Thursday, 26 August 2010

BACK: With me still

I know I should be ashamed for not writing in such centuries. I realize that and I feel like a fool for called my self a blogger. Shoot. Sempet kepikiran buat quit, tapi lalu keinget kalau saya udah jalanin blog ini 2 tahun lebih. Sayang kalau ditinggalin gitu aja. Belum lagi, alasan utama saya bikin blog: biar bisa terus menulis. Passion saya mau disalurin ke mana kalau blog saya tutup?! Well, apa sih yang sebenernya bikin saya enggan buat nulis? Selain karena agenda yang bener-bener menyita waktu dan energi saya, si image hosting sialan itu juga nyari gara-gara. Mendadak image hosting yang saya pake buat ngehost gambar-gambar layout melakukan upgrade padahal dulunya (seinget saya) mereka itu free service. Jadilah gambar-gambar saya sementara diblock sampai saya melakukan upgrade account ke berbayar. Idih, najis! OGAH! Gara-gara pusing nyari image hosting yang bagusan tapi tetep free, mood nulis saya perlahan-lahan turun. And that's a bad news. Saya jadi males nulis gara-gara liat layout blog saya yang jelek, nggak menarik, nggak ada warnanya. Ancur! Saya kesel. Mungkin saya bakal lari ke Photobucket atau tinyurl aja. Wish me luck! Or any other idea? :] Well, what happened since I've been gone? A lot. Like, really. I can't write it down in details like usually because it's gonna take a long time to explain every single thing and I don't wanna bore you with so-yesterday-posting. So, maybe the best way for this is a little story from my journey (and yeah, life) when I was in hiatus. Here we go! I'm kinda disoriented from which I need to start my posting, but, screw it all! I have a good memory and I glad to have it :D Setelah sebelumnya hore-hore di spot lokal, minggu berikutnya saya escape ke luar kota. Ke Bandung lebih tepatnya. Ngapain? Kedoknya sih PKL, tapi main agenda-nya ya pastinya belanja! :D
PKL_geng PIO - BLM PIO gang of BLM PKL_DIPSIAD tujuan pertama di DIPSIAD PKL_PT TELKOM tujuan kedua di PT.TELKOM
Karena di kesempatan sebelumnya saya nggak sempet ke mana-mana, kali ini saya sukses gemporin kaki di Dago dan Riau bareng sahabat bolang saya, (siapa lagi kalau bukan) mbak Anty. Kelar dari tujuan PKL terakhir, kita mutusin misah dari rombongan dan ke Dago sendirian naik bemo. Nekat abis padahal kita berdua sama-sama nggak tahu jalan, udah gitu si Dinda sama Prima mau ikutan juga. Hyaahhh siap-siap nyasar bareng kalau gitu. Dengan panduan singkat dari sepupu mbak Anty, sampailah kita di Dago (meski sempat nyasar dikit) dengan selamat. Yay!!! Mendekati FO pertama, mbak Anty nunjuk-nunjuk heboh ke sesuatu nggak jauh di depan kita. Gerobak Mi Kocok. Ya, sodara-sodara, mi kocok. Kenapa? FYI, malam sebelumnya kita bela-belain jalan malam-malam di Cihampelas buat nyari mi kocok tapi sialnya nggak dapet. Eh ternyata dapetnya di Dago, and it was goooooooooood!!! :D
PKL_mi kocok
Kenyang makan mi kocok, dompet di tas udah bergetar minta dikeluarin isinya. Bon-bon maksudnya :p Jadilah kita mulai petualangan kita menyusuri Dago. Kita jalan dari satu FO ke FO lainnya, nyebrang ke sana, balik lagi ke sini. Bahkan karena nggak mungkin nyamperin semua, kita split dan saling ngabarin perlu masuk FO yang ini atau nggak biar hemat waktu dan sayang kaki juga ;] Di tengah-tengah perjalanan, kita juga sempat jajan tahu gejrot yang sumpah enak banget (apa karena saya lapar? mungkin juga hehe). Jalan dikit lagi, saya lihat banner pancake. Colek mbak Anty (ceritanya dia ketua regu kita), mampir deh ke situ. Nyamm :D
PKL_tahu gejrot PKL_pancake chocopeanut
Kelar dari Dago, lanjut ke Riau, kali ini bareng rombongan. Cuma mampir ke the Secret sama Kuyagaya, karena selain dompet udah mulai koma, kaki juga udah nggak kuat lama-lama. Sempet juga mampir ke kedai Sushi yang di seberangnya kantor pos yang unik itu, nemenin mbak Anty yang emang hobi sushi. Bandung got a good taste of interior and architecture! In case you wondering, naik apa saya ke Bandung? Naik bus. Ya, bus. Kebayang kan pegelnya, tapi yang ini jauuuuuuuuuuuh mendingan dibanding yang dulu. Punggung nggak begitu capek karena kursinya lebih luas dan saya pergi juga dengan hati senang. Big bow for the EO! :D -- -- -- -- -- Perjalanan pertama saya ke kota yang belum pernah saya kunjungi sama sekali, totaly new, Jember. Ngapain ke Jember?
JFC_ANTYNINDY you can buy this cool t-shirt here
Tanggal 8 Agustus yang lalu, Jember ngadain event tahunan mereka yaitu Jember Fashion Carnaval. You can see a fashion show on the street and this ain't ordinary fashion show. You'll see unique, magnificent masterpieces from various designers. Kebetulan tema karnaval tahun ini adalah folk culture gitu kayaknya. Rancangan-rancangan yang ditampilkan beragam, mulai budaya nusantara sampai dunia. Semuanya unik dan menarik!
jfc 1 jfc 2 jfc 3 jfc 4 jfc 5 jfc 6
Untuk trip kali ini, kita udah prepare beberapa minggu sebelumnya, kayak booking hotel misalnya, dengan estimasi hotel bakal penuh menjelang hari H. Dan bener aja, waktu menjelang hari H, kamar yang udah kita booked sempet ditawar orang gara-gara banyak yang nyari kamar kosong, trus temen saya yang mau booking deket-deket hari H juga ngeluh tentang hotel di Jember karena dikasih kamar kelas entah apa seharga Rp 400.000/malam. Aje gile! Untungnya kita dapet hotel yang PW abis karena jalan di depannya dilewatin sama karnavalnya dan tempatnya juga di tengah kota. FYI, saya nginep di hotel Merdeka, tempatnya bagus, bersih dan yang penting, murah :D Perjalanan saya kali ini nggak cuma berdua sama mbak Anty (plus mas Ridzki tentunya), tapi juga bonus Cece, Mia, dan Puspa!!! :D si Mia juga ngajak adeknya, Ega dan pacarnya, mas Nobo. Well, me too, but it doesn't matter, those three girls are the best thing in this journey. Secara ngajak mereka keluar yang jauh begini susahnya amit-amit. Glad to have you in my holiday this time, sistaaa! :D
jfc ME
gold chance! :D
Waktu seminar MPPO kemarin promosinya sih JFC tahun ini bakal dihadiri fotografer-fotografer dunia, tapi sepanjang acara kemarin saya nggak lihat satu pun fotografer bule. Pada ke mana yah? Apa saya salah tempat? Tapi toh kemarin fotografer-fotografer lokal juga pada nyebar nggak jauh dari tempat saya berdiri, jadi ke manakah para fotografer bule itu berada? Kita tanyakan pada Ipin-Upin. Overall, saya puas banget dateng ke karnaval itu. Seru banget! Katanya yang tahun depan diadakan di bulan Juli, itu... bulan-bulan kritis saya. Dateng nggak ya? *dilema* Pas cerita-cerita ke bokap, ternyata bokap tahu banget kota Jember. Beliau cerita tempat makan di Jember di mana aja yang bisa dijangkau dari hotel tempat saya nginep, bahkan bokap tahu Hotel Merdeka itu di jalan apa! Tau gitu saya ajak deh bokap nonton karnaval juga biar bisa wisata kuliner di Jember. Secara 2 hari 1 malam di Jember kita bersembilan makan di tempat yang sama, semacam foodcourt gitu yang nggak jauh dari alun-alun dengan menu yang di Surabaya juga banyak, saya sendiri malamnya cuma makan Burger saos Nachos dan buat lunch makan cumi tepung khas bento gitu. Jember makanan khasnya apa sih? Waktu mau tidur saya juga sempat SMS nyokap, ngasih tau kalau Jember ternyata dingin juga kalau malam. And you know what she said, "Jember kan deket pegunungan, kasiaaan deh gitu aja nggak tau!" I'm proud of you, Mom. -- -- -- -- -- Dan akhirnya saya liburan juga di rumah! SP kelar, kantor juga udah mulai memberlakukan sistem liburnya. Hore!!! Ada rencana mau ke mana? Nggak ada. Tapi stay di rumah aja udah bikin saya seneng banget, apalagi ini bulan puasa. Saya suka suasana rumah kalau bulan puasa, makanan banyak, cemilan numpuk-numpuk, dan pasti ada persediaan minuman manis di kulkas. Trus momen waktu nungguin buka bareng keluarga juga bikin atmosfer Ramadhan jadi lebih terasa :D Nggak tau kenapa kalau bulan Ramadhan suasana keluarga saya jadi beda. Mungkin kalau bulan-bulan lain pada sibuk sendiri-sendiri, di bulan puasa jadi rajin ngumpul dan spare time bareng-bareng. Oh ya, satu hal lagi yang saya suka dari bulan Ramadhan pas lagi di rumah, kalau sahur dibangunin nyokap dan bukannya diteriakin alarm HP yang berisiknya minta ampun -___-" Seneng aja rasanya nggak harus mandiri kalau di rumah hehe. Sampai tulisan ini dibuat alhamdulillah saya belum bolong puasanya. What about you? Udah bolong berapa hayooo... Jangan sampai bolong, Lebaran kurang dikit lagi lhoo! :D Semangat! P.S.: Udah beli baju baru belum? ;] P.S.S.: as usual, more photos just easily click on my gallery

