Tuesday, 16 March 2010

My Favorite Part of Life

Jumat sore dua minggu yang lalu, dalam perjalanan pulang ke rumah, di tengah-tengah rasa pening yang bikin saya mau muntah, saya menerima SMS yang setidaknya membuat sakit kepala saya mereda sedikit.

SMS itu mengabarkan bahwa novel "Letters, Stories & Dreams" pesanan saya sudah available dan bisa diambil di customer service Gramedia Manyar, toko buku tempat saya memesan.

Hari Senin-nya, pulang dari kantor saya langsung cabut menuju Gramedia Manyar. Tanpa window shopping dulu (karena sekitar 3 jam sebelumnya saya juga ke Gramedia Delta Plaza dan beli Girlfriend yang ada June Paski-nya hehe), I went straight to the customer service desk in the 2nd floor. Setengah nggak percaya akhirnya buku itu saya pegang juga, di customer service saya sempet terdiam sejenak memandangi "Letters, Stories & Dreams" ada di tangan saya. Detik berikutnya saya meluncur ke kasir dan bergegas turun meninggalkan toko sebelum mendung gelap menurunkan hasil kondensasinya (baca: hujan).

At least, saya udah nggak minder dan sirik lagi karena belum baca buku Cassey. At least, sekarang saya juga bisa berbangga dan share pengalaman setelah baca "Letters, Stories & Dreams".

Gimana ceritanya? Penasaran? Baca review saya di sini ya :]

Oh ya, buat pembaca yang berdomisili di Surabaya, untuk sekarang ini silahkan menghubungi customer service yang ada di Gramedia Manyar atau Tunjungan Plaza terlebih dahulu karena bukunya out of stock dan bila berminat, kalian harus menunggu buku itu dipesankan dulu khusus untuk kalian (waktu itu, saya cuma nunggu 3 hari dan bukunya udah available buat saya). Dalam arti, toko nggak akan restock. Mereka khusus order sesuai jumlah pesanan yang diterima (dalam kasus saya, ada 3 orang yang sudah memesan sebelum saya), jadi kalau kalian nggak pesan ya mereka nggak akan order ke penerbit.





-- -- -- -- --

Waktu berputar cepat, lebih cepat ternyata dari perkiraan saya. Semester 6. Gosh! Perasaan kemarin saya masih leha-leha menikmati masa-masa semester 2 yang emang nyantai abis.

Well, di semester 6 ini saya mengambil perminatan di jurusan yang saya ambil. Di fakultas saya, ada 4 jenis perminatan perkuliahan yang dibawahi oleh sebuah departemen yakni 1) Psikologi Perkembangan dan Pendidikan 2) Psikologi Klinis 3) Psikologi Sosial dan Kepribadian dan 4) Psikologi Industri dan Organisasi. Setiap mahasiswa harus menentukan dirinya masuk ke dalam perminatan yang mana sebagai dasar menentukan tema skripsi yang akan diangkat dan karena judulnya perminatan, tentunya disesuaikan dengan minat masing-masing.

Kalau ditanya, saya sendiri bingung mau milih yang mana. Karena saya suka semua! Setelah perdebatan sengit dengan ego dan superego saya, akhirnya saya memutuskan untuk menerjunkan diri di Psikologi Industri dan Organisasi. Dengan pertimbangan, saya punya fobia tersendiri sama dunia kerja di luar sana dan melalui mata kuliah dalam perminatan yang saya ambil ini saya bisa belajar dan mendapat banyak informasi mengenai dunia kerja ;]

Untuk memuaskan ego, saya juga mengambil mata kuliah Psikologi Komunikasi yang dulunya berada di bawah naungan departemen Psikologi Sosial dan Kepribadian (sekarang ia menjadi mata kuliah independen). Ikut mata kuliah ini berasa kuliah Komunikasi, bahasan yang diangkat saya suka, fun dan tentunya menarik. Mana tugas akhirnya disuruh bikin blog pula! Super yay!!! :D

Bukan blog biasa, of course. Postingan yang yang ditampilkan haruslah yang memuat konten ilmiah, akademis dan bisa dibilang serius. Karena nggak ada waktu mengelola blog baru, saya memutuskan untuk menggunakan blog ini saja. Untuk beberapa periode, saya akan posting review jurnal, kajian teoritis dan sejenisnya mengenai beberapa topik. Karena tidak ditentukan topiknya, jadi saya bebas mau ambil topik apa saja dan saya usahakan I'll do it in a fun way. Wish me luck! ;]





-- -- -- -- --

Karena anak-anak BLM mengambil jalur perminatan yang berbeda-beda, maka sepanjang kuliah semester ini pun kami udah jarang jalan bareng lagi. Alhasil, kalau tugas kelompok pun saya bekerja dengan orang-orang yang baru. Untungnya, di kelas saya nggak sendirian, ada mbak Anty, Mia dan Dinda yang mengambil perminatan yang sama dengan saya. Horeee!!! Karena tugas kelompok bisa melibatkan 5-6 orang, jadi ada beberapa mata kuliah yang saya kerja bareng sama orang baru.

Seperti tugas mata kuliah Perilaku Organisasi misalnya. Kemarin Sabtu, saya dan kelompok saya mengambil data di sebuah perusahaan. Kebetulan perusahaannya punya bokap mbak Anty, jadi lebih enak deh haha.

Metode pengambilan data yang dilakukan mayoritas adalah wawancara dan kuisioner/quiz. Kami berpencar mewawancarai karyawan-karyawan yang bekerja lapangan. Dalam proses wawancara itu banyak banget pengalaman seru yang didapatkan. Mulai keluhan para pegawai, kisah hidup karyawan yang kebanyakan bukan orang berada, sampai curhatan segala! Di sini, mbak Anty juga bisa sekalian jadi supervisor yang menyampaikan uneg-uneg karyawan di level terbawah ke bagian BOD alias bokapnya :D

Hingga tibalah waktunya untuk mewawancarai manajernya. Kami berenam (termasuk mbak Anty) diundang di kantornya dan kita ngobrol (baca: wawancara) di sana. Ruang kerja bokap mbak Anty sederhana banget bahkan bisa dibilang unik. Dalam 1 ruangan itu ada 2 lantai lho! Lantai 1 untuk manajer dan lantai atas untuk staff. Ruangan di lantai atas bukan lantai yang terbuat dari semen, melainkan dari anyaman bambu. Tangga yang menghubungkan lantai bawah dan lantai 2 aja terbuat dari kayu dan lebih mirip tangga kuno kayak di rumah Gadang. Unik!

Proses wawancara, seperti yang sudah saya prekdisikan, bakal memakan waktu lama. Karena narasumbernya bukan orang biasa, bukan tipikal orang yang akan menjawab ya/tidak saja. Bener aja, berbeda jauh dengan karyawan operasional atau bahkan staff yang cuma 15 menit paling lama. Wawancara bareng manajer menghabiskan waktu hampir 2 jam! Gileeee...

Karena itu tadi, interviewee bukan orang biasa. Jawaban yang dilontarkan selalu dikaitkan dengan pengalamannya yang luar biasa, yang kaya akan pembelajaran hidup. Gimana nggak panjang penjelasannya jadinya?! Di sela kata-katanya pun bokap mbak Anty selalu menekankan beberapa poin inti untuk dicamkan dalam otak masing-masing. And I did.

Bicara tentang cerita pengalaman hidup, saya jadi inget sama dosen saya yang pernah saya ceritain di postingan beberapa hari yang lalu. Dosen saya yang kuliah di Malaysia itu juga suka berbagi pengalaman dan kisahnya pada mahasiswa. Saya juga jadi inget sama eyang kakung saya yang udah meninggal waktu saya masih SMA kelas 1, beliau juga suka bercerita panjang lebar tentang pengalamannya, memberikan petuah hidup yang berharga. Dan saya juga jadi inget sama bokap yang selalu menanamkan nilai-nilai pada diri saya didasarkan pada pengalaman yang pernah dienyam beliau.

Saya jadi merenung, mereka bisa bercerita seperti itu karena punya pengalaman yang bermakna dalam diri mereka. Murni pengalaman hidup. Bukan sekedar pengalaman diputus pacar atau nggak punya duit buat beli pulsa. Tapi jalan terjal dan berliku serta usaha untuk bangkit yang akhirnya membangun karakter diri seseorang yang sekarang. Saya ingin mengalami proses yang seperti itu, saya ingin bisa bercerita pada anak-cucu saya nantinya tentang kisah hidup saya yang menyenangkan dengan segala pahit-manisnya. Saya ingin punya pengalaman yang membuat saya kuat, punya prinsip yang teguh dan membangun karakter yang mulia. Saya ingin mencapai tahap perkembangan diri di mana seseorang menguasai satu hal mulia bernama kebijaksanaan. One day my friend, one day.






-- -- -- -- --

Enlightment has always been my favorite part of life. Including that day when I heard the word wisdom.






P.S.: if you hungry, you may visit my food photography here ;]

No comments:

Post a Comment

I'd love to read all your sweet comments.
Please leave it on the box below and I'll reply as soon as I can :)
Have a nice day! x

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin

Share