Showing posts with label Twilight and me. Show all posts
Showing posts with label Twilight and me. Show all posts

Tuesday, 3 February 2009

Twilight drives me crazy

Niru-niru lagunya Britney jaman jadul, saya pake salah satu lirik lagu itu untuk judul posting saya kali ini. Well, seperti bisa dibaca, this time I'm gonna talk about how thrilled Twilight has driven me mad :]

Awalnya saya nggak begitu tertarik, well, lumayan tertarik sih mengingat ceritanya tentang vampir gitu. Kan jarang-jarang novel jaman sekarang yang nulis tentang horor klasik macam itu. Waktu itu saya pikir juga novel horor kok ada tokoh vampirnya segala. Dan karena waktu itu list belanja buku saya udah berlembar-lembar, jadi saya pun nggak jadi beli novel bersampul merah itu mengingat budget yang sangat terbatas.

Hasrat buat beli Twilight baru kesampaian sekitar empat bulan kemudian. Itupun gara-gara tersebar rumor kalau novelnya bakal dibuat film. Beberapa minggu sebelumnya pun saya sempat baca banyak banget komen di milis Sitta Karina tentang novel karangan Stephenie Meyer itu. Dan, mendadak saya pun terkena Twilight Fever.

1. Saya beli semua serinya dalam waktu tiga minggu berturut-turut. Sebenarnya sih bisa aja saya langsung beli ketiga novelnya (Breaking Dawn belum rilis waktu itu) dan menyelesaikannya dalam seminggu, masalahnya dompet saya nggak mendukung keinginan buat memborongnya sekaligus. Dan menjelang akhir bulan November, saya udah tahu sebagian besar cerita seri tetralogi itu.

2. Beberapa hari setelahnya saya lihat di internet kalau film Twilight bakal rilis tanggal 21 November 2008. Saya excited banget buat nonton filmnya dan mengira-ngira apakah filmnya bakal ditayangin di negara ini nggak jauh setelah premiere di Hollywood sono. Begitu saya nemuin forum Twilight Indonesia di situsnya Stephenie Meyer, tanpa pikir panjang saya langsung daftar jadi anggota. Di situ berita-berita tentang Twilight di Indonesia update banget. Waktu itu di forum lagi banyak banget yang penasaran tentang kapan rilisnya film Twilight di Indonesia. Dan dari situ juga saya dapet tanggal pasti kapan film itu bisa ditonton di bioskop terdekat. Salut buat Twilight Indonesia deh!

3. Begitu filmnya dirilis di sini, damn saya nggak bisa nonton di hari premiere gara-gara tugas kuliah yang menyiksa. Tapi saya bertekad harus nonton dalam tanggal yang nggak jauh-jauh dari waktu premiere biar nggak kelihatan paling ketinggalan di Twilight Indonesia :] For this one, you can read all the details on my previous post (click here).


4. Filmnya udah nonton dan saya pun jadi ketagihan ngebahas scene favorit di film bareng anak-anak Twilight Indonesia. Trus tiba-tiba ada yang jual merchandise Twilight di forum itu, pin bergambar ikon-ikon Twilight gitu. Saya pun langsung masuk ke dalam daftar Pre-Order seminggu kemudian. Hebohnya lagi, pin ini dibuat limited karena ada batas waktu pemesanannya sehingga pemesan melebihi tanggal yang ditentukan nggak bakal dilayani. Last time I checked, I'm the only one (and one of my bestfriend) who own pins like that in this city :]


5. Pertengahan Desember, kabar tentang CD OST Twilight yang sudah edar di Amerika tersebar di Twilight Indonesia. Beberapa anggota forum ada yang bela-belain pesen ke sodara/kenalannya yang tinggal di luar buat ngedapetin CD itu. Saya pun cuma bisa mupeng ngelihat kenyataan itu, belum lagi waktu ada yang bilang kalau di Jakarta udah ada yang jual (tapi bukan di Disctarra) beberapa hari kemudian. Makin siriklah saya, rasanya di Surabaya kok sepi-sepi aja. Baru sekitar awal Januari saya akhirnya dapet CD itu, masih dalam suasana 'limited in Indonesia' :] (you can read it on the previous post as well, click here).

