira kalo lipetan itu ternyata sebuah MINI POSTER.

Sebelumnya sih saya berharap dapet yang gambar Edward, tapi nyatanya saya dapet yang the most common picture: Edward-Bella. Yah, tak apa lah, toh gambarnya juga bagus :] FYI, posternya beda-beda di tiap CD. Tapi paling banyak ya yang Edward-Bella. Katanya sih ada yang Edward, Bella, dan James gitu. Well, I guess my poster is not kinda bad sekalipun kembarannya segambreng :]



Monday, 5 January 2009

Photoshop Tutorial by Moi (REVISED)

INDONESIAN ONLY

Karena keterbatasan waktu yang saya miliki, saya jadi nggak bisa memenuhi permintaan teman-teman yang udah nyembah-nyembah *hehe* buat diajarin jurus-jurus rahasia saya main Photoshop :] Jadi, supaya saya nggak dihantui rasa bersalah mulu, saya mutusin buat merilis e-book ini supaya teman-teman berasa belajar langsung sama saya meskipun kita nggak duduk berdua di depan komputer.

Ok, silahkan download e-book berjudul "The Magic Book of Photo Editing" dengan mengklik tombol download di bawah ini. Don't worry, it's free of charge. Enjoy!


P.S. : apapun yang kamu pelajari lewat e-book ini, bukan sesuatu yang mutlak. Bermain di Photoshop itu berkaitan dengan warna-warni dan seni yang seringkali berhubungan dengan kreativitas. So, be creative!


LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin