Wednesday, 20 January 2010

"Gestalt Prayer"

I do my think and you do your thing.
I am not in this world to live up to your expectantions
And you are not in this world to live up to mine.
You are you and I am I,
And if by chance we find each other, it's beautiful.
If not, it cannot be helped.


- Perls, 1969, p.4

Monday, 18 January 2010

Mash Game: Predict Your Future at eSPIN.com

 
Behold... My Future
  I will marry Chad Michael Murray.  
  After a wild honeymoon, We will settle down in San Fransisco in our fabulous Mansion.  
  We will have 7 kid(s) together.  
  Our family will zoom around in a Black Ferrari.
  I will spend my days as a Ambassador, and live happily ever after.  
 
whats your future
 

Holiday = Take a Rest

Liburan kali ini seolah menjadi anti-klimaks hidup saya beberapa bulan terakhir. Sangat berkontradiksi dengan rencana liburan saya semester lalu. I have no plan in my journal, at all.

Harapan saya cuma satu, liburan dengan tenang and having quality time with my family. I miss them so much since my life couldn't stick with them on the last couple months.

Karena nggak ada planning apa-apa, sebuah ide mendadak pop-up di kepala. Well, saya jadi pengen nulis lagi. Pengen masuk ke kehidupan yang cuma bisa saya masuki seorang diri, tanpa diusik siapa-siapa. Kehidupan khayalan ciptaan saya. My novel.

Mendadak mood nulis menghantui saya akhir-akhir ini, terutama menjelang akhir exams weeks. Saya jadi terdorong untuk segera menyusun kembali kerangka-kerangka cerita yang sempat terpecah belah dan bahkan teronggok tak diperhatikan beberapa bulan belakangan. Ditambah, saya nggak sengaja dengerin playlist yang lagu-lagunya jadi lagu wajib di bulan-bulan awal saya nulis novel itu. Ingatan saya pun mendadak flash-back ke momen-momen yang sudah saya ciptakan, momen yang cuma saya dan Tuhan yang tahu ;] (kecuali kalau saya menerbitkannya nanti, nunggu selesai dulu pastinya).

Akhirnya saya putuskan liburan ini saya akan autis dan fokus menulis lagi. Hal pertama yang ada di kepala saya ketika liburan di depan mata adalah: Mencari jurnal saya yang isinya outline, timeline, dan karakterisasi untuk novel saya. Karena terakhir saya tinggalkan di meja belajar (sekitar nyaris setahun yang lalu), entah masih ada atau udah diberesin nyokap hehe.

Dengan menulis lagi, saya akan mendapatkan ketenangan yang saya butuhkan sekarang ini. Saya cuma mau diam di rumah, menikmati hari, menikmati tidur, menikmati pagi dan menikmati waktu-waktu saya bersama keluarga yang biasanya dalam seminggu ketemu sehari aja udah bagus.

But, still, I will stay here of course. However, Internet is one of my addiction ;]



-- -- -- -- --


Oh ya, saya baru aja baca novel judulnya Hush, Hush karya Becca Fitzpatrick. Novelnya membuat saya nostalgia jaman gila-gilanya Twilight dulu. Well, selain mood nulis yang mendadak kembali dan menjanjikan ketenangan, ada juga hal lain yang SUDAH memberikan sedikit ketenangan dan kebahagian dalam hidup saya yang hectic belakangan ini.


Reading a great novel is one of my favorite thing to do
. Novel yang bisa bikin saya terhanyut dalam ceritanya, yang bikin saya jatuh cinta sama hero-nya dan kagum sama heroine-nya, novel yang bikin saya nggak sabar buat namatin sesegera mungkin.

Setelah Twilight Saga, trus datang The Mediator series dan sekarang saya addict sama Hush, Hush. Saya baca di website Becca Fitzpatrick, bakal ada sekuel Hush, Hush yang akan terbit Fall tahun ini. Pastinya yang bahasa Inggris, semoga bahasa Indonesia-nya nggak lama-lama setelah itu. AMIN.

Sebenernya saya tertarik baca buku ini setelah baca tweet @sittakarina tentang Patch. Yup, tokoh utama cowok dalam novel ini. Saya penasaran kayak gimana sih ceritanya, mengingat novel karya Sitta Karina nggak pernah mengecewakan saya dan penulis favorit kita ternyata sama; Meg Cabot jadi saya yakin pilihan Sitta Karina pasti oke ;]

Saya baca katanya Hush, Hush udah diterjemahin. Pas jalan-jalan ke Toga Mas, nggak sengaja saya baca novel berjudul sama. Saya sih nggak tahu sinopsis ceritanya karena saya cuma asal lewat aja baca tweet Sitta Karina. Jadi kalo ketemu novelnya sukur, kalo nggak ya nggak apa-apa. Eh, yang namanya jodoh nggak bakal ke mana. Itu novel langsung seolah menunggu saya datang dan membawanya pulang (setelah membayar di kasir pastinya). Waktu itu saya cuma bawa duit ngepas banget, pokoknya setelah beli itu novel uang saya cuma cukup buat ongkos pulang naik bemo. Demi bacaan yang bakal bikin saya ketagihan. Demi ketenangan!

Yang bikin saya yakin kalau itu novel yang dimaksud Sitta Karina: insting. Saya baca sinopsis di back cover dan ceritanya emang romance-fantasy favorit saya. Setipe kayak Twilight dan The Mediator! So, I just grabbed it and throw my self to the cashier.
Review-nya bisa dibaca di sini! Selamat ketagihan ;]



-- -- -- -- --


Udah lama nggak blogwalking, saya mampir ke blog Diana Rikasari seperti biasa. Eh dia posting video orang tumbenan, secara sebelumnya dia posting video syutingnya di Makin Gaya Transtv hehe.

Saya baca cepat dan tanpa ba-bi-bu saya klik tombol play yang ada di tengah screen video. Saya klik video yang title-nya Telephone - Lady Gaga feat. Beyonce. Saya denger si cewek nyanyi, sambil main gitar bareng seorang cowok di sampingnya yang juga bisa nyanyi! Nggak pake lama (karena koneksi internetnya payah jadi suaranya putus-putus), langsung tancap deh ke Youtube. Saking excited-nya saya sampai nggak bisa mengingat password Youtube saya :D Beberapa menit kemudian video mereka udah nangkring di laptop saya.

Baru pertama kali ini saya subscribe account orang di Youtube, saya ngefans banget sama Gamaliel dan Audrey Tapiheru!!! :D FYI, dua orang ini kakak-adik lho. What a lucky family! Bangga banget pasti jadi ortunya, punya anak yang dua-duanya punya suara bagus. Sayang, nggak dioptimalin dengan jadi penyanyi beneran misalnya ;] Rekaman album, supaya saya bisa dengerin suara mereka setiap saat hehe.

Dalam video, Gamaliel dan Audrey nyanyiin lagu-lagu bule (cover) dan mereka nggak kedengeran kayak orang yang kagok ngomong bahasa Inggris. They're just like professional singers!!





Favorit saya adalah lagu Superhuman sama Broken Strings. Gara-gara sebuah insiden pas karaoke bareng anak BLM beberapa waktu lalu dan perjalanan naik bus ke Bandung dengan album Jason Mraz diputer berulang-ulang sepanjang perjalanan (jujur saya eneg lama-lama), saya nggak begitu suka sama yang Lucky meski saya numero uno fans lagu yang dinyanyiin duet. It was my fave song till that moments ruined it. Nevermind.

Anyway, it was a huge pleasure to know that Indonesia also got real talented people like Gamaliel and Audrey. Penyanyi rekaman aja lewat deh sama mereka! :D

Dan belakangan saya baru tahu kalo Gamaliel mainnya sama Kamga "Tangga", pantesan teknik nyanyinya mirip! Their voice make me think... the best Indoensian male singer I've ever known.



Apalagi si Gamal bisa main gitar juga, dan mainnya keren. Oh I tell you a secret, a guy who can play guitar and sing well can melt me down in a second ;]

Well, you can check them out here :]



-- -- -- -- --


Beberapa hari yang lalu saya kena tsunami. My dorm room was totally wet. Lantainya basah semua dan meja belajar saya was a total mess. Kertas-kertas yang ada di situ udah kayak bubur semua. Buku-buku saya kriting, bahkan Lou-kamera saya-juga nggak ketinggalan kena apesnya. Untung kamera saya ada di dalam dompetnya, jadi nggak basah-basah amat. Bisa nangis darah kalau Lou sampai rusak!

Waktu itu, pagi saya baru datang ke kamar kos dan mendadak bau nggak enak menyergap pas saya buka pintu kamar. Ya ampun, saya sampai speechless ngelihat keadaan kamar yang kayak nggak ada atapnya. Basah. Semua. Saya jalan masuk ke dalam dan thank God my bed is fine. Daerah yang basah ternyata cuma di balik pintu dan meja belajar. Alhamdulillah novel-novel dan komik koleksi saya sehat wal afiat. Cuma ada 1 buku yang kena tapi nggak parah-parah amat, masih bisa dikeringin bentar.

Karena lagi buru-buru mau ke kampus, saya cuma bisa beberes seadanya. Masukin barang-barang elektronik yang tadinya di meja belajar ke dalam lemari-termasuk Lou!

Malamnya, sehabis nugas saya langsung capcus balik ke kos bareng mbak Anty soalnya dia mau nitip motor bentar di kos saya. Sambil nunggu dijemput mas Ridzki, mbak Anty jadi relawan di kamar saya bersih-bersih meja belajar yang basah kuyup.

Pengen rasanya saya dorong semua barang di atas meja itu saking kesalnya. Mau nangis aja ngelihat barang-barang simpenan saya jadi rusak begini. Mbak Anty yang kayaknya udah biasa ngelihat ginian dengan cekatannya mengelap sana-sini meja belajar saya, sedangkan saya memilah-milah buku dan kertas yang masih bisa dipakai. Kebanyakan sih handout kuliah semester lalu.

Saya sampai curhat ke nyokap lewat SMS, "seumur-umur di rumah nggak pernah bersih-bersih gara-gara banjir, eh di rumah orang malah ngepel sisa banjir". Sialnya, saya malah diketawain nyokap. "Itu akibatnya kalo di rumah nggak pernah ngepel". Well, maksud saya adalah, seumur-umur saya nggak pernah tuh punya pengalaman harus ngepel semalaman ngeluarin air banjir yang masuk rumah karena rumah saya (yang manapun dulunya) nggak pernah kebanjiran. Dalam persepsi saya dan keluarga besar saya (dari pihak nyokap), rumah yang kebanjiran itu cuma rumah orang desa. FYI, di kota saya, daerah yang banjir itu cuma daerah pedesaan. Dan sekarang, di Surabaya yang notabene adalah kota metropolis, ngepel sisa banjir bukan hal aneh bagi sebagian orang.

Ceritanya adalah rumah tempat saya kos sebenarnya nggak kena banjir dan selama saya kos sampai sejauh ini memang nggak pernah kemasukan air banjir. Penyebabnya adalah atap kamar kos saya jebol jadi air hujan dari atas masuk aja gitu kayak nggak ada plafonnya, merembes di dinding dan mengakibatkan lantai kamar saya basah semua. Setelah mbak Anty dijemput mas Ridzki, saya ngepel deh demi bisa tidur tenang seperti pesan nyokap setelah ngetawain saya -_-"

Saya jadi setuju sama kata-kata mbak Anty, "Kamu jadi kayak kena Tsunami, Bu!". Ya, ini cuma bencana kecil--yang kata nyokap bukan apa-apa, ini cuma hal kecil. Saya hanya harus lebih banyak berdoa pada-Nya, supaya diberi kemudahan dan keselamatan selalu. Supaya tsunami macam ini nggak terulang lagi :D

Berikut cuplikan SMS saya sama nyokap waktu saya cerita mbak Anty juga ikut bantuin:

Saya: Tapi tadi sempet dibantu mbak Anty juga kok..
Mom: Lho ngapain tamu kok ikut bantu-bantu?
Saya: Ya sukarelawan lah korban tsunami...

Tentu setelah itu saya kasih penjelasannya, kalau nggak, saya bisa dijewer nyokap sampe rumah. Kadang saya suka dimarahin kalau saya menjawab sambil bercanda, padahal maksudnya biar saya nggak nangis melihat keadaan yang mengenaskan di depan saya itu ;D Tapi emang kebanyakan saya jawabnya sambil bercanda, kebiasaan sama bokap hoho.



-- -- -- -- --


Anyway, buat yang udah planning liburan jalan-jalan keliling dunia, keliling Indonesia atau yang cuma keliling kota sendiri, I just wanna say HAVE FUN!!! Like I said to Cece, this is supposed to be a holiday for everybody, including you. So, HAPPY HOLIDAY EVERYONE!!!!!!!!!!!! :D









P.S.: alasan mbak Anty cekatan banget bersih-bersih, karena di rumahnya kalau hujan deres dia biasa ngepel sisa air banjir yang masuk. Fenomena aneh di kota yang bisa saya bilang lebih maju dibanding kota saya lahir -_-"
P.S.S. : Oh you can check some of my photographs in Bandung on my Deviantart ;]

Hush, Hush

by Becca Fitzpatrick
Published by Ufuk Press


Nora mendapat partner Biologi baru, bukan sahabatnya yang seperti biasa, Vee. Partnernya ini menyebalkan, misterius tapi ada suatu hal pada dirinya yang membuat Nora tidak bisa berhenti memikirkannya. Matanya yang begitu hitam dan senyumnya yang membuat Nora tidak bisa berpikir jernih. Patch, Nora tidak bisa jauh-jauh darinya sejak separtner di pelajaran Biologi. Belum lagi Patch bisa mengetahui segala hal tentang Nora, sampai pada hal yang tersembunyi sekalipun. Seperti kebiasaan Nora yang sulit percaya pada orang lain.

Tapi luka apa itu di punggung Patch? Luka yang cukup besar dan aneh membentuk huruf V terbalik... Apakah benar dugaan Nora? Apakah benar Patch bukan manusia seperti dirinya? Lalu kenapa dia ada di sini, di dunia yang sama dengan Nora? Dan kenapa Patch seolah selalu ada ketika Nora membutuhkannya? Siapa sebenarnya Patch?



Kisah yang sangat apik, mencekam dan membuat penasaran sampai akhir. Mengembalikan semangat saya di minggu-minggu yang membosankan karena tugas dan ujian. Saya jadi nggak sabar buat pulang dan segera mengetahui kelanjutan ceritanya.

Cerita romance yang berbeda, nggak ada yang pernah mengangkat tema ini sebelumnya (setahu saya). Segala kisah fantasi seperti vampir (you name it!), hantu gentayangan, drakula dan tokoh-tokoh pemburu sejenisnya rupanya sudah terlalu umum diceritakan. Ada satu lagi yang mungkin cukup 'tabu' sebenarnya untuk diangkat dalam sebuah kisah, tapi akan jadi cerita yang sangat menarik apabila diramu dengan sangat baik. Salah satunya adalah Hush, Hush ini.

Saya tidak akan menceritakan apa sebenarnya tema kisah yang diangkat karena akan merusak rasa penasaran yang sudah terbentuk sejak awal membaca review ini. Gambaran kisah dalam novel ini bisa dibaca pada paragraf kedua review yang sudah saya buat ini, di situlah letak misteri yang hanya bisa diketahui dengan membaca novelnya sampai habis.

A little hint: sosok yang terbuang.

Just go to the bookstores near you and tell me what the mystery is! ;]

Rihanna - Rated R

Setelah baca sebuah review di sebuah surat kabar, saya jadi tertarik buat dengerin album terbaru Rihanna ini. Dan emang bener kata itu review, album Rihanna kali ini kesannya lebih dark tapi bukan berarti bikin saya nyesel. Justru sebaliknya, saya suka banget sama album ini. Lagu-lagunya keren banget!!! Jelas, Rihanna terkesan lebih dewasa di album ini. Liriknya banyak bercerita tentang pengalaman masa lalunya yang kelam.

Pertama kali saya denger single Russian Roulette, saya agak kaget terus terang. Karena single yang dipakai kok kesannya suram banget. Tapi setelah denger single lainnya yaitu Hard, saya jadi makin yakin kalau album Rihanna yang ini pasti lebih oke. And it is!

Ada satu track yang aransemennya mirip banget sama Apologize-nya One Republic yang versi featuring TimbalandCold Case LoveI love that song first time I listened to it! Ada lagi track Te Amo, diselipkan kata-kata dalam bahasa Spanyol di dalam liriknya. Make me love this album more and more!!!

Oh ya, denger-denger track Hole In My Head yang dinyanyiin bareng Justin Timberlake merupakan bonus track. Lagu itu emang sumpah, saya nggak bisa komen apa-apa deh kalo Justin Timberlake yang diajak duet. Jaminan bikin ketagihan pengen denger terus!

La Roux - Self-Titled

Gara-gara liat video klipnya (Bulletproof) di situs MTV, saya jadi tertarik buat dengerin lagu-lagu lainnya. Dan saya sama sekali nggak menyesali keputusan saya itu. La Roux's songs definitely pump up my mood everytime I need it, terutama di minggu-minggu belakangan.

Musik La Roux bertema electro pop yang energik tapi juga ada beberapa track yang slow dan menenangkan. Buat penikmat lagu-lagu upbeat track Bulletproof bisa jadi pilihan, ada juga In For Kill dan TigerlilyColourless Colour, Cover My Eyes dan Reflections Are Protection juga enak didengerin sambil jalan-jalan.

Ada aransemen musik yang mirip track Goodnight Electric, judulnya As If By Magic. Jadi kangen jaman-jaman saya addict sama band indie itu :D

Favorit saya pribadi sih Bulletproof, Colourless Colour, Cover My Eyes, sama I'm not your Toy.

Pixie Lott - Turn It Up

Penyanyi solo asal Inggris ini seperti Duffy kedua buat saya. Cuma mereka berbeda dalam tema musik yang dibawakan, Pixie Lott membawakan musik-musik yang lebih up beat dan mengeksplor vokal dengan lebih dalam.

Penyanyi yang disebut-sebut sebagai the next Britney ini membawakan lagu Mama Do sebagai single pertama. Secara keseluruhan saya suka dengan album Pixie Lott ini karena musiknya pop dan up beat yang ceria. Bukan musik cengeng yang mendayu-dayu, kalaupun tema lagunya sedih, Pixie Lott membawakannya dengan teknik vokal yang sangat menghibur dan bikin yang denger ikutan nyanyi ;]

Saya sendiri favorit sama hampir semua track dalam album ini, tapi yang paling sering saya replay yaitu track Turn It Up, My Love, Band Aid sama Cry Me Out.

Buat yang kangen sama era penyanyi solo wanita yang berkualitas (secara era Britney-Christina udah lewat), album Pixie Lott ini bisa dijadikan referensi pelepas rindu :]

Sabrina - I Love Accoustic

Pertama kali denger lagu penyanyi asal Filipina ini di mobil temen saya, waktu itu lagu Wake Me Up When September Ends yang diputer. Nggak lama kemudian lagu Perfect yang dinyanyiin. Saya jadi bertanya-tanya, emang ini penyanyi spesialis cover lagu-lagu rock? Tapi ternyata nggak, ada lagu Umbrella (yang populer banget itu!), A Thousand Miles, Irreplaceable dan lain sebagainya.

Well, secara keseluruhan lagu-lagu yang ada dalam album ini memang semuanya lagu cover para penyanyi ternama. Tapi Sabrina mampu membawakan versi yang berbeda dari lagu-lagu yang ia nyanyikan ulang. Seperti Irreplaceable misalnya, lagu aslinya kan hip-hop yang up beat dan dinyanyikan dengan powerful oleh Beyonce. Dan lagu itu jadi kedengaran sweet waktu dinyanyiin sama Sabrina.

Yang bikin saya surprised adalah lagu My Guardian Angel yang aslinya dinyanyiin sama Red Jumpsuit Apparatus. Itu lagu favorit saya selain Iris-nya Go Goo Dolls dan Sabrina membawakannya dalam versi yang berbeda. I love it better than ever!!

Track favorit saya dalam album ini, yah selain My Guardian Angel adalah Irreplacable, So Sick (Ne Yo) dan You and Me (Lighthouse Family).


Monday, 4 January 2010

A Story

I'm back to town, people!!!

The whole last week was a dope! There's up and down but it was all great for a life experience. Alright, I'm gonna write it down here based on the plot :]

Yap, akhirnya saya berangkat juga ke Bandung buat PKL Psikologi Abnormal (featuring Psikologi Klinis dan Psikofarmakologi). Baru kali ini nih bisa pergi bareng sama anak-anak BLM, yah kalo nggak diakomodir kampus mungkin kita berduabelas nggak bakal bisa pergi jauh bareng kayak kemarin itu :D

Day 1
It was really started with the bad things. Saya nggak nyangka perjalanan ke Bandung lewat darat dengan naik bus bakal semelelahkan itu. Duduk seharian di dalam bus dengan kaki nggak bisa lurus dan ujung-ujungnya leher jadi kaku karena posisinya nggak enak banget. Biasanya saya ke Bandung naik kereta api dan itu udah paling nyaman buat saya meski perjalanannya nggak sekilat naik pesawat. The view is worth seeing :]

Sampai di Bandung pun molor karena kita udah telat banget masuk Sumedang-nya, traffic udah macet di jam ketika kita dateng. Jadilah bus jalan-rem-jalan-rem mulu sepanjang jalan Sumedang-Bandung. Mana tahu Sumedang berdiri kokoh setiap 5m di pinggir jalan yang kita lewati bikin saya dan mbak Anty ngiler setengah mati. Kita udah mau turun aja ngelihat tahu-tahu itu numpuk-numpuk menggiurkan. Seandainya boleh turun, pasti kita berdua udah turun dalam kecepatan cahaya.

Di tujuan pertama (Yayasan Tuna Grahita, Bale Endah), kita udah kesiangan tapi nggak mengurangi esensi kegembiraan kita buat dateng ke tempat baru. Melihat anak-anak yang kurang beruntung itu membuat saya trenyuh. Saya punya mimpi sejak dulu, mimpi tentang anak-anak Indonesia. Dan ketika datang ke yayasan ini, tekad saya untuk mewujudkan mimpi saya semakin kuat. Hope God lead me to make it happen. Amen.

Dari Bale Endah, kita langsung cabut ke hotel. Hal buruk ternyata nggak berhenti sampai di bus aja. Hotel pun ikut-ikutan bikin masalah. And this is a crucial thing for all of us apparently. Nggak cuma 1 keluhan aja, tapi beberapa anak-anak BLM udah ngeluhin macem-macem tentang keadaan hotelnya. Bukannya kita sok manja dengan pengen nginep di hotel mewah atau gimana. Hotel nggak perlu mewah asal bersih, kualitas bagus dan semua peserta PKL dapet kenyamanan yang sama rata. Saya sendiri pernah kok kepepet nginep di sebuah hotel kelas standar di Malioboro dan dapet kamar kelas supir, bahkan kamarnya lebih bersih dari kamar kos saya ahaha (yaiyalah kan ada cleaning service-nya!). Tapi, kamar yang saya, mbak Anty dan Peni tempati selama 2 malam berturut-turut itu nggak bisa dibilang layak buat ditempati dengan cost akomodasi yang udah kita bayar sebelumnya. Nggak sebanding harga dan kualitasnya!

Berikut beberapa fakta yang saya lihat dan dengar dari sekeliling saya:
1. Malam pertama waktu mau tidur, ada beberapa helai rambut berukuran sedang di ujung tempat tidur. Padahal nggak seorang pun dari kita yang udah berbaring di situ.
2. Di kamar seberang (kamar Putu, Puspa dan Karina), kamar mandinya ada kondom bekas (Day 1).
3. Di kamar lain (saya lupa siapa penghuninya), kamar mandinya ada pembalut bekas (Day 1).
4. Ada 1 kamar yang pake AC, sementara sisanya cuma pake exhause/fan biasa.
5. Kipas angin di kamar saya berdebu sekali, sehingga kita mutusin buat nggak nyalain kipas angin takut debunya malah bertebaran di kamar (FYI, Peni dan mbak Anty punya asthma).
6. Ada 1 kamar yang lantainya berkarpet, sementara lainnya ubin di seluruh kamar bisa terlihat dengan jelas.
7. Kamar Putu, Puspa dan Karina dasar ember di kamar mandi (yang berfungsi sebagai penampung air) kotor jadi mereka harus membuang airnya dulu dan nunggu sampai airnya penuh lagi pas mau mandi (Day 1).
8. Kamar mereka kran air panas/dingin-nya nggak berfungsi dengan baik.
9. Kran air di kamar saya cuma bisa keluar air kalau kran air panasnya diputer, tapi kadang yang keluar malah air dingin.
10. Waktu Yuri baru buka kamarnya, disambut Mr.kecoa!
11. Kamar Putu, Puspa dan Karina juga dikunjungi kecoa!!
12. Menurut saya perabotnya berdebu semua. Saya memutuskan menghindari pegang-pegang perabotnya kalau nggak butuh-butuh amat.

Mungkin masih banyak lagi keluhan dari penghuni hotel yang lain tapi saya nggak tahu atau mereka memutuskan untuk diam dan menerima keadaan. Selain keluhan-keluhan di atas, hotel tempat saya bermalam letaknya jauh dari kota. Jauuuuhhh sekali! Nggak ada tempat yang bisa dikunjungi kecuali pujasera kecil yang ada di seberang jalan. Tunggu dulu, jangan berpikiran negatif dulu tentang saya. Asal tau aja, kita semua dipecah ke dalam 4 hotel dan hotel saya terpisah jauh dari 3 hotel lainnya. Di mana ketiga hotel lainnya itu berada cukup dekat dengan wilayah keramaian dan at least ada tempat yang bisa dikunjungi buat menghabiskan malam. Dan saya dengar, 3 hotel yang lain dilengkapi bathub, AC dan kamar yang bersih. What I wanna say here, what was all about???

Kalau memang nggak ada lagi hotel yang berdekatan dengan 3 hotel yang lain, lalu kenapa kualitasnya jauh di bawah ketiga hotel tersebut? Saya bicara begini bukannya tanpa bukti, saya sudah mendokumentasikan kondisi hotel saya dan hotel-hotel lainnya untuk dibandingkan. Dan yang saya sesalkan, is it fair? I'm afraid, I smell something fishy here.

Well, mungkin hari pertama bukan pembuka yang baik. Tapi bukan berarti kita nggak bisa seneng-seneng ;] Karena cuaca sedang hujan dan berbagai keribetan yang males saya ceritakan, akhirnya wisata FO yang seharusnya dilakukan sorenya berangkat tapi nggak seperti yang seharusnya. Anak-anak BLM sih mutusin buat nggak ikut dan kita nggak kehabisan akal, capcus ke BSM dengan asumsi sebagai mall (a.k.a tempat hiburan) terdekat naik bemo yang khusus kita charter malam itu. SERU ABISSSS!!! :D

BEMO

moi, Amel (behind camera), Dinda, Phebe, Puspa, Putu, Yuri, Anty, Karina, Peni, Cece, Mia

Di BSM (yang konon emang sepi), kita having fun di kota fantasi. Anak-anak sih naik roller coster sama ontang-anting, saya lagi nggak mood mainan pemicu adrenalin jadi saya mutusin jadi seksi dokumentasi aja nemenin Peni yang lagi males juga. Ngelihat mereka seseruan naik wahana itu aja udah bikin saya ikutan seneng :D Beberapa dari kita juga mencar ke toko-toko.

Malam itu ditutup dengan isak tangis salah satu dari penghuni kamar saya. Kami pun tidur dengan harapan hari esok lebih baik dari hari ini.


Day 2
Entah kenapa mood saya bagus sekali hari itu, setelah kejadian-kejadian buruk sehari sebelumnya saya udah recovery entah bagaimana :D Sayangnya nggak semua orang mengalami hal yang sama. Misalnya aja waktu sarapan, saya udah selesai dan Amel, Cece juga Mia baru akan makan pagi. Saya menyapa mereka:

Saya: Selamat pagi! (cheerful voice)
Amel: Yeah. (flat)
Cece: ahaha yeah selamat pagi. (faking my voice)
Mia: selamat pagi!! (a level as mine)

Yah, cuma Mia rupanya yang masih bersemangat di hari kedua :] It's okay, saya masih optimis hari kedua akan lebih baik dari hari pertama. And it was!

