Thursday, 26 February 2009

Copied from Cynthia: S words

Rules : It's harder than it looks! Copy to your own note, erase my answers, enter yours, and tag 10 people. Use the first letter of your name to answer each of the following questions. They have to be real. . .nothing made up! If the person before you had the same first initial, you must use different answers. You cannot use any word twice and you can't use your name for the boy/girl name question.

1. What is your name: SARA
2. A four Letter Word: SAVE
3. A boy's Name: SETH
4. A girl's Name: SHEILA
5. An occupation: STEWARDESS
6. A color: SOFT PURPLE :]
7. Something you wear: SHOES
8. A food: SOUP
9. Something found in the bathroom: SOAP
10. A place: SAN FRANSISCO
11. A reason for being late: SLEEP OVER :D
12. Something you shout: SHUT UP!
13. A movie title: STEP UP
14. Something you drink: SMOOTHIE
15. A musical group: SMASHING PUMPKINS
16. An animal: SNAKE
17. A street name: SAKS AVENUE
18. A type of car: SEDAN
19. A song title: START TO SOMETHING NEW
20. A verb: SLICE

Monday, 23 February 2009

No, I don't have a tattoo

Don't get me wrong or whatever. The tattoos I made here using Sharpie pen marker, so it's not a real tattoo. I just got influenced by Miami Ink and wanna try to create something looks like tattoo considering I'm afraid of needle. I like it when they started coloring or draw the outer line and everything, it's interesting to watch people creating art. Then here they are. My tattoo art with Sharpie markers. Enjoy!


Obvious I guess. You can say I'm narcist or whatever, I don't trully care.


Umm... it's inspired by a picture on COSMOgirls. One of their model had a tattoo on her ankle and it's very pretty.


I just love to draw human eyes. I love when Kat Von D (LA Ink) draws the eyes part and I wanna try that by my own.


Well, actually those tattoos above are based on my favorite tattoo. I like letters tattoo, cherry blossoms, and human's face (I can't draw a full face so I decided to draw my fave part of the face: eye). It's very nice to see how it's created and my favorite part is when they make the color gradient. So interesting! I know it hurts for the person who got tattoed but still, I enjoy the process of making a tattoo on someone's body. I mean, how the artwork being created.

Hmm I know it's kinda rough however, still needs lots of fix. But I don't care. I did it for fun, so why bother? :]


P.S.: the idea to draw a tattoo with Sharpie marker came from Ami James (Miami Ink), he once draw a large tattoo on a female model's body for some commercial photo shoot with markers and it was Sharpie.


Camp Rock

Directed by Matthew Diamond 
Staring: The Jonas Brothers, Demi Lovato


Penantian berbulan-bulan akhirnya berakhir sudah! Saya kesampaian nonton Camp Rock juga. Film yang sedikit berbau pesimistis dari para pemerannya ini (gara-gara nggak yakin bisa ngalahin HSM yang super heboh!) ternyata aslinya keren banget! Ya meski akting Jo Bro bisa dibilang nggak begitu bagus tapi pemeran utama wanitanya, Mitchie (Demi Lovato), berakting dengan cukup baik.

Well, apa sih yang bagus banget dari film ini? Oke, saya kasih tau ya. Karena ini film semi musikal, jadi ya adegan-adegan dengan menari berhasil memukau saya sampe histeris sendiri. Apalagi suara Joe Jonas yang keren banget itu! (Aaaawwwwwww...!!!), ditambah lagi waktu duet bareng Demi Lovato: super-duper-cool!!!

Film ini bercerita tentang Mitchie yang ingin sekali ikut Camp Rock untuk mengisi libur musim panasnya. Ia mengalami kendala karena orangtuanya tidak punya biaya untuk mengikutkannya dalam kegiatan itu. Tapi, keberuntungan berpihak padanya sehingga ia akhirnya bisa menunjukkan bakatnya yang luar biasa dalam menyanyi di depan para peserta Camp Rock lainnya. Tema ceritanya sangat sederhana, bahkan terkesan terlalu naif. Diceritakan mengenai seseorang yang berusaha membangun imej baru tentang dirinya dan setengah mati menjaganya supaya bisa disukai orang lain (tentu aja imej yang berhubungan dengan materi).

