Tuesday, 21 December 2010

Windy and cloudy but fun!

Seharusnya akhir minggu lalu saya habiskan di rumah, karena memang seharusnya nggak ada kegiatan di akhir minggu. But, yeah, God takes the control however. Awalnya mau ada rapat bareng tim KKN saya hari Jumat, tapi jam dan tempatnya masih nggak jelas. Jadilah saya menggantung nggak jelas nungguin SMS dari si ketua yang sampai menjelang sore tak kunjung tiba dan karena penasaran akhirnya saya yang SMS duluan, ternyata rapat diundur hari Senin. Crud.

Terlanjur stay sampai sore, saya pun mutusin buat ngikut si pacar ke Airlangga Expo yang digelar di Balai Pemuda dalam rangka Dies Natalis Unair. Bukan apa-apa, kalau bukan karena Mia mau tampil (juara #1 lomba paduan suara antar fakultas berhak tampil di Dies Natalis) saya juga males dateng sebenernya.

PsychoUA choir
Eh, dapet bonus, ternyata T-Bone (Teater Boneka punya Psikologi) juga manggung hari itu dan bisa liat aksi Amel nge-MC bareng Ninda :D

T-Bone
Selain itu, pacar pun juga punya stan jualan dia di mana saya juga nyumbang bikinin desain name card, flyer sama sticker buat produk yang dia dan temen-temennya jual (find out here).

anty.moi.mia
But the fun part is we were having fun there! Saya, mbak Anty dan Mia jalan-jalan keliling stan, beli jajanan, seru-seruan waktu Amel, emm... maksudnya T-Bone manggung. Sumpah berasa mahasiswa semester awal yang nggak ada tanggungan mata kuliah 6 sks.

guitar experimental
Hari Sabtu-nya saya masih ke tempat yang sama cuma sore doang tapi karena siangnya saya harus belajar buat kuis hari Senin dan hal ini juga terjadi di hari Minggu-nya. Bedanya, di hari Minggu overtime sampai malam. Ya, seharian saya di kos. Belajar. Di hari Minggu -____-"





-- -- -- -- --

Suatu hari tanpa disengaja saya, mbak Anty, Mia dan Cece pake baju dengan warna yang serupa. Tadinya cuma Mia sama Cece aja yang emang niat mau kembaran, lalu saya datang dan ternyata baju kita bertiga mirip. Siangnya, waktu saya ketemu mbak Anty, histeris sendiri waktu liat baju yang dia pake warnanya setema dengan kita bertiga.

600px
Ini kesempatan langka, jarang-jarang kita bisa kompak tanpa direncanakan begini. Sorenya, sepulang saya nonton Harry Potter hasil date berdua mbak Anty, kita berempat foto bareng dan kebetulan jam tangan yang kita pake juga kembaran :D





-- -- -- -- --

Saya sadar, saya udah nggak bisa sepenuhnya main-main lagi. Harus udah mulai serius mikirin masa depan. Married? Oh please, masih banyak yang harus saya pikirin selain yang satu itu.

Masa depan yang saya maksud adalah bagaimana saya akan menghidupi diri saya nanti, alhasil saya pun mulai mempersiapkan bekal dari sekarang. Bekal apaan? Mengingat saya nggak bisa jauh-jauh dari art, jadilah saya nyiapin portfolio hasil karya saya. Insya Allah akan dirilis dalam waktu dekat dalam bentuk web portfolio (meski basisnya blog atau nebeng hostingan juga). File hasil kerjaan jaman bahelula dulu udah mulai dikumpulin lagi, dan mulai dipilah-pilah mana yang mau ditampilin. Saya mau serius di sini biar punya bukti ke orangtua kalau saya nggak main-main sama pilihan saya. Insya Allah sudah ada planning mau dibuat seperti apa :]
Talking about goals in the future, kedua orangtua saya cenderung berpikiran konservatif mengenai profesi atau pekerjaan. Terutama nyokap, yang beliau tau dan kenal adalah jenis-jenis pekerjaan di mana saya bakal mati bosan karenanya (semacam kerja di bank, PNS, tipe pekerjaan administratif dan sejenisnya). Saya perlu tempat kerja di mana iklim kreativitasnya tinggi, di mana atmosfernya dinamis dan hidup. Wherever the art is, that's where you can find me.

Kalo bokap, emang sih saya nggak pernah ngobrolin tentang pekerjaan sama beliau. Tapi menurut saya beliau cukup berpikiran terbuka soal ini, meski pernah suatu kali saya disaranin buat ikutan apply rekrutmen sebuah bank ternama. Well, itu adalah saran pertama dan terakhir yang pernah saya dengar dari bokap sejauh ini tentang pekerjaan. He'd prefer to talk about my academic scores and yeah, GPA whatsoever -_____-"

Pada dasarnya sih kedua orangtua saya memberikan kebebasan pada anak-anaknya untuk memilih dan memutuskan, selama itu dapat dipertanggungjawabkan. Itulah kenapa saya nggak mau main-main buat nyiapin masa depan pilihan saya. Saya mau mewujudkan mimpi saya tanpa mengabaikan rasa hormat pada kedua orangtua saya; jadi apa yang saya mau dengan penuh tanggung jawab.

Saya punya goal sendiri mengenai masa depan saya di mana goal ini tidak melibatkan pihak lain selain diri saya sendiri. Besides, I realized that I have moral responsibilities to my little brothers. I need to be a good big sister for them, that's what I wanna prove to both of them :]

Yah, moga-moga Allah ngasih jalan dan kemudahan buat ngewujudin mimpi saya itu. Amin :]





-- -- -- -- --

Oh well, hari Kamis lalu saya ikutan kuliah tamu dengan pembicara Nukman Luthfie (@nukman). Praktisi social media dan internet yang menurut saya gaul abis :D

Nukman Luthfie

Sedikit banyak yang dibicarakan adalah topik-topik di mana saya banyak berkecimpung di dalamnya, tapi juga ada bonus-bonus di mana sentuhan saya tidak sampai ke titik itu. Say, pengetahuan baru. I always love nu things!

Dengan gaya bicaranya yang kocak, kadang serius, dan lumayan narsis, Pak Nukman membawakan kuliah tamu dengan menarik dan sukses membuat (at least me) peserta kuliah jadi enlightened.


Ok lompat sedikit, beberapa hari yang lalu saya beli comicstrip karya Diki Andeas (@niwat0ri). Judulnya "Why did the chicken browse the social media?" (review lengkapnya baca di blog REVIEW saya aja ya). Semakin ke belakang, saya berasa de javu. Konten komik yang saya baca kok rasanya pernah saya lihat dan dengar di suatu tempat, lalu memori saya memunculkan tampilan presentasi Pak Nukman. Ya, konten kuliah tamu bersama Pak Nukman itu juga saya temukan di comicstrip Diki Andeas. Entah kebetulan atau mereka (kebetulan) menggunakan sumber informasi yang sama, tapi rasanya aneh aja menemukan dua hal dengan runtutan kemunculan yang nyaris sama. Ah, nevermind :]





-- -- -- -- --



Anyway
, besok saya ada jadwal kuliah tamu bareng Jed Revolutia (@revolutia). It's gonna be fun! More stories later ;]


Wednesday, 1 December 2010

When life's back to normal

Sudah agak lama sebenernya event yang ini digelar, Lomba Paduan Suara antar fakultas yang diadakan Paduan Suara Universitas Airlangga.

Sudah cukup lama pula Mia mengingatkan saya buat menyaksikan penampilannya di konser terakhirnya. Mengingat tahun depan (harapannya) kita semua udah menyandang status alumni. AMEN!

And what a bestfriend can do is attend to a concert where your bestfriend perform, right? Di mana kemarin-kemarin saya selalu berhalangan hadir dan alhasil nggak pernah tau penampilan paduan suara fakultas saya. Nggak pernah tau penampilan sahabat saya, Mia.

Suatu kali saya pernah iseng mengomentari suara Putri Ayu yang emang bening banget di kuping, dan Mia pun menyahut, "Aku juga bisa nyanyi kayak gitu lho, Rok.". Saya tau Mia suka dan hobi menyanyi, saya tau Mia hampir selalu punya lagu untuk setiap momen, saya tau. Tapi yang nggak saya tau adalah kemampuan menyanyi Mia yang sebenarnya. Mia nggak pernah nyanyi dengan suara seperti yang dia pakai waktu konser, dia nyanyi ya nyanyi aja kayak orang karaoke dan jangan tanya lagu apa yang dia nyanyiin -____-"

Dan saya pun harus percaya ucapan Mia waktu itu ketika datang ke konser terakhirnya. Mengutip istilahnya Cece, menyaksikan penampilan paduan suara fakultas saya bikin merinding. Terdiri dari tim yang besar, tentu memiliki range suara yang lebih luas. Jadi himpunan suara yang dihasilkan pastinya lebih megah, bikin merinding.


PS FPSI

Well, sebenarnya ini juga target saya tahun ini. Mia udah jadi 'reminder' saya di saat-saat tertentu, saya harus jadi sahabat yang baik juga buat dia. Salah satunya adalah menyaksikan penampilan terakhirnya sebagai anggota paduan suara fakultas Psikologi.

Yes, I finally made it, thy ;]

Oh FYI, they made it by the way. #1 place has just already on them even before they sing :]





-- -- -- -- --

Bulan November tahun ini mungkin adalah bulan terpadat dalam hidup saya. Tinggal di rumah bisa dihitung dalam satuan jam saking singkatnya. Saya menghabiskan banyak waktu di kampus. Bukan, bukan karena satu hal berawalan huruf 'S' itu. Tapi sesuatu yang lain, event tahunan fakultas Psikologi Unair. Psychofest.


just moi


tickets

Salah satu karya saya: tiket Workshop

Di Psychofest tahun ini, saya masuk di divisi Publikasi dan Dokumentasi. Tugas saya? Motret? Tentu, tapi pada hari H saya nggak banyak motret karena ribet sama hal lain. Hal lain? Ya, saya difokuskan pada barang-barang publikasi dkk. Poster, banner, spanduk, backdrop, sertifikat sampai ID Card. Memang saya nggak sendirian, tapi mengurus beberapa barang sekaligus dengan pihak yang berbeda-beda (divisi acara yang berhubungan dengan saya ada lebih dari satu) bisa menjadi sesuatu yang frustating. Proses pengerjaannya bukan menjadi masalah, rumitnya adalah pada sistem komunikasi yang berlaku. Saya punya atasan di divisi saya, terkadang kepala-kepala divisi acara meminta saya hal yang berbeda dengan yang diterima oleh atasan saya. Sehingga terjadi miskomunikasi. Perubahan pun harus dilakukan dan sejujurnya, sesuatu yang sudah tertata baik dan akhirnya diubah membuat saya sedikit tidak nyaman. Well, maybe a little bit a lot ;]


IPTI test

Mia presented IPTI test


peserta

Anyway, Psychofest terdiri dari beberapa rangkaian acara. Diawali dengan Workshop Managing Career dan National Psychology Debate Competition di minggu pertama, lalu dilanjutkan dengan Lomba Melukis Layang-layang, Lomba Foto Keluarga dan ditutup dengan Art & Bazaar Festival di minggu kedua. Saya usahakan buat totalitas di minggu pertama karena di minggu kedua saya berhalangan hadir karena bertepatan dengan tanggal pernikahan sepupu saya.

But you know, I only can arrange my schedule but still, God decides. Sekitar pukul 3 sore, saya memutuskan buat cabut ke Auditorium Kampus C Unair buat melaksanakan tugas. Ya, meninggalkan keluarga besar saya yang sore itu sebenarnya akan menggelar acara selamatan pernikahan sepupu saya. I can't tell you the reason I'm sorry, but my decision was totally right. I felt more useful away from them and absolutely feel happy hanging out with my friends. Sumpah lega :D

Dengan segala kegelisahan, frustasi, konflik dan keraguan yang selama ini bergumul dalam proses pelaksanaan acara, akhirnya Psychofest 2010 dapat terlaksanakan dengan baik dan sukses. Saya, sejujurnya, ikut terharu acara yang tadinya kita semua sebagai panitia juga nggak ada bayangan bakal seperti apa akhirnya bisa berjalan baik. Apalagi di kepanitiaan ini saya dikelilingi orang-orang yang diam-diam bisa menjadi motivator hebat di saat-saat paling susah sekalipun. What could I ask more? :]

Well, I'd gotta say that I'm proud to be one of the team and I'm glad we can make it. I'm glad I can work with all of those people :D






-- -- -- -- --

Oh yeah, talking about my cousin's wedding, I enjoy my self hanging out with my big family. We were having a good times indeed :D

Yang bikin saya terharu adalah saya masih nggak percaya aja sepupu saya itu akhirnya jadi pengantin.

Why? Toh itu sepupu, bukan saudara kandung. You may say so, but in my case, my cousin has been like my own brother already. Waktu kita kecil, saya sering main bareng sepupu saya itu dan adiknya (yang juga cowok). Dia ngajarin saya banyak hal yang nggak bakal saya dapetin kalo main sama cewek dan saya pun juga memberikan pengetahuan-pengetahuan yang dia pengen tahu (yang seringnya dia saya kerjain juga pada akhirnya hehe).

Nggak nyangka, masih sulit percaya sepupu saya akhirnya sudah beristri. Calon bapak. Punya keluarga sendiri. Padahal kalo diinget lagi, beberapa bulan yang lalu dia masih saya kerjain ;]

Mengenai istrinya? Orangnya asik diajak ngobrol dan bercanda, bisa ngimbangin sepupu saya lah. Nggak sok tua atau gimana, pokoknya hore :D

Oh well, karena saya di lingkup pernikahan, di mana topik ini 'tabu' di kehidupan saya sekarang-sekarang ini, alhasil saya pun seolah menunggu bom waktu. Topik ini cepat atau lambat akan disinggung, terkait dengan saya.

Waktu itu lagi di mobil dalam perjalanan menuju rumah mempelai wanita, bude saya mengomentari tanggal resepsi yang menurutnya nggak praktis dan ternyata nyokap pun berpendapat demikian. Dan tiba-tiba bude saya nyeletuk, "Nanti kamu (tanggalnya) jangan ngrepoti, Mbak." yang tentunya ditujukan pada saya karena satu-satunya yang belum menikah di mobil itu adalah saya. Well, ada adik saya juga yang paling kecil tapi, you know, nggak mungkin dia kan. And I was like, "Err..." (eyes rolled).

Beruntung bom waktu hanya meledak sekali, setelah momen di mobil itu nggak ada lagi yang ngungkit-ngungkit masalah pernikahan atau pacar saya. Semua fokus pada kedua mempelai thank God! *fiuh*

Anyway, pernikahan sepupu saya menggunakan adat jawa tapi dekorasi resepsi mengadaptasi gaya Bali di mana ornamen adat dari Pulau Dewata tersemat di sejumlah sudut ruangan termasuk busana si pengantin dan perangkatnya termasuk pager bagus dan penerima tamu. Ada juga penampilan tari-tarian Bali yang bikin saya mendadak pengen ke Bali hehe Seru!





-- -- -- -- --

Well, Lie to Me (season 3) udah mulai lagi dan seperti sebelum-sebelumnya, saya pun rajin melototin laptop buat 'kuliah' tentang Recognizing Deception ;]

Oh ya, waktu hari-hari pernikahan sepupu saya, jurnal nggak lagi mendikte kegiatan saya untuk sementara waktu. Jadi saya jadi punya waktu kosong di rumah, dan Mao makin lucu aja tingkahnya.

Belakangan saya baru tau kalau ternyata dia suka ngikutin siapa aja yang lagi bukain pintu pager buat tamu, seolah ikut menyambut tamunya :D Bahkan kalo lagi ada mobil yang merapat di depan pager, dia suka nengok kayak pengen tau siapa yang lagi datang. Dan tiap kali salah satu anggota keluarga saya ada yang baru pulang dari mana gitu, dia pasti keluar dari teras rumah saya dan nungguin di balik pager sampe kita masuk. Lucu banget!

Anyway, foto-foto di bawah ini saya ambil waktu Mao lagi tidur siang atau kekenyangan habis lunch besarnya. Sumpah suka ngakak sendiri kalo liat dia lagi tidur, selalu ada yang bikin ketawa :D


Mao the lazy cat







P.S.: I'd like to say thanks to the boyfie for 'kidnapping' me that day :]
P.S.S: this post is dedicated to @antiie @miezkya and @apidyatamara, for all the good times.

Monday, 22 November 2010

Postingan Panjang

Mengingat udah lama juga saya nggak masukin postingan kuliner, meski udah agak basi tapi saya memutuskan untuk membuat tulisan ini. Sekitar beberapa minggu yang lalu, saya dan pacar nyobain menu kepiting di Long's. Saya pesan deh menu kepiting hasil rekomendasi pelayan kasirnya. Kepiting Saus Lada Hitam buat saya dan Kepiting Singapore Chili Sauce buat si pacar. Sebenernya agenda makan kepiting ini gara-gara saya ngidam pengen makan kepiting tapi pacar nggak suka (alesannya karena males makannya ribet), akhirnya dia mau gara-gara saya paksa :]

Komentar saya?

black pepper

Kepiting punya saya rasa sausnya pedas banget, ladanya kebanyakan kayaknya. Meskipun ada manis-manisnya tapi kalau kebanyakan lidah langsung panas rasanya. Hosh! Overall, saya kasih bintang 3 deh.

chili sauce

Nggak mau rugi dong, saya juga icip-icip menu punya pacar. Secara penampilan, masih ok punya saya. Tapi rasa sausnya lebih cocok di lidah menurut saya sih, pedas dan sedikit manis tapi pas nggak berlebihan. Meskipun nggak makan semuanya tapi saya berani kasih skor bintang 4 buat menu Kepiting Singapore Chili Sauce karena rasanya emang enak banget! :D

Karena saya suka kepiting, jadi saya menikmati banget waktu ada kesempatan mencicipi menu ini. Alhasil si pacar harus nungguin saya kelar makan karena itu kepiting saya mutilasi habis-habisan, sambil korek daging di sana-sini saya juga lihat 'hasil kerja' si pacar. Dasarnya emang dia nggak pernah makan kepiting, jadi nggak 'sebersih' saya ngorek daging kepitingnya. Masih ada cangkang-cangkang yang belum dipecahin jadi nyisain dagingnya, saya sorong itu cangkang-cangkang berdaging ke dia biar dihabisin. Itung-itung biar saya nggak makan sendirian hehe.

Sepulangnya dari Long's, saya tanya gimana rasanya makan kepiting ke pacar dan jawaban dia, "Enak juga!" It's just the matter of will -____-"





-- -- -- -- --

Mengenai postingan sebelumnya, di mana isinya cuma presentasi mengenai Personal Branding, sebenarnya itu pun di luar rencana.

Presentasi itu saya buat dalam rangka tugas Ujian Tengah Semester mata kuliah Seminar Psikologi Industri dan Organisasi. Seru sih belajar tentang personal branding yang ternyata penting banget buat orang-orang yang punya misi tersendiri dalam hidupnya. Misi ini tentu saja berkaitan dengan profesi yang digeluti. Tugas ini disertai esai analisis kasus terhadap personal brand yang sudah ada di pasaran. Saya mengambil contoh Alanda Kariza, Yoris Sebastian dan Diana Rikasari. Ketiganya merupakan icon-icon yang berhasil menunjukkan siapa diri mereka hanya melalui nama yang disandangnya. Orang-orang akan langsung mengenali siapa mereka begitu nama mereka disebut, tidak perlu meragukan kemampuan mereka dan yang pasti mereka fokus di bidang masing-masing. Itulah tujuan dari pembentukan personal brand.

Buku referensi mengenai Personal Brand yang saya baca pun cukup menarik. Ada 2 buku, tapi saya cenderung menggunakan konsep-konsep yang ada di buku "Brand Called You" karangan Peter Montoya (2009). Buku yang satu lagi berjudul "U R a brand: how smart people brand themselves for business success" yang ditulis oleh Catherine Kaputa (2006). Both are e-book and I guarantee you will not bored reading both of them. Semuanya mengandung kalimat-kalimat yang menarik dan kisah yang seru untuk diikuti.

And if you wonder what my personal brand is, well, untuk saat ini saya sedang berusaha menatanya. Supaya saya bisa mendefinisikannya dengan lebih teratur dan menciptakan image yang baik. Saya adalah Brand, seperti yang saya tulis di slide. Mungkin sekarang pun saya sudah mulai menunjukkan brand saya, hanya saja belum begitu kuat karena masih dalam proses berkembang. Ya, saya memang belum berani mengekspos brand saya sendiri karena masih di tahap persiapan. Saya lebih memilih untuk fokus mengasah skill saya dulu, baru kemudian mulai mengedepankan interest dan passion saya. Tunggu saja tanggal mainnya! ;]





-- -- -- -- --

Bulan ulang tahun saya memang sudah lewat, tapi kejutan-kejutan justru datang ketika saya tidak sedang berulang tahun.

Yang pertama adalah di minggu terakhir saya magang di kantor. Sahabat saya, Sinta, sms kalau mau mampir untuk menyampaikan sesuatu. Sudah beberapa hari sebelumnya dia memang berencana untuk menemui saya tapi selalu nggak bisa karena mobilitas saya yang frekuensinya kayak kutu loncat. Akhirnya diputuskan buat menemui saya di kantor, kebetulan hari itu juga kerjaan lagi slow jadi saya masih punya waktu luang. Ternyata Sinta mau ngasih kado ultah buat saya! :D Hadiahnya apa? Check the picture below ;]

sketch moi
I'm so flattered ;))

Yang kedua adalah anak-anak BLM. Konon katanya kado buat saya udah disiapin 2 bulan sebelum saya ultah. Gila kan? Bikin penasaran kan? Makanya saya desak mereka buat ngasih aja itu kado daripada saya mati bertanya-tanya. Tapi mereka bilang mau ngasih waktu saya traktiran, di mana hari-hari ini waktu luang adalah barang mahal buat saya. Jadi kado saya pun terpaksa ngendon lama di rumah Mia dulu. Sampai suatu hari, akhirnya Mia dan Cece memutuskan buat ngasih itu kado ke saya. Saya digiring ke parkiran di mana mobil Mia berada dan dia pun ngeluarin kantong kresek raksasa dari dalam mobilnya. Kado saya.

Beberapa hari sebelumnya Cece sempet cerita tentang ciri kado yang mau dikasih ke saya. Mengandung sesuatu yang saya suka tapi barangnya bukan tipe saya banget. Saya sih nggak ada bayangan sama sekali bakal dikasih apa, saya cuma tau kadonya berbau "kepik". Ya, ladybug, kepik. Saya suka sama kepik, serangga kecil merah berpolkadot hitam. Dan anak-anak BLM sepertinya terlalu menyayangi saya sampai mereka memutuskan buat memberikan kado yang dibeli atas rekomendasi si Mia ini -____-"

my ladybug
'perut' Mia dan Cece

Yang ini sedikit personal, tapi tak apalah. Judulnya masih surprise karena saya nggak nyangka bakal menerimanya, pelakunya adalah si pacar. Ceritanya bulan ini kita udah satu semester jadian, dan tiap tanggal tertentu (rahasia yaa tanggalnya hehe) kita saling ngucapin dan biasanya jalan ke mana gitu. Mengingat bulan ini kita nggak bisa jalan bareng karena waktu saya bakal banyak di rumah gara-gara libur Idul Adha jadinya dia minta waktu ketemu sebentar buat bicara sebelum saya leha-leha di rumah. Awalnya saya pikir ini ajakan menuju pembicaraan mengenai akhir hubungan kita, you know, 'we need to talk' thingy always results split up couple. Tapi ternyata pacar malah nyuruh saya tutup mata dan sebuah kado mendarat di pangkuan saya. Tebel, berat, bersiku. Asumsi saya waktu itu adalah kotak coklat, saya sampe cemas coklatnya leleh di dalam tas kalo nggak langsung dibuka. Tapi kata pacar, saya nggak perlu cemas.

Novels

Daaaaaannnn waktu saya buka malamnya, 3 buah novel yang saya jadwalkan masuk dalam 'gotta buy list' menjadi hadiah 6th month anniversary saya. Sekarang saya bingung mau ngasih kado balesan apa mengingat si doi nggak bilang-bilang kalo pake acara tuker kado segala -_____-" Dia bilang sih ini bukan tuker kado, nggak perlu bingung ngasih balesan tapi kan tetep aja saya nggak enak. Sebagai kado sementara, saya beliin deh dia es krim Cornetto ;]

Monday, 15 November 2010

An easy way to promote your self, go branding!

This is a simple presentation about Personal Branding, you may enjoy it and don't hesitate to apply it and feel free to leave comments, alright? :]


Thursday, 4 November 2010

We used to be nothing

1000



P.S.: I'm gonna post more like this next-time-I-can't-decide-when, so stay tune! :]

Thursday, 14 October 2010

Critics, Series and the Last Moments

Have you ever felt irritated when people criticize your work? I've been on sort of circumstances recently.

Since I barely got critics from people about my work, where doesn't mean people did complain about my work, but negative comments about what I've done. I always have reasons for everything, well, even doing a little thing such as design is no exception.

I realized that people who enjoy my work are the most objective judges that I need to listen to what they said the most, because they don't know me, ain't my bestfriends and don't know anything about what I usually do. But sometimes, they just don't know anything about what I'm doing. Follow common sense, public trend, subjectivity. Craps.

Justify Full
Say I'm an arrogant assholes; I say no to critics or so, but at least I try to listen to any advice or suggestion even though it hurts at first. This is my principal thingy, you may criticize if you got something better to show me. I'll learn from that, I'll take it as a good advice for my own development. I love that kinda critics, to be honest :D But what if critics shot at you in a spicy words by a smarty pants without any freakin rational arguments? I'd rather take it as craps.

I know that people are differ on their defense mechanism to critics. There's this one little part that will be hurt when someone say a negative comment to him, realize it or not, like it or not, much or less. Otherwise, I try to place my self for listening the comments before I take an immediate action to, you know, stab the person or stuff like that. Hear, what is the problem? Listen, what is the advice? Special for this last point, if it's left empty, leave it. It's just a crap from a smarty ass and you don't need to listen to it. Time wasting.

Oh call me a whining lame person or whatever, I just wanna share what I feel and think. This issue has been a major echo in my head. I try to deal with it and I guess I'm getting better. If you got the same probs as mine, hope you can deal it better than I am :]





-- -- -- -- --

Series. Raise your hand if you're a fan of it!

Well, I've been following some series and they are Glee and Lie to Me. Both are contradiction to each other but who cares?


GLEE_Wallpaper_by_RandomPandemonium

I love Glee because they got singing and dancing, and high school flicks always attract me ;] My fave from this series is they made some kinda tribute episode to some popular characters. They got Lady Gaga and Madonna on Season 1, and on Season 2, which is just started couple weeks a go, they did Britney Spears and I read on Wikipedia they will do Rocky Horror for celebrating Halloween. I find it sort of exciting :D


key_art_lie_to_me-7447712

And I'm kinda in a crazy moment of Lie to Me. My friend tweeted about this series and it got me curious as hell. Then I watched it and yes, I can't stop to watch it since then. It really drives my curiosity to keep watching every single episode before I even realize it. Another thing that I like from this series is it's about investigating. I always wanna be one of those guys doing investigating stuff, such as detective, police and so on. But in this series, they are scientists working under FBI doing investigation of suspected lies and reveal the truth. Effin cool! :D

So, what's your favorite series? Maybe I got the same euphoria as you are and we can share our craziness together ;]





-- -- -- -- --

It's been a year, and well, time flies. Nobody realize it.

I'm in the last month of my internship program right now, this month has been a hard month I've been through. Well, considering I'm in chief for every project happens on October (with 3 other guys), so I'm kinda live my life in a hectic speed.

I almost lose contacts to everybody, my bestfriends, my campus, my family. My time is mostly freakin dedicated to my office.

But beyond those hectic work, problems and so on, there's a moment when I feel so sentimental about it. I've been working with these 14 guys during my internship program and they've been a good friend of mine. They're like my own family, we spent lots of time together doing works in a fun way :D And when I realize this is our last month doing works together since almost a year a go, I guess I'm gonna miss that moments.

Once we got a huge project couple weeks a go, we all gathered (most of the team) and just worked like we use to. Jokes, did crazy stuff while doing the job. That's when it hit me. It might be our last chance to work together like that, last chance to jokes around while working. I'm gonna miss this kinda moments, I'm gonna miss these people.

Half of my internship team are seniors, they will be graduated soon. That makes it worse, there's gonna be little time to hang out together if most of us leave the college already.

Magangers 15
guess which one is my boss?

Craziness
I'm gonna miss this crazy moment

If I may flash back to the old times, when I was crazy looking for skirt and formal suit to go to psychological test and then the interview on the other day, when I just knew that some of my good friends was joining the competition as well (and in the future become my partner), when I surprised everybody in my family that I was accepted, when I wish my grandma was there to see me 'working' and saw her smiling proudly. When my days are no more doing nothing.

That was a year ago, time flies. Nobody even see it run that fast. Including me.

I'd just like to say thank you. Thank you for everybody who gives me such a gold opportunity. The seniors, those who interviewed me that day (hope you read this from above, dear bro), anybody who did the decision making of me joining the team. Thank you. It means a lot for me, for my life.

My internship may not over yet, I still got couple weeks to go and I try to live my life in this office in my best way. So I can remember it in the future, that I've been working in a good place with a great team.

Love you all Semangka 15! :D








Sunday, 26 September 2010

Dear September

Mungkin belakangan saya akan menulis dalam rentang waktu yang berjauhan. Posting terakhir aja udah berasa jadul amat gitu yah hehe. Yah, selain waktu yang tidak memberi saya kesempatan, juga mood yang herannya suka naik turun seenak udel. Jadi, di sela-sela waktu di mana saya seharusnya membaca 2 chapter textbook Organization Theory, saya menulis postingan ini. So I hope it's worth it.

Oh you know what, I miss typing a lot of things I love using my keyboard. It's a special feeling when you spill out the thoughts inside your mind into words. Kinda relieving somehow
;]


Well
, seperti biasa, banyak kejadian yang mau saya ceritakan. Bulan puasa lalu misalnya, mestinya banyak yang bisa ditulis tapi apa daya bulan Ramadhan saya justru sibuk habis-habisan dan sebulan lewat aja gitu -___-" Ramadhan tahun ini agak sedikit sentimentil, kenapa? Karena mungkin ini adalah Ramadhan terakhir saya sebagai anak kuliahan, mungkin ini adalah Ramadhan terakhir saya di Surabaya (hope I'm gonna spend another year far away from here, AMEN), dan jelas ini adalah Ramadhan terakhir bersama sahabat-sahabat BLM saya. I hate to talk about last moments, it always brings me to tears. Tapi kenyataannya memang demikian, sialnya. Dan di Ramadhan terakhir ini pun saya sempetin deh buka bareng anak-anak BLM yang meski nggak lengkap tapi lumayan daripada tahun lalu :D


Iga Leko
Ramadhan 2010
at Iga Leko :]

Someday, we're gonna do this kinda meeting in a complete team. Someday, my friends :]



-- -- -- -- --


Bulan puasa tahun ini saya disibukkan dengan acara kampus yang punya agenda bikin usaha parcel. Selain merangkai, saya juga kebagian ngirim-ngirim gara-gara nemenin si pacar yang anak transportasi. Udah deh super hore, mulai ngerjain parcel dari pulang kantor langsung sampai sahur (kebetulan waktu itu lagi nggak puasa) sampe muter-muter nyari alamat yang nggak jelas pas nganter-nganter. Hidup saya sempet jungkir balik gara-gara jam istirahat yang kacau balau. Capek? Pastinya! Tapi seneng juga karena kalaupun di rumah saya juga bingung mau ngapain. Contohnya waktu dapet jatah liburan menjelang Lebaran, niatnya sih pengen having quality time sama orang rumah. Eh, yang ada saya sendirian di rumah dan malah gulung-gulung nggak jelas di sofa/kasur. Baca novel nggak mood, nonton TV males, main sama Mao dianya malah main keluar. Sumpah mati gaya.


What about my little brothers?
Oh, sialnya jadwal libur kita nggak sama. Saya libur duluan dan waktu mereka udah libur saya malah masuk. Crud!


And what about Lebaran this year?
Lebaran tahun ini berjalan lebih rame dari tahun lalu, sepupu-sepupu dari pihak nyokap yang jarang ketemu kemarin dateng semua ke rumah eyang dan udah pada bawa anak aja gitu -___-" Sempet foto bareng juga semua cucu dan cicit eyang saya :D (stupid me, I forgot to bring Lou. Yes, I know, moron).


Telat sih, tapi saya juga mau minta maaf kalau ada tulisan saya di blog ini yang tidak berkenan di hati. Saya mohon dibukakan pintu maaf selebar-lebarnya. Taqobalallahu minna wa minkum :]





-- -- -- -- --


And this is the crucial moment on September. Yes, my birthday is on September but beyond of all that, there's another day that will immediately turn my day down. The day when my grandma passed away
.
It was the night before my 20th birthday, it was a terrible night I've been through.
Sewaktu ngumpul bareng sodara-sodara saya pas Lebaran, salah satu bude saya mengingatkan bahwa saya harus sudah ada di rumah akhir minggu depan karena mau ada selamatan 2 tahun meninggalnya eyang. Saya sempet blank sesaat waktu mendengarnya. Sudah 2 tahun ya...
Inilah alasan kenapa saya benci ulang tahun saya sejak 2 tahun lalu. Saya seperti dibayangi kesedihan yang sama yang pergi dan akan selalu datang kembali setiap tahunnya. Dan seperti sudah bisa ditebak, tepat di jam-jam di mana 2 tahun yang lalu saya kehilangan sosok yang sudah membesarkan saya melebihi nyokap saya sendiri, saya menangis. Saya rindu eyang saya. Saya rindu dinasihati, saya rindu didoakan buat masa depan saya, saya rindu bercanda dengan beliau. Saya kangen eyang.

Mungkin yang jadi follower saya di twitter sempet menyaksikan tweet saya yang mellow kronis. Pacar sempet sms dan mendoakan semoga besok jadi hari yang menyenangkan buat saya, considering the next day is my birthday. But still, I couldn't hold the tears down. Dan sekali lagi, pelarian saya cuma satu. Dia. Hanya Yang Maha Mendengar yang bisa menenangkan saya. Setelah berdoa buat eyang, sedikit bicara dengan-Nya, saya masih belum bisa tidur karena ternyata malam hampir berakhir. Itu artinya angka satuan di usia saya akan bertambah satu tingkat. Saya tunggu jam sampai menunjukkan pukul 00.00, sekalian make a wish :]


And my fave birthday greeting this year came from
Cece. She knows me too well and she wishes me a specific wish I couldn't ask more ;]


Purple Box

Oh and I got a morning surprise from the boyfie. He picked me up in the morning (because I got a morning class, yes even in my birthday) and he surprised me with a big purple box on the passenger seat next to him. When I opened it, it felt like my hands just dead. It's just too much, too much for me considering I'm not a good girlfriend ;] I told him it's too much but he said it's okay because it's special for me. God, seriously, this is way too much.

What did we do after that? He dropped me at campus because I got a class to catch. Even though I still can't believe he did such a sweet thing like that but the show must goes on, everybody!
And funny thing about my birthday this year is I got the same kind of gifts. Watches. Kinda an alarm for me to wake up earlier or what? -____-" From whom I got them? Guess who! ;]



-- -- -- -- --

Mendekati akhir bulan September saya makin stres aja, bukan karena saya suka bulan September, tapi karena kerjaan kayaknya makin banyak aja tuh memasuki Oktober -____-"
Bulan depan saya bakal jadi PJ (penanggung jawab) bulanan di kantor bareng sama temen saya, doain nggak ada proyek besar ya jadi saya masih bisa jalan-jalan. AMEN. Trus kayaknya peran saya di kepanitiaan event kampus bakal lebih banyak bikin ini-itu, even though I love it but still, I need a break sometimes.

College? Not even better.
Meskipun mata kuliah yang saya ambil semester ini udah nggak terlalu banyak, tapi tiap minggunya selalu ada tugas. Great.


Di luar masalah kampus dan kantor, si pacar juga mau ultah akhir bulan ini. Which I have no idea what to give to him. Totally clueless. See? I told you, I'm not a good girlfriend ;]
Setelah apa yang dia kasih ke saya pas ultah kemarin, saya nggak yakin bisa membalas yang paling nggak sama besarnya ke dia. Major help :'[




-- -- -- -- --


Anyway
, Salah satu mata kuliah yang saya ambil semester ini adalah Seminar PIO (Psikologi Industri dan Organisasi), di mana salah satu topik kuliah dalam silabus adalah Personal Branding. It's kinda an interesting topic to talk about actually. One of the literatures is "Your Job is not Your Career" by @ReneCC. It's a cool book reminds me of "Whatever You Think, Think the Opposite" by Paul Arden. Contains lots of inspirational phrase, great artworks of illustration and of course, fun to read :D


Bukunya tentang bagaimana menjalani karir yang didasarkan pada passion kita, bagaimana sebaiknya kita menentukan ke mana kita akan mengarahkan perjalanan karir yang akan kita tempuh. Berulang kali Rene menyebutkan PASSION sebagai landasan utama, dan karena topik perkuliahan saya adalah personal branding, maka dapat dikatakan bahwa pondasi passion yang kuat akan menciptakan keunikan tersendiri dari individu dan hal ini akan membangun personal branding yang powerful. Karena individu itu berbeda, karena dia unik dan punya knowledge yang kuat akan passion-nya.
Selain itu, packaging bukunya juga unik. Satu paketnya terdiri dari 2 buku, tapi waktu masih disegel kelihatannya adalah 1 buku. Layouting-nya menarik dan kertas yang digunakan juga bukan kertas putih, tapi kertas kekuningan yang nggak bikin bosen baca tulisan di dalamnya. At last, I recommend this book for you, my dear readers :]



-- -- -- -- --


Glee Season 2 is on! Can't wait to start watching it, guys! Oh, and turn the soundtrack on and on and on and on like crazy
:D



P.S.:
if you wondering, what Cece's wish for me, you can check my first tweet on my birthday. Exactly the same! ;]

P.S.S.
: and my passion is... why don't you tell me? :]

P.S.S.S:
thank you, ibuuu and boyfie. Like, A LOT. You made my day :D and I love you, Grandma. As always :]

Sunday, 5 September 2010

Cheers, UK

Penulis Citra Dyah Prastuti
Published by Gagasmedia

Ini nih buku yang saya tunggu-tunggu dari dulu. Buku perjalanan tentang Inggris, khususnya London. Seperti kata pepatah, pucuk dicita ulam tiba :D

Travelling book yang ditulis oleh mahasiswa Indonesia yang kuliah S2 di SOAS, University of London, UK ini membawa pembaca berkelana di negara yang menjadi impian nyaris siapa saja di tanah air. Citra dengan baik mengagendakan kegiatan jalan-jalan selama kunjungan belajarnya di London, dia mengelilingi kota-kota di luar London di mana kisah perjalanannya menarik dan seru untuk disimak.

Bersama mahasiswa Indonesia lain yang juga sekolah di Inggris, Citra berpetualang mengunjungi tempat-tempat yang selama ini gambarnya cuma bisa dilihat di internet dan majalah traveling. Ketika mengunjungi suatu tempat, Citra menggambarkan bagaimana suasananya, apa saja yang menarik perhatiannya serta tips-tips keuangan saat berbelanja di shopping area. Hal ini penting ya, mengingat Inggris adalah, kalau boleh mengutip Citra, "negara serba mahal". Dibandingkan Rupiah, tentu kurs Poudsterling akan mematok harga barang-barang jauh lebih mahal.