Tuesday, 13 July 2010

Learning from the bad things


Sudah lama rasanya nggak nulis sesuatu yang serius, yang isinya bukan cerita jalan-jalan saya atau curhat tentang hari-hari saya yang kayak pejabat: sibuk sana-sini -____-"

Mungkin karena waktu nggak ngijinin saya buat nulis tema yang seperti itu, saya disuruh senang-senang dulu. Belajar nanti. Well, thanks time, now it's my turn to learn again :]

Life goes up and down
, saya bersyukur masih bisa belajar dari situ. Belakangan saya dihadapkan pada situasi-situasi yang menuntut saya buat belajar darinya. Mulai perasaan ditusuk dari belakang gara-gara ada yang main gerilya, ngadepin orang yang keras kepala dan susah ditebak maunya apa, berada di kondisi di mana saya harus tetep berusaha ngelakuin segalanya sendiri meski yang mau bantuin banyak, dealing with new people, menghargai perbedaan (di level yang sangat, sangat, sangat tinggi) sampai menyadari bahwa posisi saya sebagai anak yang bergantung pada orangtua sudah hampir selesai. Masalah. 

Kelihatannya emang seperti itu, saya pun menilainya demikian ketika situasi itu datang pertama kali. Namun, semakin ke sini, mereka jadi bahan renungan saya. Saya, yang melihat sesuatunya secara visual pun melihat hal-hal tersebut sebagai bercak tinta dan kehidupan saya sebagai kertas hitam polos. Kenapa hitam? Karena saya suka warna hitam, warna pada bercak tinta akan kelihatan lebih menonjol dengan latar hitam :] Kalau warnanya menonjol, tentu mudah diingat kan? Bercak tintanya akan jadi pegangan saya buat menjalani hidup beberapa tahun ke depan.



Masih dengan analogi bercak tinta, kalau hal-hal yang sudah saya sebutkan di atas tidak hadir dalam hidup saya, maka kertas hitam saya hanya akan dihiasi warna abu-abu saja. Monoton. Nggak ada warnanya, membosankan dan saya nggak akan belajar apapun. Makanya saya bersyukur bisa dapet yang warna-warni. God still care about me :]

Mengeluh, bisa jadi hal mudah pertama yang akan dilakukan ketika permasalahan datang. Instead of whining, biasanya saya menyebut nama-Nya, dengan harapan saya selalu di bawah lindungan-Nya dan mendapat kemudahan dalam melewati batu kerikil tadi. Beruntung saya dikelilingi orang-orang yang membantu saya untuk selalu ingat pada-Nya. Saya jadi semakin merasa bahwa Dia Yang Maha Melihat ada untuk memastikan saya baik-baik saja. Alhamdulillah.



Dari sini saya pun akhirnya belajar, bahwa pada dasarnya manusia itu sendirian. Terlepas dari predikat makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain. Manusia tetap seorang diri, menjalani kehidupannya sendirian. Tanggung jawab, bekerja keras, perasaan... itu semua milik manusia sendiri. Tidak bisa dibagi dan yah, itu semua kehidupan. Kehidupan nggak bisa dibagi, manusia adalah pemilik mutlak kehidupannya. Ia sendiri yang menentukan bagaimana ia akan hidup. 