Di mulai dari kunjungan ke RSJ Cimahi, banyak kejadian-kejadian seru yang masing-masing kita alami. Dan yang paling berkesan (plus gila) buat saya juga mbak Anty adalah waktu kita dapat tugas wawancara sama pasiennya, bukan pasiennya yang bikin kita berdua heboh tapi pengawas (atau perawat ya sebutannya?) pasiennya cakep!! :D Masa' waktu mau wawancara lanjutan setelah pasien udah nggak ada, saya dan mbak Anty senyum-senyum blushing nggak jelas. Kita sampai harus menjauh dan mengendalikan diri dulu biar nggak hahahihi mulu di depan si pengawas (baca: jaim). That moment is ours sis, ours only :]

Sorenya kita lanjut ke Kartika Sari cabang Dago. Di sana ya beli oleh-oleh kue sambil jalan-jalan di lantai atas dan FO sekitarnya. And you know what, saya NYARIS ketemu June Paski di Kartika Sari! Kayaknya sih kita sempet berada di ruangan yang sama di waktu yang sama di toko kue itu tapi kita nggak nyadar dan mungkin nggak mengenali satu sama lain. Hal ini ketahuan setelah saya cerita-cerita ke June lewat SMS. Oh God, we're THIS close!!! Jadi gemes.

Marathon ke Cihampelas, shopping lah pasti. Berdua sama mbak Anty, kita beli pesenan dan oleh-oleh buat orang rumah. Saya bahkan beli kaos khas Bandung kembaran sama anak-anak BLM :D

And the best part (that makes my lil bro jealous till death) was I met Denny Darko. FYI, Denny Darko adalah salah satu mind-illusionist yang ikut The Master 2. Bukan, saya bukannya nggak sengaja ketemu di jalan atau semacamnya. Tapi saya datang menemuinya lebih tepatnya hoho. Dijemput mbak Vina (Denny Darko's wife) di pinggir jalan Cihampelas usai belanja sampai kaki gempor, we're heading to Warung Pasta di Dago. Kebetulan saya dan mbak Anty emang niatnya mau makan malam sekalian di Cihampelas (mi kocok pas banget hujan-hujan gini), eh ternyata dapet yang lebih dari sekedar semangkuk mi kocok. Sour cream fetuccine and a glass of lime squash. Yumm! Saya dan mbak Anty ngobrol bertiga bareng mbak Vina, sementara Mas Denny masih mentoring dengan satu komunitas magician Bandung. Nggak lama gitu, mbak Vina nyeletuk, "Eh, itu Arif." dan mbak Anty pun tanpa ba-bi-bu langsung teriak, "Arif!!". Dan datanglah seorang cowok berkacamata yang saya asumsikan bernama Arif. Singkat cerita, saya pun akhirnya kenalan sama salah satu magician Bandung, Arif Halsas. Mungkin ada yang pernah lihat, si Arif ini pernah jadi talent di acara Jika Aku Menjadi Transtv. Di situlah saya pertama kali lihat Arif dan nggak taunya sekarang bisa ketemu langsung :D Ngobrol sedikit bareng Arif saya udah ngakak-ngakak, orangnya sumpah gokil abis! Waktu kenalan pun dia bilang kalo dia adiknya Dygta "Yovie and Nuno", awalnya saya nggak ngeh tapi lama-lama saya tahu juga. Mukanya mirip! But it was a joke, people :D

With Darko

mbak Anty, Arif, Denny Darko, mbak Vina, moi

Sampai sekitar jam 11an, acara mentoringnya selesai dan mas Denny keluar dari ruangan tempat mereka ngumpul (saya, mbak Anty dan mbak Vina ada di ruangan yang terpisah). Nggak mau menyia-nyiakan kesempatan, foto-foto dulu dong! :D Itung-itung bikin adek saya ngiri ahaha. Sempet juga denger Mas Denny bercanda sama Arif, ternyata dua orang ini sama-sama gokil! Waktu mbak Anty pamitan sama Arif, dia minta si Arif nebak nama saya. Dengan gaya sok nebak (jari telunjuk dan jari tengah di pelipis dan mata menatap serius sampai dahi berkerut), dan hasilnya dia nggak inget. Masa' si Arif bilang saya mirip Desy Ratnasari! Saya mau bilang kalo saya lebih mirip Alexa Chung tapi waktu itu saya udah telalu capek, jadi saya cuma bisa cemberut dan masuk mobil.

