Thursday, 27 August 2009

Welcoming Ramadhan/Buzzing bee

Bulan Ramadhan telah tiba, undangan buka puasa pun mendadak jadi agenda. Sok sibuk banget yah keliatannya?! Nggak juga sih, sebelum-sebelumnya juga saya nggak dapet undangan sebanyak ini (4 is a lot for me) dan karena puasa tahun ini saya kebetulan ikut banyak kegiatan, jadi agendanya pun nggak jauh-jauh dari Bubar alias Buka Bareng.

Mengingat kegiatan saya seabrek dan lumayan melelahkan untuk dikerjakan di bulan puasa, saya pun memutuskan untuk memperketat kegiatan di luar yang seharusnya untuk menjaga kondisi badan juga. Saya nggak mau nanti masuk kuliah dalam keadaan tepar gara-gara kecapekan. Dan hasilnya, saya pun memilih buka bareng anak-anak BLM karena sudah beberapa semester terakhir kita terpecah belah dan jarang kontak-kontakan lagi.

kite
moi, Amel, Anty, Cece

Gara-gara kesibukan masing-masing, acara Bubar BLM kemarin pun hanya dihadiri oleh saya, mbak Anty, Amel dan (as usual) Cece. Kita memutuskan makan di Depot Ampel di Jl. Walikota Mustajab (Ondomohen), menu makanannya adalah kuliner Timur Tengah--segala masakan yang berbau kambing ada di sini. Penggila daging kambing, boleh dicoba lho mampir ke sini! :]

Nasi Kebuli01
Nasi Kebuli02

Kita berempat memesan menu yang sama yaitu Nasi Kebuli, ditambah sepiring sate kambing buat lauk tambahan. Buka puasa hari itu adalah buka puasa terbaik di minggu pertama di bulan Ramadhan tahun ini ;] (juga termahal ahaha).

Thanks to mbak Anty for the 'connection' so we got a nice price :]

-- -- -- -- --

Malam hari usai tadarus, tentunya nganggur dan belum pengen tidur dulu. Apalagi di minggu pertama puasa ini saya disibukkan dengan kegiatan kepanitiaan yang terkadang juga menjemukan, jadi saya butuh hiburan entah kapan pun itu. Saya putuskan malam harinya untuk membuat fashion illustration. I have a plan with those pictures, but I can't tell you what. It was fun drawing all of them, BLOODY fun indeed! Sejauh ini saya belum masuk proses coloring, karena masih ada beberapa warna yang belum saya punya. Mungkin minggu depan sudah selesai ;]

Fashion Illustration

Inspirasi wardrobe saya ambil dari majalah NYLON (May 2009), gogirl! (August 2009) dan LOOKS (August 2009). Ketiga majalah itu sangat membantu saya dalam menentukan kostum-kostum lucu yang fashionable tapi tetap sopan. Thank God I have them :D

-- -- -- -- --

Bday Lamp

Beberapa hari yang lalu lampu kamar saya mendadak tidak bisa menyala padahal baru diganti. Daripada stres sendiri, saya keluarkan saja table lamp kado mbak Anty tahun lalu :] Suasana kamar pun jadi nggak begitu terang dan kesannya warm, cenderung gelap karena lampunya warnanya kuning dan bukan lampu neon. Saya melihat Lou di depan saya dan teringat untuk mencoba Slow Sync effect dengannya. Entah apa yang menuntun jemari saya malam itu, tapi saya mendadak ingin mencoba Scene Mode: Fireworks. Dengan tips dari Cassey, saya coba motret lampu yang bayangan sinarnya berwarna ungu dan hijau itu meski saya nggak tahu mode Fireworks pake Speed Shutter berapa. Dan hasilnya... amazing! Akhirnya saya bisa main Slow Sync effect meski hasilnya beda dengan jepretan DSLR. Yang penting saya senang Lou juga nggak kalah keren kayak DSLR :D

Slow Sync

Kalau mau nyoba, tentunya dengan kamera yang minimal satu merk dengan punya saya (Lou bertipe Panasonic FS20). Mengingat setting tiap-tiap kamera nggak sama, jadi mungkin bisa dikira-kira mode mana yang sebaiknya digunakan untuk mendapatkan efek ini.

Intinya:
1. Pakai modus malam (night mode), modus apapun yang penting bisa digunakan untuk setting malam hari. Di kamera saya ada beberapa modus yang menggunakan setting malam hari, di antaranya Night Portrait, Night Scenery, Candle Light, Starry Sky, dan Fireworks. Dari kesemuanya, Fireworks adalah modus terbaik untuk efek ini.
2. Pastikan lokasi pemotretannya tidak dalam kondisi terang, remang-remang juga bisa asal tidak terang.
3. Karena pocket camera tidak ada pengaturan shutter speed sampai serendah DSLR, maka teknik ini hanya dapat dilakukan dengan kamera saku. Untuk DSLR, bisa dibaca di blog Cassey atau menggunakan teknik yang sedikit berbeda di sini.
4. Gerakkan kamera sebebas mungkin untuk menciptakan efek yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Just free your style and you're gonna be amazed with the result :]

-- -- -- -- --

Oh ya, akhirnya majalah yang pernah saya ceritakan kisah penderitaan saya dalam melayoutnya (sumpah lebay!) sudah selesai dan sudah resmi terbit. Am I satisfied with the result? I gotta say yes and I'm proud with what I've done. Saya tunjukkan majalah pertama saya itu pada nyokap dan seperti biasa, nyokap (nor even my dad) tidak akan terang-terangan memuji hasil karya saya tapi saya tahu dari ekspresi mereka, that they're proud of me :]

INSIGHT
proudly present

Saya puas dengan hasil kerja saya saat itu, tidak perlu menyesali apa yang sudah terjadi karena masih banyak yang bisa dikerjakan di proyek berikutnya. All you need to learn about design is innovation and creativity, that's what I think. Jadi ketika ditanya Pemred apakah ada yang perlu dibicarakan mengenai hasilnya (desainnya maksudnya), saya bilang tidak. Toh majalahnya sudah dicetak, tidak mungkin kan mau dicetak ulang gara-gara desain saya jadi acak-acakan tanpa sepengetahuan saya atau apalah. Masalah evaluasi desain dan kawan-kawannya biarlah jadi bagian saya (dan layout designer lainnya). Lagipula tidak 100% desain majalah itu saya yang mengerjakan, saya dibantu Aghnis yang mengerjakan sisa artikel yang tidak sempat saya selesaikan karena saya harus beralih ke tugas OSPEK. Tidak etis rasanya saya mengkritik pekerjaan orang lain di mana tidak semua yang saya ajak bicara di situ mengerti apa yang nanti saya bicarakan, sekali lagi, biarlah ini jadi derita bagian Layout & Design hoho.

Banyak, sebenarnya, yang bisa saya camkan di kepala untuk perbaikan ke depannya. Sesuatu yang sangat mengganggu pun saya simpan untuk diri saya sendiri karena saya juga mencamkan sesuatu dalam benak saya, ini kerja tim. Jadi saya tidak boleh egois dengan bersikap sok virgin terhadap desain yang sudah saya buat. Toh tidak ada royalti, kali ini saya mencoba acuh dengan 'menghargai karya seni orang lain' yang selalu saya pegang selama ini.

Ucapan terima kasih saya berikan pada Anas Sugianto atas kesediaannya untuk membolehkan saya (dan Insighters pada umumnya) untuk menggunakan salah satu foto terbaiknya dijadikan cover majalah Insight kali ini. Our biggest thanks to you dude :D

-- -- -- -- --

Anyway, mungkin ada yang bingung melihat gambar kaos mendadak muncul di bagian sidebar. Sebenarnya itu adalah desain (pertama) saya untuk produk clothing. Saya iseng ikutan kontes yang diadakan gantibaju.com yang bertema 'Cool Chic Go Green' dan ternyata desain saya adalah desain pertama yang masuk ahaha. Lama kelamaan banyak desain baru yang masuk dan rupanya desain punya saya pun jadi terpinggirkan karena berada di halaman terakhir yang harus diklik dulu untuk berpindah ke halaman tersebut. Malah ada desain yang baru dan langsung dapat poin vote sampai 40, sejujurnya saya tidak bisa melihat sisi keunikannya karena desainnya (menurut saya) terlalu biasa. Yang tanpa harus ikut kontes pun bisa dibuat oleh siapa saja saking gampangnya. Memang ada salah satu ketentuan yang menyatakan sifat desain yang minimalis, tetapi tentunya tidak boleh kehilangan sisi artistiknya bukan? Kalau desain yang masuk kontes kelihatan biasa banget, lalu apa bedanya dengan kaos-kaos yang dijual di pinggir jalan yang kesannya cheesy. Great design costs high, saya rasa untuk itulah kontes ini diadakan. Supaya desain yang menang tidak kelihatan murahan atau biasa banget. Supaya ada bedanya desain yang dibuat oleh tenaga profesional di bidangnya (atau yang senang berkecimpung di dunia desain) dengan yang dibuat asal-asalan.

Tentunya saya tidak menyerah begitu saja. Kalau begini kompetisi yang berlangsung, maka saya harus membuat desain baru. So stay tune and don't forget to vote mine alright! :D


Selamat menunaikan ibadah puasa, guys! :]



P.S.: more photos absolutely will be submitted on Deviantart as always ;]

Wednesday, 19 August 2009

Laugh and Struggle

For the first time, I cried so hard two days later. It's the first time after the wishing time before I got to college. I cried to God, because He's the one I trust.

With all the scores I got in this semester, I got nothing but disappointment. Something that will be showed in front of my parents. Which definitely not something I wanna show to them. I have no guts to see their face, I did my best but apparently it came out even worse than the result two semesters a go.

That night was the first time since I miss the moment when I can cry and talk to God in private.

Problems come like a shit recently. Not only me, but it seems problems are kinda buzzing people around me. Serious problems which make me thinking more often than before. Thinking about my life, my self and how this world works. And I wonder, is it a better way to make people grown up? With facing bitter facts and dealing with serious problems? You know what, it's suck!

I know I can't have fun forever, there's always a sad moment which I gotta handle so it won't last forever. That's why I decided to stick with art and literature stuffs, it brings me fun and cheer me up everytime I meet them. That's why I decided to love my bestfriends no matter what, they feed me with love and happiness. Family is another thing, they're something personal that stands aside after God. They stay forever in my heart.

With all the shitty things I got recently, I got acknowledge about how my friends see me. Their point of view about me before they knew me, it's kinda interesting somehow. I become more convince about who I am now, about bloody personality that stick on me. And I thank God it's just the same old me :]

This year is a blast. I found so many changes and new things happened. It's not a bad thing actually, though there're some which haunted me like shit. But, it's all good, I'm having fun and I'm glad I have my besties stick with me through all this.



Anyway, do you have songs which echoing in your head all the time recently? A song that might represents what your feeling right now, a soundtrack of your life. Well, I have one. It's Indonesian song (found it rare in my life by the way) and I never thought it'll stick on my mind day to day. Okay, I'll tell you, it's Cinta Pertama dan Terakhirku by Sherina. After watching the video clip on TV (this is rare as well, speaking I'm not a TV-addict), I immediately wanna have the album and yes, I finally got it yesterday. Yay!!! It turns over and over on my notebook and it's on top of my playlist right now ahaha.


Speaking about TV, since my dad stops subscribe our cable TV (because my lil bros didn't wanna stand up or doing something else than stick in front of television), then I can't watch my favorite TV channel anymore, MTV. But thanks to Youtube for having some shows being uploaded :] I like to watch It's on with Alexa Chung show right now, from Youtube :D I downloaded some and first time I watched it got me laugh. Alexa is cool and funny, and I love her accent, it's not like Keira Knightly but she reminds me of my English teacher, Gary. The jokes and stuff, definitely just like him ahaha. I wonder if they share the same England area, you know, Scotland, North England or Wales.

Do you have any favorite show? (Besides It's on with Alexa Chung, I'm a fan of the Ellen Show) Or maybe you have a favorite model? ;] Just tell me your days, guys :D

Saturday, 15 August 2009

A little hangout before it's all gone

Hari Selasa lalu saya ke kampus buat bayar kuliah, ditemani Cece (as usually) dan kali ini tidak bersama Mia (dia udah bayar duluan) ataupun mbak Anty (dia lagi di Tulung Agung). Usai bayar dan tuker KTM di rektorat, kita memutuskan buat jalan-jalan cari makan.

Di jalan kita nemu Putu, ya udah diajak sekalian. Jadinya kita berangkat berempat naik mobil si Mia ke Delta Plaza, karena paling deket dan si Cece udah menangis kelaparan. (lebay dikit). Di Delta kebingungan nyari menu makanan yang dipengen karena semua bilang 'terserah', akhirnya Putu pengen makan di KFC dan semua (of course) ngikut dong.

KFC Oriental Bento

pesanan saya

Dari KFC, saya pengen beli GoGirl! sama LOOKS, so we're heading to Gunung Agung on the 3rd floor. Di situ lumayan lama karena kita pada nyebar dan mojok sendiri-sendiri, apalagi saya :D Di Gunung Agung itu saya nemuin majalah ELLE yang cover-nya Miley Cyrus, itu yang edisi kapan ya? Bukannya yang terbaru covernya Lindsay Lohan (yang ada dua versi itu), yang sebelumnya bukannya Gwen Stefani? Atau itu edisi Australia? Saya sendiri nggak lihat itu ELLE edisi mana dan kapan soalnya terlalu sibuk ngelihat content di cover sama kaget lihat harganya yang nggak manusiawi. Mending beli di online shop aja. Anyway, kok tumben cover-nya pake seleb yang masih muda ya, biasanya kan yang udah 20 tahun ke atas. Hmm...

Strawberry, Blueberry, Kiwi

me and Cece

Strawberry, Lechy, Peach

Mia and Putu

Setelah itu, sekali lagi perut saya dan Cece stomachmate karena sama-sama pengen makan froyo di J.CO. Jadi, langsung meluncur deh ke J.CO di lantai 2. Kita beli yang porsi couple biar bisa dimakan berdua (cooo cwiiiit!), punya saya sama Cece topping-nya Strawberry (of course), Blueberry dan Kiwi. Mia sama Putu nyobain pake topping Peach, mereka nyuruh kita nyobain, saya sih ogah! Saya nggak doyan Peach karena kayaknya rasanya aneh, lagian si Putu pake ngomentarin katanya rasanya kenyal-kenyal kayak jelly. Makin aneh kan???

GoGirl! August issue cover
The Froyo Article

GoGirl! August issue

Sesampainya di rumah, saya langsung menyadari satu kesalahan karena udah beli majalah GoGirl! Di dalamnya ada satu artikel yang membahas tentang tempat-tempat jual Froyo yang udah terkenal di Jakarta (yah... the famous Sour Sally, the elite Heavenly Blush, etc.). Saya jadi MUPENG BERAT! Malamnya, saya langsung ngetweet Cece dan bilang kalau saya jadi pengen nyobain froyo se-Surabaya. Denger-denger sih udah mulai bermunculan tuh di mall-mall, di koran juga pernah ada iklannya. Jadi, tinggal tunggu tanggal mainnya ;]

-- -- -- -- --

Demi Lovato wanna be


Kesalahan pertama saya (dan semoga yang terakhir) dalam menggambar sketsa. God, forgive me please. Mungkin malam itu saya memang kecapekan jadi tidak fokus atau kemampuan menggambar saya menurun? Oh tunggu, kalau menurun rasanya tidak karena beberapa hari sebelumnya saya juga melukis. Jadi mungkin faktor kecapekan.

Malam itu tidak ada firasat apa-apa, saya lagi mood pengen bikin sketsa jadi saya nyari model seperti biasa. Pengennya sih menggambar Taylor Swift, tapi saya lagi nggak punya fotonya (yang ada Taylor Momsen, saya lagi bosen menggambar dia). Saya inget saya belum punya gambarnya Demi Lovato, jadi saya ambil COSMOgirl! April issue dan menjadikan foto cover-nya jadi model saya. Bener-bener nggak ada tanda-tanda saya bakal bikin kesalahan kan?

Wanna know what I did wrong?
1. Tulang hidung terlalu panjang
2. Muka jadi ikut panjang
3. Bagian iris mata terlalu besar
4. Lingkar mata terlalu lebar
5. Bibir terlalu tebal (kayak Angelina Jolie jadinya)

And wanna know what I did right?
1. Warna rambut ada gradasinya, I'm getting better on this one ;]
2. Gradasi pada bibir juga jadi merepresentasikan warna aslinya, dan tidak kelihatan nude

Lima vs. dua, kalah banyak memang, but at least I made a progress, huh? :]

-- -- -- -- --

Beberapa minggu yang lalu saya juga mampir ke Gramedia buat beli Titanium (ya, akhirnya saya beli juga itu novel), 3 komik Doraemon pesanan adek saya dan hadiah buat adek saya, Crossword in English. Jalan-jalan sekalian dan nemu BANYAK banget buku-buku yang langsung masuk shopping list. Gileee saya berasa udah lama banget nggak shopping buku sampai list-nya menggulung-gulung. Banyak buku-buku bagus yang nggak saya temui di Uranus, ada satu buku impor yang isinya foto-foto kittens. Awww me want one! Karena nggak kuat beli, akhirnya saya puas-puasin deh baca di situ :D Lumayan dapet inspirasi buat motret Mao hehe.

Mungkin juga karena saya jarang menjelajahi Gramedia Manyar, biasanya cuma berkutat di majalah-novel-komik-bukuimpor dan langsung turun ke bagian alat lukis/menggambar, jadi nggak tahu kalau masih banyak treasure yang sebenarnya tersimpan (halah!). Next, saya harus beli minimal 3 buku yang sudah saya incar tadi. Duit dari mana coba? Oh ya, ngemis.

Anyway, sebentar lagi Hari Ulangtahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-64. Ada yang punya agenda khusus kah? Atau ada yang menang lomba makan krupuk? Panjat pinang mungkin?? :D Well, I have one my self, just wait for the next post. Stay tune!

Monday, 10 August 2009

Looking for wisdom

Well, di penghujung liburan (yang semakin hari semakin sibuk ngampus aja) saya memutuskan untuk nyewa DVD lagi sebelum benar-benar mengakhiri liburan ini, officially. Saya minjem 3 film yang salah satunya udah pernah saya tonton di bioskop, okay, ini dia film-film yang saya pinjem kemarin: High School Musical 3: Senior Year, The Bucket List, CENTER STAGE 2: Turn it Up. And I bet you can easily guess which one I've already watched before, huh? :]

Ok, sedikit cerita tentang film-film itu, dimulai dari The Bucket List. Film yang dibintangi dua aktor kawakan, Morgan Freeman dan Jack Nicholson, ini cocok dijadikan referensi kuliah mata kuliah Psikologi Perkembangan 2 yang mana materi bahasannya kebanyakan adalah mengenai Masa Tua/Lanjut Usia. I cried in the end of this movie because it really is a good movie. A definitely great movie. You'd better watch it by your self, tapi sementara itu saya tetap akan menuliskan review-nya. Pastikan untuk mengecek kolom What's New di bagian sidebar :]

Berikutnya adalah CENTER STAGE: Turn it Up (menurut cover sih judulnya begitu, tapi ternyata ini adalah sekuelnya). Film yang melibatkan adegan menari, just like my favorite movie all the time. Tapi tetep nggak ada yang ngalahin kerennya Step Up atau bahkan High School Musical hehe. Dari segi cerita: hampir mirip kayak Save the Last Dance 2, dari segi musik: keren banget! harus saya akui :] tapi ada juga yang pake soundtrack Save the Last Dance 2, dari segi pemain: pemeran utama ceweknya kurang begitu bagus. She did too much smile, dan saya rasa ekspresi mukanya kurang tepat. But she is a GREAT dancer. She got a better dance move than Andy West :D Or should I praise the coreographer for that? :D


Saya nggak perlu ngomentarin film yang terakhir karena sudah jelas kualitasnya. It's Disney we're talking about, people! Nggak ada, menurut saya, film yang dengan mudahnya membuat saya excited kecuali Disney :]

-- -- -- -- --

Oh dan akhirnya saya apply juga berkas lamaran buat magang itu. Hope for the best now! :]
And can you believe where my lil brother thought I'm going to take internship? Indomart. Katanya biar saya bisa bawa makanan terus kalau pulang. Well, my dear brother, for your information, that mini market is not own by me. If it was, then it would be called treasure mart :D

Anyway
, kemarin-kemarin beberapa orang di sekeliling saya ada yang senang tapi juga ada yang sedih. I'm not talking about Mbah Surip or W.S. Rendra's Death though my biggest condolence for them. Awal Agustus lalu pengumuman masif yang sangat krusial buat lulusan SMA se-Indonesia disebar di beberapa surat kabar. Pengumuman, yang sempat membuat saya shock (in a bad way). Well, senang rasanya mendengar beberapa orang berhasil diterima dan akhirnya bisa kuliah di jurusan yang diinginkan, tapi buat yang gagal, you're not fail man, you're just unlucky this time. You still have next year and another year to take.

Untuk sekarang, mungkin saatnya untuk mempersiapkan masa-masa itu. Bisa ikut kursus atau ambil short-course untuk menambah skill kamu. Saya punya seorang teman yang tidak kuliah dan malah bekerja di sebuah bank ternama and I envy her because she doesn't have to count to her parents anymore for financial support. She got her own money! Jadi, percayalah, kesempatan terbuka di banyak pintu. Meski nggak kuliah, toh teman saya itu bisa dibilang lebih baik dari saya karena tanpa kuliah dia sudah bisa dapat kerja-mengingat nyari kerja sekarang nggak gampang. Kalau kamu punya keahlian apa pun itu, kembangkan dan manfaatkan di waktu luangmu sekarang. Siapa tahu, tanpa kuliah kamu sudah jadi enterpreanur di usia muda! (I wish I could be one now)

So, never give up guys! Jangan anggap ini kiamat karena hanya Tuhan yang tahu kapan datangnya kiamat, don't make your own end man. Mungkin ini belum saatnya kamu untuk kuliah atau memang kamu nggak ditakdirkan kuliah karena kamu punya masa depan sebagai pengusaha muda. Banyak lho pengusaha sukses yang jadi tycoon tanpa kuliah, hanya berbekal usaha keras dan ikhtiar. Ilmu kan bisa didapat dari mana saja. Impossible doesn't exist when you believe in your dreams :]

I wanna hear those spirit scream!


P.S.: for those who passed, congratulation and welcome to the jungle!

Friday, 7 August 2009

Life UPDATES!

Setelah sekian lama nggak ngeblog, akhirnya nulis posting juga!

Akhir-akhir ini memang saya sedang terkena sindrom writer's block dan hal itu sangat mengafeksi mood saya secara keseluruhan.

Hal utama yang membuat saya judeg dan jadi males ngapa-ngapain karena mikirin jalan keluarnya adalah menulis essay diri sebagai syarat jadi anak magang. Syarat-syarat lainnya sih udah terpenuhi, tinggal nulis esai sial ini nih. Mana nulisnya harus tulisan tangan pula! Jari saya kan udah terbiasa menari di atas keyboard, buka pake bolpoin ato pensil lagi (kecuali lagi menggambar of course). Setelah bertapa sekian lama, akhirnya saya bisa merumuskan outline (ini bikin esai atau mau bikin novel sih?!) yang harus saya tulis. Karena sejujurnya saya sumpah blank banget mau nulis apa, mau mulai dari mana-saking banyaknya opsi di kepala yang mungkin bisa ditulis. And you know what, I got the outline from a post in this blog :] Setelah nanya-nanya ke CP lembaga tempat saya mau magang itu, katanya esai diri itu ya tentang dirimu, narsis-narsis dikit nggak apa-apa. Oh ok, kalau gitu pake postingan yang itu aja, pikir saya. Dan akhirnya, setelah perjuangan mempertahankan tangan saya di atas kertas dan terus bergerak mengukir huruf per huruf, jadilah satu halaman kertas folio bergaris esai diri tentang saya :D

Masalah satu kelar, masalah dua masih nunggu dikelarin. Seperti janji saya awal tahun ini, saya bakalan menghabiskan waktu liburan saya dengan menyelesaikan novel saya yang nggak kelar-kelar itu. Sebenarnya ada dua novel, satu chicklit dan satunya lagi teenlit. Outline yang satu udah selesai dan satunya lagi hampir selesai, keduanya sudah jalan separuh. Karena mood lagi pengen nyelesein yang chicklit, akhirnya saya jalan di yang itu. Masalah datang ketika saya blank mau ngembangin cerita kayak gimana. Writer's block ini suka dateng tiba-tiba dengan nggak sopannya, bikin saya stres dan bad mood setelahnya. Saya jadi lebih banyak quit dan jalan-jalan untuk menghilangkan rasa eneg gara-gara judeg nyari ide di depan komputer (sorry Shiro). Sampai postingan ini ditulis pun saya masih sering melarikan diri dari sindrom judegism.

-- -- -- -- --

Setelah adek saya yang paling kecil masuk RSBI, saya mendadak jadi guru bahasa Inggris privat buat dia. Buku teks saya waktu masih les di EF pun saya keluarkan dan jadi bahan belajar dia sehari-hari. Saya bahkan beliin dia buku crossword (TTS) dalam bahasa Inggris sebagai hadiah karena dia berhasil masuk RSBI, karena saya tahu kalau saya beliin kamus Longman pasti cuma dijadiin pajangan di rak bukunya. And it works, kalau lagi nganggur, dia jadi lebih milih ngisi itu TTS daripada ngelamun nggak jelas :D Satu yang saya nggak setuju, secara nggak langsung siswa RSBI jadi tergantung sama kamus elektronik yang lebih efisien buat dibawa-bawa dan nggak berat kayak kamus bahasa Inggris yang sampulnya warna-warni itu. Padahal kan yang ada di kamus itu terjemahannya nggak selalu benar, ada yang ngaco! Saya bersyukur sekali bokap nggak ngijinin waktu saya ngerengek minta dibeliin itu kamus waktu lagi booming-boomingnya. Saya lebih percaya kamus tebal kuno punya bokap, Longman atau dictionary.com. Efisiennya lagi, nanya langsung artinya sama bule hehe. Saya jadi males buka kamus terjemahan karena kadang saya masih nggak ngerti maknanya, hal ini jadi makin parah sejak saya ikut les EF. Jadi lebih enak nanya langsung ke gurunya daripada repot-repot buka kamus hehe. So, my suggestion is, mending baca Longman atau dictionary.com buat mobile. Kamus Longman sendiri ukurannya ergonomis banget kok, nggak berat dan pas di tangan (handphone kalee).

Beberapa hari yang lalu adek saya ikut lomba bahasa Inggris. Gurunya nunjuk dia dan 8 orang temannya secara dadakan (sehari sebelum lomba) dan materi lombanya pun nggak jelas. Entah story telling atau apa. Adek saya bilang (yang disadur dari gurunya), "Lombanya interview". Saya jelas langsung nanya balik, "Masa mau ditanyain satu-satu pesertanya?" Iya kalo pesertanya cuma belasan orang, nah kalo sampe 50 ekor? Bisa seksi bibir jurinya! Dengan clue yang bener-bener nggak masuk akal itu, saya belajarin deh adek saya pake buku teks EF saya lagi. Pokoknya dia terbiasa mendengar ucapan dalam bahasa Inggris dan ngerti maksudnya, saya yakin, materi lomba kayak apa aja pasti lewat (sotoy abis!). And you know what, pada hari-H, adek saya pulang dengan kecewa bukan karena kalah bertanding tapi karena kalah sebelum bertanding. Materi lombanya adalah story telling, tepat seperti firasat saya. Rasanya saya pengen protes aja ke gurunya, "Niat nggak sih ngikutin lomba!" Yang jadi objek concern saya adalah perasaan anak-anak yang udah excited mau ikut lomba meski clueless lombanya kayak apaan. Pasti mereka break down banget setelah tahu mereka nggak punya persiapan apa-apa dan parahnya, harus melihat peserta lain dengan segala persiapan yang sudah dimatangkan jauh-jauh hari sebelumnya. I wish I were their teacher.

Kalau saya jadi mereka, mungkin saya sudah menurunkan penilaian saya terhadap guru itu. Respek saya bakal menurun drastis karena tindakannya yang tidak profesional sebagai guru. Bukan hanya perasaan anak-anak itu yang perlu dijaga, tapi mereka juga membawa nama sekolah untuk ikut bertanding. Apa si guru itu nggak mikir, nama sekolah juga dipertaruhkan? What a shame!

-- -- -- -- --

Mao in Action!

Di rumah bersama Mao, pastinya. Suatu siang saya lagi ngetik kerjaan saya di laptop di ruang tamu. Saya dengar bunyi lonceng kecil yang ada di kalung Mao berbunyi di halaman depan rumah saya. Saya nanya adek saya yang ada di kamar saya (anyway, jendela kamar saya menghadap halaman depan), "Dek, Mao di luar ya?" dari kamar, adek saya nengok keluar jendela dan berseru, "Mao bertengkar, Mbak!" Saya mendengar bunyi kucing lain mengeong. GAWAT! Buru-buru saya buka pintu depan dan mendapati Mao sedang berdiri eye on eye di hadapan seekor kucing jalanan dewasa berbulu hitam legam. Saya pun mengusir si kucing hitam, "Hush! Hush!" dan si kucing preman itu menyingkir dari hadapan Mao si anak rumahan. Dasar si Mao belagu, dia ikutin tuh kucing item sampe mau keluar pager. Otomatis si kucing item nengok ke belakang dan ngeong kayak bilang, "Apa lo ngikutin gue?!" Mao yang udah mau ngeladenin langsung saya panggil dan saya datengin, singkatnya, gendong masuk rumah langsung dan memeriksa apa ada yang luka. Adek saya bilang, bagian punggung Mao sempat digigit sama itu kucing preman. Saya priksa deh, tapi nggak ada yang luka. Mao is nothing more than just fine, cuma ada pasir-pasir yang nempel di bulunya. Saya omelin si Mao kayak ibu ngomelin anaknya yang bandel, "Makanya, jangan nakal-nakal. Itu kucing jalanan, jangan dilawan!"
Waktu bokap nanya kenapa kita berdua pada heboh dan adek saya cerita kalau Mao habis bertengkar, bokap bilang, "Bagus lah, biar fighting spirit-nya terasah." sambil berlalu ke meja makan. Nice words, Dad. Nice words indeed.

Di rumah, Mao emang terkenal bandelnya minta ampun. Tapi jangan dikira dia petarung sejati. Di luar, dia tak ubahnya seekor kucing kecil rumahan yang bakal jadi bulan-bulanan kucing jalanan (bahasanyaaaaaaaa). Sejak kejadian itu saya jadi berpikir, apa perlu Mao ikut latihan Karate?

-- -- -- -- --

Setelah agenda liburan yang satu persatu sudah terpenuhi, ada satu agenda yang awalnya bener-bener tidak diagendakan: hangout with my old fellas! Yap, sebenernya udah ada rencana mau jalan bareng sama temen-temen SMA dulu tapi agenda-agenda yang sudah masuk list bener-bener menyita perhatian saya sampe yang itu nggak kepikiran. Dan... akhirnya kesampean juga meski super dadakan dan harus nyelipin di sela-sela jadwal kepanitiaan yang super padet.

Acara jalan-jalan kemaren sih klasik, cuma jalan ke mall sekalian nonton film (Harry Potter #6 by the way). Bareng Pudi dan Ika. Sebenernya sih mau ngajak Sinta sama Kurnia tapi mereka pada sibuk jadi yah terpaksa berangkat cuma bertiga. Anyway, it was fun and the movie was great!

-- -- -- -- --

Tugas kedua menjadi panitia sie Publikasi dan Dokumentasi OSPEK tahun ini, yah selain mendesain-desain. Foto-foto! Yap, minggu lalu saya ikut Welcome Party di mana acara itu merupakan ajang pengenalan panitia satu sama lain. Lokasinya di halaman auditorium Kampus C UNAIR, acaranya sih kurang lebih mirip outbond gitu. Yang bikin excited adalah akhirnya saya dapet foto-foto yang bagus juga di event yang sudah saya bilang paling susah dicari sisi artistiknya itu :D The keyword is the tree and the sky. Yeah, dua hal itu memang selalu menjadi fairy godmother saya. I love sky and the tree view and it gets better when you capture the people around :]

WP1

dua tim yang bertahan

WP2

keep the bottle balanced

WP3
WP3

save the invasion, people!

Sayangnya bagian saya justru nggak dipakai, but that's the point right? ;]
I'll submit my favorite photos on Deviantart. Go visit and comment, ok?

-- -- -- -- --

Mungkin berhari-hari yang lalu saya udah spamming di Twitter dan Plurk tentang betapa jenuhnya saya melayout (maaf yaaa). Dan kejenuhan itu terbayar sudah :] Layout akhirnya selesai dan ketika saya tunjukkan hasilnya pada teman-teman redaksi, they like it! :D And you know what, apa yang membuat seorang seniman senang ketika karyanya diperlihatkan pada orang lain? Bukan uang, tetapi ekspresi tak terkatakan dari wajah orang yang menikmati karyanya. Ekspresi positif yang akan mendorong si seniman untuk berkarya lebih baik lagi :]

That's it I guess, and it's your turn now. Tell me everything that happened in your life recently, just leave your blog URL and I'll check it out :]


P.S.: thanks to Anaz for allowing me using one of his photograph to be the cover :]


LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin

Share