Wednesday, 15 October 2008

Stop Thinking

Pernah saya browsing alias cuci mata ke sebuah bookstore yang cukup well-known di Surabaya (one of my favorite). Waktu lagi melintas di rak bagian buku-buku inspirative, saya melihat sebuah buku yang menarik perhatian saya. Dalam buku itu dikatakan bahwa kita disarankan untuk jangan pernah berhenti berpikir. Sekalipun kita sedang tidur. Karena kita tidak pernah tahu ide-ide atau pemikiran brilian macam apa yang akan keluar dari hasil kerja otak kita.

Sebagai penulis (well, especially a novel author), otomatis saya sependapat dengan si penulis buku itu. Tulisan yang lahir dari hasil koordinasi kerja otak dan kelihaian jemari tangan saya bisa eksis karena adanya proses berpikir. Namun pengalaman saya yang satu ini mengubah totally pendapat saya itu.

Until one night. Situasi kuliah sedang sooo hectic sampai pulang kuliah saya selalu menjelang petang. Well, mungkin bagi sebagian orang itu hal yang wajar. Apalagi status sebagai mahasiswa, tidak ada batasan waktu untuk urusan kuliah (am I right?). Tapi bagi saya, I need a time, in one day, to give my self a rest and I can enjoy my me-time. Dan biasanya itu saya lakukan di malam hari, usai jam 'sekolah'.

Saya pun memutuskan membeli sebotol jasmine tea (or any instant tea) setiap pulang kuliah malam. Just an excuse so that my body will be a lil bit relaxed then I can sleep tight till the next morning. But plan just a plan, God decides. I've never have a good quality sleep after all. Mata memang terpejam rapat, badan pun relaxed tapi otak saya terus memunculkan ide-ide yang seolah mengalir deras seperti air terjun. Saya bahkan menyalakan aromatheraphy healing set dengan aroma-aroma essential oil yang lembut supaya saya bisa terlelap perlahan. Oh God, it failed.

Mungkin lampunya perlu dimatikan, pikir saya suatu malam. Namun setelah kamar saya gelap, pikiran-pikiran horor tentang sosok putih atau bayangan putih yang berdiri di samping tempat tidur saya terus menghantui dan ujung-ujungnya saya tidak bisa tidur. So, turn off the light is not the solution. Bukannya saya phobia gelap, saya tidur dengan lampu mati di rumah saya sendiri. Lagipula, menjelang tidur biasanya saya sambil membaca novel atau mendengarkan MP3 sehingga terkadang malas bangun (soalnya uda PW di kasur) untuk sekedar mematikan lampu yang saklarnya terletak di dekat meja belajar itu.

Pernah saya baca di majalah, kalau sedang sulit tidur sebaiknya bangun dan melakukan aktifitas yang melelahkan. Say, walking around your house (inside not outside okay) or a lil excercise like push-up or sit up but I'd prefer none of those two options. I get up and sit on my study chair and grab a chocolate bar and of course eat it immediately. I ussually still sit till I stop thinking and it takes a long time. Quite long till I guess I lost almost 75% of my sleeping time.

Momen di mana saya meraih chocolate bar itu hampir selalu sama, ketika saat itu tiba biasanya mendekati pukul 12 malam atau lebih dari setengah 12 malam. Saya tidak tahu apa sebabnya. Saya tidak pernah mau melihat jam di handphone yang selalu stuck di samping bantal saya (because I need the alarm to wake me up in the morning) karena itu akan membuat saya semakin guilty and sad melihat waktu tidur saya yang berkurang drastis.

Sampai saat ini pun hal itu masih sering terjadi (tapi tanpa momen: grab a chocobar), di mana di tengah malam saya bangun karena tidak bisa tidur dan hanya bisa duduk di depan meja belajar dan terdiam sampai merasa mengantuk. Kadang saya ambil novel atau komik karena biasanya saya merasa mengantuk bila membaca di rentang jam tidur. But still, it didn't help a lot. Saya masih harus struggling sampai benar-benar tertidur atau at least saya berada dalam kondisi tidak sadar supaya body and soul saya bisa istirahat sejenak.

Saya pun mendadak mengidap insomnia. Writing board di dekat tempat tidur saya pun jadi tempat pelampiasan. Board itu penuh call-out yang isinya tangisan saya yang nggak bisa tidur juga.

Otak saya justru bekerja aktif di kala saya ingin otak saya berhenti bekerja. If you wonder, ide-ide yang terus mengalir dan pikiran-pikiran yang berkecamuk di kepala saya itu bermacam-macam. Mulai desain FS yang baru, kelanjutan plot cerita dalam novel yang sedang saya tulis, apa yang ingin saya googling besok, gimana kabar Senja sahabat saya sejak TK, kira-kira gimana biar kelinci kecil nggak rawan mati, sampai mendadak menemukan cara atau penyelesaian masalah yang tadinya saya capek mikirinnya. Semua itu pop-up di kepala saya ketika mata saya ingin terpejam sekitar 8 jam dan badan saya ingin diistirahatkan dari aktifitas saya yang melelahkan.

Saya nggak mau nyari-nyari tips tidur yang baik karena saya udah bosan sama semua tips yang pernah saya baca di majalah. Karena kunci masalah tidur saya ada pada kontrol saya sendiri, untuk menghentikan kerja otak yang bersarang di tengkorak saya. Berhenti berpikir, for at least 8 hours.

Alhasil, saya tidak pernah punya kualitas tidur yang baik. Cirinya, saya selalu mengantuk di kelas paginya dan ketika bangun saya merasa waktu tidur saya kurang. Sekalipun saya tidur jam 9 malam, tapi rasanya saya masih ingin tidur sampai jam 10 pagi kalau perlu. Still not enough, for me.

Akibatnya, I feel like I do a revenge when I'm at home. Kualitas tidur saya di rumah jauh lebih berkualitas meskipun kadang juga mengalami masalah yang sama. Kecenderungan saya bila di rumah adalah sleep late dan bangun agak siang. Saya biasa tidur pukul 1 atau 2 pagi dan bangun sekitar pukul 8. Dan saya tidur nyenyak sekali. I've never ask for more time to sleep or get back to my bed even when my mother yelling me to wake up.

Kualitas tidur ini fortunately tidak mempengaruhi kondisi mood saya setiap harinya. Saya bukan orang yang moody. Mood saya ditentukan oleh adanya satu pikiran yang menjadi beban di kepala saya. Ya, satu pikiran. Hanya satu dan tidak lebih. And anyway, itu sangat jarang terjadi karena saya tidak suka membawa-bawa masalah ke mana-mana. Enakan juga bawa duit, biar bisa dibelanjain buku atau baju haha.

Suatu malam, di kala insomnia saya lagi kumat. Saya manfaatkan sekalian over-production otak saya ini. Saya tulis sebuah prosa di diary saya sampai menggambar kartun-kartun jelek di writing board saya (it's full now!). Dan kalau saya baca lagi prosa buatan saya itu atau gambar kartun jelek saya, saya jadi ketawa sendiri mengingat betapa depressed-nya saya kala insomnia sedang melanda.

Saya pun jadi merasa berada dalam sebuah game komputer, di mana saya bisa memutuskan untuk 'quit' atau kembali ke 'game resume'. Saya berlomba dengan otak saya sendiri. Apakah saya bisa tidur dengan kepala kosong alias tidak memikirkan apa-apa atau terus gelisah di atas tempat tidur because my thoughts and ideas are scattered everywhere. Saya pun jadi punya trik sendiri supaya bisa lekas tidur ketika godaan untuk 'back to the resume'. Saya akan mengatakan pada otak saya; think about nothing. Karena otak saya tidak bisa menemukan dan memvisualisasikan objek apa itu 'nothing', sehingga tidak ada lagi bayangan-bayangan yang bermunculan di pikiran saya dan akhirnya saya pun bisa terlelap.

Sweet dreams.

7 comments:

  1. i love your writing babe :) keep it up!

    ReplyDelete
  2. kalau kamu memikirkan hal - hal yang berbau horror,mutti saya bilang kita harus ingat kalau kita ga sendiri,saya juga suka mengidap insomnia, kalau ga bisa tidur june suka baca buku apapun yang buat otak capek, kalau sering tidur jam 12 keatas itu bahaya untuk pertumbuhan, soalnya pertumbuhan manusia selalu terjadi pada pukul 11 - 2, jadi kita harus sudah tidur :]]

    ReplyDelete
  3. gaya tulisanmu khas.
    asik sii bacanya.x)

    mending kamu. aku nglembur sampe jam 3 pagi buat mikir+bikin KKTM.
    x(

    ReplyDelete
  4. hmm..aq baru tau klo km insomnia..
    well..ada (+) side dan ada (-) side ny sieh..
    cari yg enjoy bwt km-ny aja..
    hehe..

    eh, aq pngn add ur blog to my blogroll..
    tp ya apa carany y klo dr blogger?
    aq tdk melihat tanda2 bs di add nieh..
    just tell me..

    ReplyDelete
  5. kalau saya biasanya minum susu hangat atau teh, matiin lampu kamar, dengar lagu slow, merem, baca doa, nutupin mata pake selimut... terus nunggu sampai terlelap deh :)

    ReplyDelete
  6. hi. :) salam kenal...kalo ide gue sih....baca buku panduan printer yang super ngebosenin. ditanggung langsung telapp :) hehehhe

    ReplyDelete
  7. aww thanks for all the advice guys :]
    I dont really get insomnia anymore lately . thank God !

    I do lots of things till I'm tired at the end of the day then I'm easily go to sleep

    ReplyDelete

I'd love to read all your sweet comments.
Please leave it on the box below and I'll reply as soon as I can :)
Have a nice day! x

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin

Share