shot by Apidya

6. Mendadak ada novel Twilight versi movie poster. Saya pun mikir-mikir buat beli atau nggak, mengingat bedanya cuma ada bonus foto cuplikan adegan di film sama cover-nya yang sama kayak poster resmi filmnya. Selebihnya ya sama aja. Waktu itu, saya bener-bener lagi bokek jadi, bener-bener mempertimbangkan buat membeli novel itu. Waktu jalan-jalan di Gramed Manyar, saya sempat lihat-lihat sih (sambil pasang tampang mupeng gitu), eh pas weekend-nya bukunya udah SOLD OUT! Padahal waktu saya ke sana (hari Rabu gitu) masih banyak numpuk-numpuk, tapi waktu temen saya mau beli ternyata bukunya udah habis. Katanya sih itu versi limited, jadi jumlahnya terbatas banget dan katanya di Surabaya cuma dikasih jatah 13 biji! Alhasil, saya pun harus puas cuma bisa foto bareng si buku impian :[

7. Karena penasaran banget sama akhir ceritanya, saya pun download e-book Breaking Dawn (karena versi Indonesia-nya belum rilis dan yang English version mahalnya amit-amit). Pertama-pertama sih semangat '45 baca chapter awal, sampai curi-curi waktu di sela waktu belajar buat UAS. Tapi berikutnya saya nggak kuat melotot depan laptop mulu (I think my minus is getting worse). Dan ketika liburan tiba, mendekati waktu rilis Breaking Dawn versi Indonesia yang tinggal beberapa minggu lagi, saya jadi semangat lagi buat namatin Twilight Saga. Dan sekitar dua minggu sebelum perilisan versi Indonesia-nya, saya udah selesai baca keseluruhan seri Twilight.

8. Yang terakhir adalah cerita hunting saya tentang OST Twilight di internet dan gambar-gambar scenes film Twilight yang udah banyak beredar (jadi Edward dalam bayangan saya ya Robert Pattinson itu hehe). Sebulan sebelum filmnya resmi rilis, saya udah punya OST Twilight lengkap sealbum :] Tapi belum yang bonus tracks, itu baru saya dapetin setelah dapet kabar kalau ada versi album yang pake bonus tracks (beberapa hari sebelum saya beli CD-nya). Nonton filmnya juga nggak begitu surprise lihat para pemerannya karena saya udah tahu semua aktornya (plus scene-nya) lewat foto-foto yang tersebar di profil Friendster dan MySpace khusus tentang Twilight.

Anyway, saya belum pernah serajin ini ngikutin perkembangan sebuah novel, bahkan jaman Harry Potter dulu aja nggak. Biasanya saya paling rajin ngikutin perkembangan komik (CLAMP) atau film. Itupun nggak sampe bela-belain rajin browsing sana-sini, paling-paling ya ngerelain separuh uang jajan buat beli komik koleksi :D Lebih dari itu sih nggak pernah (apalagi beli merchandise segala).

Next stuff to hunt is Twilight DVD. Saya baca di sebuah situs yang menampilkan sebuah wawancara dengan sutradaranya, Catherine Hardwicke, DVD film ini akan dirilis tanggal 21 Maret 2009 dan katanya ada beberapa wawancara dan scenes yang dipotong masuk dalam DVD. Just can't wait to have it then! Nggak tahu kapan versi DVD-nya bakal rilis di sini, mengingat kadang rilis di Amrik belum tentu rilis juga di seluruh dunia. Jadi doakan saja rilisnya bareng :]

Monday, 2 February 2009

Twilight Saga


Penulis Stephenie Meyer
Penerbit Gramedia Pustaka Utama

Akhirnya selesai juga namatin seri ini! Alright, now I'm trying to give a point of view about how worth this series for you to read. Sebelumnya, saya akan kasih sedikit sinopsis mengenai garis besar cerita yang fenomenal ini. Twilight berkisah tentang hubungan asmara seorang gadis manusia dengan seorang vampir, forbidden love of course. Dengan status hubungan mereka yang terlarang dan berbahaya itu beragam masalah bermunculan yang intinya berusaha memisahkan mereka berdua. 

Di luar itu, cerita yang didasarkan pada legenda kuno rakyat setempat tentang makhluk penghisap darah itu juga menghasilkan hal-hal baru yang tidak pernah ada pada catatan sejarah apapun sebelumnya dan hanya sedikit sekali saksi. Masalah-masalah ini muncul ketika Bella Swan mengenal Edward Cullen dan akhirnya jatuh cinta padanya. Sebagian besar pihak dari dunia vampir, kurang setuju dengan keputusan Edward untuk berhubungan dengan Bella karena itu akan membahayakan status keberadaan mereka. Tapi Edward bersikeras mempertahankan orang yang paling dicintainya itu karena ia tidak bisa hidup tanpanya, begitu pula sebaliknya.

Berikut ini saya berikan sedikit inti cerita dari masing-masing seri:
Twilight: Awal segalanya, pertemuan Bella dan Edward serta upaya pertama Edward melindungi dan menyelamatkan Bella dari serangan vampir lain. 
New Moon: Masa gelap Bella, juga Edward. Edward memutuskan meninggalkan Bella untuk kebaikan kekasihnya itu tapi keputusannya malah nyaris menghancurkan mereka berdua. 
Eclipse: Sekali lagi Edward berjuang melindungi Bella dari serangan vampir lain. Kali ini melibatkan musuh bebuyutan vampir, kawanan werewolves--yang salah satunya merupakan sahabat yang mencintai Bella, Jacob. 
Breaking Dawn: Penutup sekaligus awal kehidupan baru bagi pasangan Edward dan Bella. Keajaiban lahir dari pasangan ini, seorang bayi perempuan yang cantik yang dianggap berbahaya oleh dewan tinggi para vampir sehingga harus dibunuh. Edward, kali ini harus melindungi istri sekaligus putrinya.

Penulisan cerita terlihat sangat detail dengan kosa kata yang kaya sehingga mampu menggambarkan suatu peristiwa dengan sangat baik. Novel ini melibatkan adegan yang cukup banyak, sehingga pada versi filmnya kurang digambarkan secara keseluruhan karena terbatasnya durasi. Justru dengan banyaknya adegan-adegan kecil tersebut, cerita ini menjadi kaya dan sangat menarik untuk dinikmati. Penulis juga mencoba membuat suatu konsep yang seolah merupakan nilai yang sebenarnya mengenai vampir, penulis mencoba melawan konsep-konsep tentang vampir selama ini yang banyak diekspos di kalangan perfilman Hollywood serta menambahkan konsep baru yang mengagumkan (seperti vampir vegetarian--yang hanya minum darah hewan). Stephenie Meyer seolah membuat sebuah versi terbaru tentang vampir.

Oh dan baru saya sadari bahwa seri novel ini punya konflik yang berpola. Berikut ulasan saya:
Twilight: Pertarungan Edward dengan vampir lain
New Moon: Pertarungan Edward dengan Keluarga Volturi (dewan tinggi para Vampir)
Eclipse: Pertarungan Edward dengan vampir lain (ajang balas dendam pasangan vampir yang dibunuh Edward di novel pertama)
Breaking Dawn: Pertarungan Edward dengan Keluarga Volturi

Tentunya semuanya termotivasi dalam rangka untuk menyelamatkan dan melindungi Bella, juga keluarganya yang lain. This story might show you about perfection of a vampire and I admit it it's really dazzling :] But, for a sec, maybe you can see on how hard Edward trying to save and keep Bella from danger. It's a beautiful story I would say and I never regret read them like crazy everynight (and almost everytime) and get dazzled by Edward :]

Jadi, kesimpulan saya, kalau sudah bosan dengan Dracula, seri ini layak sekali untuk dikoleksi :]



Have fun collecting—and reading of course!

Thursday, 8 January 2009

I got it!!!!!!!!!!!

AKHIRNYA!!! Sekali lagi, saya dibuat lega gara-gara Twilight. Kali ini mengenai penantian saya buat beli CD OST Twilight yang denger-denger rumornya sold out mulu di Jakarta yang udah lebih dulu rilis. Dan sekali lagi, saya bisa pamer ke temen-temen Twilight Indonesia kalo di Surabaya yang jauh dari ibukota ini, saya bisa punya CD yang sampe waktu saya nulis posting ini ada yang masih nyari di Jakarta :D

Actually, I've already had the soundtracks in my notebook, so it means that I knew the tracks. But, still, it's not complete till I have the original album :]

I'm not gonna talk about how good it is because you can read all my shits about that [ here ] alright? Jadi, sekarang saya mau berbagi gimana ceritanya saya dapetin itu CD yang LIMITED banget di Indonesia Raya ini.

Hari itu rencananya saya mau nonton Madagaskar 2 bareng adek saya. Sambil nunggu jam nonton yang masih sejam-an lagi, saya jalan muter-muter mall bareng nyokap dan adek. Usai beli Quickly, nyokap dan adek saya mutusin break deket konter Quickly. Daripada bengong, saya pun milih lihat-lihat di Disctarra. Nggak ada rencana sama sekali buat beli di toko itu, saya bahkan awalnya kepikiran mau nyari OST High School Musical 3.

Pas liat-liat di bagian rak artis luar negeri, mata saya melihat cover yang nggak asing lagi. Saya langsung ambil CD itu, OST Camp Rock (gotcha!). Ternyata di belakang CD itu juga ada CD OST MamaMia! yang DVD-nya baru rilis di Indonesia itu, saya pun iseng liat-liat. Eh, pas mendongak ke rak di atasnya, saya lihatlah itu CD yang bikin saya sampai memekik histeris. Kayaknya CD itu dikelilingi cahaya putih yang menyilaukan. Bagaikan dewa. I couldn't stop saying 'Oh My God!'. Apalagi, OST Twilight lah! Saya ambil satu yang paling luar, karena nggak pengen dapet CD yang cacat sedikitpun jadinya saya ambil juga satu lagi yang masih ada di rak buat pembanding. Eh ternyata tinggal dua biji! Satunya front case-nya scratched gitu dikit, jadi saya balikin lagi ke rak.

Kemudian saya teringat kalo lagi nggak bawa dompet, maka saya pun bergegas mendekati nyokap yang lagi duduk-duduk di deket konter Quickly yang ada di depan Disctarra (CD-nya saya taruh dulu lah!).

Saya : Ma, aku ngutang dulu dong
Nyokap : Ngutang ? *ketawa*

Sekalipun nyokap tertawa ngejek gitu, nyokap saya tetep mengabulkan permintaan saya *love you Mom!*

Saya : Beli ini nih *megang CD Twilight yang tadi*
Nyokap : Berapa harganya?
Saya : Nggak tahu
Nyokap : Kok nggak tahu, ya diliat dong harganya
Saya : Nggak ada nih

Trus nyokap saya pergi ke rak bagian lagu-lagu Indonesia, meninggalkan saya sendirian yang kebingungan nyari bandrol harga. Kemudian datanglah mas-mas penjaganya.

si Mas : Ada yang bisa dibantu, Mbak?
Saya : Mas, ini harganya berapa? *nyodorin CD-nya langsung*
si Mas : *ngeliatin barcode di balik CD case*
si Mas : 75 ribu, Mbak *balikin CD-nya ke saya*
Saya : Oh, makasi

Dan saya pun langsung meluncur ke nyokap yang ternyata lagi nyari CD Tompi yang baru.

Saya : 75 ribu, Ma
Nyokap : Hmm--Mbak ini Tompi yang baru bukan? *nyodorin album Tompi yang pertama*

Pas lagi nungguin si mbak kasir ngeluarin alarm dari dalam case-nya, saya nanya buat memastikan. Kata temen-temen yang udah dapet duluan, CD-nya ada posternya juga. Nah, yang saya liat, kok CD-nya nggak keliatan penuh. Biasa aja. Jangan-jangan nggak ada posternya.

Saya : Mbak, itu ada posternya nggak?
si Mbak : Nggak ada, Mbak

Saya cuma bisa mengerutkan kening, heran. Waktu si mbak ngebuka CD case-nya juga nggak ada lipetan-lipetan apa gitu yang mirip kertas poster. Saya pun merengut kecewa. Mungkin yang ada posternya yang special edition, batin saya.

