Friday, 7 August 2009

Life UPDATES!

Setelah sekian lama nggak ngeblog, akhirnya nulis posting juga!

Akhir-akhir ini memang saya sedang terkena sindrom writer's block dan hal itu sangat mengafeksi mood saya secara keseluruhan.

Hal utama yang membuat saya judeg dan jadi males ngapa-ngapain karena mikirin jalan keluarnya adalah menulis essay diri sebagai syarat jadi anak magang. Syarat-syarat lainnya sih udah terpenuhi, tinggal nulis esai sial ini nih. Mana nulisnya harus tulisan tangan pula! Jari saya kan udah terbiasa menari di atas keyboard, buka pake bolpoin ato pensil lagi (kecuali lagi menggambar of course). Setelah bertapa sekian lama, akhirnya saya bisa merumuskan outline (ini bikin esai atau mau bikin novel sih?!) yang harus saya tulis. Karena sejujurnya saya sumpah blank banget mau nulis apa, mau mulai dari mana-saking banyaknya opsi di kepala yang mungkin bisa ditulis. And you know what, I got the outline from a post in this blog :] Setelah nanya-nanya ke CP lembaga tempat saya mau magang itu, katanya esai diri itu ya tentang dirimu, narsis-narsis dikit nggak apa-apa. Oh ok, kalau gitu pake postingan yang itu aja, pikir saya. Dan akhirnya, setelah perjuangan mempertahankan tangan saya di atas kertas dan terus bergerak mengukir huruf per huruf, jadilah satu halaman kertas folio bergaris esai diri tentang saya :D

Masalah satu kelar, masalah dua masih nunggu dikelarin. Seperti janji saya awal tahun ini, saya bakalan menghabiskan waktu liburan saya dengan menyelesaikan novel saya yang nggak kelar-kelar itu. Sebenarnya ada dua novel, satu chicklit dan satunya lagi teenlit. Outline yang satu udah selesai dan satunya lagi hampir selesai, keduanya sudah jalan separuh. Karena mood lagi pengen nyelesein yang chicklit, akhirnya saya jalan di yang itu. Masalah datang ketika saya blank mau ngembangin cerita kayak gimana. Writer's block ini suka dateng tiba-tiba dengan nggak sopannya, bikin saya stres dan bad mood setelahnya. Saya jadi lebih banyak quit dan jalan-jalan untuk menghilangkan rasa eneg gara-gara judeg nyari ide di depan komputer (sorry Shiro). Sampai postingan ini ditulis pun saya masih sering melarikan diri dari sindrom judegism.

-- -- -- -- --

Setelah adek saya yang paling kecil masuk RSBI, saya mendadak jadi guru bahasa Inggris privat buat dia. Buku teks saya waktu masih les di EF pun saya keluarkan dan jadi bahan belajar dia sehari-hari. Saya bahkan beliin dia buku crossword (TTS) dalam bahasa Inggris sebagai hadiah karena dia berhasil masuk RSBI, karena saya tahu kalau saya beliin kamus Longman pasti cuma dijadiin pajangan di rak bukunya. And it works, kalau lagi nganggur, dia jadi lebih milih ngisi itu TTS daripada ngelamun nggak jelas :D Satu yang saya nggak setuju, secara nggak langsung siswa RSBI jadi tergantung sama kamus elektronik yang lebih efisien buat dibawa-bawa dan nggak berat kayak kamus bahasa Inggris yang sampulnya warna-warni itu. Padahal kan yang ada di kamus itu terjemahannya nggak selalu benar, ada yang ngaco! Saya bersyukur sekali bokap nggak ngijinin waktu saya ngerengek minta dibeliin itu kamus waktu lagi booming-boomingnya. Saya lebih percaya kamus tebal kuno punya bokap, Longman atau dictionary.com. Efisiennya lagi, nanya langsung artinya sama bule hehe. Saya jadi males buka kamus terjemahan karena kadang saya masih nggak ngerti maknanya, hal ini jadi makin parah sejak saya ikut les EF. Jadi lebih enak nanya langsung ke gurunya daripada repot-repot buka kamus hehe. So, my suggestion is, mending baca Longman atau dictionary.com buat mobile. Kamus Longman sendiri ukurannya ergonomis banget kok, nggak berat dan pas di tangan (handphone kalee).

Beberapa hari yang lalu adek saya ikut lomba bahasa Inggris. Gurunya nunjuk dia dan 8 orang temannya secara dadakan (sehari sebelum lomba) dan materi lombanya pun nggak jelas. Entah story telling atau apa. Adek saya bilang (yang disadur dari gurunya), "Lombanya interview". Saya jelas langsung nanya balik, "Masa mau ditanyain satu-satu pesertanya?" Iya kalo pesertanya cuma belasan orang, nah kalo sampe 50 ekor? Bisa seksi bibir jurinya! Dengan clue yang bener-bener nggak masuk akal itu, saya belajarin deh adek saya pake buku teks EF saya lagi. Pokoknya dia terbiasa mendengar ucapan dalam bahasa Inggris dan ngerti maksudnya, saya yakin, materi lomba kayak apa aja pasti lewat (sotoy abis!). And you know what, pada hari-H, adek saya pulang dengan kecewa bukan karena kalah bertanding tapi karena kalah sebelum bertanding. Materi lombanya adalah story telling, tepat seperti firasat saya. Rasanya saya pengen protes aja ke gurunya, "Niat nggak sih ngikutin lomba!" Yang jadi objek concern saya adalah perasaan anak-anak yang udah excited mau ikut lomba meski clueless lombanya kayak apaan. Pasti mereka break down banget setelah tahu mereka nggak punya persiapan apa-apa dan parahnya, harus melihat peserta lain dengan segala persiapan yang sudah dimatangkan jauh-jauh hari sebelumnya. I wish I were their teacher.

Kalau saya jadi mereka, mungkin saya sudah menurunkan penilaian saya terhadap guru itu. Respek saya bakal menurun drastis karena tindakannya yang tidak profesional sebagai guru. Bukan hanya perasaan anak-anak itu yang perlu dijaga, tapi mereka juga membawa nama sekolah untuk ikut bertanding. Apa si guru itu nggak mikir, nama sekolah juga dipertaruhkan? What a shame!

-- -- -- -- --

Mao in Action!

Di rumah bersama Mao, pastinya. Suatu siang saya lagi ngetik kerjaan saya di laptop di ruang tamu. Saya dengar bunyi lonceng kecil yang ada di kalung Mao berbunyi di halaman depan rumah saya. Saya nanya adek saya yang ada di kamar saya (anyway, jendela kamar saya menghadap halaman depan), "Dek, Mao di luar ya?" dari kamar, adek saya nengok keluar jendela dan berseru, "Mao bertengkar, Mbak!" Saya mendengar bunyi kucing lain mengeong. GAWAT! Buru-buru saya buka pintu depan dan mendapati Mao sedang berdiri eye on eye di hadapan seekor kucing jalanan dewasa berbulu hitam legam. Saya pun mengusir si kucing hitam, "Hush! Hush!" dan si kucing preman itu menyingkir dari hadapan Mao si anak rumahan. Dasar si Mao belagu, dia ikutin tuh kucing item sampe mau keluar pager. Otomatis si kucing item nengok ke belakang dan ngeong kayak bilang, "Apa lo ngikutin gue?!" Mao yang udah mau ngeladenin langsung saya panggil dan saya datengin, singkatnya, gendong masuk rumah langsung dan memeriksa apa ada yang luka. Adek saya bilang, bagian punggung Mao sempat digigit sama itu kucing preman. Saya priksa deh, tapi nggak ada yang luka. Mao is nothing more than just fine, cuma ada pasir-pasir yang nempel di bulunya. Saya omelin si Mao kayak ibu ngomelin anaknya yang bandel, "Makanya, jangan nakal-nakal. Itu kucing jalanan, jangan dilawan!"
Waktu bokap nanya kenapa kita berdua pada heboh dan adek saya cerita kalau Mao habis bertengkar, bokap bilang, "Bagus lah, biar fighting spirit-nya terasah." sambil berlalu ke meja makan. Nice words, Dad. Nice words indeed.

Di rumah, Mao emang terkenal bandelnya minta ampun. Tapi jangan dikira dia petarung sejati. Di luar, dia tak ubahnya seekor kucing kecil rumahan yang bakal jadi bulan-bulanan kucing jalanan (bahasanyaaaaaaaa). Sejak kejadian itu saya jadi berpikir, apa perlu Mao ikut latihan Karate?

-- -- -- -- --

Setelah agenda liburan yang satu persatu sudah terpenuhi, ada satu agenda yang awalnya bener-bener tidak diagendakan: hangout with my old fellas! Yap, sebenernya udah ada rencana mau jalan bareng sama temen-temen SMA dulu tapi agenda-agenda yang sudah masuk list bener-bener menyita perhatian saya sampe yang itu nggak kepikiran. Dan... akhirnya kesampean juga meski super dadakan dan harus nyelipin di sela-sela jadwal kepanitiaan yang super padet.

Acara jalan-jalan kemaren sih klasik, cuma jalan ke mall sekalian nonton film (Harry Potter #6 by the way). Bareng Pudi dan Ika. Sebenernya sih mau ngajak Sinta sama Kurnia tapi mereka pada sibuk jadi yah terpaksa berangkat cuma bertiga. Anyway, it was fun and the movie was great!

-- -- -- -- --

Tugas kedua menjadi panitia sie Publikasi dan Dokumentasi OSPEK tahun ini, yah selain mendesain-desain. Foto-foto! Yap, minggu lalu saya ikut Welcome Party di mana acara itu merupakan ajang pengenalan panitia satu sama lain. Lokasinya di halaman auditorium Kampus C UNAIR, acaranya sih kurang lebih mirip outbond gitu. Yang bikin excited adalah akhirnya saya dapet foto-foto yang bagus juga di event yang sudah saya bilang paling susah dicari sisi artistiknya itu :D The keyword is the tree and the sky. Yeah, dua hal itu memang selalu menjadi fairy godmother saya. I love sky and the tree view and it gets better when you capture the people around :]

WP1

dua tim yang bertahan

WP2

keep the bottle balanced

WP3
WP3

save the invasion, people!

Sayangnya bagian saya justru nggak dipakai, but that's the point right? ;]
I'll submit my favorite photos on Deviantart. Go visit and comment, ok?

-- -- -- -- --

Mungkin berhari-hari yang lalu saya udah spamming di Twitter dan Plurk tentang betapa jenuhnya saya melayout (maaf yaaa). Dan kejenuhan itu terbayar sudah :] Layout akhirnya selesai dan ketika saya tunjukkan hasilnya pada teman-teman redaksi, they like it! :D And you know what, apa yang membuat seorang seniman senang ketika karyanya diperlihatkan pada orang lain? Bukan uang, tetapi ekspresi tak terkatakan dari wajah orang yang menikmati karyanya. Ekspresi positif yang akan mendorong si seniman untuk berkarya lebih baik lagi :]

That's it I guess, and it's your turn now. Tell me everything that happened in your life recently, just leave your blog URL and I'll check it out :]


P.S.: thanks to Anaz for allowing me using one of his photograph to be the cover :]


4 comments:

  1. akhirnya ketemu juga sama mao hehe
    , sering ajak mao latihan asah kuku, biar nanti dia jadi jagoo :)

    setuju, sama kata yang terakhir tentang karya kita :)

    ReplyDelete
  2. iya kemaren udah mulai latihan thai boxing. lumayan sekarang tangannya agak kekar dikit ahaha

    yup, ngelihat wajah orang2 itu, rasanya nggak sia2 perjuangan kita berkutat dgn pensil+kertas atau kanvas+kuas atau photoshop in laptop. it's bloody relieving :]

    ReplyDelete
  3. wah bagus2, kapan ya saya bisa megang kucing :p

    yah, setuju :)

    ReplyDelete
  4. pergilah ke petshop terdekat June, pasti bisa pegang ahaha *pokoknya jangan kucing liar, jorok*

    ReplyDelete

I'd love to read all your sweet comments.
Please leave it on the box below and I'll reply as soon as I can :)
Have a nice day! x

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin

Share