Setelah itu, saya dan mbak Anty diantar pulang oleh Denny Darko dan mbak Vina! Jarang-jarang kan artis nganterin tamunya gini :] Yup, mereka nganterin kita balik ke hotel yang mengenaskan itu. Perjalanan balik pun nggak semulus bayangan, kita sempet bingung karena nggak tahu jalan Bandung dan mas Denny juga kurang tahu lokasi penginapan tempat kita bermalam. Sampe sempet ditawarin buat nginep di rumah mas Denny dan dijanjiin tiket kereta segala ngelihat hotelnya kok jauh banget! Kita sih nggak akan nolak kalau nggak inget besoknya kita harus check out pagi-pagi dan belum packing sama sekali. Dan sesampainya di hotel, mas Denny bahkan ngebawain 1 tas gede yang isinya kaos kembaran BLM dan kaos-kaos lainnya. Padahal maunya saya dan mbak Anty akan menyeret tas itu masuk ke dalam hotel, padahal maunya mas Denny dan mbak Vina nganter sampe depan hotel aja nggak perlu masuk dan melihat betapa mengenaskannya hotel yang kami tempati. Tapi mas Denny bersikukuh dan saya nggak bisa berbuat apa-apa. What a kind people! :]

Oh ya, satu lagi saksi mata kondisi hotel yang kami tempati. Bukan orang sembarangan lho!

Malam itu nggak cuma punya saya dan mbak Anty ternyata, temen-temen BLM yang lain juga having fun di Ciwalk. Yang tadinya murung mulu dan nangis-nangis, hari itu bisa ketawa bahagia menikmati malam Bandung yang dingin karena hujan.

Finally, like I said before, hari itu menjadi hari yang lebih baik dari hari sebelumnya. Wayyyyy better!!! :D



Day 3
Check out telat, berangkat telat dan akhirnya schedule pun diubah. Kami pulang lebih cepat dari jadwal (yang juga sempet diubah sehari sebelumnya) karena ada tempat yang nggak jadi dikunjungi buat peserta mata kuliah Psikologi Klinis dan Psikologi Abnormal. Yayyy, home smells so close to my nose!!!

Perjalanan pulang pun entah kenapa terasa lebih lama, terutama waktu kita stuck di Sumedang. Oh God, saya jadi bosan ngelihat pemandangan pohon-pohon mulu. Saya mau lihat gedung-gedung tinggi, jalan raya lebar dan lampu-lampu terang! Saya mau lihat Surabaya!! Saya udah kangen Surabaya!!!

Saking nggak mood-nya saya sampai nggak ikutan makan malam, cuma minum teh hangat doang. Tapi emang biasanya saya nggak makan malam kalau nggak terpaksa banget hoho. Usai makan malam, saya sempat tidur sepanjang perjalanan dan bangun-bangun udah sampai Lamongan. Bau Surabaya udah semakin dekat! :D Gresik lewat, masuk tol daaaaannnnnn SURABAYA!

Sampai Surabaya jam 5 pagi keesokan harinya, lega sekali akhirnya kembali ke tempat yang sudah familiar. Lega sekaligus senang punya kenangan yang unforgetable bareng BLM :D

Oh anyway, begitu menginjakkan kaki di kamar, saya melihat kaki saya mendadak membengkak segede kaki Troll. Pertama lihat, I was like, "Oh my God, whose feet is that??" Rasanya aneh sekali, apalagi waktu lagi jongkok. Ada bagian kulit kaki bawah yang menyentuh kulit kaki atas. Biasanya kedua kulit itu tidak saling bersentuhan for God's sake!!

Saya putuskan untuk langsung mandi sambil berharap kaki saya akan kempes setelah kesiram air dingin, ternyata nggak ada perubahan. Lalu saya putuskan untuk tidur aja bentar, karena sebelum siang saya masih harus ke rumah sepupu saya. What a day!




Overall, it was a fun trip indeed! Semua kejadian yang saya dan 11 teman dekat saya alami itu malah membuat kita semakin dekat. Dan saya percaya, trust itu ada di antara kita. Kalau nggak, pemikiran kita nggak akan mungkin bisa sejalan. Susah-senang kita hadapin bareng-bareng, satu menangis yang lain menghibur. I love you BLM sistaaaa ! :D

I just wanna say, to whoever who're trying to mess with us: you might've screwed our day, but you can't ruin our life. Remember that!




P.S.: BLM sista, just so know (and remember), kaos-kaos belanjaan kalian dibawain Denny Darko sampe ke kamar saya. Kejadian langka itu! :D Somehow, saya malu sendiri kalo inget-inget kejadian itu.
P.S.S. : Hari yang lebih baik itu nggak akan terwujud kalo nggak ada mbak Anty. It was a quality time between us, bu! :]
P.S.S.S: And also mbak Vina who kindly enough to treat us so nicely. I wanna say thanks to mbak Vina and mas Denny for the night, it was awesome!



ANYWAY, HAPPY NEW YEAR 2010!!!!!!!!!!!!!!!!!








LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin

Share