Hal ini bikin saya sadar, bahwa tanggung jawab saya sebagai seorang dewasa sudah hampir tiba. Masa depan saya sudah di depan mata, sebentar lagi saya sudah tidak boleh bergantung pada orangtua. Teman-teman yang saya miliki sekarang merupakan kembang kehidupan saya, mereka memberikan support non-material yang saya butuhkan. Tetapi itu nggak akan berpengaruh apa-apa pada tanggung jawab saya sebagai seorang dewasa. Saya bertanggung jawab pada Allah dan diri saya sendiri, dan mungkin juga orangtua. Sayalah penentu tunggal dalam segala keputusan di kehidupan saya.

Tanggung jawab ini terasa berat, sejujurnya. Saya bisa jadi sosok yang sangat individualis bila saya mau, saya punya kecenderungan ke arah itu. Dan tanggung jawab ini bisa terpenuhi dengan sempurna bila saya disheartened, jadi individualis sejati. Tetapi, saya memutuskan untuk nggak jadi vampir lagi bagi orang-orang yang saya sayangi. Saya nggak mau kembali ke dunia yang gelap lagi, saya nggak mau menyia-nyiakan usaha mereka yang sudah membuka mata saya; menyadarkan saya untuk 'it's ok to be like this'. Saya udah nyaman di sini.



Tapi kadang, beberapa hal mendorong saya buat kembali ke sana. Kembali ke masa saya masih jadi vampir jahat yang nggak peduli sama orang lain, anti-sosial. Saya cuma bisa nangis aja sama Yang Di Atas kalau udah gitu.

Peran. Semakin ke sini saya jadi notice sama yang satu ini. Status seseorang dalam kehidupan saya sekarang ini nggak berarti apa-apa, yang saya perhatikan adalah perannya. Beberapa orang berperan melebihi yang seharusnya, sementara di sisi lain sejumlah orang nggak melakukan porsi perannya dengan baik. Peran, bagi saya adalah bertindak dan berperilaku pada suatu situasi di mana saya membutuhkan keberadaan peran tersebut. Keberadaannya saja buat saya sudah sangat membantu, untuk beberapa kasus. Saya sudah tidak peduli status orang itu apa, saya hanya peduli pada perannya. Oleh karena itu, cerita sama orang asing, buat saya lebih nyaman dibanding sama sahabat sendiri ;]



Beberapa hal, akhir-akhir ini bikin saya semakin ingin segera melakukan hal yang saya suka. For the rest of my life. Doing art and/or writing, everyday. Saya pengen cepet-cepet nyemplung di dunia yang bener-bener saya sukai dan cintai setengah mati, seni dan menulis.



Di dunia seni, dari dulu saya pengen pekerjaan yang mengandalkan kreatifitas. Because that's where I put my love in. Mengolah sesuatu, menciptakan sesuatu dan menunjukkannya pada publik. It's a fun thing to do for me, saya suka sesuatu yang warna-warni, yang sifatnya visual, yang kegiatannya mendesain. Saya tau apa yang harus saya kerjakan, atau bisa jadi apa saya nanti. I know it, very well. Tapi cukup saya dan Allah saja yang tau, ini rahasia besar saya dengan-Nya :]

Menulis, sudah jadi habit in a daily basis. Menuangkan sesuatu dalam tulisan mungkin udah kayak kebutuhan buat saya. Tapi mencatat bahan kuliah atau bikin paper nggak termasuk yaa ;] Menulis sesuatu yang saya suka, jadinya bisa panjang banget dan saya pun nyadar akan hal ini makanya saya alihin ke sesuatu yang menuntut tulisan panjang buat jadi suatu produk. Still, ini rahasia besar saya sama Yang Di Atas. Nanti kalau sudah nggak jadi rahasia, pasti saya kabarin ;] Saya suka menulis (basically anything), dan blog adalah media yang tepat untuk itu :D



Daaaannn, bisa saya simpulkan, saya belajar banyak. Masalah, buat saya sekarang ini, merupakan media buat belajar. Saya berusaha keras untuk mencamkan itu di kepala saya setiap kali hal buruk datang, karena kecenderungan kita adalah untuk mengeluh atau got a bad temper immediately. Saya berusaha mengendalikan temper saya yang gampang jadi jelek, di mana kecenderungannya adalah bertahan lama. Biasanya, saya akan menghindar dari sumber masalahnya sejenak, menuangkan apapun itu yang ada di dalam kepala dan hati; rasa marah, nangis, ngumpat... Tapi nggak di depan sumber masalah. 

Crying is fine, asal nggak berlebihan. Saya menangis menghadap Allah, dan pada-Nya saya berbicara dan meminta pertolongan. Sesudahnya biasanya temper saya membaik dan emosi saya kembali normal meski nggak seperti sebelumnya. After cooling down, saya baru kembali seolah nggak terjadi apa-apa. Ini penting, karena masalah harus dihadapi dengan kepala dingin supaya jalan keluarnya bisa ditemukan. Di sinilah 'tangan-tangan yang tidak terlihat' itu memainkan perannya, di sini saya cuma bisa pasrah dan mengerahkan kemampuan yang saya punya :]

Saya berdoa, semoga hasil belajar saya yang kemarin-kemarin itu bisa jadi support yang cukup dalam menghadapi masa depan saya yang udah di depan mata. Saya tau saya sedang 'didorong', saya sadar. Saya pun mengalami krisis di mana saya harus mempertahankan mimpi dan passion saya atau menyerah pada keadaan. Setelah saya pikir-pikir lagi, saya bukan tipikal orang yang menyerah pada keadaan. Saya mengikuti apa yang jadi passion saya, saya punya interest yang cukup banyak. Itu bisa jadi pegangan saya dalam menjalani masa depan saya nanti. Saya sedang 'didorong', saya ngerasain kok. Makanya saya berdoa sama Yang Maha Kuasa biar diberi kekuatan dan kemudahan untuk stay on track dan bisa menjalani apa yang menjadi passion saya selama ini. Insya Allah.



Well, kehidupan ini mungkin saya bilang punya manusia itu sendiri, tapi tetap yang mengatur adalah Sang Pencipta sekalipun kita yang menentukan ke mana akan melangkah. God always has a plan for us, saya mempercayainya. Biarkan waktu berjalan perlahan mengantarkan saya ke sana, biar kehidupan memberikan kesempatan buat saya untuk belajar dan jadi lebih baik. Insya Allah.

Thursday, 8 July 2010

My bestfriend's Birthday Bash

ANTY_resize

Saya masih suka surprise ternyata.


Hari Rabu seminggu lalu adalah hari ulang tahun salah satu sahabat terbaik saya, mbak Anty. Nggak ada feeling apa-apa paginya, eh pas ketemu di kampus ternyata dia ngajakin makan siang bareng BLM buat syukuran hari jadinya. Yay!!!

Mengingat jadwal kita yang udah nggak sama dan pada sibuk sendiri-sendiri, diputuskan kita makan bareng jam 3 sore. Well, itupun nggak berjalan mulus sesuai rencana. Keputusan jam 3 itu pun gara-gara saya dan Mia baru bisa free lepas jam itu, karena saya masih harus magang dan sialnya jam-jam terakhir kemarin dipakai evaluasi bareng atasan saya jadinya molor deh sampe setengah 4.

Birthday Bash kali ini diadakan di Kebon Pring Dharmahusada. Hebatnya, sore itu tempatnya lagi sepi, jadi kita bisa ngakak dan gila-gilaan sesuka hati tanpa cemas bakal dipelototin orang-orang :D But, di ruang meeting-nya ada semacam acara perpisahan anak SMA gitu kayaknya. Gilanya, kita berasa kayak ikutan acara itu saking sepinya restoran, soalnya mereka pakai mic jadi kedengeran sampe meja kita. Pas ada yang mau ngomong dan mengucap salam, kita ikutan menjawab salamnya. Pas mereka tepuk tangan, kita ikutan keprok-keprok juga. Pas sorak-sorak, pastinya kita ikutan heboh, bahkan lebih heboh dari yang punya acara sendiri ;D

Pokoknya sore itu jadi hari gilanya BLM setelah sekian lama nggak ngumpul bareng, meskipun nggak dalam formasi lengkap (karena Dinda ada keperluan dan Phebe lagi di rumah jadi nggak ketemu di kampus). But whatever, yang jelas kemarin itu jadi hari hore-nya BLM! :D

Saya kangen masa-masa itu, di mana kita ngumpul semua, makan bareng di satu meja besar. Bercanda gila-gilaan nggak kenal malu, foto bareng (tetep nggak ketinggalan!)... Ahhh I miss those moments! Apalagi setelah laptop saya hilang, otomatis file foto-foto (baik yang sudah diedit maupun yang masih mentah) bareng BLM (dan lainnya juga sih) pada ilang semua. Jadi nggak punya kenang-kenangan deh :[

And you know what, sampai di hari-H pun saya masih belum pegang kado buat mbak Anty. Bakal kado yang mau saya kasih ternyata sold out dan saya baru tau paginya. Detik itu juga saya langsung cari alternatif, dan hari itu juga kadonya langsung saya dapat. Sampai pas evaluasi saya bela-belain membagi pikiran dengan sms-an sama yang jualan buat ngurus pembelian --" Meski sejujurnya kecewa karena nggak bisa ngasih kado sesuai yang saya pengen, tapi saya tetep mengucap alhamdulilah karena sudah diberi kemudahan sama Yang di Atas. Internet is my best best bestfriend! hehe

Actually, saya udah ngasih kado pas ketemu di kampus paginya. Tapi itu cuma 'appetizer', barang yang sebenernya nggak pas ultah pun bakal saya kasih. Cuman karena kebetulan kemarin dia lagi ultah dan emang barangnya lagi saya kerjain dan selesai tepat sehari sebelum ultahnya. What a coincidence! Yah, at least, saya nggak telat-telat amat ngasih kadonya. Paling nggak saya udah ngasih sesuatu di hari ultah mbak Anty, walaupun itu cuma 'appetizer'. Karena kado yang sebenernya masih dalam perjalanan dan baru Jumat-nya nyampe ;]

Seperti posting-posting sebelumnya, I wanna say Happy Birthday my dear sistaa Anty!!! Thank you for inviting all of us to you birthday bash and I wish you a great happiness in your life xoxo.




P.S.: saya ikut bersimpati pada sekelas anak SMA yang kemarin ngadain acara perpisahan bareng hari-gila-BLM, maaf ya kalau acara kalian mendadak heboh ;]

Tuesday, 29 June 2010

Miss/Me

Been a long time huh? Am I right?? Well, no, I didn't forget having this blog, it's just the same old reason holding me back there. Time.


Apa kabar semuanya? Kehidupan saya sempat berantakan akhir-akhir ini, nggak lagi organized. Apalagi sejak jurnal saya ikutan raib bareng Shiro dkk. Makin hilanglah pegangan saya, tapi sekarang udah nggak lagi. Saya (akhirnya!!!) punya jurnal baru dan semoga bisa berfungsi selayaknya jurnal saya yang lama. Apalagi yang sekarang warnanya ungu! :D

Anyway, sepanjang saya nggak ngeblog, tentunya saya dibelenggu tugas-tugas yang masih sadis menyiksa saya yang rindu waktu lenggang. Kalapun ada waktu kosong, saya pasti udah kelelahan dan jelas nggak bisa nulis dengan kondisi mata dan kepala minta off. Alhasil, baru bisa nulis sekarang deh, padahal ini lagi minggu UAS. Aneh ya, mungkin karena tugas-tugas perlahan mulai berkurang (because the deadline is the exam's day) jadi kerjaan nggak begitu banyak. Rese'nya, proyek-proyek di kantor malah sepi di minggu UAS begini. Minggu-minggu kemarin tuh kenapa semua kompakan ngerjain saya sih??! --"



Daaaaaaaaaaaannnn akhirnya minggu lalu saya pulang juga ke rumah tercinta setelah sekian lama ditawan tugas-tugas kuliah dan proyek kantor :D Begitu di rumah, rasanya relax banget. Joking with my lil bro and hugging Mao ;] It was fun, indeed!

Oh dan saya akhirnya potong rambut juga! Awalnya sih niat cuma mau ngerapihin aja, dengan model yang sama kayak sebelumnya. Eh, jadinya malah cepak banget --" Kayaknya si kapster salon langganan saya keasyikan ngobrol sama nyokap (yang ada di sebelah saya) jadi waktu motong rambut saya tanpa babibu langsung kres... kres.. kress.. Belakangan saya baru nyadar, biasanya saya ditanya dulu mau dipotong seberapa. Kemarin saya nggak ditanya, langsung dipotong aja gitu rambut saya. Hasilnya, rambut saya cepak and it was pretty good somehow. Saya nggak risih sama helai rambut yang ngalangin mata kalau ketiup angin ;]
Komentar yang saya dapat:

Anty
:
Siapa ya?

Cece
:
Kamu pendek-pendekan rambut sama Arya ya?? (FYI, pacar saya juga barusan potong rambut)

Pacar
:
(senyum-senyum ga jelas)
Adek: Jiahhh Dora lagi!
Tiph (teman di kantor dan senior saya): Kenapa rambutmu dinaikin?
Fajar
(teman kuliah dan di kantor): Kayak Polwan



Lebih variatif dibanding komentar yang sebelumnya actually, tapi tetep aja pada gokil semua. Ada yang bilang lebih suka potongan yang sebelumnya, potongan sebelum saya potongan yang sekarang ini. Well, itu mah modelnya udah nggak jelas, udah gondrong banget dan bikin risih. I love short haircut! :D

Kayaknya nyokap juga agak cemas rambut saya sependek ini, considering my cousin is getting married in a couple months. But Mom, my hair will grow longer by then. So, chill out ok ;]



-- -- -- -- --
Menghindari stres, saya pun menyempatkan diri curi-curi waktu escape. Bareng siapapun. Kebetulan yang available cuma si pacar, karena anak-anak BLM pada sibuk sama tugas masing-masing juga.

opening band

band lokal yang jadi band pembuka, lupa namanya tapi performance mereka keren!! :D


endah N rhesa
the awesome duo

Escape yang pertama sebenernya nggak terencana, mendadak diajak si pacar nonton mini konsernya Endah N Rhesa di Big Box Complex. Baru pertama kali nih liat mereka perform live and it was a great performance! They're a trully musicians :D Mereka duet main gitarnya aje gile dah! Lucunya, mereka memperlihatkan chemistry di antara mereka dengan main gitar, by looking at the other eyes and the fingers play its job. Romantic!

Overall, I enjoy the concert eventhough I didn't get a chance to take picture together with them.

Escape yang berikutnya yaitu talk show Amazing You by Vaseline, di mana Yoris Sebastian menjadi pembicaranya. Kalau yang ini udah dijadwalin sebelumnya dan saya nggak cuma berdua sama pacar tapi barengan sama mbak Anty dan mas Ridzki juga. Talk show-nya menarik, mengingat saya ngefans sama Yoris jadi excited sekali datang ke acaranya. Yoris berbagi pengalamannya mulai dari waktu jadi panitia pensi SMA-nya sampai posisinya di OMG! Consulting sekarang. Bener-bener inspiring, and I think my Mom supposed to attend that show because Yoris can show her an alternative life besides being a settle employee or whatever. Doing creative thing by following passion is an irreplaceable happiness, IMHO :]

with Yoris
with Yoris

Acara yang disponsori oleh Vaseline ini selain menarik dari segi konten acara, bonusnya juga lumayan. Dengan berbekal tiket seharga IDR 40000, saya dapet goodie bag berisi 2 tabloid sponsor dan paket Vaseline (2 botol besar, 1 botol kecil), snackbox berisi muffin dan floss dari Breadtalk dan 1 teh kotak, sama sertifikat tanda telah mengikuti Entrepreneurship Class yang ditandatangi oleh Yoris Sebastian sendiri. Ralat deh, ini sih lebih dari sekedar lumayan yaa ;D
Begitu acara selesai, mungkin nggak banyak yang tau tentang Yoris jadi waktu saya mau foto bareng nggak begitu banyak yang ngantri. Oh ya, saya sengaja bawa buku Creative Junkies juga lho waktu acara. Biar bisa ditandatangani juga ;]



-- -- -- -- --
Pagi dan sehari sebelum saya datang ke talk show-nya Yoris, saya ada kuliah PIDO (Pengembangan Individu dalam Organisasi). Ya, saya tau itu hari Sabtu dan Minggu, dan saya ada kuliah. Tapi bukan kuliah biasa, kebetulan ini adalah tugas akhir kuliah jadi bikin modul training dan diaplikasikan ke temen-temen sendiri. Saya paling anti dan males banget kalau disuruh training begini. Biasanya saya apatis duluan begitu denger kata training, tapi yang satu ini malah bikin excited. Nggak tau ya, mungkin karena yang bikin temen-temen saya sendiri jadi jaminan bakal fun and it was! :D

Training diadakan di pangkalan militer Angkatan Laut yang berlokasi di Tanjung Perak. Dari kampus tempatnya jauh sejauh-jauhnya deh! Tapi worth it banget karena udara di sana nggak sekotor di tengah kota and the view was breath-taking! :D Langit, laut dan pepohonan. My fave, as usual ;]
Main Kartu-Bisu

main kartu bisu


say cheese!
Mahasiswa peserta mata kuliah PIDO 2 hari itu main-main mulu di pinggir laut, rasanya kayak nggak punya beban tugas yang numpuk di belakang. Haha-Hihi, lari-lari, lempar-lemparan air, sumpah kayak lagi liburan!

berdoa
hari ini tim saya yang jadi trainer nih, berdoa dulu :]

rintangan pertama
rintangan pertama, semangat!

bikin origami
bikin origami

prof gaul
ini nih profesor gaul-nya Psikologi UNAIR ;D


Pulang training hari terakhir masih sore (hari pertama saya langsung tepar), saya masih punya tanggungan tugas Kuantitatif ngumpulin Bab 3 skripsi ke website kampus. Saya kebut deh itu tugas, karena jam 6 saya harus ke talk show Yoris. Alhamdulillah saya bisa nyelesein, konon sih temen-temen saya banyak yang udah nggak kuat buat ngerjain jadi mereka nggak bisa ngumpulin. Hmm bersyukur deh saya udah nyicil dikit kemarin-kemarin :]

human knot
main Human Knot

jembatan juara
manakah jembatan yang paling panjang, paling kuat dan paling indah?

Semuanya!
everybody say cheese!

-- -- -- -- --
Kehidupan saya masih hectic bahkan setelah escape terakhir itu, Senin-nya saya harus ngetes Bender Gestalt buat tugas akhir mata kuliah Psikodiagnostik VI dengan subjek anak SD. Untung tesnya nggak ribet-ribet amat, everything's fine. Malamnya yang bikin BT. Rencananya mau nonton The Karate Kid sama pacar, ngejar jadwal tayang di GM dan begitu sampai tiketnya tinggal bangku depan banget yang langsung saya tolak. Dengan perkiraan masih sempat, kita ngejar jadwal lain di XXI TP. Tapi perjalanan ternyata makan waktu lama, alhasil saya bad mood abis sepanjang perjalanan gara-gara batal nonton film yang udah saya idamkan dari jaman dia premier. Rasanya kok kayak dihalangin, padahal cuma mau nonton Karate Kid doang :[ Baru inget saya belum ngumpulin tugas mata kuliah Kode Etik, saya pun bilang ke pacar buat nyari tempat ber-WiFi yang ada spot makannya. Mengingat saya jadi kelaparan in a sudden.