Sampe di rumah, saya langsung menelanjangi CD yang baru saya dapatkan kayak durian runtuh itu. And you know what, cover depan yang saya kira buku saku berisi lirik ternyata adalah LIPETAN POSTER yang saya cari-cari dari tadi. Mungkin si mbak nggak tahu atau nggak ngira kalo lipetan itu ternyata sebuah MINI POSTER.

Sebelumnya sih saya berharap dapet yang gambar Edward, tapi nyatanya saya dapet yang the most common picture: Edward-Bella. Yah, tak apa lah, toh gambarnya juga bagus :] FYI, posternya beda-beda di tiap CD. Tapi paling banyak ya yang Edward-Bella. Katanya sih ada yang Edward, Bella, dan James gitu. Well, I guess my poster is not kinda bad sekalipun kembarannya segambreng :]



Tuesday, 9 December 2008

Twilight The Movie

Directed by Catherine Hardwicke
Staring: Kristen Stewart, Robert Pattinson, Nikki Reed, Taylor Lautner, Kellan Lutz

Diangkat dari novel best-seller karya Stephenie Meyer, Twilight bercerita tentang kisah romance plus heroic antara seorang manusia dan seorang vampir. Definitely forbidden love. Versi filmnya pun dibuat tak lama setelah bukunya menjadi perbincangan di mana-mana. Dibintangi oleh Kirsten Stewart (Panic Room) sebagai Isabella Swan dan Robert Pattinson (Harry Potter and the Goblet of Fire) sebagai Edward Cullen the dazzling vampire. Film pertama dari keempat seri ini menceritakan tentang perjuangan Edward menyelamatkan Bella dari serangan vampir yang non-vegetarian seperti dirinya dan keluarga Cullen, James. 

What I didn't like about the movie is I wish there're more fogs, darker and more gray on set. Just like Harry Potter I guess, kinda magic-mystic movie so I think the setting would be look a like. Because that's the point I got after I read the book. Selain itu, sejumlah scenes yang mengkorelasikan cerita dihilangkan sehingga saya yang udah baca bukunya malah bingung nonton filmnya. Saya nggak tahu gimana kesan orang yang belum baca bukunya tapi udah nonton filmnya, apakah bingung juga kayak saya atau gimana (lil Alya said it was a good movie). Karena banyak banget adegan yang kesannya tiba-tiba tanpa ada latar belakang yang mendasarinya. But overall, I agree with lil Alya, it's a good movie though. Soundtrack-nya keren (Paramore, emang TOP deh!), pemainnya juga mendukung. Kerenlah!

Next obsession: buy the DVD!

Hot Thursday #2: Meeting Edward Cullen

FINALLY!!!!!!!! Setelah penantian sekian lama, setelah memendam jealous ke temen-temen Twilight Indonesia yang menang undian nonton premiere Twilight dari majalah, setelah memendam sirik sama orang-orang Amrik yang udah premiere duluan, akhirnya saya nonton Twilight juga!!

photo by Anty

Yep, masih di hari yang sama dengan Birtday Party Scorpio Gang. Sorenya saya nonton Twilight di XXI Tunjungan Plaza, karena siangnya saya masih ada kuliah Psikologi Kepribadian. Lega, lega, lega!

photo by Anty

Saya nonton Twilight rasanya jadi kayak rekreasi keluarga. Seriously. Bedanya bokap, nyokap dan dua adik cowok saya tidak ikut serta kali ini. Nah, trus saya sama siapa dunk? I went with ibuuu, bapaak and lil Aliya. Who are they? They're kinda my family when I'm far with my own family ahaha. They are mbak Anty, mas Ridzki and lil Aliya (Anty's lil sister). Posisi saya jadi apa di dalam 'keluarga kecil' itu? Hmm... just guess! :]

Alright, I'm gonna talk about the movie now. Overall, it's not bad but I'm gonna say it's a bit dissapointing. Kesannya kayak dipotong-potong, like unrelated scenes yang ditampilkan jadi satu. I dunno why, mungkin gara-gara dipotong LSF juga ato emang gitu. Yang jelas saya kecewa juga sama hasilnya. Nanti kalau udah keluar DVD-nya, saya mau beli biar puas mantengin si ganteng Edward Cullen :D

More reviews about Twilight the movie, you can visit [ here ].

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin