Sunday, 5 September 2010

Cheers, UK

Penulis Citra Dyah Prastuti
Published by Gagasmedia

Ini nih buku yang saya tunggu-tunggu dari dulu. Buku perjalanan tentang Inggris, khususnya London. Seperti kata pepatah, pucuk dicita ulam tiba :D

Travelling book yang ditulis oleh mahasiswa Indonesia yang kuliah S2 di SOAS, University of London, UK ini membawa pembaca berkelana di negara yang menjadi impian nyaris siapa saja di tanah air. Citra dengan baik mengagendakan kegiatan jalan-jalan selama kunjungan belajarnya di London, dia mengelilingi kota-kota di luar London di mana kisah perjalanannya menarik dan seru untuk disimak.

Bersama mahasiswa Indonesia lain yang juga sekolah di Inggris, Citra berpetualang mengunjungi tempat-tempat yang selama ini gambarnya cuma bisa dilihat di internet dan majalah traveling. Ketika mengunjungi suatu tempat, Citra menggambarkan bagaimana suasananya, apa saja yang menarik perhatiannya serta tips-tips keuangan saat berbelanja di shopping area. Hal ini penting ya, mengingat Inggris adalah, kalau boleh mengutip Citra, "negara serba mahal". Dibandingkan Rupiah, tentu kurs Poudsterling akan mematok harga barang-barang jauh lebih mahal.

Pembaca yang berencana ke Inggris tapi kantong cekak akan sangat terbantu dengan membaca buku ini. Citra yang di sana bukan sebagai turis, melainkan mahasiswa, di mana pengeluaran akan banyak dihabiskan pada biaya hidup tentunya harus pintar-pintar mengelola uang yang diberikan oleh pihak pemberi beasiswa. Pengelolaan di sini berarti, memasukkan agenda jalan-jalan, belanja serta hura-hura ke dalam list kegiatan selama sekian periode di Inggris :D

Overall, buku ini seru buat dibaca pas lagi liburan kayak saya gini. Itung-itung jalan-jalan murah hehe. Selain itu, saya juga semakin semangat buat cari beasiswa ke London mengikuti jejak Citra :D

Next traveling book I'm waiting for is New York and San Fransisco. Ayo siapa mau nulis buku perjalanannya? Atau mungkin saya sendiri yang nulis ntar? AMEN! :D




Also check her blog >> http://citradp.wordpress.com/

The Last Song

Directed by Julie Anne Robinson
Staring: Miley Cyrus, Kelly Preston, Liam Hemsworth


Setiap musim panas tiba, Ronnie (Miley Cyrus) dan adiknya, Scott (Hallock Beals), dikirim ibunya (Kelly Preston) untuk mengunjungi sang ayah (Greg Kinnear) yang tinggal terpisah di tepi pantai. Sejak kedua orangtua mereka bercerai, Ronnie dan Scott akan menghabiskan summer di rumah ayahnya. Sejak perceraian itu pula Ronnie tidak pernah suka dengan ide mengunjungi-ayah-di-musim-panas. Ia benci ayahnya yang pergi meninggalkannya dan mengasingkan diri di tepi pantai begini.

Namun musim panas ini berbeda, Ronnie dihadapkan pada sebuah fakta pahit bahwa ayahnya mengidap kanker paru-paru kronis dan hidupnya divonis tidak akan lama. Perasaan bersalah pun perlahan merayapi Ronnie, sepanjang musim panas ia telah bersikap tidak ramah pada ayahnya, bahkan merusak liburan adik yang disayanginya. Apa yang akan dilakukan Ronnie? Apakah ia akan selamanya membenci sang ayah? Bahkan sampai ajal menjemput ayahnya itu?

Sebuah kisah drama dengan sedikit bumbu romance yang sukses membuat saya sembab tengah malam (ya, karena saya nontonnya menjelang pagi buta hehe). Akting Miley di sini bener-bener ok, karena menurut saya karakter yang diperankan Miley dalam film ini nggak jauh beda dengan Hannah Montana. Meskipun tokoh Ronnie tidak menonjolkan sisi komedi namun somehow saya melihat Miley tidak akan kesulitan memerankan karakter ini karena, yah, tidak jauh beda dengan Hannah Montana, gaya bicaranya sama dan sedikit komikal. Kalau menurut saya sih, itu udah Miley banget :D *ketauan kalau fans-nya MC*

Well, buat penggemar drama romance film ini patut ditonton deh. Apalagi buat yang suka banget sama film yang temanya tentang ayah, ini film wajib buat kalian. Kenapa saya nangis to the core nonton film ini? Ya simply karena ceritanya tentang father and daughter. I'm my father's daughter :D

Oh anyway, soundtrack-nya juga nggak kalah ok lho. Didominasi oleh band-band alternatif yang keren abis dan pastinya ok buat didengerin sambil baca buku atau sambil jalan, selain itu juga ada beberapa lagu yang dinyanyiin sendiri oleh Miley. Cool to have lah pokoknya! :D

Here's the track list:1. OneRepublic – “Tyrant”
2. VHS or Beta – “Bring On The Comets”
3. Eskimo Joe – “Setting Sun”
4. Miley Cyrus – “When I Look At You”
5. The Paper Raincoat – “Brooklyn Blurs”
6. Ra Ra Riot – “Can You Tell”
7. Jose Gonzales – “Down The Line”
8. Iron & Wine – “Each Coming Night”
9. Miley Cyrus – “I Hope You Find It”
10. Maroon 5 – “She Will Be Loved”
11. Alpha Rev – “New Morning”
12. Edwin McCain – “Broke Down Hearted Wonderland”
13. Allstar Weekend – “A Different Side of Me”
14. Valora – “No Matter What”
15. The Ravonettes – “Heart Of Stone”
16. Aaron Zigman – “Steve’s Theme”

Thursday, 26 August 2010

BACK: With me still

I know I should be ashamed for not writing in such centuries. I realize that and I feel like a fool for called my self a blogger. Shoot. Sempet kepikiran buat quit, tapi lalu keinget kalau saya udah jalanin blog ini 2 tahun lebih. Sayang kalau ditinggalin gitu aja. Belum lagi, alasan utama saya bikin blog: biar bisa terus menulis. Passion saya mau disalurin ke mana kalau blog saya tutup?! Well, apa sih yang sebenernya bikin saya enggan buat nulis? Selain karena agenda yang bener-bener menyita waktu dan energi saya, si image hosting sialan itu juga nyari gara-gara. Mendadak image hosting yang saya pake buat ngehost gambar-gambar layout melakukan upgrade padahal dulunya (seinget saya) mereka itu free service. Jadilah gambar-gambar saya sementara diblock sampai saya melakukan upgrade account ke berbayar. Idih, najis! OGAH! Gara-gara pusing nyari image hosting yang bagusan tapi tetep free, mood nulis saya perlahan-lahan turun. And that's a bad news. Saya jadi males nulis gara-gara liat layout blog saya yang jelek, nggak menarik, nggak ada warnanya. Ancur! Saya kesel. Mungkin saya bakal lari ke Photobucket atau tinyurl aja. Wish me luck! Or any other idea? :] Well, what happened since I've been gone? A lot. Like, really. I can't write it down in details like usually because it's gonna take a long time to explain every single thing and I don't wanna bore you with so-yesterday-posting. So, maybe the best way for this is a little story from my journey (and yeah, life) when I was in hiatus. Here we go! I'm kinda disoriented from which I need to start my posting, but, screw it all! I have a good memory and I glad to have it :D Setelah sebelumnya hore-hore di spot lokal, minggu berikutnya saya escape ke luar kota. Ke Bandung lebih tepatnya. Ngapain? Kedoknya sih PKL, tapi main agenda-nya ya pastinya belanja! :D
PKL_geng PIO - BLM PIO gang of BLM PKL_DIPSIAD tujuan pertama di DIPSIAD PKL_PT TELKOM tujuan kedua di PT.TELKOM
Karena di kesempatan sebelumnya saya nggak sempet ke mana-mana, kali ini saya sukses gemporin kaki di Dago dan Riau bareng sahabat bolang saya, (siapa lagi kalau bukan) mbak Anty. Kelar dari tujuan PKL terakhir, kita mutusin misah dari rombongan dan ke Dago sendirian naik bemo. Nekat abis padahal kita berdua sama-sama nggak tahu jalan, udah gitu si Dinda sama Prima mau ikutan juga. Hyaahhh siap-siap nyasar bareng kalau gitu. Dengan panduan singkat dari sepupu mbak Anty, sampailah kita di Dago (meski sempat nyasar dikit) dengan selamat. Yay!!! Mendekati FO pertama, mbak Anty nunjuk-nunjuk heboh ke sesuatu nggak jauh di depan kita. Gerobak Mi Kocok. Ya, sodara-sodara, mi kocok. Kenapa? FYI, malam sebelumnya kita bela-belain jalan malam-malam di Cihampelas buat nyari mi kocok tapi sialnya nggak dapet. Eh ternyata dapetnya di Dago, and it was goooooooooood!!! :D
PKL_mi kocok
Kenyang makan mi kocok, dompet di tas udah bergetar minta dikeluarin isinya. Bon-bon maksudnya :p Jadilah kita mulai petualangan kita menyusuri Dago. Kita jalan dari satu FO ke FO lainnya, nyebrang ke sana, balik lagi ke sini. Bahkan karena nggak mungkin nyamperin semua, kita split dan saling ngabarin perlu masuk FO yang ini atau nggak biar hemat waktu dan sayang kaki juga ;] Di tengah-tengah perjalanan, kita juga sempat jajan tahu gejrot yang sumpah enak banget (apa karena saya lapar? mungkin juga hehe). Jalan dikit lagi, saya lihat banner pancake. Colek mbak Anty (ceritanya dia ketua regu kita), mampir deh ke situ. Nyamm :D
PKL_tahu gejrot PKL_pancake chocopeanut
Kelar dari Dago, lanjut ke Riau, kali ini bareng rombongan. Cuma mampir ke the Secret sama Kuyagaya, karena selain dompet udah mulai koma, kaki juga udah nggak kuat lama-lama. Sempet juga mampir ke kedai Sushi yang di seberangnya kantor pos yang unik itu, nemenin mbak Anty yang emang hobi sushi. Bandung got a good taste of interior and architecture! In case you wondering, naik apa saya ke Bandung? Naik bus. Ya, bus. Kebayang kan pegelnya, tapi yang ini jauuuuuuuuuuuh mendingan dibanding yang dulu. Punggung nggak begitu capek karena kursinya lebih luas dan saya pergi juga dengan hati senang. Big bow for the EO! :D -- -- -- -- -- Perjalanan pertama saya ke kota yang belum pernah saya kunjungi sama sekali, totaly new, Jember. Ngapain ke Jember?
JFC_ANTYNINDY you can buy this cool t-shirt here
Tanggal 8 Agustus yang lalu, Jember ngadain event tahunan mereka yaitu Jember Fashion Carnaval. You can see a fashion show on the street and this ain't ordinary fashion show. You'll see unique, magnificent masterpieces from various designers. Kebetulan tema karnaval tahun ini adalah folk culture gitu kayaknya. Rancangan-rancangan yang ditampilkan beragam, mulai budaya nusantara sampai dunia. Semuanya unik dan menarik!
jfc 1 jfc 2 jfc 3 jfc 4 jfc 5 jfc 6
Untuk trip kali ini, kita udah prepare beberapa minggu sebelumnya, kayak booking hotel misalnya, dengan estimasi hotel bakal penuh menjelang hari H. Dan bener aja, waktu menjelang hari H, kamar yang udah kita booked sempet ditawar orang gara-gara banyak yang nyari kamar kosong, trus temen saya yang mau booking deket-deket hari H juga ngeluh tentang hotel di Jember karena dikasih kamar kelas entah apa seharga Rp 400.000/malam. Aje gile! Untungnya kita dapet hotel yang PW abis karena jalan di depannya dilewatin sama karnavalnya dan tempatnya juga di tengah kota. FYI, saya nginep di hotel Merdeka, tempatnya bagus, bersih dan yang penting, murah :D Perjalanan saya kali ini nggak cuma berdua sama mbak Anty (plus mas Ridzki tentunya), tapi juga bonus Cece, Mia, dan Puspa!!! :D si Mia juga ngajak adeknya, Ega dan pacarnya, mas Nobo. Well, me too, but it doesn't matter, those three girls are the best thing in this journey. Secara ngajak mereka keluar yang jauh begini susahnya amit-amit. Glad to have you in my holiday this time, sistaaa! :D
jfc ME
gold chance! :D
Waktu seminar MPPO kemarin promosinya sih JFC tahun ini bakal dihadiri fotografer-fotografer dunia, tapi sepanjang acara kemarin saya nggak lihat satu pun fotografer bule. Pada ke mana yah? Apa saya salah tempat? Tapi toh kemarin fotografer-fotografer lokal juga pada nyebar nggak jauh dari tempat saya berdiri, jadi ke manakah para fotografer bule itu berada? Kita tanyakan pada Ipin-Upin. Overall, saya puas banget dateng ke karnaval itu. Seru banget! Katanya yang tahun depan diadakan di bulan Juli, itu... bulan-bulan kritis saya. Dateng nggak ya? *dilema* Pas cerita-cerita ke bokap, ternyata bokap tahu banget kota Jember. Beliau cerita tempat makan di Jember di mana aja yang bisa dijangkau dari hotel tempat saya nginep, bahkan bokap tahu Hotel Merdeka itu di jalan apa! Tau gitu saya ajak deh bokap nonton karnaval juga biar bisa wisata kuliner di Jember. Secara 2 hari 1 malam di Jember kita bersembilan makan di tempat yang sama, semacam foodcourt gitu yang nggak jauh dari alun-alun dengan menu yang di Surabaya juga banyak, saya sendiri malamnya cuma makan Burger saos Nachos dan buat lunch makan cumi tepung khas bento gitu. Jember makanan khasnya apa sih? Waktu mau tidur saya juga sempat SMS nyokap, ngasih tau kalau Jember ternyata dingin juga kalau malam. And you know what she said, "Jember kan deket pegunungan, kasiaaan deh gitu aja nggak tau!" I'm proud of you, Mom. -- -- -- -- -- Dan akhirnya saya liburan juga di rumah! SP kelar, kantor juga udah mulai memberlakukan sistem liburnya. Hore!!! Ada rencana mau ke mana? Nggak ada. Tapi stay di rumah aja udah bikin saya seneng banget, apalagi ini bulan puasa. Saya suka suasana rumah kalau bulan puasa, makanan banyak, cemilan numpuk-numpuk, dan pasti ada persediaan minuman manis di kulkas. Trus momen waktu nungguin buka bareng keluarga juga bikin atmosfer Ramadhan jadi lebih terasa :D Nggak tau kenapa kalau bulan Ramadhan suasana keluarga saya jadi beda. Mungkin kalau bulan-bulan lain pada sibuk sendiri-sendiri, di bulan puasa jadi rajin ngumpul dan spare time bareng-bareng. Oh ya, satu hal lagi yang saya suka dari bulan Ramadhan pas lagi di rumah, kalau sahur dibangunin nyokap dan bukannya diteriakin alarm HP yang berisiknya minta ampun -___-" Seneng aja rasanya nggak harus mandiri kalau di rumah hehe. Sampai tulisan ini dibuat alhamdulillah saya belum bolong puasanya. What about you? Udah bolong berapa hayooo... Jangan sampai bolong, Lebaran kurang dikit lagi lhoo! :D Semangat! P.S.: Udah beli baju baru belum? ;] P.S.S.: as usual, more photos just easily click on my gallery

Tuesday, 13 July 2010

Learning from the bad things


Sudah lama rasanya nggak nulis sesuatu yang serius, yang isinya bukan cerita jalan-jalan saya atau curhat tentang hari-hari saya yang kayak pejabat: sibuk sana-sini -____-"

Mungkin karena waktu nggak ngijinin saya buat nulis tema yang seperti itu, saya disuruh senang-senang dulu. Belajar nanti. Well, thanks time, now it's my turn to learn again :]

Life goes up and down
, saya bersyukur masih bisa belajar dari situ. Belakangan saya dihadapkan pada situasi-situasi yang menuntut saya buat belajar darinya. Mulai perasaan ditusuk dari belakang gara-gara ada yang main gerilya, ngadepin orang yang keras kepala dan susah ditebak maunya apa, berada di kondisi di mana saya harus tetep berusaha ngelakuin segalanya sendiri meski yang mau bantuin banyak, dealing with new people, menghargai perbedaan (di level yang sangat, sangat, sangat tinggi) sampai menyadari bahwa posisi saya sebagai anak yang bergantung pada orangtua sudah hampir selesai. Masalah. 

Kelihatannya emang seperti itu, saya pun menilainya demikian ketika situasi itu datang pertama kali. Namun, semakin ke sini, mereka jadi bahan renungan saya. Saya, yang melihat sesuatunya secara visual pun melihat hal-hal tersebut sebagai bercak tinta dan kehidupan saya sebagai kertas hitam polos. Kenapa hitam? Karena saya suka warna hitam, warna pada bercak tinta akan kelihatan lebih menonjol dengan latar hitam :] Kalau warnanya menonjol, tentu mudah diingat kan? Bercak tintanya akan jadi pegangan saya buat menjalani hidup beberapa tahun ke depan.



Masih dengan analogi bercak tinta, kalau hal-hal yang sudah saya sebutkan di atas tidak hadir dalam hidup saya, maka kertas hitam saya hanya akan dihiasi warna abu-abu saja. Monoton. Nggak ada warnanya, membosankan dan saya nggak akan belajar apapun. Makanya saya bersyukur bisa dapet yang warna-warni. God still care about me :]

Mengeluh, bisa jadi hal mudah pertama yang akan dilakukan ketika permasalahan datang. Instead of whining, biasanya saya menyebut nama-Nya, dengan harapan saya selalu di bawah lindungan-Nya dan mendapat kemudahan dalam melewati batu kerikil tadi. Beruntung saya dikelilingi orang-orang yang membantu saya untuk selalu ingat pada-Nya. Saya jadi semakin merasa bahwa Dia Yang Maha Melihat ada untuk memastikan saya baik-baik saja. Alhamdulillah.



Dari sini saya pun akhirnya belajar, bahwa pada dasarnya manusia itu sendirian. Terlepas dari predikat makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain. Manusia tetap seorang diri, menjalani kehidupannya sendirian. Tanggung jawab, bekerja keras, perasaan... itu semua milik manusia sendiri. Tidak bisa dibagi dan yah, itu semua kehidupan. Kehidupan nggak bisa dibagi, manusia adalah pemilik mutlak kehidupannya. Ia sendiri yang menentukan bagaimana ia akan hidup. 

Hal ini bikin saya sadar, bahwa tanggung jawab saya sebagai seorang dewasa sudah hampir tiba. Masa depan saya sudah di depan mata, sebentar lagi saya sudah tidak boleh bergantung pada orangtua. Teman-teman yang saya miliki sekarang merupakan kembang kehidupan saya, mereka memberikan support non-material yang saya butuhkan. Tetapi itu nggak akan berpengaruh apa-apa pada tanggung jawab saya sebagai seorang dewasa. Saya bertanggung jawab pada Allah dan diri saya sendiri, dan mungkin juga orangtua. Sayalah penentu tunggal dalam segala keputusan di kehidupan saya.

Tanggung jawab ini terasa berat, sejujurnya. Saya bisa jadi sosok yang sangat individualis bila saya mau, saya punya kecenderungan ke arah itu. Dan tanggung jawab ini bisa terpenuhi dengan sempurna bila saya disheartened, jadi individualis sejati. Tetapi, saya memutuskan untuk nggak jadi vampir lagi bagi orang-orang yang saya sayangi. Saya nggak mau kembali ke dunia yang gelap lagi, saya nggak mau menyia-nyiakan usaha mereka yang sudah membuka mata saya; menyadarkan saya untuk 'it's ok to be like this'. Saya udah nyaman di sini.



Tapi kadang, beberapa hal mendorong saya buat kembali ke sana. Kembali ke masa saya masih jadi vampir jahat yang nggak peduli sama orang lain, anti-sosial. Saya cuma bisa nangis aja sama Yang Di Atas kalau udah gitu.

Peran. Semakin ke sini saya jadi notice sama yang satu ini. Status seseorang dalam kehidupan saya sekarang ini nggak berarti apa-apa, yang saya perhatikan adalah perannya. Beberapa orang berperan melebihi yang seharusnya, sementara di sisi lain sejumlah orang nggak melakukan porsi perannya dengan baik. Peran, bagi saya adalah bertindak dan berperilaku pada suatu situasi di mana saya membutuhkan keberadaan peran tersebut. Keberadaannya saja buat saya sudah sangat membantu, untuk beberapa kasus. Saya sudah tidak peduli status orang itu apa, saya hanya peduli pada perannya. Oleh karena itu, cerita sama orang asing, buat saya lebih nyaman dibanding sama sahabat sendiri ;]



Beberapa hal, akhir-akhir ini bikin saya semakin ingin segera melakukan hal yang saya suka. For the rest of my life. Doing art and/or writing, everyday. Saya pengen cepet-cepet nyemplung di dunia yang bener-bener saya sukai dan cintai setengah mati, seni dan menulis.



Di dunia seni, dari dulu saya pengen pekerjaan yang mengandalkan kreatifitas. Because that's where I put my love in. Mengolah sesuatu, menciptakan sesuatu dan menunjukkannya pada publik. It's a fun thing to do for me, saya suka sesuatu yang warna-warni, yang sifatnya visual, yang kegiatannya mendesain. Saya tau apa yang harus saya kerjakan, atau bisa jadi apa saya nanti. I know it, very well. Tapi cukup saya dan Allah saja yang tau, ini rahasia besar saya dengan-Nya :]

Menulis, sudah jadi habit in a daily basis. Menuangkan sesuatu dalam tulisan mungkin udah kayak kebutuhan buat saya. Tapi mencatat bahan kuliah atau bikin paper nggak termasuk yaa ;] Menulis sesuatu yang saya suka, jadinya bisa panjang banget dan saya pun nyadar akan hal ini makanya saya alihin ke sesuatu yang menuntut tulisan panjang buat jadi suatu produk. Still, ini rahasia besar saya sama Yang Di Atas. Nanti kalau sudah nggak jadi rahasia, pasti saya kabarin ;] Saya suka menulis (basically anything), dan blog adalah media yang tepat untuk itu :D



Daaaannn, bisa saya simpulkan, saya belajar banyak. Masalah, buat saya sekarang ini, merupakan media buat belajar. Saya berusaha keras untuk mencamkan itu di kepala saya setiap kali hal buruk datang, karena kecenderungan kita adalah untuk mengeluh atau got a bad temper immediately. Saya berusaha mengendalikan temper saya yang gampang jadi jelek, di mana kecenderungannya adalah bertahan lama. Biasanya, saya akan menghindar dari sumber masalahnya sejenak, menuangkan apapun itu yang ada di dalam kepala dan hati; rasa marah, nangis, ngumpat... Tapi nggak di depan sumber masalah. 

Crying is fine, asal nggak berlebihan. Saya menangis menghadap Allah, dan pada-Nya saya berbicara dan meminta pertolongan. Sesudahnya biasanya temper saya membaik dan emosi saya kembali normal meski nggak seperti sebelumnya. After cooling down, saya baru kembali seolah nggak terjadi apa-apa. Ini penting, karena masalah harus dihadapi dengan kepala dingin supaya jalan keluarnya bisa ditemukan. Di sinilah 'tangan-tangan yang tidak terlihat' itu memainkan perannya, di sini saya cuma bisa pasrah dan mengerahkan kemampuan yang saya punya :]

Saya berdoa, semoga hasil belajar saya yang kemarin-kemarin itu bisa jadi support yang cukup dalam menghadapi masa depan saya yang udah di depan mata. Saya tau saya sedang 'didorong', saya sadar. Saya pun mengalami krisis di mana saya harus mempertahankan mimpi dan passion saya atau menyerah pada keadaan. Setelah saya pikir-pikir lagi, saya bukan tipikal orang yang menyerah pada keadaan. Saya mengikuti apa yang jadi passion saya, saya punya interest yang cukup banyak. Itu bisa jadi pegangan saya dalam menjalani masa depan saya nanti. Saya sedang 'didorong', saya ngerasain kok. Makanya saya berdoa sama Yang Maha Kuasa biar diberi kekuatan dan kemudahan untuk stay on track dan bisa menjalani apa yang menjadi passion saya selama ini. Insya Allah.



Well, kehidupan ini mungkin saya bilang punya manusia itu sendiri, tapi tetap yang mengatur adalah Sang Pencipta sekalipun kita yang menentukan ke mana akan melangkah. God always has a plan for us, saya mempercayainya. Biarkan waktu berjalan perlahan mengantarkan saya ke sana, biar kehidupan memberikan kesempatan buat saya untuk belajar dan jadi lebih baik. Insya Allah.