Overall, nggak nyesel deh penantian lama buat nonton film ini. Enjoy watching!



P.S.: the ending ain't like what I expect, do you feel the same too?

Wednesday, 18 February 2009

Brown Monkey

  • You are Brown Monkey, who can show great consideration for those around you, and can act promptly and effectively.
  • Although you may show tense nervousness, you try hard never to lose your dignity.
  • You have strong ego, and you are very sure and confident about yourself.
  • Although you look gentle, you can be strong minded.
  • You also possess inquiring mind, that is greater than any other person.
  • You keep your every day frustration and anger inside, and blow it all at once.
  • You should not keep your frustration inside, but talk and interact with people.
  • You are intelligent person, and acts quickly.
  • You have a talent in creating and coming up with new ideas.
  • You are a very passionate person.
  • You are good at give and take tactics.
  • You can act without hesitation, so you would be good as a leader.
  • You are rather competitive, and your character is like that of a man.
  • You may make a wrong move by relying too much on your instinct, and not taking into consideration the circumstance.
  • You should be careful not to make the means turn into aims.
  • Your effort and will is thought highly of, but if you get too heated up, you may lose your momentum.
  • You will be successful if you can leave a room in your heart.
  • Even after you get married, your attention may be set outside your house.

If you wanna try this on your own, you can click here. Good luck!

Freedom Writers

Penulis Richard Lagravenese 
Staring:
Hilary Swank, Mario

A very incredible movie I've ever seen. This movie talked about a world issue: racism in United States. Film yang diproduseri oleh pemain utamanya sendiri, Hilary Swank ini berdasarkan kisah nyata. Ceritanya diangkat dari diary murid-murid ruang 203 Woodrow Wilson High School. Bersetting di sebuah kota di Amerika bernama Long Beach dan berlangsung pada tahun 1994, ketika seorang guru baru hasil pertukaran (volunteer integration) dari New Port Beach dipindahkan ke Wilson. Named Erin Gruwell, an English teacher who brought a change in class 203. Pada saat itu, peperangan antar geng yang mengatasnamakan ras terjadi di mana-mana. Baku tembak, perkelahian antar geng sampai kerusuhan massal merupakan hal biasa yang terjadi. Alasannya sederhana saja, perebutan teritori (wilayah) untuk mempertahankan kehidupan dan kehormatan bangsa (masing-masing).

Talking about teritory, somehow it sounds like inhuman. Sehingga pertemuan pertama kelas bahasa Inggris di mana Ms.Gruwell mengajar pun menjadi ricuh karena beragamnya ras yang ada di dalamnya; Latino, Afro-American, White, Chinese, Cambodian, Jewish. Menurut mereka, it's better when the other race doesn't share the same place with another. Ms.Gruwell mencoba menengahi namun malah mendapat penolakan karena dianggap 'you know nothing about us' bahkan seorang murid kulit hitam meneriakinya 'Stop acting like you understand our situation!'. Ms.Gruwell tidak menyerah begitu saja, ia terus berusaha menjalankan tugasnya sebagai guru bahasa Inggris dengan baik sekaligus menyatukan murid-muridnya yang berasal dari beragam ras dengan memberikan sebuah jurnal yang hanya berupa sebuah buku tulis sederhana pada masing-masing murid di mana mereka bisa menuliskan apapun di sana.

Banyak pihak yang memandang upaya mulianya ini dengan tatapan pesimis. Di luar itu, Erin Gruwell harus dihadapkan pada kenyataan bahwa ia tidak mendapat dukungan dari suami tercintanya (diperankan oleh Patrick Dempseyyeah that man from Grey's Anatomy) dan memintanya untuk bercerai. Bagaimana Erin G. bisa bertahan sementara dukungan untuknya nyaris tidak ada? Tidak dari suaminya, bahkan pihak sekolah sendiri.

Film yang disponsori oleh MTV ini memang tidak memenangkan sebuah nominasi Oscar sekalipun mengusung tema yang sama seperti film peraih Piala Oscar, Crash. Tapi, konflik, peristiwa dan penekanan nilai-nilai kebenarannya lebih mendalam bahkan ada poin penyelesaiannya. Apa yang dilakukan Ms.G tidak terbatas pada perubahan pada diri murid-murid di kelas 203, namun berdampak pada keluarga murid-murid tersebut di mana efek yang didapat bernilai positif. Lebih besar lagi, bersama murid-muridnya, Erin G. mendirikan yayasan penulis dengan mengangkat semangat yang sama ketika berada di kelas 203 dan ditujukan untuk seluruh siswa di Amerika. Erin Gruwell kemudian memutuskan untuk meninggalkan Wilson dan mengajar di California State University di kota yang sama.

Tuesday, 17 February 2009

A Holy Temple: Books

If you hate reading books, I suggest you to leave this post right now because I'm sure you're gonna thrown up. Haha. Seriously. I've warned you already okay.

Kalau ada beberapa temen yang suka minjem koleksi buku saya dan mereka tertawa melihat warning sign yang selalu saya tempel di setiap sampul dalam koleksi buku saya, it's because they don't love books like I do.

Sebelumnya, cara saya menghargai buku mungkin berbeda dengan orang lain. I know that and I appreciate the differences.

Sejak kecil saya sudah dikenalkan dengan buku, dan bukannya main piano atau menyanyi karena di keluarga saya nggak ada yang keturunan musisi. Bokap saya maniak baca dan ada satu rak buku yang penuh buku dengan berbagai macam bidang, kebanyakan sih ekonomi perbankan sama politik. Tapi justru dari situlah saya jadi kuliah tanpa beli buku, karena beberapa buku kuliah saya ternyata ada di koleksi buku bokap. Lumayan, hemat :]]

Kalo ditanya 'tempat hangout favorit?', tanpa pikir panjang saya bakal langsung jawab 'toko buku'. Di toko buku saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam tanpa saya sadari, bahkan beberapa temen saya suka males nemenin kalo saya mulai nongkrong di toko buku. Ada juga yang menganggap saya anak nerd gara-gara rajin ke Gramed tiap kali ke mall, padahal yang dibeli ya novel :]

Toko buku seperti perpustakaan raksasa buat saya, buku apa aja ada. Menurut saya, perpustakaan kota yang ada terkadang tidak menyediakan buku-buku tebal yang mahal dan pastinya berkualitas (yang paling penting lagi, memenuhi selera saya). Kalo di toko buku, saya bisa baca buku apa aja (yang segelnya terbuka of course) serta beli buku yang menarik dan tentunya bagus.

Hangout di toko buku itu bagi saya seperti surfing di internet, banyak kejutannya. Setiap jalan di rak-rak novel, saya pasti menemukan novel-novel baru yang cover-nya bagus atau ceritanya gokil (yang so-so juga banyak sih). Trus kalo jalan lagi ke rak IT, saya bakal nemuin kitab-kitab sihir yang bikin saya menganga takjub. Pastinya saya juga mampir ke rak komik, sekedar melengkapi koleksi komik serial saya atau survey komik baru yang layak dikoleksi. Kalo iseng, biasanya saya juga mampir ke rak yang ada buku Psikologi-nya. Sebenernya sih saya kurang tertarik baca buku kisah-kisah macam Chicken Soup, Mars and Venus, dkk. tapi saya interest baca buku-buku tentang membaca kepribadian lewat gestur dsb. Unik aja, sekaligus mendukung apa yang sudah saya pelajari di mata kuliah Psikologi Kepribadian I :] Kalo lagi banyak waktu, biasanya saya jelajahi semua sudut toko buku sampai saya hampir hapal buku-buku apa aja yang disimpan di rak-raknya :D

Bagian favorit saya adalah rak majalah dan buku import. Di kedua rak itu paling banyak kejutannya. Apalagi di rak buku import, I always adore everything from outside this country. I mean, the information, the culture, everything. Rasanya saya seperti melihat sesuatu di luar lingkungan saya and that's interesting for me. Serunya lagi kalo jalan ke Periplus. Yah sekalipun saya jarang beli di toko khusus buku import itu tapi saya betah banget melototin buku-buku yang ada di rak dan kadang juga baca yang segelnya udah kebuka. Hangout di toko buku itu seperti memuaskan dahaga karena keterbatasan buku import yang dijual di toko buku biasa. Yah, sekali lagi, meski saya nggak tentu beli sesuatu di situ.

Mengenai kegilaan saya untuk menjaga keutuhan buku koleksi saya, saya rasa masih wajar. Karena setiap orang pasti punya sesuatu yang dijaga bener-bener dan buat saya itu adalah buku koleksi saya. Buku-buku yang saya beli itu nggak asal beli, saya harus lihat review sana-sini sebelum memutuskan untuk membeli. Kecuali buku-buku yang sudah jaminan penulisnya oke kayak Meg Cabot atau Sitta Karina, saya pasti beli karya mereka. Terkadang buku yang saya beli juga buku-buku yang limited dan nyarinya susah atau malah sudah nggak diterbitin lagi. Karena itulah saya overprotected sama koleksi buku saya.

Koleksi buku punya saya haruslah masih kelihatan baru sampai kapanpun karena saya maniak tidiness. Kalaupun kertasnya mulai kecoklatan, paling nggak bentuknya masih rapi dan nggak menggulung di ujung-ujungnya. Kertasnya juga nggak boleh ada bekas lipatannya (untuk itulah diciptakan pembatas buku, sodara-sodara) atau bahkan keriting karena kena ludah (eww...) atau ketumpahan air dan tentunya ada konsekuensi kalau buku kesayangan saya sampai rusak. Selain disampul mika, buku-buku koleksi saya juga nggak boleh dibuka terlalu lebar untuk menjaga supaya kertasnya tetap awet nempel di perekatnya.

Itulah cara saya menghargai arti buku sebagai koleksi pribadi saya. Selain bentuk fisiknya harus terjaga, isi kandungan buku tentunya juga merupakan salah satu pertimbangan saya kenapa buku itu harus dijaga keutuhannya :]]


Wednesday, 11 February 2009

Step Up 2: the Streets

Directed by Jon M. Chu
Starring: Briana Evigan, Robert Hoffman, Will Kemp

This is better! Well, after I watched Step Up (just right before the sequel), I know it's gonna be better than the old one. More cool dance moves and hip songs. That was great, yanno!

Yeah, I know I'm kinda too late for watching this movie because it was so last year or whatever. But the thing is, it's a great movie after all.

Like I said, it is better. Penulis cerita membuat plot yang lebih kaya dan menarik tentunya. Dengan sejumlah dance scenes yang--menurut saya--keren banget, I gotta say that this movie is the best dance movie I've ever watched :]

Menempatkan dua aktor yang juga merupakan penari yang hebat membuat film ini semakin sempurna. Briana (pemeran Andie West) dan Robert (pemeran Chase Collin) memperagakan gerakan-gerakan menari dengan sangat baik (in my opinion, underlined that!). They're just awesome!

Well, maybe I'd better stop talkin shits now and make you watch it by your self. I bet you won't be sorry I make you do that :]

Alright, here's a lil summary about the movie. In case you curious about the story.

Step Up 2: The Streets menceritakan tentang seorang cewek bernama Andie West yang terpaksa masuk sekolah seni, Maryland School of Arts (MSA) karena hanya itulah pilihan yang ia punya kalau ingin tetap tinggal di tempat asalnya (Baltimore) dan bisa hangout dengan teman-temannya dalam crew, 41O. Itupun atas saran dari seorang cowok yang sudah ia anggap seperti kakak sendiri, Taylor Gage (Step Up), yang sudah lebih dulu bersekolah di situ. Considering both of them have the same passion of dancing, maka Ty mengajukan pilihan itu pada Sarah (teman Ibu Andie yang selama ini mengasuhnya sejak sang ibu meninggal) supaya Andie yang bandel tidak dikirim ke Texas untuk tinggal bersama tantenya. Awalnya, Andie skeptis sekali akan kehidupannya di sekolah baru yang tampak elit itu. Namun, semenjak ia dikeluarkan dari 41O dan membentuk kru sendiri bersama cowok populer di MSA, Chase Collin, Andie seolah menemukan jati dirinya dan merasa dipercaya oleh banyak orang.

Dan seperti film pendahulunya, Step Up 2 juga diakhiri dengan dance scene yang SUPERCOOL!

Tuesday, 10 February 2009

Washii doll Tutorial

Actually it's something I made to celebrate Earth Day last year by trying to reuse the magazine papers for something cute and unique and then I gave it to some dearest people in my life and they love it. So, I think I can share how I make it to everyone else through this tutorial now. It's very cheap and even you can earn some money by sell it on any festival or bazaar near you. Enjoy!


Tools:

1. Scissors
2. Cutter
3. Glue
4. Marker (black and red)
5. Ruler
6. Pencil

Needs:
1. Glossy magazine's papers (color/pattern)
2. Color paper: black
3. Poster board
4. Plain white paper (a small cut)
5. Ribbon with a small diameter (any color)

How to:

1. Make the doll's body from a poster board. Cut the paper until form a doll's body like the picture.
2. Now prepare the glossy paper for the kimono. This is the content of the kimono: inside kimono, outside kimono, kimono collar, sash, little sash. Use solid color paper for inside kimono, it has to be match with the outside kimono which will use pattern paper (solid will be fine). Paper for kimono collar will be used for sash as well and inside kimono use the same paper as small sash and hair pin. Make sure those papers enough for boths.
3. Stick the paper for inside kimono on the doll's neck, and make sure both the edge crossed.

4. Fold glossy paper in vertical way like in the picture, then put the doll on it and form its body to the paper (make sure the doll's hand not covered with the kimono). Kimono will be on 2 parts, top and bottom. Therefore, remain the same glossy paper to make the bottom. Put dots on the glossy paper to sign the neck part which will be cut till form 'V'.


5. Cut the glossy paper with cutter and ruler for a tidy cut, to form the front look of kimono (look at the picture). Make sure the back side of kimono has already up removed so that it won't be cut. Then, cut rounded the edge of kimono's sleves (look at the picture). Take on the kimono and stick it.
6. Glued the kimono collar on the neck (look at the picture) and also stick the bottom, start from the left. Fold the last edge till formed a pleas like in the picture.

7. Round the sash and stick it, make sure the edge stick on the back and the sash exactly round upon the kimono collar (look at the picture). Then round small sash right in the middle and make sure the edge stick on the back as well.

8. Write down your name on a small white paper as big as kimono collar, glued on the top and slip into the sash. Make sure you write your name in Kanji letters (vertically).
9. For the hair, fold a black paper in vertical way, just like the top of the kimono, form the head part and add a few mm the cut it (look at the picture).

10. Cut the front side to form the face shape like in the picture then take the wig on and stick it. The face is not too wide shown, but pretty wide horizontally.
11. Use the remain of the paper that you used for inside kimono and little sash and cut it like a ribbon and stick it on the wig, you may put it diagonally on the right side of the head or right on top.
12. Last, draw the eyes with the black marker and the lips with the red one (look at the picture).

13. For a nice and long-lasting doll, you can laminate it then cut the laminating piece till shaped the doll's body. Remain a few mm's on top, form a square and make a small hole with paper holder then tied a small ribbon on that hole.

Tuesday, 3 February 2009

Twilight drives me crazy

Niru-niru lagunya Britney jaman jadul, saya pake salah satu lirik lagu itu untuk judul posting saya kali ini. Well, seperti bisa dibaca, this time I'm gonna talk about how thrilled Twilight has driven me mad :]

Awalnya saya nggak begitu tertarik, well, lumayan tertarik sih mengingat ceritanya tentang vampir gitu. Kan jarang-jarang novel jaman sekarang yang nulis tentang horor klasik macam itu. Waktu itu saya pikir juga novel horor kok ada tokoh vampirnya segala. Dan karena waktu itu list belanja buku saya udah berlembar-lembar, jadi saya pun nggak jadi beli novel bersampul merah itu mengingat budget yang sangat terbatas.

Hasrat buat beli Twilight baru kesampaian sekitar empat bulan kemudian. Itupun gara-gara tersebar rumor kalau novelnya bakal dibuat film. Beberapa minggu sebelumnya pun saya sempat baca banyak banget komen di milis Sitta Karina tentang novel karangan Stephenie Meyer itu. Dan, mendadak saya pun terkena Twilight Fever.

1. Saya beli semua serinya dalam waktu tiga minggu berturut-turut. Sebenarnya sih bisa aja saya langsung beli ketiga novelnya (Breaking Dawn belum rilis waktu itu) dan menyelesaikannya dalam seminggu, masalahnya dompet saya nggak mendukung keinginan buat memborongnya sekaligus. Dan menjelang akhir bulan November, saya udah tahu sebagian besar cerita seri tetralogi itu.

2. Beberapa hari setelahnya saya lihat di internet kalau film Twilight bakal rilis tanggal 21 November 2008. Saya excited banget buat nonton filmnya dan mengira-ngira apakah filmnya bakal ditayangin di negara ini nggak jauh setelah premiere di Hollywood sono. Begitu saya nemuin forum Twilight Indonesia di situsnya Stephenie Meyer, tanpa pikir panjang saya langsung daftar jadi anggota. Di situ berita-berita tentang Twilight di Indonesia update banget. Waktu itu di forum lagi banyak banget yang penasaran tentang kapan rilisnya film Twilight di Indonesia. Dan dari situ juga saya dapet tanggal pasti kapan film itu bisa ditonton di bioskop terdekat. Salut buat Twilight Indonesia deh!

3. Begitu filmnya dirilis di sini, damn saya nggak bisa nonton di hari premiere gara-gara tugas kuliah yang menyiksa. Tapi saya bertekad harus nonton dalam tanggal yang nggak jauh-jauh dari waktu premiere biar nggak kelihatan paling ketinggalan di Twilight Indonesia :] For this one, you can read all the details on my previous post (click here).


4. Filmnya udah nonton dan saya pun jadi ketagihan ngebahas scene favorit di film bareng anak-anak Twilight Indonesia. Trus tiba-tiba ada yang jual merchandise Twilight di forum itu, pin bergambar ikon-ikon Twilight gitu. Saya pun langsung masuk ke dalam daftar Pre-Order seminggu kemudian. Hebohnya lagi, pin ini dibuat limited karena ada batas waktu pemesanannya sehingga pemesan melebihi tanggal yang ditentukan nggak bakal dilayani. Last time I checked, I'm the only one (and one of my bestfriend) who own pins like that in this city :]


5. Pertengahan Desember, kabar tentang CD OST Twilight yang sudah edar di Amerika tersebar di Twilight Indonesia. Beberapa anggota forum ada yang bela-belain pesen ke sodara/kenalannya yang tinggal di luar buat ngedapetin CD itu. Saya pun cuma bisa mupeng ngelihat kenyataan itu, belum lagi waktu ada yang bilang kalau di Jakarta udah ada yang jual (tapi bukan di Disctarra) beberapa hari kemudian. Makin siriklah saya, rasanya di Surabaya kok sepi-sepi aja. Baru sekitar awal Januari saya akhirnya dapet CD itu, masih dalam suasana 'limited in Indonesia' :] (you can read it on the previous post as well, click here).

shot by Apidya

6. Mendadak ada novel Twilight versi movie poster. Saya pun mikir-mikir buat beli atau nggak, mengingat bedanya cuma ada bonus foto cuplikan adegan di film sama cover-nya yang sama kayak poster resmi filmnya. Selebihnya ya sama aja. Waktu itu, saya bener-bener lagi bokek jadi, bener-bener mempertimbangkan buat membeli novel itu. Waktu jalan-jalan di Gramed Manyar, saya sempat lihat-lihat sih (sambil pasang tampang mupeng gitu), eh pas weekend-nya bukunya udah SOLD OUT! Padahal waktu saya ke sana (hari Rabu gitu) masih banyak numpuk-numpuk, tapi waktu temen saya mau beli ternyata bukunya udah habis. Katanya sih itu versi limited, jadi jumlahnya terbatas banget dan katanya di Surabaya cuma dikasih jatah 13 biji! Alhasil, saya pun harus puas cuma bisa foto bareng si buku impian :[

7. Karena penasaran banget sama akhir ceritanya, saya pun download e-book Breaking Dawn (karena versi Indonesia-nya belum rilis dan yang English version mahalnya amit-amit). Pertama-pertama sih semangat '45 baca chapter awal, sampai curi-curi waktu di sela waktu belajar buat UAS. Tapi berikutnya saya nggak kuat melotot depan laptop mulu (I think my minus is getting worse). Dan ketika liburan tiba, mendekati waktu rilis Breaking Dawn versi Indonesia yang tinggal beberapa minggu lagi, saya jadi semangat lagi buat namatin Twilight Saga. Dan sekitar dua minggu sebelum perilisan versi Indonesia-nya, saya udah selesai baca keseluruhan seri Twilight.

8. Yang terakhir adalah cerita hunting saya tentang OST Twilight di internet dan gambar-gambar scenes film Twilight yang udah banyak beredar (jadi Edward dalam bayangan saya ya Robert Pattinson itu hehe). Sebulan sebelum filmnya resmi rilis, saya udah punya OST Twilight lengkap sealbum :] Tapi belum yang bonus tracks, itu baru saya dapetin setelah dapet kabar kalau ada versi album yang pake bonus tracks (beberapa hari sebelum saya beli CD-nya). Nonton filmnya juga nggak begitu surprise lihat para pemerannya karena saya udah tahu semua aktornya (plus scene-nya) lewat foto-foto yang tersebar di profil Friendster dan MySpace khusus tentang Twilight.

Anyway, saya belum pernah serajin ini ngikutin perkembangan sebuah novel, bahkan jaman Harry Potter dulu aja nggak. Biasanya saya paling rajin ngikutin perkembangan komik (CLAMP) atau film. Itupun nggak sampe bela-belain rajin browsing sana-sini, paling-paling ya ngerelain separuh uang jajan buat beli komik koleksi :D Lebih dari itu sih nggak pernah (apalagi beli merchandise segala).

Next stuff to hunt is Twilight DVD. Saya baca di sebuah situs yang menampilkan sebuah wawancara dengan sutradaranya, Catherine Hardwicke, DVD film ini akan dirilis tanggal 21 Maret 2009 dan katanya ada beberapa wawancara dan scenes yang dipotong masuk dalam DVD. Just can't wait to have it then! Nggak tahu kapan versi DVD-nya bakal rilis di sini, mengingat kadang rilis di Amrik belum tentu rilis juga di seluruh dunia. Jadi doakan saja rilisnya bareng :]

Monday, 2 February 2009

Twilight Saga


Penulis Stephenie Meyer
Penerbit Gramedia Pustaka Utama

Akhirnya selesai juga namatin seri ini! Alright, now I'm trying to give a point of view about how worth this series for you to read. Sebelumnya, saya akan kasih sedikit sinopsis mengenai garis besar cerita yang fenomenal ini. Twilight berkisah tentang hubungan asmara seorang gadis manusia dengan seorang vampir, forbidden love of course. Dengan status hubungan mereka yang terlarang dan berbahaya itu beragam masalah bermunculan yang intinya berusaha memisahkan mereka berdua. 

Di luar itu, cerita yang didasarkan pada legenda kuno rakyat setempat tentang makhluk penghisap darah itu juga menghasilkan hal-hal baru yang tidak pernah ada pada catatan sejarah apapun sebelumnya dan hanya sedikit sekali saksi. Masalah-masalah ini muncul ketika Bella Swan mengenal Edward Cullen dan akhirnya jatuh cinta padanya. Sebagian besar pihak dari dunia vampir, kurang setuju dengan keputusan Edward untuk berhubungan dengan Bella karena itu akan membahayakan status keberadaan mereka. Tapi Edward bersikeras mempertahankan orang yang paling dicintainya itu karena ia tidak bisa hidup tanpanya, begitu pula sebaliknya.

Berikut ini saya berikan sedikit inti cerita dari masing-masing seri:
Twilight: Awal segalanya, pertemuan Bella dan Edward serta upaya pertama Edward melindungi dan menyelamatkan Bella dari serangan vampir lain. 
New Moon: Masa gelap Bella, juga Edward. Edward memutuskan meninggalkan Bella untuk kebaikan kekasihnya itu tapi keputusannya malah nyaris menghancurkan mereka berdua. 
Eclipse: Sekali lagi Edward berjuang melindungi Bella dari serangan vampir lain. Kali ini melibatkan musuh bebuyutan vampir, kawanan werewolves--yang salah satunya merupakan sahabat yang mencintai Bella, Jacob. 
Breaking Dawn: Penutup sekaligus awal kehidupan baru bagi pasangan Edward dan Bella. Keajaiban lahir dari pasangan ini, seorang bayi perempuan yang cantik yang dianggap berbahaya oleh dewan tinggi para vampir sehingga harus dibunuh. Edward, kali ini harus melindungi istri sekaligus putrinya.

Penulisan cerita terlihat sangat detail dengan kosa kata yang kaya sehingga mampu menggambarkan suatu peristiwa dengan sangat baik. Novel ini melibatkan adegan yang cukup banyak, sehingga pada versi filmnya kurang digambarkan secara keseluruhan karena terbatasnya durasi. Justru dengan banyaknya adegan-adegan kecil tersebut, cerita ini menjadi kaya dan sangat menarik untuk dinikmati. Penulis juga mencoba membuat suatu konsep yang seolah merupakan nilai yang sebenarnya mengenai vampir, penulis mencoba melawan konsep-konsep tentang vampir selama ini yang banyak diekspos di kalangan perfilman Hollywood serta menambahkan konsep baru yang mengagumkan (seperti vampir vegetarian--yang hanya minum darah hewan). Stephenie Meyer seolah membuat sebuah versi terbaru tentang vampir.

Oh dan baru saya sadari bahwa seri novel ini punya konflik yang berpola. Berikut ulasan saya:
Twilight: Pertarungan Edward dengan vampir lain
New Moon: Pertarungan Edward dengan Keluarga Volturi (dewan tinggi para Vampir)
Eclipse: Pertarungan Edward dengan vampir lain (ajang balas dendam pasangan vampir yang dibunuh Edward di novel pertama)
Breaking Dawn: Pertarungan Edward dengan Keluarga Volturi

Tentunya semuanya termotivasi dalam rangka untuk menyelamatkan dan melindungi Bella, juga keluarganya yang lain. This story might show you about perfection of a vampire and I admit it it's really dazzling :] But, for a sec, maybe you can see on how hard Edward trying to save and keep Bella from danger. It's a beautiful story I would say and I never regret read them like crazy everynight (and almost everytime) and get dazzled by Edward :]

Jadi, kesimpulan saya, kalau sudah bosan dengan Dracula, seri ini layak sekali untuk dikoleksi :]



Have fun collecting—and reading of course!

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin

Share