Monday, 25 November 2013

No One to Someone*

No One to Someone Review Yukcobain_02
Penulis Nina Moran
Penerbit Bentang Pustaka

Berkisah tentang perjalanan, perjuangan dan pengalaman seorang Nina Moran bersama dua saudarinya; Anita Moran dan Githa Moran, dalam mewujudkan mimpi kecil mereka yaitu mendirikan majalah remaja sendiri.

Sederhana ya? Apalagi dari pemikiran perempuan usia 25 tahun, 22 tahun dan 17 tahun. Itu adalah ide yang sederhana tapi gila juga, mengingat yang dipertaruhkan dan dipertimbangkan sangat banyak. But in the end, they've made it :D

Saya adalah salah satu pembaca GoGirl! yang dulunya loyal, karena sekarang issue yang diangkat mayoritas udah nggak relevan lagi sama usia saya #ketahuantua. Jadi kalau akhirnya beli biasanya karena bonusnya lucu #cemen atau cover-nya saya suka (yang mana merupakan alasan kenapa saya jatuh cinta kali pertama #cailah sama GoGirl!). Ketika issue-nya kebetulan interest saya, itu juga masih mikir-mikir lagi #perhitungan HoweverGoGirl! adalah majalah remaja yang saya rekomendasiin sampai sekarang bahkan ketika saya udah nggak jadi pelanggan setianya lagi.

Buku ini banyak membuka mata saya tentang dunia permajalahan secara umum, mengenai proses tumbuhnya sebuah majalah remaja dari yang tadinya cuma di garasi rumah para pendirinya hingga bisa menyewa kantor sungguhan. Prosesnya penuh perjuangan tapi saya bacanya ringan-ringan aja karena gaya bertuturnya khas kayak baca artikel di GoGirl!. Pssstt... saya agak anti sama buku motivasi atau kisah sukses begitu, tapi khusus yang satu ini saya udah yakin dari awal kalau ke-anti-an saya bakalan sirna ;) 

No One to Someone Review Yukcobain_01

paket dari yukcoba.in, selalu ada pita pink-nya ;)

Tadinya, saya udah pegang-pegang buku ini waktu mampir di Togamas. Saya sih bertekad mau beli ketika tanggal gajian tiba bulan lalu. Eh lah ternyata Tuhan berkehendak lain, saya berhasil lolos kualifikasi #macampertandingan setelah apply di yukcoba.in dan buku ini pun mendarat di tangan saya tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Alhamdulillah :D

Nah, daripada saya ngomong panjang lebar nggak jelas juntrungannya, mendingan baca langsung review saya mengenai buku ini di [ sini ] yuk! ;)


Sampai ketemu di post berikutnya! ^^

Saturday, 5 October 2013

Book Q&A

Hai, semua! Kali ini saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari tag yang saya dapat dari blog YouReview yang saya follow :D Karena pertanyaannya pake bahasa Inggris dan ini bukan review, jadi nggak apa-apa yah kalau dijawab in English juga ;) Nggak perlu lama-lama lagi, langsung aja yuk...

P1070680 copy
I can't believe this bunch of books count hundreds :D

What are you reading right now?
I'm in the middle of so many books I haven't finished, it's because I was too curious to know what they're about but too lazy to finish it. LOL! However, I just read Class (formerly Cum Laude) by Cecily von Ziegesar this afternoon and sometimes I take Things I Wish My Mother Had Told Me by Lucia Van Der Post by when I ran out of latest magazine to read.

Do you have any idea what you'll read when you're done with that?
Of course, I still have bunch of books I need to finish soon before I start doing some big book hauls in the mean time :D 

What 5 books have you always wanted to read but haven't gotten round to yet?
1. Sense and Sensibility by Jane Austen 
2. Pride and Prejudice by Jane Austen
3. Blue Bloods series by Melissa de la Cruz

What magazines do you have in your bathroom/lounge right now?
LOOKS September 2013 issue. I haven't bought any new magazines because I plan to buy NYLON (US) October issue in the end of this month.

What's the worst book that you've ever read?
Cather in the Rye, I don't know the point of the book. Is it an example of certain kind of life or a narrative story of someone's experience? I find it uninteresting to read someone's clueless mind.

What book seems really popular but you actually hated?
Cather in the Rye. 

What's the one book that you recommend to just about everyone?

What are you favourite 3 poems?
Not really a fan of poems actually.

Where do you usually get your books?
Mostly Togamas and sometimes Gramedia. But for foreign/imported books I always count on Periplus.

Where do you usually read your books?
Lying on the couch, on my bed or sitting on the chair in the porch. 

When you were little did you have any particular reading habits?
Re-reading  some story books I've already read for about hundreds times just because I love the pictures/illustration and my imagination went beyond the story it self.

What's the last thing you stayed up half the night reading because it was so good you couldn't put it down?
Twilight series :p #guiltypleasure

Have you ever 'faked' reading a book?
Eh? Is there such a thing? I've never heard it until now :O

P1070681 copy
my comic books collection (and my brothers)

Have you ever bought a book just because you liked the cover?
Bought? Never. But drooling, most of the times. I'm working in design area, so the cover has some kind of magic through me to judge whether it would be a cheesy book or the great one ;)

What was your favourite book when you were a child?
Princess Kaguya. It's a Japanese old story and I love the idea of a baby princess found in a bamboo and she had to go to the moon when she's grown up. I'm wondering why she was sent to the earth if her home is in the moon.

What book changed your life?

What is your favourite passage from a book?
“But as you age, you lose other, even more important things, like friends-hopefully only bad friends, who maybe weren't as good for you as you once thought. With luck, you'll be able to hang on to your true friends, the ones who were always there for you....even when you thought they weren't.
Because friends like that are more precious then all the tiaras in the world” ― Meg CabotForever Princess

“Home is a place where you can find your love.”
― Windy AriestantyLife Traveler

Who are your top 3 favourite authors?
Meg CabotSitta Karina, J.K. Rowling.

What book has no one heard about but should read?

What is your favourite classic?
A Little Princess by Frances Hodgson Burnett


Now it's your turn to tag your self and start answering those questions above. Don't forget to leave your post link on the comment section of this post. Have fun! :D

Thursday, 19 September 2013

The Real Smartphone

Hape sih boleh smartphone, tapi udah beneran smart belum? Karena smartphone  merupakan versi mini dari komputer. Nah, OS (operating system) komputer paling populer apa hayo? Udah pasti Windows dong yaa. Jadi, kalau hape kamu OS-nya nggak pake Windows, berarti masih kurang smart tuh, bro! #kayakyangpunya #kabur 

W8 vs WP8
Emang ada Windows buat hape? Duh! Ke mana aja sih? Pasti nggak follow Trenologi deh, jadi ketinggalan berita. Sekarang nih ada yang namanya Windows Phone. Karena versi komputer udah sampai Windows 8, versi handphone nggak mau ketinggalan dong dan terciptalah Windows Phone 8. 

Sekeren apa sih Windows Phone 8? Liat hape punya adek saya, tampilannya modern dan minimalis ala gadget masa depan dengan komposisi yang nggak terlalu ribet.


Tuesday, 3 September 2013

August Haul - Comic Madness

Been a while, eh?

Udah lama banget nggak update blog yang ini *bersih-bersih sarang laba-laba*. Maafkeun, bukannya males baca, dengerin atau nonton, cuma lagi males nulis review #dikeplak.

Anywaypost kali ini bukan soal review, saya akan update hasil hunting saya di toko buku beberapa minggu belakangan. Banyak komik-komik favorit yang rilisnya barengan! >.< Mungkin besok-besok, post semacam ini akan lebih sering bertebaran di sini. 

Kalau novel sih, antara agak guilty kalau mau beli baru karena yang belum kelar masih banyak, apalagi yang belum dibaca, pada numpuk tuh di rak -_-" Belakangan ini lagi suka baca yang pendek-pendek karena lagi excited buat nulis di blog sebelah ;)

Nggak usah banyak cing-cong lagi, langsung aja nih tengokin hasil perburuan saya :D

P1070010 copy
P1070002 copy
P1070003 copy
P1070007 copy


Ada yang lagi koleksi komik yang sama dengan saya? What do you think about it? Atau ada rekomendasi komik keren lainnya? Mind to share? ;)

Sunday, 14 July 2013

Cat, cat, CAT

Jadi semakin ke sini saya makin menggilai semua yang 'berbau' kucing. Mulai belajar bikin ilustrasi kartun kucing (in process of drawing Tama, he has unique yet complicated face contour. Bo is the real living proof, anyway), beli stationary yang bergambar atau berbentuk kucing, beli komik-komik kucing sampai akhirnya baru sadar waktu beli lipstik yang packaging-nya bentuk kucing (kena 'rayuan' produk lucunya Korea nih -_-').

Semuanya terasa impulsive waktu beli, sadar-nggak sadar sih. Karena tiap kali beli barang-barang bertema kucing itu, pikiran pertama bukan "Do I need this?" lagi tapi "I gotta have this!". Serem, yes?

Anyhoo, soal komik-komik kucing, sebelumnya saya nggak terlalu ngebet pengen punya. Ini semua bermula waktu baca "POYO POYO", biasanya di bagian belakang komik kan ada tuh iklan komik-komik lain yang baru rilis maupun yang udah lama. Nah, sialnya di bagian tersebut selalu berisi iklan komik-komik kucing di setiap volume "POYO POYO". Ini hal yang melemahkan hati buat pecinta kucing macam saya, to be honest.

Sebelum (atau sesudah ya? atau barengan?) ngikutin seri "POYO POYO", saya udah beli "Meat 'Q' Family". Ceritanya ya tentang kucing gitu deh, diceritain kucingnya berdialog dalam bahasa manusia tapi nggak ada manusianya. 

MeatQFamily
maaf nih pake kamera HP jadi kurang clear ^^, googling cover-nya ga nemu :(

Kalau "POYO POYO" ada manusianya dan si Poyo (kucing, tokoh utama) nggak bisa ngomong cuma setor muka imut aja. Intinya, si Poyo ini adalah kucing super gendut yang baik hati dan suka menolong. Nggak percaya? Beli aja tuh komiknya dan baca sendiri! :p

iyee, kucingnya bulet, bukan efek kamera. 
Pssstt.. you can watch the anime here for free (it's English subtitled too!)

Semenjak beli-beli komik "POYO-POYO", saya jadi dapet info tentang komik-komik kucing lainnya. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

Kome si Belang
Volume: 1-5
Di Goodreads sih sampai 5 volume, tapi entah kenapa yang volume #2 nggak tercantum -.-"

Vitamin Cat
Volume: 1-2

Shinagawa Cat Story
Volume: 1-2 
FYI, di Goodreads sih ada 3 seri. Tapi yang beredar cuma 2 seri aja.

Mengenai pernak-pernik lainnya, nggak usah dibahas lah yaa ntar dikira pamer lagi :p So far, saya masih hunting komik Kome karena ini tergolong komik lama (volume #5 terbit tahun 2012 sih). Jadi nyarinya juga udah susah di toko buku, iseng googling juga banyak yang jual di Kaskus (entah second atau masih baru). Belum nyari di semua toko buku Surabaya sih, sejauh ini masih di Petra Togamas aja hehee.

Soal pernik kucing, pasti yang nyantol kali pertama Hello Kitty. However, saya nggak terlalu ngefans sama ikon kucing yang satu ini entah kenapa (kayaknya sih karena udah over-exposed, jadi eneg). Lucu sih, tapi not to be fan of. Sekalinya beli barang Hello Kitty ya make up brush set yang kebetulan ada tulisan Hello Kitty di bagian pegangannya. Yup, you read it right, tulisan. Bukan gambar. Itupun saya beli karena lucu aja brush warna pink, kan jarang tuh ;)

Back to comic, saya kurang tertarik sama karakter kucing yang jadi superhero lah, robot atau karakter lain yang tidak kucing-wi (is that even a word?). I just crave for the cuteness and light story, no need a heavy adventure. It would be another kind of manga character, for me.

So, do you have the same craziness as I do? Tell meh! :3

Saturday, 13 July 2013

A new pretty toy

Hi everyone!

Been a while, eh? ;)

Well, I've been writing on my other blog. It's actually my old fashion blog, I've pimped it up and re-brand into something new, of course something I'd like to have.

So, this is my new pretty toy...



I find it fun to write about any beauty products I've been using (or used) and share it with everyone.

Anyway, I hope you find it useful and you can use the information before you buy certain cosmetic products ;)

Enjoy! :D

Wednesday, 12 June 2013

Mirror

Jadi belakangan saya lagi suka dengerin lagu "Mirror" yang dinyanyiin sama Justin Timberlake. Dibandingkan single pertamanya "Suit & Tie", saya lebih prefer yang ini karena mirip-mirip "Cry Me a River" yang juga jadi favorit saya :D

Biasanya kalau saya suka sama satu lagu, Youtube jadi pelampiasan buat mencari versi-versi lain dari lagu tersebut. Dalam artian, mencari teknik menyanyi yang berbeda dengan penyanyi aslinya. Nah kebetulan waktu saya iseng search cover song penyanyi Youtube favorit saya, yang muncul malah cover-an Boyce Avenue (nggak terlalu ngefans sih, tapi cukup mengikuti kiprahnya hehe). Surprise-nya lagi, Boyce Avenue duet sama Fifth Harmony yang mana mereka ini adalah cewek-cewek jebolan XFactor USA.

Sedikit flashback, dulu pas Ilusia Girls nyanyiin lagu "Impossible" di XFactor dan saya search di Youtube (dengan alasan yang sama seperti di atas). Ternyata Fifth Harmony juga nyanyiin lagu yang sama pas masih manggung di XFactor

Satu hal yang bikin saya merasa takjub sekaligus kecewa adalah kualitas personil Fifth Harmony yang emang nggak diraguin lagi, range suaranya udah sekelas diva. Mereka membawakan lagu "Impossible" dengan karakter suara masing-masing dan karena tiap personil karakternya kuat-kuat jadilah seperti adu suara dalam 1 lagu. Harus saya akui, Ilusia Girls menang di kontrol suara untuk yang satu ini :)

Eh... begitu tau mereka duet sama Boyce Avenue, tentu saya penasaran dong gimana jadinya. Denger bagian awal aja udah merinding, suaranya bening-bening banget dan improvisasinya pas! :D Apalagi pas mereka harmonisasi pake suara 1, rapih banget dan enak didengernya :D



Duh, kok jadi kayak juri talent show nih (atau fans maniak?), maap yaaakkk :D Ya udah deh, daripada dideskripsiin panjang lebar, mendingan langsung klik tombol play di video di atas yeee, sodara-sodara.

Enjoy :D

Friday, 12 April 2013

Don't Judge the Cake by its Price

Pernah penasaran kenapa harga kue tertentu begitu mahal padahal teksturnya terasa familiar dan komentar tentang rasa yang bisa terucap cuma "Enaaaakkk banget!"?

Let me tell you a story...


Photo: sweettampa

Mungkin beberapa waktu belakangan booming Macarons, yang warna serta varian rasanya beragam--dan konon populer di kalangan sosialita di Jakarta. Well, di Surabaya sih udah bisa dibeli di toko-toko kue ternama atau di kafe-kafe tertentu di mall. Tapi itu tidak menjadikan kudapan yang satu ini terbatas pada kalangan sosialita di Surabaya, siapa saja bisa menjangkaunya. Cuma memang, ada harga ada rasa. Pun ukurannya: semakin besar ukuran diameternya, semakin mahal harganya.


http://1.bp.blogspot.com/-3TWWNhr1vXQ/T78aFLUHs6I/AAAAAAAABlg/JXUCXGoFl_g/s1600/cheesecake.jpg"/>

Cheesecake mungkin masih terdengar asing di telinga dan tidak sefamiliar cupcake atau jenis-jenis cake lainnya yang lebih merakyat. Harganya per potong pun tidak bisa dibilang murah, sepotong strawberry cheesecake di Breadtalk berkisar Rp 12.000 (kalau saya tidak salah ingat). Bandingkan dengan brownies yang lebih populer dan bisa mendapatkan berpotong-potong brownies dengan uang sebesar Rp 12.000. Saya belum pernah menemukan sendiri cheesecake di toko kue yang dijual per loyang, bukan per potong. Entah berapa harganya saya nggak berani bayangin.


Photo: tumblr

Molten Lava Cake atau bisa disingkat dengan Lava Cake, kue apa lagi itu? Semakin asing saja namanya. Ya, di Surabaya sendiri saya belum pernah tau tapi mungkin restauran fine dining atau hotel-hotel berbintang menghidangkan dessert yang satu ini dalam menunya. Saya kurang tau kisaran harganya, tapi sekali saji, (umumnya) besarnya tidak lebih dari biskuit Oreo. Yah, sedikit lebih besar lah sekian sentimeter. The point is, kue ini tidak pasaran dan tidak bisa sembarangan dibeli di toko kue atau di kafe. Di Jakarta, setau saya sih kafe yang jual cuma Ninotchka punya Sonia Eryka. Kalau di restauran atau di hotel jangan tanya ya, saya sih nggak meragukan lagi. Kue ini sangat eksklusif, baik dari segi pemasaran maupun saat dihidangkan di hadapan pembeli.



Mungkin suatu saat kalian akan mencicipi kue-kue yang saya sebutkan di atas (atau kue lainnya yang harganya sama mencekiknya) dan berujar, "Ah begini aja kenapa mahal banget!". Because I've been there dan cuma kesan "Enak banget!" yang tersisa di lidah. Well, belakangan saya belajar mencicipi sebenar-benarnya, nggak asal hlep-kunyah-telan aja. Tapi dirasakan teksturnya dan mencoba mencicip rasa yang ditawarkan si kue.

Sampai tibalah saya di fase mengenal pembuatan kuenya itu sendiri. Di sinilah inti dari tulisan kali ini, bahwasanya memang mudah menghakimi sesuatu dari apa yang tampak indera tanpa mengetahui bagaimana proses di baliknya. Well, emang sih pembeli nggak mau tau ya gimana prosesnya pokoknya dia suka rasanya ya dia bayar. But still, I think when I get to know the process, I'm getting to appreciate the cake. Why is it exclusive, or for most of us-why is it damn expensive?

Dulu pernah iseng nyobain resep Macarons dari internet karena tergiur gambarnya yang cantik. Beberapa bahan saya ganti dan hasilnya keras banget nggak seperti yang diharapkan padahal keliatannya gampang. Ternyata oh ternyata, apa yang ada di resep jauh berbeda dengan pembuatan Macarons yang sebenarnya. Salah satu sahabat saya, si Cece, yang ambil kuliah Culinary pun lalu menjelaskan 'kesalahan' saya. Bahwa mengocok adonan Macarons ada tekniknya dan bahwa kecepatan mixer sangat berpengaruh, dan yang terpenting bahan-bahan nggak bisa diganti seenaknya. Well, that's my bad :D

Pun waktu saya bikin Chocochip Cookies (untuk yang ini, kafe-kafe atau bakery tertentu menawarkan cookies jenis ini yang rasanya tiada tara. Itulah kenapa saya masukkan ke dalam kategori ini) dan Molten Lava Cake. Mengikuti resep saja belum tentu sukses, harus ada trial and error. Terutama resep-resep dari luar negeri yang entah kenapa saya curiga tepung aja kayaknya beda rasa #pembelaan Soal takaran pun bisa menjadi perkara besar, karena resep dari luar negeri menggunakan satuan "cup" dan bukan "gram" atau "kilogram" maka ketepatan jumlah bahan bisa berpengaruh pada hasilnya ketika kue matang.

Kalau kata nyokap, "Bikin kue itu nggak seperti memasak. Nggak bisa asal campur atau asal kira-kira-seperti menaburkan garam di masakan, semua harus diperhitungkan karena bahan cair dan bahan kering harus seimbang.". Well, ini juga yang jadi bahan analisis nyokap atau bude saya (yang emang jago bikin kue dan cetakannya sering saya pinjem tapi nggak dibalikin) ketika saya bikin kue gagal. Tepungnya seberapa, gulanya seberapa, mentega seberapa, semuanya ditanyain sampai saya ngaduk adonan atau memanggang berapa lama pun ikut diungkit.

Dan dari sekian resep yang sudah saya coba, saya makin mengerti kenapa beberapa kue tertentu mahal harganya. Bukan, bukan karena bahan dan alat yang digunakan memang khusus, top quality and it costs more. Tapi karena yang dijual sebenarnya bukan kuenya, melainkan skill si pembuat. Bayangin aja, kalau si pembuat Macarons nggak jago dan salah atur kecepatan mixer (or simply 'sotoy' like me), pasti hasilnya Macarons bantet alias gagal.

Begitu juga dengan proses pembuatan cheesecake, lava cake hingga chocochip cookies terenak di dunia. Prosesnya nggak semudah yang ditulis di resep-resep (well, or just like I thought it would be). Coba deh iseng browse resep cheesecake berikut tips pembuatannya, nggak usah muluk pake yang Bahasa Inggris yang lokal aja dan bakal jiper duluan deh sebelum belanja bahan-bahannya saking ribetnya proses yang harus dilalui.

Back to basic, semua kembali pada ide. Manusia penciptanya, manusia pula yang mengendalikannya. Kue hanyalah hasil nyata sebuah ide, balik lagi deh semua ke proses. Siapa yang melalui prosesnya? Ya manusia. Karena manusia yang punya skill, dan bahan serta alat hanya fasilitator. Balik lagi, manusia yang mengendalikan kemampuannya. #kokjadifilsafat

Anyway, it's just a random post after I've read a long explanation of how to bake cheesecake and failed on baking Lava Cake (it turns out to be muffin instead) recently. I just wanna share what I thought and I hope you won't judge a cake by its price (or the taste) only anymore, but think about the skill of the baker also. It's priceless :)

Have a good day! :)

Tuesday, 5 March 2013

Like Confucius used to say

Well, many of you might be curious what job I'm actually doing right now. Since it's quite a mystery for some people and ain't obvious for others. If you're smart enough and claim your self a real stalker, you might have the (correct) answer by now, by tracking my linkedIN account and not guessing where did I get all the money for fashion shopping and books feeding all this time.

Again, you may have a bigger pride than a tiny little stalker (which is quite popular today as a hobby and side job). That's why I decided to tell you instead, so you don't need to wondering what I'm doing anymore.



The most common question I've been asked when I met my old friends was, "Where are you now?" and the most common answer I've told them was "At home".

You know what, I wasn't joking around. I'm serious, well, I might be smiling when I said that but it's just because I wanna be friendly and not that Joker always teases you about, why-so-serious face. Yes, I work at home, sitting on a pillow in the living room or lying on my bed in my bedroom while using my laptop. Sometimes I grab some snacks and my favorite beverages with me, so I won't skip my lunch or dinner (or hold it for a while, until I'm finished with my work). In case you wanna know ;)

A job
I know the answer "At home" can be interpreted as not having a job yet a.k.a unemployed, but in my case, I'd say I'm not in the idea of working like most people do; get dressed, leave early, sit behind the desk and have some files to be done. My job right now is more like a hobby, you can say it as my passion (I guess). It may not an ideal job like most (old) people think it is, because it's not a full-time job and you can't tell (and show off) to others what job I'm actually doing since, yes, it's hard to explain. But I'm enjoying this job. Like, a lot :)



How about comfort zone? Did you leave your mother-zone or what--?

A Perfection
I did. I do stuffs which are out of my educational base can cope for, I've never learned it before and it's totally new. I may have some basics for this job but still in the lowest level and I need to develop it regularly to catch up with the world. So, it's basically my self-skill development, with payment ;)




Why do you seem so busy and working all the time? It's so hard to meet you in person!

I don't mean to be snob or anything, but I do more than one job right now. That's why it costs most of my time. Don't worry about my spare time or holiday, I've got it cover already. I'm a Virgo, remember? :) And I used to work (with most of my clients) by email, I talk and discuss the jobs through the internet due to the distance yet my schedule and they're fine with it. So, if you need to see me face to face, you're gonna be in a long list aligned with my work and projects. Sorry for that. I recommend you to save your last weekend day for me, if it's really urgent and I'm the only person you can ask :D #peace (you can ask and check this to my significant other, anyway)



Why working at home?

Why not? :D I know it sounds annoying but I can't help it ;) Well, I don't like doing boring things or being in an under-pressured job with a devil boss or terrible incentives. Mostly important, I'm not a morning person. Working or getting busy in the morning will give me bad mood and it will ruin my day unless I find something fun during the work, which I doubt it would happen in a conventional job. I don't wanna complain about my boss or my work environment at the (every) end of the day. Well, I might have done that for couple times, but I don't have to deal with the same person everyday like if I go to work in an office, right? So, I hope you got my point anyway.



What is your job?

A Single Step
This may be the end of this post and the last question to end up your freakin' curiosity, I hope. 
  1. I'm a contributor. I work for two technology base web portals, one is in Malang, Indonesia and the other is in Bath, England. I write Photoshop tutorials (mostly) and some design related articles which can help people with the same job as I am to deal with their works. You can select the title of my articles you wanna read by checking out the list I made on the sidebar of this blog (look on your right), or you can follow my twitter and LIKE my fanpage to get my latest articles while they're still hot :D
  2. I'm a graphic designer. Yes, this has been my dreams since I was a teenager and I have done some dream projects which I've only imagined years ago. I do create several design for many occasion and products (well, not that many but thank God, it's increasing). I may don't have an official portfolio web or page you can peek to, but if you're serious and interested with my skill, I will send you through email (it's an ebook). Just let me know ;)
  3. I teach English in a local English course. This is one of my little dreams which most people may not know. Like I said above, I'm doing a self-skill development. This job requires me to speak English in most of my time, to everybody. I don't have much opportunity to practice my oral skill since the only person I can talk to is my little brother and we don't meet (or talk) that often (blame the school's crazy schedule). So, teaching English is kinda way to distribute my need of speaking in one of my favorite foreign language (other than Indonesian). And let me tell you something, I have a fun time teaching other people (mostly kids) this international language. Not only that I share what I know with others but I also learn how other people deal with difficulties during studying. Since, I don't have problems learning English but it could be a (very very very) big deal for some of my students. Then, I will have to learn how to make it easier for those who have difficulties. And believe me, it's one of those fun and cool way to learn English. You're not gonna sit and listen to a boring presentation in my class. It's like playing games; you're gonna move, laugh and go home with a happy heart :D 


How much money do you get?

An Advantage
Damn! How dare you asking me that shallow question?! Who are you-my accountant? But incase you're wondering, it's big enough to buy some snacks (and toy) for my cat and take him to bath every month :D #catlover



A Learning


If you find me doing much of things on my social media pages, it's not because I have nothing else to do but I'm having fun while doing my duty. I'm contacting my clients and searching materials through online platform, that's why I have opportunity to go online quite often. Do I have a chance to be away from the laptop for a while? I do, certainly. I still have life other than my projects and those articles I have to write, my cat for instance. 

It's the matter of time management, you can read how to have some fun while working on Yoris Sebastian latest book 101 Creative Notes. Well, it's not only for those who work in creative area, but for anybody who feel stuck with their job and dying to have fun.

Anyhoo, I hope this post can explain everything and fix all the messed up curiosity some of you might have. Thank you for reading :)


Saturday, 9 February 2013

When English is really that scary. And difficult. (part 2)

Langsung aja yah, berikut adalah kelanjutan dari post sebelumnya:

3. FILM

you know you can see a candy eyes like this on 'bule' movies, right? 

       Banyak yang bilang belajar bahasa Inggris melalui film sebaiknya menggunakan film kartun atau animasi. Nggak ada salahnya sih, karena emang film kartun/animasi dialognya sederhana, ngomongnya nggak terlalu cepet dan pengucapannya lumayan jelas. cuma jaman saya dulu animasi yang lagi booming adalah Doraemon, Detective Conan dan Shinchan. Orangtua saya pun bukan tipe orangtua yang menuntut anaknya jago bahasa asing sampai dibela-belain beli VCD/DVD film kartun asing. Slow aja deh :) Toh jaman SD dulu saya juga nggak suka (tapi nggak sampai benci kok) bahasa Inggris karena hapalannya banyak (belum ketemu Biologi, masih lugu). Jadi nggak ngoyo-ngoyo amat buat bisa bahasa Inggris, yang secukupnya aja dari sekolah.
      Saya justru belajar bahasa Inggris melalui film anak-anak (atau semi-remaja yaa?) yang biasanya diputer pas liburan di RCTI, SCTV atau Indosiar (cuma malam Minggu aja dulu kayaknya, jarang pula). Lagian buat yang baru mau niat belajar bahasa Inggris dan harus nonton kartun kan ya males toh. film Film favorit saya jaman dulu (dan sampai sekarang) adalah trilogi Mighty Ducks (yup, bukan Home Alone karena #imho McCulay Culkin itu nggak cakep. Not even cute, sorry). Masih inget banget dulu saya belajar kata "Actually" dan "Absolutely" (yang nggak akan pernah ada di buku pelajaran manapun) dari film itu. 
        Nggak usah muluk dulu nonton tanpa teks terjemahan (subtitle), saya pun awalnya belajar dengan menggunakan teks terjemahan berbahasa Indonesia. Tahap ini untuk memperkaya kosa kata sekaligus listening; dengarkan apa yang diucapkan si aktor (jadi tau pengucapannya meski nggak tau penulisannya, belajar penulisan bisa didapat ketika membaca buku) lalu cocokkan dengan teks yang muncul di bawah layar. Karena saya tergolong pembaca cepat *setdah*, saya baca dulu teks-nya sampai habis baru saya dengarkan si aktor untuk kata-kata yang saya tidak tau versinya dalam bahasa Inggris.
Contoh:
  • SubtitleAku yakin ini akan menjadi pengalaman kedekatan yang nyata. Suatu hari nanti, mungkin salah satu dari kalian akan menuliskannya di dalam penjara.
  • Dialog aktor: I'm sure this will be a real bonding experience. One day, maybe one of you will write a book about it in jail. (IMDB)
Ketika bagian subtitle muncul (yang biasanya lebih cepat sekian detik sebelum sang aktor berbicara), langsung baca skimming atau cepat. Saya nggak tau bahasa Inggris-nya "kedekatan" (saat itu), maka saya akan pasang kuping ketika kata "bonding" diucapkan (tentu saya nggak tau kapan akan diucapkan dan seberapa jelas, kan bule ngomongnya cepet yah). Tapi dari situ secara nggak langsung kosa kata baru akan didapat. Anggaplah kita sama-sama nggak ngerti bahasa Inggris, maka metode "dengarkan lalu cocokkan" adalah cara yang tepat untuk menambah kosakata baru dan mengasah ketajaman telinga (sekaligus membuat kuping familiar dengan kata asing). Setelah terbiasa pake subtitle Indonesia, tingkatkan dengan pake subtitle Inggris lalu tanpa bantuan subtitle sama sekali. Ingat, bertahap yaa jangan drastis!
      Sampai sekarang sih saya masih suka nambah kosakata baru (yang nggak banyak juga, tapi at least ada peningkatan). Udah nggak melalui film-film remaja, tapi lebih ke film series yang bersambung. Karena selain saya suka nontonnya atau ceritanya menarik, saya juga jadi tau kosakata tertentu yang digunakan sehari-hari (ya, termasuk slang). Belum lagi, kalau series yang bertema tertentu (seperti Newsroom yang menceritakan kehidupan seorang pembawa berita di TV dan aktivitasnya di tempat kerja, buat yang suka kisah kriminal bisa ikutin CSI (kota manapun deh) atau kisah kedokteran macam Grey's Anatomy dan sejenisnya) bisa menambah  koleksi kosakata dengan lebih spesifik sesuai ranah film yang ditonton (kriminal, jurnalistik, fashion, kedokteran dll.). 
     Saya pribadi sih suka nonton yang banyak fashion-nya (seperti Jane by Design, Pretty Little Liars, Glee, The Carrie Diaries), ceritanya nggak berbelit-belit (seperti GIRLS, Parenthood), dan lucu (seperti Modern Family, The Big Bang Theory, Suburgatory). Jangan maksain nonton film yang saya suka kalau kamu emang nggak suka yaa. Ingat, kita belajar di sini dengan cara yang fun! ;)
      Melalui film ini juga saya jadi paham bahwa orang bule itu punya ungkapan-ungkapan tertentu yang nggak kita punya, meskipun kalau diartikan masih bisa. Begitu pula sebaliknya. Selain belajar bahasa, mau nggak mau kita juga belajar budaya orang asing :)

4. KURSUS


mungkin kalau bulenya model begini ga bikin jiper duluan yah? hehee

    Sejujurnya saya merasa udah bisa bahasa Inggris meski buta grammar dari jaman SMP, hingga bikin saya males les karena pede banget ngerasa bisa dan nggak ngerasa perlu (padahal kosakata pas-pasan dan conversation aja masih malu nggak ketulungan). Dulu semasa SMP, teman sebangku saya jago banget bahasa Inggris. Nggak cuma secara tertulis, tapi juga ngomongnya cas-cis-cus dan nggak malu. Ternyata dia les di salah satu lembaga kursus ternama di Surabaya yang pengajarnya bule. Sampai saya lulus SMP pun les bahasa Inggris nggak pernah kepikiran di kepala.
     Memasuki SMA pun saya masih jumawa #dirajam dan males banget kalau harus ikutan les bahasa Inggris. Padahal guru bahasa Inggris saya waktu itu orangnya fluent banget ngomong bahasa Inggris yang bikin saya jiper (faktor orang dewasa yang lebih jago akhirnya saya ketahui bikin saya jadi sedikit nggak jumawa lagi). Akhirnya kelas XI saya diajakin temen buat les di lembaga kursus yang pengajarnya bule (saingan tempat kursus temen sebangku SMP saya dulu hehe). Awalnya saya jelas males, tapi temen saya bilang biar ada yang nyontekin pas placement test -___-" Saya ijin bokap dulu karena image les bahasa Inggris dengan pengajar bule buat saya hanya untuk golongan menengah ke atas, which I'm not. Biaya kursusnya dalam satuan "juta" dan ngomong sama bule tentu beda takutnya ketika ngomong sama orang kita sendiri (sejujurnya pertemuan pertama, level pertama di tempat saya les saya langsung dapat bule Amerika yang ngomongnya cuepet banget bikin saya jiper lebih parah daripada guru SMA saya). Ternyata bokap malah mendukung penuh 1000% :D Dalam hati sejujurnya saya masih ragu, tapi iseng buat mengukur kemampuan dan didukung penuh akhirnya saya join juga.


apalagi yang gurunya ganteng begini, saya pasti rajin dateng! ;)

    Singkat cerita, ikutan kursus itu pun harus pilih-pilih. Mungkin alesan saya males ikut les bahasa Inggris (tadinya) adalah saya nggak mau terjebak duduk-mendengarkan tutor ngoceh yang pastinya ngebosenin karena sama kayak di sekolah. Nah, les yang fun menurut saya adalah yang kebalikan dari itu, yang banyak conversation-nya dan sedikit spoiler grammar buat bekal waktu ngobrol. Tutor bule pun ada plus-nya, ngobrol sama bule itu #imho jadi jaminan karena mereka nggak akan ngetawain kita kalau salah, justru mereka bakal sabar dengerin maunya kita ngomong apa meski buat saya pasti ngeselin dan capek #dasargasabaran. Tutor bule bisa jadi tempat latihan listening dan speaking sekaligus karena mereka ngomongnya nggak secepet aktor-aktor di film. Minus-nya, karena ngira si bule nggak akan ngerti kita ngomong apa dalam bahasa Indonesia/bahasa daerah (terutama bule yang baru dateng ke Indonesia), jadi kita suka curi-curi ngomong bahasa non-Inggris yang mana nggak akan membantu perbaikan kualitas bahasa Inggris kita sendiri. Jadi pikir lagi deh, udah bayar mahal-mahal tapi ujung-ujungnya ngomong bahasa Indonesia (atau bahasa daerah) juga di kelas kan percuma. Kelas les bahasa Inggris adalah tempat di mana kamu bisa puas-puasin deh salah ucap, gagap sampai jadi jago ngomong bahasa Inggris. Nah, nanti di luar kelas kamu bisa pamer kebolehanmu ngomong, baca atau dengerin dialog berbahasa Inggris ;) 
   Grammar is boring! Maka dari itu kursus yang baik adalah kursus yang mengajarkan grammar secara nggak sadar. Maksudnya? Sampai sekarang saya nggak pernah hapal rumus atau jenis-jenis grammar yang menurut adek saya yang ambil kelas mantan RSBI ada 16 macam itu. Tempat kursus saya mengajarkan (saya sadari belakangan) waktu penggunaannya, meski nama jenis grammar juga disebut tapi bukan itu kan yang jadi poin penting belajar grammar. Kalau tau nama jenisnya dan hapal rumusnya tapi nggak tau kapan penggunaannya bukannya nanti akan bernasib sama dengan rumus-rumus Fisika? #eaaa Seingat saya, kita cuma belajar rumus di awal dan itu singkat bin cepet banget lalu langsung masuk ke praktek mulai writing, listening sampai speaking (untuk level yang lebih tinggi). Proses ini berlangsung berulang-ulang (repetitif) sampai kita paham waktu penggunaan grammar tersebut.
     Kursus bisa jadi basic saat kita mau belajar dengan media yang lain. Saat nonton film, baca buku atau dengerin lagu kita bisa tau kalau di momen yang seperti apa grammar jenis tertentu banyak digunakan. Dari sini, nanti kita bisa tau kapan penggunaannya saat mau ngomong atau menulis sesuatu dalam bahasa Inggris :) Intinya, buat belajar grammar, saya lebih suka melalui kursus (yang fun yaa tapi) karena kalau belajar sendiri nggak akan bisa-bisa hehee (baca: males). Biarlah orang lain yang ngajarin dan paham seluk-beluk grammar yang penting saya cukup tau waktu penggunaannya aja #nggakmaususah.



I think that's all I can share with you, guys. Kalau ada yang mau menambahkan atau tanya-tanya langsung aja nulis di link doodles (comment) di bawah post ini yah ;)

Saya juga pengen nggak cuma orang dewasa aja yang bisa belajar bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan. Di kelanjutan post ini nanti, saya juga akan menambahkan tips belajar bahasa Inggris buat anak-anak. Kali aja pembaca saya ada yang udah punya 'ekor' dan pengen anaknya lebih jago daripada bapak-ibunya, bisa belajar bareng deh sama anak-anaknya. Khusus poin no.3, mungkin film-film belajar buat anak-anaknya dibedain ya sama yang buat bapak-ibunya. Masa iya mau nonton James Bond bareng? Jangan yah! :))

When English is really that scary. And difficult. (part 1)

Setinggi apapun tingkat bahasa Inggris-mu, pasti ngerti kan maksudnya judul di atas. Well, di sini saya cuma mau berbagi cara belajar bahasa Inggris, in a FUN way. Kalau nggak fun, garansi uang kembali mungkin kamu bisa nambahin cara yang lebih menyenangkan dari saya? ;)

Okay, let's start!

Ada beberapa cara dan media dalam belajar bahasa Inggris, daftar di bawah ini saya buat berdasarkan pengalaman saya belajar bahasa Inggris sejak SD hingga sekarang sudah punya penghasilan sendiri *cailah*. Semoga bisa mengurangi rasa takut dan parno buat yang selama ini nggak suka atau bahkan sampai benci belajar bahasa Inggris. Sejujurnya, menghapalkan kata baru terkadang bisa berujung membosankan dan akhirnya nggak ada yang nyantol. Untuk itu, nggak usah repot-repot menghapalkan kata baru. Kosakata bahasa Inggris saya selalu bertambah tidak setiap hari, bahkan bisa jadi cuma 2 minggu sekali. Yuk, langsung aja tengok daftar di bawah ini:

1. BUKU


Belajar itu dari hal yang sederhana dan mudah, bacalah buku bahasa Inggris yang ringan dulu.

       Nggak bisa dipungkiri lagi, kali pertama kita mengenal bahasa Inggris pasti melalui buku pelajaran di sekolah. Apalagi sekarang TK aja kosakata bahasa Inggris-nya udah melebihi yang kelas 1 SMP. Melalui buku, saya memang belajar bahasa Inggris, tapi bukan buku pelajaran bahasa Inggris di sekolah. Semenarik apapun bukunya, saya tetap tidak tertarik.             
       Saya pecinta buku cerita, dulu saya rajin dibawa bokap ke Gramedia setiap akhir pekan (sekarang sih pergi-pergi aja sendiri nggak usah ditemenin bokap segala, bayar juga sendiri lah pastinya!). Buku cerita berbahasa Inggris yang kali pertama saya punya adalah buku cerita tentang baby Daisy (pacarnya Donald Duck), kertasnya tebal seperti karton, halamannya sedikit dan kalimatnya pun singkat-singkat. Karena memang itu buku buat anak-anak usia belajar membaca, sedangkan saat itu saya sudah pertengahan tahun SD (sekitar kelas 3 atau 4, saya juga agak lupa). Alasan saya beli buku itu sebenarnya pun sederhana; gambarnya bagus. #mentalvisual #yeahIjudgethecoverfirst Saya bisa baca buku itu berulang-ulang sampai saya hapal kalimat-kalimat di dalamnya hanya karena saya suka melihat gambarnya. 
        Intinya sih, belilah buku yang memang kamu sukai dan yang pastinya bakal dibaca. Nggak perlu muluk beli The Casual Vacancy edisi bahasa Inggris lah, saya aja males baca versi bahasa Indonesia-nya ;) Mulai dari yang sederhana dulu, kalau langsung ke yang susah ya berat bebanya bray! Setelah buku baby Daisy, saya nggak mendadak gila beli buku-buku bahasa Inggris kok. Pernah sekali nengok Harry Potter #5 punya kakak temen yang beli di Amerika, dan liat tebelnya jadi nggak tertarik baca. Gimana-gimana kosakata saya waktu itu nggak tinggi-tinggi amat dan pasti pusing lah ya baca buku setebel itu dan harus dikit-dikit buka kamus. To be honest, saya buka kamus seperlunya aja. Sisanya saya lebih suka nonton film buat cari arti sebuah kata, sooner or later pasti tau artinya. Kalau urgent banget ya mentok buka kamus atau cari di internet.

2. LAGU


Hayoo tebak ini lagu siapa? ;)

     Jaman saya SD, Westlife dan Backstreet Boys itu bak Super Junior dan Koboi Junior jaman sekarang. Semua anak cewek pasti nggak mau ketinggalan gosip dan merchandise terbaru hasil bonus majalah dan tabloid. Including me ;) Sejujurnya saya nggak hapal lagu-lagu boyband idola saya tersebut, saya cuma nyanyi sedengernya aja. Lirik salah mah sebodo amat, tapi dari situ saya jadi familiar dengan kata-kata tertentu yang sering banget disebutkan di lagu-lagu. Meski nggak tau artinya, membuat telinga familiar dengan kata asing bisa membantu dalam Listening yang sering jadi master momok dalam belajar bahasa Inggris.
       Beranjak SMP, Avril Lavigne dan Linkin Park menjadi teman saya belajar bahasa Inggris, bersama dengan Britney Spears, Christina Aguilera, Vanessa Carlton dan Michele Branch. Believe me or not, Avril Lavigne adalah penyanyi dengan pronunciation alias pengucapan terjelas menurut saya. Meskipun di lirik lagu-lagunya ada beberapa kata yang "tidak untuk di bawah umur", tapi justru dari situ saya jadi tau bahasa gaul atau slang Amerika. Masalah arti, bisa dicek di kamus atau internet ;) 
      Begini cara saya belajar kosa kata baru sekaligus menguji ketajaman telinga; (saya ambil contoh pengalaman saya) booming single Avril berjudul "Complicated" langsung bikin saya nyoba dengerin lagunya, tanpa menengok teks lirik yang tersedia di kertas di dalam kaset (duh, jadul amat yee!). Beberapa bagian saya sudah familiar dengan kata-katanya dan bisa hapal liriknya (sebagian). Biar keren, saya juga pengen hapal keseluruhan dan bisa nyanyi bareng temen-temen. Akhirnya saya tengok teks lirik dan yah, emang ada beberapa bagian yang saya salah dengar tapi sebagian besar udah benar. Karena ngerasa kerjaan itu menantang dan menguji bener/engga-nya saya mendengar, saya jadi ketagihan. Lanjut lagu berikutnya! :D #sampaisealbumkhatam
     Tingkat uji bener/engga dengerin lagu tanpa nengok teks lirik ini udah sampai di tahap lagu-lagu yang dinyanyikan dengan cepat (termasuk lagu rap). Nah, challenge ditingkatkan dengan menulis sendiri lirik lagu (tanpa nengok contekan teks lirik) yang lagi didengerin. Saya lakukan ini pada lagu-lagu kesukaan saya, dulu awal memulai tantangan ini dengan lagu-lagu Rihanna yang meski nggak terlalu jelas pengucapannya at least saya masih familiar dan tempo lagunya pun nggak terlalu cepat. Saya bisa 3-5 kali dengerin lagunya cuma buat nulis 1 lirik lagu; 3 kali nulis acak (sedengernya aja), ke-4 melengkapi kata-kata yang nggak sempet ketulis dan ke-5 mengecek ulang mulai awal lagu sampai akhir.
       Mungkin nggak semua orang senganggur saya sampai iseng banget nulis lirik lagu sendiri :D tapi tantangan itu sebenernya sih buat treatment saya sendiri biar nggak malas listening atau mencermati kata-kata dalam bahasa Inggris dan nggak bergantung melulu pada teks lagu. Listening itu perkara familiar atau tidak, dengerin yang berbahasa Inggris aja udah males gimana mau koleksi kata bahasa Inggris bertambah? Gimana mau sukses di ujian listening? #prang

Karena takut kepanjangan dan bikin pembaca tidur di tengah-tengah, tulisan ini saya belah manggis menjadi dua bagian. Bagian ke-2 bisa dibaca di sini.

Wednesday, 2 January 2013

I don't believe in new year's resolution

As you read above, on the title, I guess you could understand why I don't embrace new year as most people do. For me, new year's resolution is a freakin myth that people made up so we can start an impossible list we wanna do before a new year coming and leave it the other day after the first day of new year. Yeah, it's that bitter. 

And for me, start a resolution can be anytime, it doesn't have to be on New Year's Eve. Anytime, like when you suddenly have an idea about developing driving skill right after lunch, then start make a plan right after to achieve it. Don't wait until a new year coming, it's too late, you're getting too old by then or have another goal already.

I have a dreams list, not a new year's resolution. I add some if I want to, like I said above, anytime. And I don't have pressures to achieve it in a certain period, well, unless you're that kinda person who is really really strict about time and deadline then it's another story. I let it there alone, check it when I want to, give a tick sign when it's accomplished or done. That's it, that's all. Maybe it seems all the same but it's not, all you gonna do is just let your dreams arouse as it should be. Don't give any pressure on it or it would never happen. Let God do the rest :)

Anyway, since it's a new year, let's celebrate it with something fun. I discover some excellent new singers on Youtube. Well, maybe they're not new on Youtube, but they're new in my Youtubers' list ;) So, check them out! 

Alex G
She might not new in my list since she works with Tyler Ward. She has that amazing voice, like a girl next door :)


Jess Moskaluke
So, I 'found' her accidentally on the suggestion tab on Youtube, it was Red by Taylor Swift cover. I was searching for ones and found her video. Her voice is that powerful high range voice that I really really wanna have someday. I wish she cover more songs though :)


Sara Niemietz
I saw her performance on Jake Coco's collaboration project of the song "Some Nights" (fun. cover). Her voice there was, if I may say, crunchy and makes me wanna listen to some more :D Almost sounds like Joss Stone but lighter.

Those whom I've mentioned before on the previous list are still producing more cover videos, but some are kinda slow of making ones. Christina Grimmie for instance, since she was doing tour and start performing on TV, her cover videos increased in a slow period. If it's new, it's not a hit song like she used to sing before. This phenomena happened as well to Mike Tompkins and Gamaliel & Audrey. More Youtube singers growing on Youtube (like those who I just discovered), if they left the point where they were at the first place, I think they will lose their fans. Well, that's just my silly opinion ;)

Speaking of which, I guess I only can give you those three, I will not stop discovering some more and I will share it with you some day.

Here's a bonus. A super little girl with big voice, Connie Talbot, singing Give Your Heart A Break by Demi Lovato. A little rough and couldn't catch up with the lyric in some parts but she is awesome. Enjoy! :)




Happy new year, everybody! :D



P.S.: well, I do believe in this kinda resolution ;)

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin

Share