Monday, 6 October 2008

Berbeda

Satu kekosongan mengisi Lebaran saya tahun ini. Sekitar 10 hari menjelang Lebaran—tepat sehari sebelum saya berulang tahun, saya kehilangan orang yang saya sayangi, orang yang telah merawat saya ketika saya kecil. Orang yang selalu menyayangi saya layaknya ibu saya sendiri, eyang putri saya.

Idul Fitri 1429 H terasa sangat berbeda, kehilangan satu orang yang dicintai banyak orang membuat perbedaan itu muncul ke permukaan. Hari pertama Lebaran, di mana biasanya usai shalat Id saya dan keluarga buru-buru ke rumah eyang supaya tidak ketinggalan sungkeman, kini memilih di rumah saja sekalipun tahu tak akan ada tetangga yang mampir karena semua pada mudik ke kampung masing-masing. Kebetulan, tante saya ada yang hendak berkunjung ke rumah bersama keluarganya. Jadilah kami sekeluarga menetap di rumah sampai sekitar tengah hari karena saya dan nyokap memutuskan untuk pergi ke rumah eyang saya yang sudah tiada itu.

Di rumah eyang, hampir semua saudara-saudara nyokap berkumpul. Kecuali satu-satunya pakde saya yang masih di luar pulau (it's in Sumba, NTT anyway), karena pesawat tidak tiap hari ada dan biayanya pun tidak murah. Bahkan bude saya yang biasanya mudik ke kampung halaman suaminya di Jawa Tengah, tahun ini memutuskan untuk stay dan berkumpul bersama saudara yang lain. Tradisi sungkeman memang sudah tidak ada (dimulai dari tahun ini), mengingat eyang kakung saya juga sudah meninggal sekitar 4 tahun yang lalu.

Saya memandang ruang tamu yang lengang, tempat di mana eyang saya biasa duduk dan kami semua bersimpuh bergantian mencium tangannya ketika hari kemenangan tiba. Meminta maaf atas segala kesalahan yang telah diperbuat. Sosok itu kini telah tiada, sekali lagi saya meyakinkan diri. Alhasil, hanya tradisi salam-salaman antar saudara yang tersisa. Tak lupa angpao Lebaran dari bude-bude saya yang baik hati hehe.

Suasana rumah eyang hari itu bisa dibilang sepi sekali, nyaris tidak ada tamu berkunjung sejak saya datang sampai saya pulang sekitar pukul 4 sore. Mungkin saya melewatkannya pagi tadi, namun ketika eyang saya masih ada, volume tamu yang berkunjung ke rumah bisa sampai malam hari tanpa henti. Sekali lagi, kepergian eyang saya telah membuat perubahan pada Lebaran tahun ini.

Hari kedua Lebaran, biasanya diisi dengan berkunjung ke rumah kerabat di luar kota yang tak jauh dari kota tempat saya tinggal. Namun, tahun ini agenda keliling ke rumah kerabat itu mendadak dihapus dan diganti dengan acara nonton bareng "Laskar Pelangi" bareng sepupu dan adik saya.

Lebaran hari kedua pun dihabiskan di salah satu mall di Surabaya dengan agenda hari itu: nonton "Laskar Pelangi" yang memang lagi happening banget. Berangkat lumayan pagi supaya kebagian tiket pun dilakoni, bahkan sebelum loket bioskopnya buka. Karena udah kebiasaan beli snack di supermarket di mall itu, kami pun dengan PD-nya menenteng tiga kresek medium yang penuh makanan ringan ke dalam bioskop. Namun buru-buru dicegah petugas yang mengatakan nggak boleh bawa makanan ke dalam bioskop. Sejak kapan? saya bertanya-tanya dalam hati. Lalu saya melirik pengumuman yang berdiri di samping saya. Oh, rupanya sejak kertas pengumuman ini terbentang beberapa waktu lalu karena jelas sekali bahwa pengumuman itu belum lama terpasang. Alhasil, kami hanya berhasil membawa sekantong plastik berisi minuman. Damn!

Malamnya, saya pun sibuk menyiapkan minuman buat saudara-saudara saya yang suka datang serombongan ke rumah saya yang tiny, di saat mata saya udah tinggal se-watt dan kaki juga mulai pegel-pegel gara-gara kelamaan ngantri nungguin loket bioskop buka paginya. Tapi itu semua worth it dengan perasaan gembira yang mengantar saya tidur.

Kepergian eyang saya memang telah membuat perbedaan--perubahan pada Lebaran tahun ini. Perubahan yang muncul ke permukaan itu memang masih terasa asing, aneh. Namun saya yakin, ke depannya akan mampu mengantar keluarga besar saya menjadi keluarga yang lebih baik. Amin.

Good bye, my beloved grandmere. May you get the best place besides Allah. I'm gonna miss you always. I love you, you know that :]

Met Lebaran !

1 comment:

  1. memang kehilangan seseorang itu menyedihkan, june ikut sedih juga ya,semoga rohnya diterima disisi Allah SWT,kematian adalah bagian dari sebuah kehidupan,so kita harus memanfaatkan waktu yang sedikit di dunia ini dengan hal2 yang bermanfaat :]]

    kalau boleh june tahu eyang putri sama eyang kakung itu apa artinya ?

    ReplyDelete

I'd love to read all your sweet comments.
Please leave it on the box below and I'll reply as soon as I can :)
Have a nice day! x

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin

Share