Setelah muter-muter, akhirnya nanceplah kita di KFC A.Yani yang emang ada fasilitas WiFi-nya. Tugas saya sih udah kelar dari sehari sebelumnya, cuma saya lupa bahwa deadline-nya adalah hari itu hehe. Proses ngirimnnya sih cepet, tinggal browse file dan klik submit beres deh. Sambil makan saya sekalian surfing dan main twitter tentunya :D

Di KFC ketemu Dara yang mau ngantri mesen makanan, dia keliatan sendirian pas ketemu saya. Selesai mesen, dia bilang kalau lagi sama Ida, temen TK-SD saya dulu yang juga sahabatnya Dara. Saya pun ngikut si Dara ke area outdoor KFC kayak anak bebek (iya, pacar saya tinggalin sama Kuro di dalam). Secara udah lama banget nggak ketemu sama Ida. Surprised banget waktu ngelihat nggak cuma Ida, tapi juga ada dua temen SD saya yang lain, Oryza dan Pradipta. Pas ngajak salaman, mereka bengong dulu. Pada nggak ngenalin saya semua! Apalagi si Pradipta, setelah sekitar 10 menit ngobrol ngalor-ngidul dia baru inget saya! --" Katanya begini, "Kamu dulu kan rambutnya panjang dikuncir ya?" Err iya sih, sekarang rambut saya pendek, waktu itu pake kacamata pula. Tapi kan muka saya masih sama kayak dulu kalee... Atau lebih cantik? ;p



Anyway, sepanjang perjalanan saya gondok gara-gara batal nonton itu saya mencoba nyari maksud kenapa saya nggak bisa nonton hari itu. Ternyata jawabannya adalah karena saya bakal ketemu temen-temen SD saya di KFC. Coba kalau saya nonton, saya nggak bakal WiFi-an di KFC dan ketemu 4 orang ajaib yang udah make my day hari itu :D Well, saya percaya Allah selalu punya maksud tertentu kenapa sesuatu bisa terjadi. Jadi, tiap kali dapat sesuatu, saya selalu mencerna dulu maksudnya, tujuannya kenapa saya mendapatkannya. Because I believe God loves me and always gives me the best. Just like that holy day.




And I slept smiling in the end of the day :]



-- -- -- -- --
Saya nggak punya waktu liburan lagi, dua semester sebelum skripsi tiba jatah liburan saya dipakai SP dan KKN. Untuk itulah little escape sangat berarti bagi saya dan weekend jadi waktu yang berharga sekali. Saya kangen having quality time bareng keluarga saya, saya kangen having fun bareng anak-anak BLM, saya kangen chit-chat bareng sahabat-sahabat lama saya. Dan yang paling crucial, saya kangen 'me' time saya :]


Have a nice day!








P.S.: take a peek for breath-taking photos in my gallery
P.S.S.: yes, finally I watched The Karate Kid, and the next day, I hunted for the soundtracks ;]
P.S.S.S: if you wanna know more about Human Knot, you can simply Youtube-ing guys. Try this :]









Monday, 7 June 2010

Little Escape

Kalau kemarin-kemarin saya mengeluh akan hari yang hectic, sekarang rasanya saya perlu malu karena sudah bilang begitu. Bulan Mei dan Juni, saya seperti baru saja dijatuhi hukuman. Saya tidak punya cukup waktu buat istirahat, nyante-nyante di rumah, bercanda bareng adek saya dan Mao atau sekedar nongkrong bareng bokap. Weekend saya sudah terjadwal untuk beberapa kegiatan di kantor dan di kampus. Inikah 'hukuman' karena sudah escape ke Balekambang dan Pulau Sempu sebulan yang lalu?

Begitu memasuki bulan Juni, mood saya drop drastis. Saya sudah membayangkan hal-hal tidak menyenangkan yang akan saya alami selama weekend jauh dari rumah. Sejujurnya saya kangen quality time bareng keluarga saya, sejujurnya saya sungkan juga dianggap 'sibuk sama diri sendiri' sama nyokap karena jarang di rumah (pas weekend sekalipun), sejujurnya saya kangen banget bercanda bareng bokap dan adek saya. Saya kangen rumah saya!
Belum lagi, saya jadi susah mau ngatur jadwal keluar bareng sahabat-sahabat saya. Saking penuhnya hari-hari yang saya punya :[ Alhasil, merekalah yang terpaksa mengalah meski sejujurnya saya juga nggak enak hati ngatur-ngatur waktu orang gara-gara saya yang nggak bisa ketemuan. 

Tapi, Allah ternyata masih sayang sama saya. Di tengah weekend yang tetap dipadati kerjaan kantor dan kuliah, saya masih dihibur sama orang-orang yang (thank God!) selera humornya advance banget! :D Saya bersyukur banget rekan-rekan kerja saya di kantor orangnya gokil dan gila semua, jadi penatnya pekerjaan jadi teralihkan gara-gara ngelihat candaan mereka. Teman-teman di kampus pun nggak kalah seru, anak-anak BLM yang guyonannya ngangenin bikin saya selalu berusaha having quality time bareng mereka. Soalnya waktu kita bareng-bareng berduabelas sekarang ini sangat amat jarang sekali, mengingat peminatan yang kita ambil beda-beda otomatis kelas yang diikuti juga nggak sama. I love you sistas ! :D


Ada kalanya saya bener-bener jenuh sama keadaan (as usually). Seharian saya bisa jadi lebih banyak diam, nggak mood dan bicara seperlunya sama orang-orang, tapi di akhir hari saya bisa ketawa lagi karena satu orang baru dalam kehidupan saya ;] Yang bikin saya lupa sama kejenuhan dan apapun itu yang bikin bete seharian. Well, I gotta say that I have a boyfriend now and a nu bestfriend as well :] He cheers me up, I can't put a frown in front of him. It's just, like, I wanna thank him for keeping me stay happy and positive. Belajar dari pengalaman orang lain, saya nggak mau mengeksposnya terlalu berlebihan. Saya pemuja privasi, saya harap ini dihargai dan biarkan jadi milik saya dan orang yang bersangkutan saja :]

Anyway, beberapa weekend ini saya dateng ke acara-acara seru yang tak terkira dan pastinya jadi little escape di tengah kejenuhan saya sama kampus dan kerjaan.

-- -- -- -- --
Weekend pertama,

Undangan pernikahan kedua yang ditujukan atas nama saya (yang pertama adalah pernikahan salah satu staf di kantor saya tapi itu undangannya atas nama angkatan magang saya). Saya dateng bareng pacar, tapi begitu nyampe gedung resepsinya langsung seru-seruan bareng anak-anak BLM yang nggak ilang gilanya meski di tempat resmi sekalipun :D
BLM first

Keliling ke meja-meja, nyobain berbagai menu, foto-foto di beberapa sudut ruangan sampai ngambil souvenir pun bareng-bareng (dan pastinya foto-foto juga!). Seru banget dateng ke acara beginian bareng sama mereka, secara kita sekarang jarang banget jalan bareng. Alhasil event kemarin itu jadi momen jalan bareng BLM yang pertama setelah sekian lama, meskipun nggak dalam formasi lengkap.

BLM_souvenir

Saya mau ngucapin terima kasih sama Astia (the pretty bride that night) yang udah mengundang kami dan ngebolehin bawa pacar masing-masing ke acara ;] Saya suka konsep desain interiornya, dominasi ungu dan putih. Sampai cocktail-nya pun warnanya ungu! Sukaaaaaa!!! :D
Anyway, beberapa jam sebelum ke acara, saya masih sempet jalan-jalan nyari bahan kebaya buat pernikahan salah satu sepupu saya dari pihak nyokap bareng keluarga saya dan bude saya ;] Tau sendiri ibu-ibu kalo belanja gimana, jadi saya memutuskan buat cabut duluan (karena harus siap-siap ke pernikahan Astia) sebelum kaki gempor dan saya harus ngesot ke gedung resepsi.


-- -- -- -- --
Weekend kedua,
Satu kesempatan di sela-sela kesibukan saya sama dunia di luar rumah, sepupu saya dari pihak bokap melangsungkan pernikahannya hari Jumat lalu dan otomatis saya jadi bisa ketemu keluarga saya. Seneng banget meskipun cuma ketemu bentar, karena saya toh masih harus bertanggung jawab masuk kuliah sehingga waktu saya pun lumayan kesita di kampus. Apalagi ketemu sepupu-sepupu saya yang jarang kelihatan karena sama-sama sibuk, ngumpul bareng dan foto-foto jadi agenda utama hari itu pokoknya :D

cousins

with cousins
Agak sedih waktu diantar bokap ke kos dan bukannya balik ke rumah, mau nangis aja gitu pas denger bokap kaget dan nanya kenapa saya nggak pulang ke rumah weekend ini. Well, weekend kemarin itu saya nggak pulang karena ada proyek di kantor. Meski saya sebenernya gondok karena nggak bisa ngumpul sama keluarga di rumah, di satu sisi saya berat ninggalin temen-temen saya di kantor yang tentunya akan kekurangan tenaga kalau saya nggak ikut. Jadilah saya badmood berat waktu skoring dan sepanjang kerja hari Sabtu itu. Untungnya rekan-rekan kerja saya punya selera humor tingkat tinggi yang langsung bikin ngakak begitu mereka mulai melucu which is certainly lighted up my temper. walaupun sifatnya temporary, saya tetap bersyukur setidaknya saya nggak jutek seharian :]


-- -- -- -- -- --


Masih weekend kedua,


Usai skoring di kantor, I got a date in the evening. Pacar pengen liat event di Parkit Delta yang bintang tamunya RAN. Kebetulan saya suka RAN, jadi saya iyakan ajakannya. Pas nyampe venue, ternyata isinya festival makanan. Pas banget! Awalnya saya pengen nyemil aja, apa gitu kek goreng-gorengan yang bisa dicocol sambel tapi ternyata isinya makanan berat semua. Alhasil, saya pun memutuskan buat beli Bebek Palupi yang sampai sebelum Sabtu kemarin itu belum pernah saya coba :D Bebeknya gede lho! Sambelnya juga lumayan, nggak terlalu pedas buat saya yang nggak doyan pedes. Satu porsinya dihargai IDR 13000. Karena event ini diselenggarakan oleh Frestea, waktu memasuki area festival setiap pengunjung dapet 1 voucher gratis Frestea dan bisa ditukarkan setiap pembelian 1 makanan. Artinya, minumnya kita nggak bayar :]


with juggler
foto bareng juggler sebelum liat
RAN

Suasana venue malam itu nggak begitu padat, herannya. Padahal acaranya gratis lho! Meski demikian, tetep aja saya agak kesulitan buat mencapai dekat panggung waktu RAN perform. Bagian depan udah penuh aja gitu sama groupies --" But anyway, saya enjoy aja nonton RAN meski nggak dapet persis depan panggung. Saya masih bisa nonton dengan jelas kok, I was overwhelmed for seeing those guys performed in front of ME! :D

RAN

If I were taller...
Dibuka dengan lagu "Friday", RAN tampil energik banget dan sukses bikin saya ikutan joget :D Lagu-lagu RAN sebenernya asik buat dance, herannya sepanjang mereka perform, yang joget selain groupies bisa diitung jari deh --" Kecenderungan penonton Indonesia kayaknya, di luar negeri penontonnya lebih ekspresif (tapi nggak lebay dan pastinya nggak alay) jadi artis yang dipanggung pun merasa performansinya diapresiasi dan bisa menampilkan suatu show yang seru. Anyhow, I enjoy the mini concert and it was a great night! :D


-- -- -- -- --
Weekend kedua belum tamat,

Esoknya, saya sama pacar udah rencana pengen ke East Design and Graphic Exhibition (EDGE) di Gramedia Expo. Sebenernya saya ngincer dateng ke talkshow yang ada Darwis Triadi-nya, tapi talkshow-nya bebarengan sama acara pernikahan sepupu saya jadi pastinya saya nggak bisa dateng. Waktu lihat poster, hari Minggu ada Kick Andy off air dengan bintang tamu Azrul Ananda, Benhard, Wahyu Aditya dan Ramaditya (anehnya Yoris Sebastian juga tertulis padahal pihak yang bersangkutan mengatakan bahwa dirinya berada di Jakarta pada hari itu). Darwis nggak dapet, saya semangat nonton Kick Andy-nya :D


Ben
Benhard

full team
Andy F.Noya, Wahyu Aditya, Benhard, Azrul Ananda
Sebelum hari Minggu, saya rajin nyari info mengenai event tersebut. Sebuah sumber di Twitter mengatakan acaranya jam 9 pagi dengan HTM IDR 50000. Mampus! Saya udah mau nangis aja gitu begitu baca infonya. Jam 9 itu saya ada kuliah pengganti dan belum diketahui selesainya sampe jam berapa. Ya, hari Minggu saya masih ke kampus untuk mengikuti kelas kuliah pengganti saking sibuknya jadwal yang kami punya sampai 5 hari efektif aja nggak cukup --"

Tapi, Allah masih sayang sama saya. Tepat sebelum hari H-nya, saya baca di Twitter acaranya jadi jam 3 sore. Lega banget rasanya!!! Dan di hari H-nya, pacar saya bawa berita gembira bahwa acaranya free buat pelajar. Jadi kita berdua bawa KTM dan ya, kita dapet kartu pass yang ada tulisan nama dan asal universitas berdasarkan KTM-nya. Sumpah rasanya saya kayak kejatuhan duren hari itu!


