Monday, 15 June 2009

Surprisingly Happy

Kejutan itu datangnya tiba-tiba and I always love surprise (so surprise me!). Saya memang cenderung melakukan sesuatu sesuai rencana dan sudah terjadwal sebelumnya, tetapi ternyata sesuatu yang outta plan itu juga sama menariknya.

Seperti misalnya hari Jumat lalu. Tanpa rencana apa-apa, tanpa persiapan apapun, mendadak saya diajak nonton Ketika Cinta Bertasbih. Bukan karena nonton filmnya yang menarik, tapi acara nonton bareng ini dilakukan sebelum meeting yang berlangsung malamnya. Meeting tentang apa? Well, I can't tell you now ;]

Lalu dengan siapa saja saya meeting berkedok nonton bareng (atau sebaliknya ya?) ini, saya akan ceritakan dari awal. Sedikit gambaran tentang meeting-nya, yah, udah pada tau kan kalau saya ini mahasiswa Psikologi yang kerjaannya menggambar, melukis dan jeprat-jepret. Nah, untuk itulah saya diundang dalam meeting malam itu. Detailnya, I can't tell you that part. Yang bisa saya sebutkan hanyalah partner meeting saya, lokasi meeting dan foto-fotonya :D

Yang hadir dalam meeting malam itu adalah saya, mbak Anty, mas Ridzki dan Dr.Deanty. Siapa Dr.Deanty? Asing pastinya, karena belum pernah disebut dalam blog saya kan?! Dr.Deanty--atau saya memanggilnya mbak Dean--adalah adik bungsu mind illusionist yang cukup populer saat ini, Denny Darko. Lho kok? Penyelenggara meeting-nya sih kalau nggak mbak Anty ya paling mbak Dean, mas Ridzki kan penggembira (kayak saya ahaha).

clockwise: the only one boy >> mas Ridzki, mbak Dean is the one in black, mbak Anty is the one with glasses, you know which one is me, rite? and there's Cece in a sudden! :]

Di situlah surprise-nya. Saya yang hari itu cuma berpikir akan kuliah sore, pulang, dan tidur (karena besoknya harus bangun pagi ikut pelatihan jurnalistik), eh... malah keluyuran sampai malam dan mampir ke rumah public figure yang acaranya di TV pun SANGAT jarang saya tonton. FYI, saya sukses membuat adek saya iri berat karena saya bisa mampir ke rumah idola pujaannya, hangout bareng adeknya, dan lihat foto-foto keluarganya yang vintage abis.

Hangout bareng mbak Dean nggak kayak hangout bareng orang baru. Orangnya easy going abis (secara, dokter!), seru, talkative, ramah dan dermawan ahaha. Dan menurut mbak Anty, kakaknya juga nggak jauh beda. Mungkin mereka keluarga yang seru dan doyan ngobrol, jadi saya nggak perlu susah-susah menyesuaikan diri karena memang tidak ada yang perlu disesuaikan :D

Oke, sekarang saya ceritakan runtutan kegiatannya. Dari kampus, mobil langsung meluncur menuju rumah mbak Dean dan tak lama kemudian mancep deh di SUTOS (Surabaya Town Square). Setelah beli-beli snack di supermarket (saya cuma beli Cha-Cha, ditraktir loh! sama siapa? guess who!), kita masuk deh ke studio 1. Nggak beli tiket dulu? Udah dapet, soalnya dibeliin mas Ridzki siangnya ;]

Filmnya sendiri, menurut saya (note that!), masih lebih bagus Ayat-ayat Cinta. Dari segi kualitas gambar, jenis sound yang digunakan, view yang diambil, lokasi syuting, beberapa dialog dan sejumlah pemeran yang terlibat, saya merasa masih kurang optimal. Selebihnya, silahkan nonton sendiri aja ya. I'm not gonna write a review about it.

Usai nonton, kita berempat langsung ngacir ke mushola yang ada di UG karena waktu sholat Maghrib hampir habis. Selesai sholat, mulai deh meeting-nya. Meluncurlah kita ke QUA-LI, sementara pesanan dibuatkan, mbak Anty mengeluarkan laptopnya untuk memulai pembahasan topik. Anyway, malam itu saya memesan Mi Goreng Sea Food dan segelas Lemon Tea. Kita juga pesan Chicken Kung Pow dan Sawi bumbu Sambal Terasi (ini saya yakin makanan favorit mbak Anty kalau ke QUA-LI hehe) sebagai lauk tambahan.

Menjelang akhir meeting, mendadak serombongan orang berbaju hitam-hitam dengan logo minimalis tertulis di bagian belakang baju masing-masing mengambil posisi di kursi yang ada di luar resto (posisi kita lagi di dalam waktu itu). Karena saya lagi nggak pake kacamata, jadi deh saya mati-matian membaca tulisan di punggung orang-orang itu karena penasaran pekerja kantor mana yang masih berseragam sampai jam segitu (waktu itu udah sekitar jam 8 lewat). Tiba-tiba mas Ridzki nyeletuk, "Itu ada Darwis." (mas Ridzki nyadar kayaknya kalau saya lagi buta).

OMG! Ternyata itu para pegawai Darwis lagi dinner bareng. Nah, pertanyaannya adalah: apakah Darwis-nya juga ikut? Ya, di situ juga ada Darwis tapi saya nggak kelihatan soalnya ketutupan tembok. Sial! FYI, Darwis yang saya maksud adalah Darwis Triadi, seorang fotografer profesional Indonesia yang belakangan membuka tempat kursus fotografi di Surabaya. Beliau datang seminggu sekali ke Surabaya untuk mengajar satu kelas khusus.

Setelah orang-orang Darwis dan Darwis-nya sendiri udah duduk semua dan mulai memesan makanan, datanglah seorang pria dengan sejumlah tas yang diselempangkan di badannya. Orang itu kemudian duduk di meja di depan meja kita dan kali ini mbak Anty yang nyeletuk, "Itu kan wartawan Jawa Pos." Dasar wartawan, tau aja Darwis lagi di sini.

Begitu meeting selesai, saya minta sama ketiga partner meeting saya untuk jalan keluar QUA-LI pelan-pelan soalnya saya mau lihat Darwis dengan mata kepala saya sendiri. Secara, biasanya kan cuma dari koran atau di TV. Waktu saya nengok, si Darwis lagi ngelihatin kita berempat yang lagi keluar resto sambil celingukan kiri-kanan :D Sang fotografer itu duduk di kursi paling ujung yang posisinya mirip kayak meja makan kerajaan, jadi kanan-kirinya adalah deretan kursi krunya.

Pas udah jauh dari QUA-LI, kita berandai-andai minta foto ama Darwis. Bukan, bukan foto bareng. Tapi minta difotoin pake kameranya yang super canggih dan teknik fotografinya yang udah mahir :D

Begini nih perandaian kita:
"Om, boleh minta difotoin nggak?" "Om, Om... boleh lihat kameranya nggak? Boleh jepret sekali ya?" "Om, boleh lihat baterai kameranya?"

Yang terakhir karena sebenarnya mas Ridzki bawa EOS 450D-nya tapi baterainya lagi habis, jadi maksudnya tuh mau minjem baterainya doang buat motret kita-kita.
"Boleh ya, Om?" LOL

Well, lewat tulisan ini juga, selain mau sharing cerita, saya juga mau ngucapin terima kasih sama mbak Anty dan mas Ridzki yang udah melibatkan saya dalam agenda malam itu. Juga sama mbak Dean yang udah berbaik hati mendanai konsumsi kita bertiga, hangout bareng anak-anak kuliahan yang haus hiburan ini dan bersedia meeting wanna-be sama kita. Overall, nice to know you, doctor!



P.S.: foto di atas diambil pake laptop mini punya mbak Anty, kita juga sempet kepikiran minta dipotretin ama Darwis pake laptop itu :D
P.S.S.: di rumah Denny Darko, ada radio kuno yang super-vintage yang dijadiin pajangan di ruang tamu. Saya pengen foto bareng radio itu tapi lagi nggak bawa kamera :[ (kata nyokap, eyang saya punya di gudang!)
P.S.S: kok tiba-tiba ada Cece nongol? Iya, dia lagi nge-date ama cowoknya. Mereka lagi nonton Night at the Museum 2 dan pulangnya mampir dulu deh ke kita.


No comments:

Post a Comment

I'd love to read all your sweet comments.
Please leave it on the box below and I'll reply as soon as I can :)
Have a nice day! x

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin

Share