Pembaca yang berencana ke Inggris tapi kantong cekak akan sangat terbantu dengan membaca buku ini. Citra yang di sana bukan sebagai turis, melainkan mahasiswa, di mana pengeluaran akan banyak dihabiskan pada biaya hidup tentunya harus pintar-pintar mengelola uang yang diberikan oleh pihak pemberi beasiswa. Pengelolaan di sini berarti, memasukkan agenda jalan-jalan, belanja serta hura-hura ke dalam list kegiatan selama sekian periode di Inggris :D

Overall, buku ini seru buat dibaca pas lagi liburan kayak saya gini. Itung-itung jalan-jalan murah hehe. Selain itu, saya juga semakin semangat buat cari beasiswa ke London mengikuti jejak Citra :D

Next traveling book I'm waiting for is New York and San Fransisco. Ayo siapa mau nulis buku perjalanannya? Atau mungkin saya sendiri yang nulis ntar? AMEN! :D




Also check her blog >> http://citradp.wordpress.com/

The Last Song

Directed by Julie Anne Robinson
Staring: Miley Cyrus, Kelly Preston, Liam Hemsworth


Setiap musim panas tiba, Ronnie (Miley Cyrus) dan adiknya, Scott (Hallock Beals), dikirim ibunya (Kelly Preston) untuk mengunjungi sang ayah (Greg Kinnear) yang tinggal terpisah di tepi pantai. Sejak kedua orangtua mereka bercerai, Ronnie dan Scott akan menghabiskan summer di rumah ayahnya. Sejak perceraian itu pula Ronnie tidak pernah suka dengan ide mengunjungi-ayah-di-musim-panas. Ia benci ayahnya yang pergi meninggalkannya dan mengasingkan diri di tepi pantai begini.

Namun musim panas ini berbeda, Ronnie dihadapkan pada sebuah fakta pahit bahwa ayahnya mengidap kanker paru-paru kronis dan hidupnya divonis tidak akan lama. Perasaan bersalah pun perlahan merayapi Ronnie, sepanjang musim panas ia telah bersikap tidak ramah pada ayahnya, bahkan merusak liburan adik yang disayanginya. Apa yang akan dilakukan Ronnie? Apakah ia akan selamanya membenci sang ayah? Bahkan sampai ajal menjemput ayahnya itu?

Sebuah kisah drama dengan sedikit bumbu romance yang sukses membuat saya sembab tengah malam (ya, karena saya nontonnya menjelang pagi buta hehe). Akting Miley di sini bener-bener ok, karena menurut saya karakter yang diperankan Miley dalam film ini nggak jauh beda dengan Hannah Montana. Meskipun tokoh Ronnie tidak menonjolkan sisi komedi namun somehow saya melihat Miley tidak akan kesulitan memerankan karakter ini karena, yah, tidak jauh beda dengan Hannah Montana, gaya bicaranya sama dan sedikit komikal. Kalau menurut saya sih, itu udah Miley banget :D *ketauan kalau fans-nya MC*

Well, buat penggemar drama romance film ini patut ditonton deh. Apalagi buat yang suka banget sama film yang temanya tentang ayah, ini film wajib buat kalian. Kenapa saya nangis to the core nonton film ini? Ya simply karena ceritanya tentang father and daughter. I'm my father's daughter :D

Oh anyway, soundtrack-nya juga nggak kalah ok lho. Didominasi oleh band-band alternatif yang keren abis dan pastinya ok buat didengerin sambil baca buku atau sambil jalan, selain itu juga ada beberapa lagu yang dinyanyiin sendiri oleh Miley. Cool to have lah pokoknya! :D

Here's the track list:1. OneRepublic – “Tyrant”
2. VHS or Beta – “Bring On The Comets”
3. Eskimo Joe – “Setting Sun”
4. Miley Cyrus – “When I Look At You”
5. The Paper Raincoat – “Brooklyn Blurs”
6. Ra Ra Riot – “Can You Tell”
7. Jose Gonzales – “Down The Line”
8. Iron & Wine – “Each Coming Night”
9. Miley Cyrus – “I Hope You Find It”
10. Maroon 5 – “She Will Be Loved”
11. Alpha Rev – “New Morning”
12. Edwin McCain – “Broke Down Hearted Wonderland”
13. Allstar Weekend – “A Different Side of Me”
14. Valora – “No Matter What”
15. The Ravonettes – “Heart Of Stone”
16. Aaron Zigman – “Steve’s Theme”

Thursday, 26 August 2010

BACK: With me still

I know I should be ashamed for not writing in such centuries. I realize that and I feel like a fool for called my self a blogger. Shoot.

Sempet kepikiran buat quit, tapi lalu keinget kalau saya udah jalanin blog ini 2 tahun lebih. Sayang kalau ditinggalin gitu aja. Belum lagi, alasan utama saya bikin blog: biar bisa terus menulis. Passion saya mau disalurin ke mana kalau blog saya tutup?!

Well, apa sih yang sebenernya bikin saya enggan buat nulis? Selain karena agenda yang bener-bener menyita waktu dan energi saya, si image hosting sialan itu juga nyari gara-gara. Mendadak image hosting yang saya pake buat ngehost gambar-gambar layout melakukan upgrade padahal dulunya (seinget saya) mereka itu free service. Jadilah gambar-gambar saya sementara diblock sampai saya melakukan upgrade account ke berbayar. Idih, najis! OGAH! Gara-gara pusing nyari image hosting yang bagusan tapi tetep free, mood nulis saya perlahan-lahan turun. And that's a bad news. Saya jadi males nulis gara-gara liat layout blog saya yang jelek, nggak menarik, nggak ada warnanya. Ancur! Saya kesel. Mungkin saya bakal lari ke Photobucket atau tinyurl aja. Wish me luck! Or any other idea? :]

Well, what happened since I've been gone? A lot. Like, really. I can't write it down in details like usually because it's gonna take a long time to explain every single thing and I don't wanna bore you with so-yesterday-posting. So, maybe the best way for this is a little story from my journey (and yeah, life) when I was in hiatus. Here we go!

I'm kinda disoriented from which I need to start my posting, but, screw it all! I have a good memory and I glad to have it :D

Setelah sebelumnya hore-hore di spot lokal, minggu berikutnya saya escape ke luar kota. Ke Bandung lebih tepatnya. Ngapain? Kedoknya sih PKL, tapi main agenda-nya ya pastinya belanja! :D

PKL_geng PIO - BLM
PIO gang of BLM

PKL_DIPSIAD
tujuan pertama di
DIPSIAD

PKL_PT TELKOM
tujuan kedua di
PT.TELKOM

Karena di kesempatan sebelumnya saya nggak sempet ke mana-mana, kali ini saya sukses gemporin kaki di Dago dan Riau bareng sahabat bolang saya, (siapa lagi kalau bukan) mbak Anty. Kelar dari tujuan PKL terakhir, kita mutusin misah dari rombongan dan ke Dago sendirian naik bemo. Nekat abis padahal kita berdua sama-sama nggak tahu jalan, udah gitu si Dinda sama Prima mau ikutan juga. Hyaahhh siap-siap nyasar bareng kalau gitu.

Dengan panduan singkat dari sepupu mbak Anty, sampailah kita di Dago (meski sempat nyasar dikit) dengan selamat. Yay!!! Mendekati FO pertama, mbak Anty nunjuk-nunjuk heboh ke sesuatu nggak jauh di depan kita. Gerobak Mi Kocok. Ya, sodara-sodara, mi kocok. Kenapa? FYI, malam sebelumnya kita bela-belain jalan malam-malam di Cihampelas buat nyari mi kocok tapi sialnya nggak dapet. Eh ternyata dapetnya di Dago, and it was goooooooooood!!! :D

PKL_mi kocok

Kenyang makan mi kocok, dompet di tas udah bergetar minta dikeluarin isinya. Bon-bon maksudnya :p Jadilah kita mulai petualangan kita menyusuri Dago. Kita jalan dari satu FO ke FO lainnya, nyebrang ke sana, balik lagi ke sini. Bahkan karena nggak mungkin nyamperin semua, kita split dan saling ngabarin perlu masuk FO yang ini atau nggak biar hemat waktu dan sayang kaki juga ;] Di tengah-tengah perjalanan, kita juga sempat jajan tahu gejrot yang sumpah enak banget (apa karena saya lapar? mungkin juga hehe). Jalan dikit lagi, saya lihat banner pancake. Colek mbak Anty (ceritanya dia ketua regu kita), mampir deh ke situ. Nyamm :D

PKL_tahu gejrot
PKL_pancake chocopeanut

Kelar dari Dago, lanjut ke Riau, kali ini bareng rombongan. Cuma mampir ke the Secret sama Kuyagaya, karena selain dompet udah mulai koma, kaki juga udah nggak kuat lama-lama. Sempet juga mampir ke kedai Sushi yang di seberangnya kantor pos yang unik itu, nemenin mbak Anty yang emang hobi sushi. Bandung got a good taste of interior and architecture!

In case you wondering
, naik apa saya ke Bandung? Naik bus. Ya, bus. Kebayang kan pegelnya, tapi yang ini jauuuuuuuuuuuh mendingan dibanding yang dulu. Punggung nggak begitu capek karena kursinya lebih luas dan saya pergi juga dengan hati senang. Big bow for the EO! :D



-- -- -- -- --

Perjalanan pertama saya ke kota yang belum pernah saya kunjungi sama sekali, totaly new, Jember. Ngapain ke Jember?

JFC_ANTYNINDY
you can buy this cool t-shirt
here


Tanggal 8 Agustus yang lalu, Jember ngadain event tahunan mereka yaitu Jember Fashion Carnaval. You can see a fashion show on the street and this ain't ordinary fashion show. You'll see unique, magnificent masterpieces from various designers. Kebetulan tema karnaval tahun ini adalah folk culture gitu kayaknya. Rancangan-rancangan yang ditampilkan beragam, mulai budaya nusantara sampai dunia. Semuanya unik dan menarik!

jfc 1
jfc 2
jfc 3
jfc 4
jfc 5
jfc 6

Untuk trip kali ini, kita udah prepare beberapa minggu sebelumnya, kayak booking hotel misalnya, dengan estimasi hotel bakal penuh menjelang hari H. Dan bener aja, waktu menjelang hari H, kamar yang udah kita booked sempet ditawar orang gara-gara banyak yang nyari kamar kosong, trus temen saya yang mau booking deket-deket hari H juga ngeluh tentang hotel di Jember karena dikasih kamar kelas entah apa seharga Rp 400.000/malam. Aje gile! Untungnya kita dapet hotel yang PW abis karena jalan di depannya dilewatin sama karnavalnya dan tempatnya juga di tengah kota. FYI, saya nginep di hotel Merdeka, tempatnya bagus, bersih dan yang penting, murah :D Perjalanan saya kali ini nggak cuma berdua sama mbak Anty (plus mas Ridzki tentunya), tapi juga bonus Cece, Mia, dan Puspa!!! :D si Mia juga ngajak adeknya, Ega dan pacarnya, mas Nobo. Well, me too, but it doesn't matter, those three girls are the best thing in this journey. Secara ngajak mereka keluar yang jauh begini susahnya amit-amit. Glad to have you in my holiday this time, sistaaa! :D

jfc ME
gold chance! :D

Waktu seminar MPPO kemarin promosinya sih JFC tahun ini bakal dihadiri fotografer-fotografer dunia, tapi sepanjang acara kemarin saya nggak lihat satu pun fotografer bule. Pada ke mana yah? Apa saya salah tempat? Tapi toh kemarin fotografer-fotografer lokal juga pada nyebar nggak jauh dari tempat saya berdiri, jadi ke manakah para fotografer bule itu berada? Kita tanyakan pada Ipin-Upin.

Overall, saya puas banget dateng ke karnaval itu. Seru banget! Katanya yang tahun depan diadakan di bulan Juli, itu... bulan-bulan kritis saya. Dateng nggak ya? *dilema*

Pas cerita-cerita ke bokap, ternyata bokap tahu banget kota Jember. Beliau cerita tempat makan di Jember di mana aja yang bisa dijangkau dari hotel tempat saya nginep, bahkan bokap tahu Hotel Merdeka itu di jalan apa! Tau gitu saya ajak deh bokap nonton karnaval juga biar bisa wisata kuliner di Jember. Secara 2 hari 1 malam di Jember kita bersembilan makan di tempat yang sama, semacam foodcourt gitu yang nggak jauh dari alun-alun dengan menu yang di Surabaya juga banyak, saya sendiri malamnya cuma makan Burger saos Nachos dan buat lunch makan cumi tepung khas bento gitu. Jember makanan khasnya apa sih?

Waktu mau tidur saya juga sempat SMS nyokap, ngasih tau kalau Jember ternyata dingin juga kalau malam. And you know what she said, "Jember kan deket pegunungan, kasiaaan deh gitu aja nggak tau!" I'm proud of you, Mom.



-- -- -- -- --

Dan akhirnya saya liburan juga di rumah! SP kelar, kantor juga udah mulai memberlakukan sistem liburnya. Hore!!!

Ada rencana mau ke mana? Nggak ada. Tapi stay di rumah aja udah bikin saya seneng banget, apalagi ini bulan puasa. Saya suka suasana rumah kalau bulan puasa, makanan banyak, cemilan numpuk-numpuk, dan pasti ada persediaan minuman manis di kulkas. Trus momen waktu nungguin buka bareng keluarga juga bikin atmosfer Ramadhan jadi lebih terasa :D Nggak tau kenapa kalau bulan Ramadhan suasana keluarga saya jadi beda. Mungkin kalau bulan-bulan lain pada sibuk sendiri-sendiri, di bulan puasa jadi rajin ngumpul dan spare time bareng-bareng. Oh ya, satu hal lagi yang saya suka dari bulan Ramadhan pas lagi di rumah, kalau sahur dibangunin nyokap dan bukannya diteriakin alarm HP yang berisiknya minta ampun -___-" Seneng aja rasanya nggak harus mandiri kalau di rumah hehe.

Sampai tulisan ini dibuat alhamdulillah saya belum bolong puasanya. What about you? Udah bolong berapa hayooo... Jangan sampai bolong, Lebaran kurang dikit lagi lhoo! :D

Semangat!






P.S.: Udah beli baju baru belum? ;]
P.S.S.: as usual, more photos just easily click on my gallery



Tuesday, 13 July 2010

Learning from the bad things


Sudah lama rasanya nggak nulis sesuatu yang serius, yang isinya bukan cerita jalan-jalan saya atau curhat tentang hari-hari saya yang kayak pejabat: sibuk sana-sini -____-"

Mungkin karena waktu nggak ngijinin saya buat nulis tema yang seperti itu, saya disuruh senang-senang dulu. Belajar nanti. Well, thanks time, now it's my turn to learn again :]

Life goes up and down
, saya bersyukur masih bisa belajar dari situ. Belakangan saya dihadapkan pada situasi-situasi yang menuntut saya buat belajar darinya. Mulai perasaan ditusuk dari belakang gara-gara ada yang main gerilya, ngadepin orang yang keras kepala dan susah ditebak maunya apa, berada di kondisi di mana saya harus tetep berusaha ngelakuin segalanya sendiri meski yang mau bantuin banyak, dealing with new people, menghargai perbedaan (di level yang sangat, sangat, sangat tinggi) sampai menyadari bahwa posisi saya sebagai anak yang bergantung pada orangtua sudah hampir selesai. Masalah. 

Kelihatannya emang seperti itu, saya pun menilainya demikian ketika situasi itu datang pertama kali. Namun, semakin ke sini, mereka jadi bahan renungan saya. Saya, yang melihat sesuatunya secara visual pun melihat hal-hal tersebut sebagai bercak tinta dan kehidupan saya sebagai kertas hitam polos. Kenapa hitam? Karena saya suka warna hitam, warna pada bercak tinta akan kelihatan lebih menonjol dengan latar hitam :] Kalau warnanya menonjol, tentu mudah diingat kan? Bercak tintanya akan jadi pegangan saya buat menjalani hidup beberapa tahun ke depan.



Masih dengan analogi bercak tinta, kalau hal-hal yang sudah saya sebutkan di atas tidak hadir dalam hidup saya, maka kertas hitam saya hanya akan dihiasi warna abu-abu saja. Monoton. Nggak ada warnanya, membosankan dan saya nggak akan belajar apapun. Makanya saya bersyukur bisa dapet yang warna-warni. God still care about me :]

Mengeluh, bisa jadi hal mudah pertama yang akan dilakukan ketika permasalahan datang. Instead of whining, biasanya saya menyebut nama-Nya, dengan harapan saya selalu di bawah lindungan-Nya dan mendapat kemudahan dalam melewati batu kerikil tadi. Beruntung saya dikelilingi orang-orang yang membantu saya untuk selalu ingat pada-Nya. Saya jadi semakin merasa bahwa Dia Yang Maha Melihat ada untuk memastikan saya baik-baik saja. Alhamdulillah.



Dari sini saya pun akhirnya belajar, bahwa pada dasarnya manusia itu sendirian. Terlepas dari predikat makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain. Manusia tetap seorang diri, menjalani kehidupannya sendirian. Tanggung jawab, bekerja keras, perasaan... itu semua milik manusia sendiri. Tidak bisa dibagi dan yah, itu semua kehidupan. Kehidupan nggak bisa dibagi, manusia adalah pemilik mutlak kehidupannya. Ia sendiri yang menentukan bagaimana ia akan hidup. 

Hal ini bikin saya sadar, bahwa tanggung jawab saya sebagai seorang dewasa sudah hampir tiba. Masa depan saya sudah di depan mata, sebentar lagi saya sudah tidak boleh bergantung pada orangtua. Teman-teman yang saya miliki sekarang merupakan kembang kehidupan saya, mereka memberikan support non-material yang saya butuhkan. Tetapi itu nggak akan berpengaruh apa-apa pada tanggung jawab saya sebagai seorang dewasa. Saya bertanggung jawab pada Allah dan diri saya sendiri, dan mungkin juga orangtua. Sayalah penentu tunggal dalam segala keputusan di kehidupan saya.

Tanggung jawab ini terasa berat, sejujurnya. Saya bisa jadi sosok yang sangat individualis bila saya mau, saya punya kecenderungan ke arah itu. Dan tanggung jawab ini bisa terpenuhi dengan sempurna bila saya disheartened, jadi individualis sejati. Tetapi, saya memutuskan untuk nggak jadi vampir lagi bagi orang-orang yang saya sayangi. Saya nggak mau kembali ke dunia yang gelap lagi, saya nggak mau menyia-nyiakan usaha mereka yang sudah membuka mata saya; menyadarkan saya untuk 'it's ok to be like this'. Saya udah nyaman di sini.



Tapi kadang, beberapa hal mendorong saya buat kembali ke sana. Kembali ke masa saya masih jadi vampir jahat yang nggak peduli sama orang lain, anti-sosial. Saya cuma bisa nangis aja sama Yang Di Atas kalau udah gitu.

Peran. Semakin ke sini saya jadi notice sama yang satu ini. Status seseorang dalam kehidupan saya sekarang ini nggak berarti apa-apa, yang saya perhatikan adalah perannya. Beberapa orang berperan melebihi yang seharusnya, sementara di sisi lain sejumlah orang nggak melakukan porsi perannya dengan baik. Peran, bagi saya adalah bertindak dan berperilaku pada suatu situasi di mana saya membutuhkan keberadaan peran tersebut. Keberadaannya saja buat saya sudah sangat membantu, untuk beberapa kasus. Saya sudah tidak peduli status orang itu apa, saya hanya peduli pada perannya. Oleh karena itu, cerita sama orang asing, buat saya lebih nyaman dibanding sama sahabat sendiri ;]



Beberapa hal, akhir-akhir ini bikin saya semakin ingin segera melakukan hal yang saya suka. For the rest of my life. Doing art and/or writing, everyday. Saya pengen cepet-cepet nyemplung di dunia yang bener-bener saya sukai dan cintai setengah mati, seni dan menulis.



Di dunia seni, dari dulu saya pengen pekerjaan yang mengandalkan kreatifitas. Because that's where I put my love in. Mengolah sesuatu, menciptakan sesuatu dan menunjukkannya pada publik. It's a fun thing to do for me, saya suka sesuatu yang warna-warni, yang sifatnya visual, yang kegiatannya mendesain. Saya tau apa yang harus saya kerjakan, atau bisa jadi apa saya nanti. I know it, very well. Tapi cukup saya dan Allah saja yang tau, ini rahasia besar saya dengan-Nya :]

Menulis, sudah jadi habit in a daily basis. Menuangkan sesuatu dalam tulisan mungkin udah kayak kebutuhan buat saya. Tapi mencatat bahan kuliah atau bikin paper nggak termasuk yaa ;] Menulis sesuatu yang saya suka, jadinya bisa panjang banget dan saya pun nyadar akan hal ini makanya saya alihin ke sesuatu yang menuntut tulisan panjang buat jadi suatu produk. Still, ini rahasia besar saya sama Yang Di Atas. Nanti kalau sudah nggak jadi rahasia, pasti saya kabarin ;] Saya suka menulis (basically anything), dan blog adalah media yang tepat untuk itu :D



Daaaannn, bisa saya simpulkan, saya belajar banyak. Masalah, buat saya sekarang ini, merupakan media buat belajar. Saya berusaha keras untuk mencamkan itu di kepala saya setiap kali hal buruk datang, karena kecenderungan kita adalah untuk mengeluh atau got a bad temper immediately. Saya berusaha mengendalikan temper saya yang gampang jadi jelek, di mana kecenderungannya adalah bertahan lama. Biasanya, saya akan menghindar dari sumber masalahnya sejenak, menuangkan apapun itu yang ada di dalam kepala dan hati; rasa marah, nangis, ngumpat... Tapi nggak di depan sumber masalah. 

Crying is fine, asal nggak berlebihan. Saya menangis menghadap Allah, dan pada-Nya saya berbicara dan meminta pertolongan. Sesudahnya biasanya temper saya membaik dan emosi saya kembali normal meski nggak seperti sebelumnya. After cooling down, saya baru kembali seolah nggak terjadi apa-apa. Ini penting, karena masalah harus dihadapi dengan kepala dingin supaya jalan keluarnya bisa ditemukan. Di sinilah 'tangan-tangan yang tidak terlihat' itu memainkan perannya, di sini saya cuma bisa pasrah dan mengerahkan kemampuan yang saya punya :]

Saya berdoa, semoga hasil belajar saya yang kemarin-kemarin itu bisa jadi support yang cukup dalam menghadapi masa depan saya yang udah di depan mata. Saya tau saya sedang 'didorong', saya sadar. Saya pun mengalami krisis di mana saya harus mempertahankan mimpi dan passion saya atau menyerah pada keadaan. Setelah saya pikir-pikir lagi, saya bukan tipikal orang yang menyerah pada keadaan. Saya mengikuti apa yang jadi passion saya, saya punya interest yang cukup banyak. Itu bisa jadi pegangan saya dalam menjalani masa depan saya nanti. Saya sedang 'didorong', saya ngerasain kok. Makanya saya berdoa sama Yang Maha Kuasa biar diberi kekuatan dan kemudahan untuk stay on track dan bisa menjalani apa yang menjadi passion saya selama ini. Insya Allah.



Well, kehidupan ini mungkin saya bilang punya manusia itu sendiri, tapi tetap yang mengatur adalah Sang Pencipta sekalipun kita yang menentukan ke mana akan melangkah. God always has a plan for us, saya mempercayainya. Biarkan waktu berjalan perlahan mengantarkan saya ke sana, biar kehidupan memberikan kesempatan buat saya untuk belajar dan jadi lebih baik. Insya Allah.

Thursday, 8 July 2010

My bestfriend's Birthday Bash

ANTY_resize

Saya masih suka surprise ternyata.


Hari Rabu seminggu lalu adalah hari ulang tahun salah satu sahabat terbaik saya, mbak Anty. Nggak ada feeling apa-apa paginya, eh pas ketemu di kampus ternyata dia ngajakin makan siang bareng BLM buat syukuran hari jadinya. Yay!!!

Mengingat jadwal kita yang udah nggak sama dan pada sibuk sendiri-sendiri, diputuskan kita makan bareng jam 3 sore. Well, itupun nggak berjalan mulus sesuai rencana. Keputusan jam 3 itu pun gara-gara saya dan Mia baru bisa free lepas jam itu, karena saya masih harus magang dan sialnya jam-jam terakhir kemarin dipakai evaluasi bareng atasan saya jadinya molor deh sampe setengah 4.

Birthday Bash kali ini diadakan di Kebon Pring Dharmahusada. Hebatnya, sore itu tempatnya lagi sepi, jadi kita bisa ngakak dan gila-gilaan sesuka hati tanpa cemas bakal dipelototin orang-orang :D But, di ruang meeting-nya ada semacam acara perpisahan anak SMA gitu kayaknya. Gilanya, kita berasa kayak ikutan acara itu saking sepinya restoran, soalnya mereka pakai mic jadi kedengeran sampe meja kita. Pas ada yang mau ngomong dan mengucap salam, kita ikutan menjawab salamnya. Pas mereka tepuk tangan, kita ikutan keprok-keprok juga. Pas sorak-sorak, pastinya kita ikutan heboh, bahkan lebih heboh dari yang punya acara sendiri ;D

Pokoknya sore itu jadi hari gilanya BLM setelah sekian lama nggak ngumpul bareng, meskipun nggak dalam formasi lengkap (karena Dinda ada keperluan dan Phebe lagi di rumah jadi nggak ketemu di kampus). But whatever, yang jelas kemarin itu jadi hari hore-nya BLM! :D

Saya kangen masa-masa itu, di mana kita ngumpul semua, makan bareng di satu meja besar. Bercanda gila-gilaan nggak kenal malu, foto bareng (tetep nggak ketinggalan!)... Ahhh I miss those moments! Apalagi setelah laptop saya hilang, otomatis file foto-foto (baik yang sudah diedit maupun yang masih mentah) bareng BLM (dan lainnya juga sih) pada ilang semua. Jadi nggak punya kenang-kenangan deh :[

And you know what, sampai di hari-H pun saya masih belum pegang kado buat mbak Anty. Bakal kado yang mau saya kasih ternyata sold out dan saya baru tau paginya. Detik itu juga saya langsung cari alternatif, dan hari itu juga kadonya langsung saya dapat. Sampai pas evaluasi saya bela-belain membagi pikiran dengan sms-an sama yang jualan buat ngurus pembelian --" Meski sejujurnya kecewa karena nggak bisa ngasih kado sesuai yang saya pengen, tapi saya tetep mengucap alhamdulilah karena sudah diberi kemudahan sama Yang di Atas. Internet is my best best bestfriend! hehe

Actually, saya udah ngasih kado pas ketemu di kampus paginya. Tapi itu cuma 'appetizer', barang yang sebenernya nggak pas ultah pun bakal saya kasih. Cuman karena kebetulan kemarin dia lagi ultah dan emang barangnya lagi saya kerjain dan selesai tepat sehari sebelum ultahnya. What a coincidence! Yah, at least, saya nggak telat-telat amat ngasih kadonya. Paling nggak saya udah ngasih sesuatu di hari ultah mbak Anty, walaupun itu cuma 'appetizer'. Karena kado yang sebenernya masih dalam perjalanan dan baru Jumat-nya nyampe ;]

Seperti posting-posting sebelumnya, I wanna say Happy Birthday my dear sistaa Anty!!! Thank you for inviting all of us to you birthday bash and I wish you a great happiness in your life xoxo.




P.S.: saya ikut bersimpati pada sekelas anak SMA yang kemarin ngadain acara perpisahan bareng hari-gila-BLM, maaf ya kalau acara kalian mendadak heboh ;]

Tuesday, 29 June 2010

Miss/Me

Been a long time huh? Am I right?? Well, no, I didn't forget having this blog, it's just the same old reason holding me back there. Time.


Apa kabar semuanya? Kehidupan saya sempat berantakan akhir-akhir ini, nggak lagi organized. Apalagi sejak jurnal saya ikutan raib bareng Shiro dkk. Makin hilanglah pegangan saya, tapi sekarang udah nggak lagi. Saya (akhirnya!!!) punya jurnal baru dan semoga bisa berfungsi selayaknya jurnal saya yang lama. Apalagi yang sekarang warnanya ungu! :D

Anyway, sepanjang saya nggak ngeblog, tentunya saya dibelenggu tugas-tugas yang masih sadis menyiksa saya yang rindu waktu lenggang. Kalapun ada waktu kosong, saya pasti udah kelelahan dan jelas nggak bisa nulis dengan kondisi mata dan kepala minta off. Alhasil, baru bisa nulis sekarang deh, padahal ini lagi minggu UAS. Aneh ya, mungkin karena tugas-tugas perlahan mulai berkurang (because the deadline is the exam's day) jadi kerjaan nggak begitu banyak. Rese'nya, proyek-proyek di kantor malah sepi di minggu UAS begini. Minggu-minggu kemarin tuh kenapa semua kompakan ngerjain saya sih??! --"



Daaaaaaaaaaaannnn akhirnya minggu lalu saya pulang juga ke rumah tercinta setelah sekian lama ditawan tugas-tugas kuliah dan proyek kantor :D Begitu di rumah, rasanya relax banget. Joking with my lil bro and hugging Mao ;] It was fun, indeed!

Oh dan saya akhirnya potong rambut juga! Awalnya sih niat cuma mau ngerapihin aja, dengan model yang sama kayak sebelumnya. Eh, jadinya malah cepak banget --" Kayaknya si kapster salon langganan saya keasyikan ngobrol sama nyokap (yang ada di sebelah saya) jadi waktu motong rambut saya tanpa babibu langsung kres... kres.. kress.. Belakangan saya baru nyadar, biasanya saya ditanya dulu mau dipotong seberapa. Kemarin saya nggak ditanya, langsung dipotong aja gitu rambut saya. Hasilnya, rambut saya cepak and it was pretty good somehow. Saya nggak risih sama helai rambut yang ngalangin mata kalau ketiup angin ;]
Komentar yang saya dapat:

Anty
:
Siapa ya?

Cece
:
Kamu pendek-pendekan rambut sama Arya ya?? (FYI, pacar saya juga barusan potong rambut)

Pacar
:
(senyum-senyum ga jelas)
Adek: Jiahhh Dora lagi!
Tiph (teman di kantor dan senior saya): Kenapa rambutmu dinaikin?
Fajar
(teman kuliah dan di kantor): Kayak Polwan



Lebih variatif dibanding komentar yang sebelumnya actually, tapi tetep aja pada gokil semua. Ada yang bilang lebih suka potongan yang sebelumnya, potongan sebelum saya potongan yang sekarang ini. Well, itu mah modelnya udah nggak jelas, udah gondrong banget dan bikin risih. I love short haircut! :D

Kayaknya nyokap juga agak cemas rambut saya sependek ini, considering my cousin is getting married in a couple months. But Mom, my hair will grow longer by then. So, chill out ok ;]



-- -- -- -- --
Menghindari stres, saya pun menyempatkan diri curi-curi waktu escape. Bareng siapapun. Kebetulan yang available cuma si pacar, karena anak-anak BLM pada sibuk sama tugas masing-masing juga.

opening band

band lokal yang jadi band pembuka, lupa namanya tapi performance mereka keren!! :D


endah N rhesa
the awesome duo

Escape yang pertama sebenernya nggak terencana, mendadak diajak si pacar nonton mini konsernya Endah N Rhesa di Big Box Complex. Baru pertama kali nih liat mereka perform live and it was a great performance! They're a trully musicians :D Mereka duet main gitarnya aje gile dah! Lucunya, mereka memperlihatkan chemistry di antara mereka dengan main gitar, by looking at the other eyes and the fingers play its job. Romantic!

Overall, I enjoy the concert eventhough I didn't get a chance to take picture together with them.

Escape yang berikutnya yaitu talk show Amazing You by Vaseline, di mana Yoris Sebastian menjadi pembicaranya. Kalau yang ini udah dijadwalin sebelumnya dan saya nggak cuma berdua sama pacar tapi barengan sama mbak Anty dan mas Ridzki juga. Talk show-nya menarik, mengingat saya ngefans sama Yoris jadi excited sekali datang ke acaranya. Yoris berbagi pengalamannya mulai dari waktu jadi panitia pensi SMA-nya sampai posisinya di OMG! Consulting sekarang. Bener-bener inspiring, and I think my Mom supposed to attend that show because Yoris can show her an alternative life besides being a settle employee or whatever. Doing creative thing by following passion is an irreplaceable happiness, IMHO :]

with Yoris
with Yoris

Acara yang disponsori oleh Vaseline ini selain menarik dari segi konten acara, bonusnya juga lumayan. Dengan berbekal tiket seharga IDR 40000, saya dapet goodie bag berisi 2 tabloid sponsor dan paket Vaseline (2 botol besar, 1 botol kecil), snackbox berisi muffin dan floss dari Breadtalk dan 1 teh kotak, sama sertifikat tanda telah mengikuti Entrepreneurship Class yang ditandatangi oleh Yoris Sebastian sendiri. Ralat deh, ini sih lebih dari sekedar lumayan yaa ;D
Begitu acara selesai, mungkin nggak banyak yang tau tentang Yoris jadi waktu saya mau foto bareng nggak begitu banyak yang ngantri. Oh ya, saya sengaja bawa buku Creative Junkies juga lho waktu acara. Biar bisa ditandatangani juga ;]



-- -- -- -- --
Pagi dan sehari sebelum saya datang ke talk show-nya Yoris, saya ada kuliah PIDO (Pengembangan Individu dalam Organisasi). Ya, saya tau itu hari Sabtu dan Minggu, dan saya ada kuliah. Tapi bukan kuliah biasa, kebetulan ini adalah tugas akhir kuliah jadi bikin modul training dan diaplikasikan ke temen-temen sendiri. Saya paling anti dan males banget kalau disuruh training begini. Biasanya saya apatis duluan begitu denger kata training, tapi yang satu ini malah bikin excited. Nggak tau ya, mungkin karena yang bikin temen-temen saya sendiri jadi jaminan bakal fun and it was! :D

Training diadakan di pangkalan militer Angkatan Laut yang berlokasi di Tanjung Perak. Dari kampus tempatnya jauh sejauh-jauhnya deh! Tapi worth it banget karena udara di sana nggak sekotor di tengah kota and the view was breath-taking! :D Langit, laut dan pepohonan. My fave, as usual ;]
Main Kartu-Bisu

main kartu bisu


say cheese!
Mahasiswa peserta mata kuliah PIDO 2 hari itu main-main mulu di pinggir laut, rasanya kayak nggak punya beban tugas yang numpuk di belakang. Haha-Hihi, lari-lari, lempar-lemparan air, sumpah kayak lagi liburan!

berdoa
hari ini tim saya yang jadi trainer nih, berdoa dulu :]

rintangan pertama
rintangan pertama, semangat!

bikin origami
bikin origami

prof gaul
ini nih profesor gaul-nya Psikologi UNAIR ;D


Pulang training hari terakhir masih sore (hari pertama saya langsung tepar), saya masih punya tanggungan tugas Kuantitatif ngumpulin Bab 3 skripsi ke website kampus. Saya kebut deh itu tugas, karena jam 6 saya harus ke talk show Yoris. Alhamdulillah saya bisa nyelesein, konon sih temen-temen saya banyak yang udah nggak kuat buat ngerjain jadi mereka nggak bisa ngumpulin. Hmm bersyukur deh saya udah nyicil dikit kemarin-kemarin :]

human knot
main Human Knot

jembatan juara
manakah jembatan yang paling panjang, paling kuat dan paling indah?

Semuanya!
everybody say cheese!

-- -- -- -- --
Kehidupan saya masih hectic bahkan setelah escape terakhir itu, Senin-nya saya harus ngetes Bender Gestalt buat tugas akhir mata kuliah Psikodiagnostik VI dengan subjek anak SD. Untung tesnya nggak ribet-ribet amat, everything's fine. Malamnya yang bikin BT. Rencananya mau nonton The Karate Kid sama pacar, ngejar jadwal tayang di GM dan begitu sampai tiketnya tinggal bangku depan banget yang langsung saya tolak. Dengan perkiraan masih sempat, kita ngejar jadwal lain di XXI TP. Tapi perjalanan ternyata makan waktu lama, alhasil saya bad mood abis sepanjang perjalanan gara-gara batal nonton film yang udah saya idamkan dari jaman dia premier. Rasanya kok kayak dihalangin, padahal cuma mau nonton Karate Kid doang :[ Baru inget saya belum ngumpulin tugas mata kuliah Kode Etik, saya pun bilang ke pacar buat nyari tempat ber-WiFi yang ada spot makannya. Mengingat saya jadi kelaparan in a sudden.



Setelah muter-muter, akhirnya nanceplah kita di KFC A.Yani yang emang ada fasilitas WiFi-nya. Tugas saya sih udah kelar dari sehari sebelumnya, cuma saya lupa bahwa deadline-nya adalah hari itu hehe. Proses ngirimnnya sih cepet, tinggal browse file dan klik submit beres deh. Sambil makan saya sekalian surfing dan main twitter tentunya :D

Di KFC ketemu Dara yang mau ngantri mesen makanan, dia keliatan sendirian pas ketemu saya. Selesai mesen, dia bilang kalau lagi sama Ida, temen TK-SD saya dulu yang juga sahabatnya Dara. Saya pun ngikut si Dara ke area outdoor KFC kayak anak bebek (iya, pacar saya tinggalin sama Kuro di dalam). Secara udah lama banget nggak ketemu sama Ida. Surprised banget waktu ngelihat nggak cuma Ida, tapi juga ada dua temen SD saya yang lain, Oryza dan Pradipta. Pas ngajak salaman, mereka bengong dulu. Pada nggak ngenalin saya semua! Apalagi si Pradipta, setelah sekitar 10 menit ngobrol ngalor-ngidul dia baru inget saya! --" Katanya begini, "Kamu dulu kan rambutnya panjang dikuncir ya?" Err iya sih, sekarang rambut saya pendek, waktu itu pake kacamata pula. Tapi kan muka saya masih sama kayak dulu kalee... Atau lebih cantik? ;p



Anyway, sepanjang perjalanan saya gondok gara-gara batal nonton itu saya mencoba nyari maksud kenapa saya nggak bisa nonton hari itu. Ternyata jawabannya adalah karena saya bakal ketemu temen-temen SD saya di KFC. Coba kalau saya nonton, saya nggak bakal WiFi-an di KFC dan ketemu 4 orang ajaib yang udah make my day hari itu :D Well, saya percaya Allah selalu punya maksud tertentu kenapa sesuatu bisa terjadi. Jadi, tiap kali dapat sesuatu, saya selalu mencerna dulu maksudnya, tujuannya kenapa saya mendapatkannya. Because I believe God loves me and always gives me the best. Just like that holy day.




And I slept smiling in the end of the day :]



-- -- -- -- --
Saya nggak punya waktu liburan lagi, dua semester sebelum skripsi tiba jatah liburan saya dipakai SP dan KKN. Untuk itulah little escape sangat berarti bagi saya dan weekend jadi waktu yang berharga sekali. Saya kangen having quality time bareng keluarga saya, saya kangen having fun bareng anak-anak BLM, saya kangen chit-chat bareng sahabat-sahabat lama saya. Dan yang paling crucial, saya kangen 'me' time saya :]


Have a nice day!








P.S.: take a peek for breath-taking photos in my gallery
P.S.S.: yes, finally I watched The Karate Kid, and the next day, I hunted for the soundtracks ;]
P.S.S.S: if you wanna know more about Human Knot, you can simply Youtube-ing guys. Try this :]









LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin

Share