Mumpung gratis, puas-puasin deh keliling pameran. Awalnya saya kira isinya adalah pameran karya-karya desain para graphic designer, illustrator atau animator yang jam terbangnya udah tinggi. Tapi ternyata yang dipamerin kebanyakan adalah produk printing dan publishing, sejujurnya saya kecewa pas masuk dan melihat mesin-mesin cetak raksasa bertebaran di mana-mana. Mana unsur desainnya? Mana produk grafisnya? Kekecewaan saya sedikit terbayar waktu dateng ke stand majalah Concept. Di situ saya bisa liat-liat edisi lama Concept yang sumpah bikin mupeng semua, karena nggak bawa duit banyak jadinya saya cuma beli Concept edisi Fashion Design sama satu majalah Babyboss (masih satu produk dengan Concept) yang ilustrasinya pake tema pop (which is soooo me :D). Serunya, dapet bonus 1 komik tebal sama stiker juga lho :]


Waktu keluar stand, ada badut unik yang bentuknya kotak kayak spongebob. Bedanya yang ini warnanya biru. Ada mas-mas yang jaga stand Concept ngelihat saya memandang mupeng ke arah si badut, dan dengan ramahnya dia menawarkan diri motretin saya sama si badut, bareng pacar. Yay!!! Makasi mas, you rock! :D


Puas keliling pameran, kita berdua langsung capcus ke tempat talkshow Kick Andy diselenggarakan. Pas dateng, penontonnya belum banyak jadi bisa duduk di depan :D Saya seneng banget bisa dapet duduk di tengah jadi bisa motret pas ke semua view di panggung. Eh, begitu mau motret, orang yang duduk di depan saya kepalanya ngalangin gitu jadi saya harus pinter-pinter nyari angle biar dapet view objek tanpa ada hiasan kepala orang --"


Tentang acaranya, Andy F.Noya ternyata orangnya sangat suka bercanda. He's a witty man dan bisa membawa suasana jadi hangat dengan gaya komunikasinya yang tenang tapi membawa humor.

with Andy
shot by my bf, sorry if it's blur but whatever ;]

Andy

Bung Andy
Narasumber yang diundang pun seolah memang ditujukan buat saya, mereka semua bekerja di dunia kreatif atau setidaknya memiliki unsur kreatif di dalam pekerjaanya. Temanya sih emang "Enterpreneurship and the future of creative industry", nggak heran yang diundang adalah para enterpreneur dan pelaku kreatif di bidangnya. (Seharusnya Yoris Sebastian nih yang diundang, nggak cuma nampangin namanya aja --").

Adit

ternyata Adit kelahiran Malang lho :]
Narasumber yang bikin saya terkagum-kagum adalah Wahyu Aditya, di mana dia ternyata adalah penggagas KDRI (Kementrian Desain Republik Indonesia). Blog kreatif berisikan desain-desain kaos (dan apapun yang sifatnya grafis) dari para pembacanya yang sudah saya follow sejak lama. Ya, saya baru tau yang punya ternyata Wahyu Aditya hehe. Wahyu Aditya adalah potret role model yang saya jadikan acuan dalam memilih karir saya. Berangkat dari keluarga yang 'ortodoks' dokter dan punya mindset seperti kebanyakan orangtua bahwa dunia seni (dalam hal ini desain) itu 'masih' tidak menjamin. Tapi Adit bisa membuktikan bahwa dia bisa survive dan meyakinkan orangtuanya bahwa dia bisa maju dengan pilihannya. And he is. Bahkan dia bisa ke London dan dapet award di sana berkat keputusan yang telah ia ambil. Saat ini Adit punya brand sendiri (HelloMotto), punya festival sendiri, bahkan mendirikan sekolah berbasis desain dan seni. What a great man! Apa yang dimiliki Adit sekarang hampir mirip seperti cita-cita saya; punya brand sendiri, bisa keluar negeri karena prestasi sendiri, dan mendirikan sekolah untuk yang tidak mampu.

Dari Wahyu Aditya saya percaya bahwa dunia desain, dunia yang insya Allah sudah saya pilih ini, nantinya atau mulai sekarang akan berkembang dan punya masa depan sendiri. Saya yakin dunia kreatif akan menduduki posisi tertinggi di era globalisasi yang semakin dinamis, di mana perubahan-perubahan akan menuntut sesuatu yang baru, yang inovatif dan menyegarkan. Insya Allah saya akan merintis karir di dunia yang saya cintai ini :]


Rama

Bung Andy dan Rama
Narasumber menarik pada hari itu adalah Ramaditya, sebelumnya saya sempat melihat penampilannya di acara Kick Andy di TV. Saya mengenali Rama dari kostum Star Wars yang ia kenakan. Ramaditya adalah seorang tuna netra yang memiliki kemampuan melebihi orang normal. Saya, yang alhamdulillah normal, mendadak malu melihat prestasi apa saja yang berhasil dicapai Rama. Seolah ingin menciptakan paradoks, Rama seperti melawan ketidakmampuannya. Ia melakukan hal-hal yang 'normalnya' sulit dilakukan oleh penyandang tuna netra, pekerjaan yang melibatkan visual-penglihatan. Rama adalah seorang game music composer Super Mario yang diproduksi oleh Nintendo. Ya, Rama bekerja untuk perusahaan game raksasa di Jepang itu sebagai music composer-nya. Incredible, huh? :]

Saya pun hanya bisa menganga waktu Rama memainkan serulingnya untuk score sebuah animasi buatan lokal, merinding sumpah! Orang nggak bakal nyangka yang bikin musik sehebat dan sekeren itu adalah seorang Rama. Saya ambil salah satu quote Rama, "Tuna netra bukan berarti tidak bisa berimajinasi...". Ya, tuna netra bukan berarti tidak bisa melakukan hal kreatif.
Rama sudah membuktikannya, teknologi sudah berkembang untuk memfasilitasi para penyandang cacat dalam bekerja. Memudahkan mereka untuk mengatasi kekurangannya dalam menggunakan peralatan elektronik. Jadi, disabilitas bukan menjadi penghalang bagi Rama untuk berkarya :]

Risma
Wali kota terpilih juga hadir pada malam hari itu, Ibu Risma

the ticket
Sepulang dari talkshow, saya merasa termotivasi, seolah baru saja diingatkan kembali bahwa 'di situlah duniamu!'. Dunia kreatif :]


-- -- -- -- --
Dua weekend ke depan saya juga sudah punya schedule dengan kantor, dan pastinya saya juga sudah menyiapkan agenda untuk little escape bareng sahabat baru saya ;]






Enjoy your day, people! :D














LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin