Monday, 22 November 2010

Postingan Panjang

Mengingat udah lama juga saya nggak masukin postingan kuliner, meski udah agak basi tapi saya memutuskan untuk membuat tulisan ini. Sekitar beberapa minggu yang lalu, saya dan pacar nyobain menu kepiting di Long's. Saya pesan deh menu kepiting hasil rekomendasi pelayan kasirnya. Kepiting Saus Lada Hitam buat saya dan Kepiting Singapore Chili Sauce buat si pacar. Sebenernya agenda makan kepiting ini gara-gara saya ngidam pengen makan kepiting tapi pacar nggak suka (alesannya karena males makannya ribet), akhirnya dia mau gara-gara saya paksa :]

Komentar saya?

black pepper

Kepiting punya saya rasa sausnya pedas banget, ladanya kebanyakan kayaknya. Meskipun ada manis-manisnya tapi kalau kebanyakan lidah langsung panas rasanya. Hosh! Overall, saya kasih bintang 3 deh.

chili sauce

Nggak mau rugi dong, saya juga icip-icip menu punya pacar. Secara penampilan, masih ok punya saya. Tapi rasa sausnya lebih cocok di lidah menurut saya sih, pedas dan sedikit manis tapi pas nggak berlebihan. Meskipun nggak makan semuanya tapi saya berani kasih skor bintang 4 buat menu Kepiting Singapore Chili Sauce karena rasanya emang enak banget! :D

Karena saya suka kepiting, jadi saya menikmati banget waktu ada kesempatan mencicipi menu ini. Alhasil si pacar harus nungguin saya kelar makan karena itu kepiting saya mutilasi habis-habisan, sambil korek daging di sana-sini saya juga lihat 'hasil kerja' si pacar. Dasarnya emang dia nggak pernah makan kepiting, jadi nggak 'sebersih' saya ngorek daging kepitingnya. Masih ada cangkang-cangkang yang belum dipecahin jadi nyisain dagingnya, saya sorong itu cangkang-cangkang berdaging ke dia biar dihabisin. Itung-itung biar saya nggak makan sendirian hehe.

Sepulangnya dari Long's, saya tanya gimana rasanya makan kepiting ke pacar dan jawaban dia, "Enak juga!" It's just the matter of will -____-"





-- -- -- -- --

Mengenai postingan sebelumnya, di mana isinya cuma presentasi mengenai Personal Branding, sebenarnya itu pun di luar rencana.

Presentasi itu saya buat dalam rangka tugas Ujian Tengah Semester mata kuliah Seminar Psikologi Industri dan Organisasi. Seru sih belajar tentang personal branding yang ternyata penting banget buat orang-orang yang punya misi tersendiri dalam hidupnya. Misi ini tentu saja berkaitan dengan profesi yang digeluti. Tugas ini disertai esai analisis kasus terhadap personal brand yang sudah ada di pasaran. Saya mengambil contoh Alanda Kariza, Yoris Sebastian dan Diana Rikasari. Ketiganya merupakan icon-icon yang berhasil menunjukkan siapa diri mereka hanya melalui nama yang disandangnya. Orang-orang akan langsung mengenali siapa mereka begitu nama mereka disebut, tidak perlu meragukan kemampuan mereka dan yang pasti mereka fokus di bidang masing-masing. Itulah tujuan dari pembentukan personal brand.

Buku referensi mengenai Personal Brand yang saya baca pun cukup menarik. Ada 2 buku, tapi saya cenderung menggunakan konsep-konsep yang ada di buku "Brand Called You" karangan Peter Montoya (2009). Buku yang satu lagi berjudul "U R a brand: how smart people brand themselves for business success" yang ditulis oleh Catherine Kaputa (2006). Both are e-book and I guarantee you will not bored reading both of them. Semuanya mengandung kalimat-kalimat yang menarik dan kisah yang seru untuk diikuti.

And if you wonder what my personal brand is, well, untuk saat ini saya sedang berusaha menatanya. Supaya saya bisa mendefinisikannya dengan lebih teratur dan menciptakan image yang baik. Saya adalah Brand, seperti yang saya tulis di slide. Mungkin sekarang pun saya sudah mulai menunjukkan brand saya, hanya saja belum begitu kuat karena masih dalam proses berkembang. Ya, saya memang belum berani mengekspos brand saya sendiri karena masih di tahap persiapan. Saya lebih memilih untuk fokus mengasah skill saya dulu, baru kemudian mulai mengedepankan interest dan passion saya. Tunggu saja tanggal mainnya! ;]





-- -- -- -- --

Bulan ulang tahun saya memang sudah lewat, tapi kejutan-kejutan justru datang ketika saya tidak sedang berulang tahun.

Yang pertama adalah di minggu terakhir saya magang di kantor. Sahabat saya, Sinta, sms kalau mau mampir untuk menyampaikan sesuatu. Sudah beberapa hari sebelumnya dia memang berencana untuk menemui saya tapi selalu nggak bisa karena mobilitas saya yang frekuensinya kayak kutu loncat. Akhirnya diputuskan buat menemui saya di kantor, kebetulan hari itu juga kerjaan lagi slow jadi saya masih punya waktu luang. Ternyata Sinta mau ngasih kado ultah buat saya! :D Hadiahnya apa? Check the picture below ;]

sketch moi
I'm so flattered ;))

Yang kedua adalah anak-anak BLM. Konon katanya kado buat saya udah disiapin 2 bulan sebelum saya ultah. Gila kan? Bikin penasaran kan? Makanya saya desak mereka buat ngasih aja itu kado daripada saya mati bertanya-tanya. Tapi mereka bilang mau ngasih waktu saya traktiran, di mana hari-hari ini waktu luang adalah barang mahal buat saya. Jadi kado saya pun terpaksa ngendon lama di rumah Mia dulu. Sampai suatu hari, akhirnya Mia dan Cece memutuskan buat ngasih itu kado ke saya. Saya digiring ke parkiran di mana mobil Mia berada dan dia pun ngeluarin kantong kresek raksasa dari dalam mobilnya. Kado saya.

Beberapa hari sebelumnya Cece sempet cerita tentang ciri kado yang mau dikasih ke saya. Mengandung sesuatu yang saya suka tapi barangnya bukan tipe saya banget. Saya sih nggak ada bayangan sama sekali bakal dikasih apa, saya cuma tau kadonya berbau "kepik". Ya, ladybug, kepik. Saya suka sama kepik, serangga kecil merah berpolkadot hitam. Dan anak-anak BLM sepertinya terlalu menyayangi saya sampai mereka memutuskan buat memberikan kado yang dibeli atas rekomendasi si Mia ini -____-"

my ladybug
'perut' Mia dan Cece

Yang ini sedikit personal, tapi tak apalah. Judulnya masih surprise karena saya nggak nyangka bakal menerimanya, pelakunya adalah si pacar. Ceritanya bulan ini kita udah satu semester jadian, dan tiap tanggal tertentu (rahasia yaa tanggalnya hehe) kita saling ngucapin dan biasanya jalan ke mana gitu. Mengingat bulan ini kita nggak bisa jalan bareng karena waktu saya bakal banyak di rumah gara-gara libur Idul Adha jadinya dia minta waktu ketemu sebentar buat bicara sebelum saya leha-leha di rumah. Awalnya saya pikir ini ajakan menuju pembicaraan mengenai akhir hubungan kita, you know, 'we need to talk' thingy always results split up couple. Tapi ternyata pacar malah nyuruh saya tutup mata dan sebuah kado mendarat di pangkuan saya. Tebel, berat, bersiku. Asumsi saya waktu itu adalah kotak coklat, saya sampe cemas coklatnya leleh di dalam tas kalo nggak langsung dibuka. Tapi kata pacar, saya nggak perlu cemas.

Novels

Daaaaaannnn waktu saya buka malamnya, 3 buah novel yang saya jadwalkan masuk dalam 'gotta buy list' menjadi hadiah 6th month anniversary saya. Sekarang saya bingung mau ngasih kado balesan apa mengingat si doi nggak bilang-bilang kalo pake acara tuker kado segala -_____-" Dia bilang sih ini bukan tuker kado, nggak perlu bingung ngasih balesan tapi kan tetep aja saya nggak enak. Sebagai kado sementara, saya beliin deh dia es krim Cornetto ;]

3 comments:

  1. aha,,, ini yg ditunggu2,, hahah.. makasih ya udah pajang sketchnya, maap mencong sana-sini. :D

    ihi,, si menantu baik gila.. hahah.. senengnya punya menantu baek, bisa nemenin kamu makan kepiting, kapan emaknya diajakin makan kepiting???
    long's di mana nak? *maklum ndak tau mana2,,, hahah..

    ReplyDelete
  2. Iyaa laahhh, disketch-in harus dipajang. Berasa artis :D

    Mencong2 sih nggak, cuma lebih sering latihan shading aja mak biar lebih nyata gambarnya :]

    Long's itu sepaket sm Urgent mak biasanya. Di Ngagel ada, di parkiran WTC juga ada. Biasanya juga di lantai dua. Ayooooo kapan kita makan2 bareng wes! :D

    ReplyDelete
  3. hayoh,,, dirimu plg terus gitu kok...

    ReplyDelete

I'd love to read all your sweet comments.
Please leave it on the box below and I'll reply as soon as I can :)
Have a nice day! x

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin

Share