Thursday, 8 July 2010

My bestfriend's Birthday Bash

ANTY_resize

Saya masih suka surprise ternyata.


Hari Rabu seminggu lalu adalah hari ulang tahun salah satu sahabat terbaik saya, mbak Anty. Nggak ada feeling apa-apa paginya, eh pas ketemu di kampus ternyata dia ngajakin makan siang bareng BLM buat syukuran hari jadinya. Yay!!!

Mengingat jadwal kita yang udah nggak sama dan pada sibuk sendiri-sendiri, diputuskan kita makan bareng jam 3 sore. Well, itupun nggak berjalan mulus sesuai rencana. Keputusan jam 3 itu pun gara-gara saya dan Mia baru bisa free lepas jam itu, karena saya masih harus magang dan sialnya jam-jam terakhir kemarin dipakai evaluasi bareng atasan saya jadinya molor deh sampe setengah 4.

Birthday Bash kali ini diadakan di Kebon Pring Dharmahusada. Hebatnya, sore itu tempatnya lagi sepi, jadi kita bisa ngakak dan gila-gilaan sesuka hati tanpa cemas bakal dipelototin orang-orang :D But, di ruang meeting-nya ada semacam acara perpisahan anak SMA gitu kayaknya. Gilanya, kita berasa kayak ikutan acara itu saking sepinya restoran, soalnya mereka pakai mic jadi kedengeran sampe meja kita. Pas ada yang mau ngomong dan mengucap salam, kita ikutan menjawab salamnya. Pas mereka tepuk tangan, kita ikutan keprok-keprok juga. Pas sorak-sorak, pastinya kita ikutan heboh, bahkan lebih heboh dari yang punya acara sendiri ;D

Pokoknya sore itu jadi hari gilanya BLM setelah sekian lama nggak ngumpul bareng, meskipun nggak dalam formasi lengkap (karena Dinda ada keperluan dan Phebe lagi di rumah jadi nggak ketemu di kampus). But whatever, yang jelas kemarin itu jadi hari hore-nya BLM! :D

Saya kangen masa-masa itu, di mana kita ngumpul semua, makan bareng di satu meja besar. Bercanda gila-gilaan nggak kenal malu, foto bareng (tetep nggak ketinggalan!)... Ahhh I miss those moments! Apalagi setelah laptop saya hilang, otomatis file foto-foto (baik yang sudah diedit maupun yang masih mentah) bareng BLM (dan lainnya juga sih) pada ilang semua. Jadi nggak punya kenang-kenangan deh :[

And you know what, sampai di hari-H pun saya masih belum pegang kado buat mbak Anty. Bakal kado yang mau saya kasih ternyata sold out dan saya baru tau paginya. Detik itu juga saya langsung cari alternatif, dan hari itu juga kadonya langsung saya dapat. Sampai pas evaluasi saya bela-belain membagi pikiran dengan sms-an sama yang jualan buat ngurus pembelian --" Meski sejujurnya kecewa karena nggak bisa ngasih kado sesuai yang saya pengen, tapi saya tetep mengucap alhamdulilah karena sudah diberi kemudahan sama Yang di Atas. Internet is my best best bestfriend! hehe

Actually, saya udah ngasih kado pas ketemu di kampus paginya. Tapi itu cuma 'appetizer', barang yang sebenernya nggak pas ultah pun bakal saya kasih. Cuman karena kebetulan kemarin dia lagi ultah dan emang barangnya lagi saya kerjain dan selesai tepat sehari sebelum ultahnya. What a coincidence! Yah, at least, saya nggak telat-telat amat ngasih kadonya. Paling nggak saya udah ngasih sesuatu di hari ultah mbak Anty, walaupun itu cuma 'appetizer'. Karena kado yang sebenernya masih dalam perjalanan dan baru Jumat-nya nyampe ;]

Seperti posting-posting sebelumnya, I wanna say Happy Birthday my dear sistaa Anty!!! Thank you for inviting all of us to you birthday bash and I wish you a great happiness in your life xoxo.




P.S.: saya ikut bersimpati pada sekelas anak SMA yang kemarin ngadain acara perpisahan bareng hari-gila-BLM, maaf ya kalau acara kalian mendadak heboh ;]

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin